Monday, July 29, 2019

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 04

6 comments

Sinopsis C-Drama : Go Go Squid Episode 04

Images by : Dragon TV / ZJTV / iQiyi

97 membawa Tong Nian ke dalam bus mereka. Para fans yang mendengar 97 memanggil Tong Nian dengan panggilan ‘kakak ipar’ tentu jadi bingung dan penasaran mengenai Tong Nian.
Tong Nian masuk ke dalam bus dan tampak sangat gugup melihat semua anggota K&K. Apalagi semua anggota menatapnya dengan mata berbinar dan terus memanggilnya ‘kakak ipar’. Tong Nian langsung meminta pada 97 untuk menyampaikan pada semuanya agar tidak memanggilnya ‘kakak ipar’ karena dapat membuat orang-orang salah paham padanya.
“Itu… kakak ipar bilang agar kalian semua jangan memanggilnya ‘kakak ipar’ lagi, dia merasa malu,” ujar 97 pada yang lain.
Tong Nian semakin malu padahal bukan itu yang dia minta sampaikan. Dan semuanya malah jadi tetap memanggilnya ‘kakak ipar’.
Saat itu, dari luar terdengar para fans yang berteriak menyebut “DT” (Wu Bai) yang sedang berjalan ke arah bus. Begitu Wu Bai naik, supir langsung bertanya, kapan boss mereka tiba? Wu Bai meminta menunggu sebentar.
Wu Bai mengenakan topi dan masker hitam dan sempat bertemu pandang dengan Tong Nian. Para anggota langsung bertanya pada Wu Bai, kapan Shangyan mencari pacar? Bukannya Shangyan hanya tinggal di klub 24 jam? Wu Bai menjawab singkat kalau dia juga tidak tahu. Yang lain malah asal menyimpulkan kalau Shangyan menyembunyikan pacarnya karena takut kalau mereka akan meniru dan ikut mencari pacar yang akan mengganggu mereka dalam persiapan kompentesi.
“Dia sudah tidak muda lagi. Pacaran adalah hal yang normal,” ujar Wu Bai.
Para anggota langsung berkata kalau Shangyan sudah menua. Mendengar itu, dalam hatinya, Tong Nian menggerutu kalau Shangyan tidaklah tua. Jelas-jelas Shangyan sangat mempesona. Di bandingkan dengan semua anak-anak muda ini, Shangyan jelas lebih jantan.

Saat itu, manager masuk ke dalam bus. Dia memberitahu kalau dia sudah menyiapkan makanan untuk mereka semua di lantai 1, ruang makan hotel. Dia memesankan beberapa meja besar untuk mereka semua. Dia juga menyuruh mereka untuk lebih memperhatikan makanan dan kesehatan agar kejadian Grunt tidaklah terulang lagi. Manager kemudian memberitahu supir bus untuk berangkat, sementara dia dan Shangyan akan pergi sendiri ke mobil.
“Dan juga, kalian semua harus menjaga gadis ini,” ujar manager sebelum keluar.
Tong Nian nampak sedih karena Shangyan tidak naik ke bus.
--
Shangyan dan manager pergi ke ruang rapat untuk menemui CEO Xiang, tetapi di sana ternyata juga ada Solo dan Ai Qing. Shangyan langsung berbalik mau pergi, tapi manager menahan Shangyan. Mereka datang kemari untuk bicara bisnis, jadi kesampingkan masalah pribadi.
Shangyan akhirnya mau mengalah dan duduk di kursi, tapi dia memilih kursi yang letaknya jauh dari Solo dan Ai Qing. Manager meny apa Ai Qing dengan ramah dan membahas kalau mereka besok akan saling bertarung (antara team SP dan team K&K). Ai Qing membenarkan dan menatap Shangyan sambil berkata aagar mereka melakukan yang terbaik di pertandiangan besok. Shangyan dengan sinis berkata kalau mereka melakukan yang terbaik pun, pada akhirnya hanya ada 1 pemenang.

Untung di saat tegang itu, CEO Xiang muncul. Dia minta maaf karena datang terlambat karena dia harus mengurusi para fans SP dan K&K. Shangyan menyuruhnya untuk tidak banyak basa basi dan langsung saja membicarakan bisnis. Ada apa mengajak bertemu?
CEO Xiang berkata tidak ada masalah bisnis apapun. Hanya saja, hari ini para teman lama berkumpul jadi dia mengajak untuk makan siang bersama. Shangyan kesal karena ternyata tidak ada masalah penting dan langsung beranjak pergi. CEO Xiang berusaha menghentikan dan membujuk Shangyan agar mau makan siang bersama, tapi percuma saja. Shangyan tetap berjalan pergi. Manager langsung mengikutinya.
Dan bukan hanya Shangyan, Solo juga menolak untuk makan siang bersama. Dia berkata mungkin mereka bisa makan bersama lain kali.
--
Shangyan dan manager menunggu taksi di luar gedung. Manager memberitahu kalau dia sudah memesan mobil, tapi sepertinya terjadi macet, jadi mereka harus menunggu sebentar.
Ai Qing dan Solo melihat mereka yang sedang menunggu taksi. Dengan ramah, Ai Qing menawarkan mereka untuk naik mobil mereka karena mereka kan kebetulan nginap di hotel yang sama. Shangyan hanya diam saja. Manager lah yang akhirnya dengan ramah menolak tawaran Ai Qing karena mereka sudah memesan taksi.
Umur panjang, taksi yang mereka pesan akhirnya tiba.
Di dalam taksi, Shangyan masih saja diam. Manager akhirnya berkata pada Shangyan akan tidak terpengaruh dengan hal kecil seperti ini. Ingatlah hari ini mereka baru menang kompetisi.
“Aku hanya tidak menyangka akan ada hari seperti ini. Kami semua sudah sukes, menjadi kaya, tapi sangat sulit untuk berada dalam satu mobil bersama,” ujar Shangyan.
“Maaf. Ini semua salahku. Aku menghancurkan kalian semua,” ujar manager, penuh rasa bersalah (nah lho, dia ada hubungan apa dengan team SOLO dulunya?)
“Aku tidak menyalahkanmu,” ujar Shangyan, menghibur.
Shangyan kembali menatap keluar jendela mobil dan mengingat masa lalu.
Flashback
10 tahun yang lalu,
Team SOLO bersama di dalam bus yang menuju Beijing. Di dalam bus hanya ada mereka dan sepasang pasangan tua. Dan saat itu, Solo dengan riang membagikan angpao untuk mereka semua. Semua jelas bersorak senang. Solo ternyata juga sedang sangat senang karena mereka untuk pertama kalinya menang dalam kompetisi Beijing dan menjadi juara. Dia sangat bangga pada semuanya. Mereka berteriak penuh kegirangan.

Solo bahkan memberitahu kalau sekarang Shangyan telah menjadi orang yang sangat terkenal dan namanya ada di internet. Shangyan merendah dan berkata kalau itu semua juga karena semuanya. Xiaomi langsung mengeluarkan kaleng bir yang telah di siapkannya dari dalam tas-nya. Semua langsung bersorak dan memuji Xiaomi yang telah menyiapkan bir tersebut.
Udah berteriak-teriak, Solo baru sadar kalau ada pasangan lain di dalam bus. Dia memberi tanda agar semua diam dan juga meminta maaf pada pasangan itu karena sudah ribut. Untunglah pasangan itu sangat baik dan malah balik memberi selamat kepada mereka.
Bus melewati Tiananmen yang artinya mereka telah memasuki Beijing. Semua langsung berteriak girang karena mereka bisa sampai di tempat ini. Pusat kota China. (Kalau di Indonesia, itu ibarat Monas).
End
Shangyan tampaknya masih sedih jika memikirkan kenangan masa lalunya.
--
Tong Nian dan anggota K&K tiba di restoran hotel. Dengan sangat sopan, mereka mengantar Tong Nian ke salah satu meja, dan kemudian mengerubunginya. Mereka memperkenalkan diri.
“Namaku 97, aku lahir tahun 1997.”
“Namaku Demo, mereka bilang aku ‘adorkable’ (aku nggak tahu artinya. Cari di google translate, nggak nemu) (pengucapan ‘demo’ mirip dengan pengucapan china untuk ‘ardokable).”
“Kakak ipar, kalau aku adalah One. Karena aku paling tinggi dan paling tampan.”
Tong Nian kemudian bertanya pada mereka, siapa pria yang duduk di belakang, tinggi, dan mengenakan topi? 97 langsung memberitahu kalau itu adalah Wu Bai, adik sepupu Boss (Shangyan). Wu Bai sama seperti Shangyan, suka sendirian. 


Manager tiba dan langsung menghampiri mereka. Dia meminta Tong Nian untuk ikut dengannya karena Shangyan ingin bertemu. Tong Nian langsung ikut dengan manager. Saat mengikuti manager dari belakang, Tong Nian merasa minder karena manager memiliki aura yang sangat kuat dan dan dia tidaklah sepandan.
Manager mencairkan suasana dengan bertanya apakah Tong Nian sudah makan? Tong Nian menjawab kalau dia tadi sudah minum air dan sudah merasa kenyang. Dia tidak lapar.

Mereka tiba di sebuah kamar. Manager mengetuk pintu dan Shangyan membukakan pintu. Tong Nian masih saja terpesona dengan Shangyan. Shangyan menyuruh Tong Nian untuk masuk ke dalam. Tapi, Tong Nian ragu dan bertanya kenapa tidak bicara di ruang makan saja?
Shangyan memberi tanda dengan telunjuknya agar Tong Nian mendekat dan kemudian dia menariknya agar lebih dekat, “Kau ingin aku membicarakan masalah pribadi di tempat umum?”
Tong Nian mundur dengan takut. Manager sampai tersenyum melihatnya. Dia menenangkan Tong Nian untuk tidak takut dengan Shangyan, karena Shangyan tidak akan bersikap kejam pada wanita. Dia akan tinggalkan mereka karena dia harus menjaga anggota lainnya.

Setelah manager pergi, Shangyan memberikan waktu 10 detik bagi Tong Nian untuk memutuskan. Tong Nian diam, menarik nafas dan akhirnya memilih untuk masuk ke dalam. Dan betapa terkejutnya Tong Nian karena di dalam ternyata ada Grunt. Wkwkw.


“Kalian berdua… bisa beritahu yang sebenarnya sekarang?” ujar Shangyan. Dia masih yakin kalau Tong Nian adalah pacar Grunt.
Grunt sampai kesal. Dia kan sudah bilang berulang kali kalau dia tidak mengenal siapa itu Tong Nian. Shangyan langsung memarahinya karena sebagai seorang pria tidak berani mengaku. Grunt sampai letih dan berkata kalau Shangyan boleh menusuknya hingga mati saja sekarang.

Shangyan langsung menatap tajam Tong Nian. Dan Tong Nian tentu tidak mengenal Grunt juga. Bahkan saat Shangyan memberitahu Grunt ada pacar, Tong Nian mana peduli. Grunt akhinya berdiri dan menarik Tong Nian untuk mendekat. Dia menyuruh Tong Nian untuk jujur saja, kenapa datang mencarinya?
“Aku tidak datang mencarimu.”
“Oke. Kau mau tanda tangan ya,” ujar Grunt, menyimpulkan sendiri. “Foto bersama juga boleh. Aku menerima permintaan apapun. Yang penting katakan yang sebenarnya kalau kita berdua tidak punya hubungan apapun. Silahkan minta apapun padaku, asal jangan meminta jadi pacarku saja.”
“Siapa yang mau jadi pacarmu?! Aku bahkan tidak suka padamu,” tegas Tong Nian dengan suara keras.
Shangyan masih aja asyik ngupas apel. Dia ngira kalau Tong Nian dan Grunt masih saja berpura-pura. Sementara Tong Nian, sangat bingung dengan situasinya sekarang. Kenapa jadi begini? Kenapa Shangyan tidak bicara apapun?
Grunt melihat kalau Tong Nian terus saja melihat ke arah Shangyan. Jadi dia bertanya, apakah Tong Nian mengenal Shangyan? Tong Nian mengangguk. Grunt nanya lagi, apa Tong Nian datang melihat pertandingan karena Shangyan? Tong Nian mengiyakan. Grunt tanya lagi, jadi Tong Nian ke arena tadi untuk mencari Shangyan?  Tong Nian mengiyakan.
“Eh, ini masalah cintamu sendiri,” gerutu Grunt pada Shangyan. “Malah mencoba melimpahkan kesalahan padaku. Tidak ku sangka.”
Shangyan langsung kesal karena Grunt asal bicara. Grunt membela diri dengan menyuruh Tong Nian bicara dengan keras dan berani kalau menyukai Shangyan. Shangyan itu tidak tahu mengenai wanita, bahkan tidak ada satupun hewan wanita di sekitar Shangyan. Kalau nggak bilang sekarang, Tong Nian akan kesal karena kehilangan barang berharga seperti Shangyan.
“Orang yang ku suka bukanlah Grunt. Aku suka…,” ujar Tong Nian dengan suara keras, “Aku datang mencarimu,” tunjuknya pada Shangyan.
“Kalian masih tidak mau jujur?” tanya Shangyan mulai jengkel.
“Itu yang sebenarnya!” jawab mereka serentak.
Barulah Shangyan sadar akan situasi yang terjadi. Dia menyuruh keluar. Tong Nian mengerti dan akan berjalan keluar. Tapi, Shangyan berkata kalau yang dia suruh keluar adalah Grunt. Grunt langsung dengan sigap keluar.
Di tinggal berdua dengan Shangyan, membuat Tong Nian takut. Apalagi Shangyan mendekat padanya dan bertanya kenapa Tong Nian suka padanya? Wajah mereka sangat dekat.
“Aku melihatmu di bandara. Aku melihat kau dan sekelompok pria mengenakan seragam. Aku sangat terkejut. Lalu, temanku bilang ada kompetisi. Aku merasa kalian datang untuk kompetisi itu, jadi aku berpikir untuk datang dan melihatmu. Dan mengenai masalah Grunt, aku mengira kau adalah Grunt. Aku kira kau mengalami lambung berdarah, jadi aku hanya ingin melihat apakah kau baik-baik saja. Aku … aku tidak bermaksud untuk mengganggu. Maaf,” jelas Tong Nian panjang lebar.
“Kenapa kau takut? Apa aku menyeramkan?”
Tong Nian menggeleng. Terdengar suara ponsel dan Tong Nian memberitahu kalau ponsel Shangyan berbunyi. Shangyan memeriksa ponselnya dan bukan. Ternyata, ponsel Tong Nian yang berbunyi. Tong Nian malu dan kemudian meminta izin untuk meminjam kamar mandi Shangyan karena ini adalah telepon penting. Shangyan untungnya mengizinkan.

Tong Nian langsung masuk ke dalam kamar mandi. Air keran untuk mengisi bathup menyala dan Tong Nian tidak mematikannya. Dia memilih mengangkat telepon. Yang menelpon ternyata adalah host radio untuk mewawancarai Tong Nian.
Sementara Tong Nian mengangkat telepon, Shangyan menuggu di balkon kamar.
Mc memperkenalkan pada pada audiens kalau Tong Nian adalah orang yang sangat populer di internet dan mempunyai beberapa ratus fan base. Tong Nian adalah penyanyi internet, Little Squid (Orang yang mencover lagu). Saat menjawab pertanyaan dari MC, Tong Nian merasa tergganggu dengan air keran yang menyala. Tapi, dia tetap aja memnbiarkannya.
Tong Nian berusaha fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan MC. Tong Nian memberitahu kalau dia suka menyanyikan lagu yang manis, kartun, anime dan lagu dengan pitch yang tinggi. Dia suka warna putih. (aku ragu, Shangyan dengar nggak ya semua ucapan Tong Nian di kamar mandi?). Dia suka banyak buah seperti apel dan ceri.
Saat di tanya mengenai pacar, Tong Nian menjawab dia masih single. Langsung saja di tanya, tipe pria idamannya.
“Tampan. Ketika tidak bicara, terlihat dingin dan seram. Tapi, sekali tersenyum, sangat hangat. Itu tipe idealku,” jawab Tong Nian.
Akhirnya setelah wawancara yang panjang, Tong Nian bisa mematikan telepon. Air bak saja sampai sudah penuh dan Tong Nian mematikan kerannya.
“Apa sudah selesai?” tanya Shangyan dari luar.
“Sudah,” jawab Tong Nian dan membuka pintu.
Setelah itu, Shangyan membuka pintu kamar. Tong Nian mengira kalau Shangyan mengusirnya, jadi dia segera membawa kopernya sambil meminta maaf karena sudah mengganggu. Tapi, ternyata, Shangyan mengajak Tong Nian untuk makan. Tong Nian merasa segan dan menolak.
“Siapa namamu?” tanya Shangyan.
“Tong Nian,” jawab Tong Nian tersenyum.

Dan Shangyan keluar. Dia tetap mengajak Tong Nian makan. Mereka masuk ke dalam lift. Shangyan membuka kotak permennya, dan menawarkan beberapa pada Tong Nian. Eh, masuk pula Demo ke dalam lift. Segan dan takut, Demo keluar dari lift. Udah itu masuk lagi dan bertanya apakan dia mengganggu? Dia mau keluar lagi, tapi Shangyan langsung memarahinya karena keluar masuk begitu. Apa mau naik ke atas atau turun ke bawah?
Demo mengira dia di izinkan masuk lift. Jadi, dia memberitahu kalau dia mau ke atas untuk mengambil barang. Demo bahkan langsung menekan tombol lift dan lift kembali naik ke atas. Shangyan langsung menegurnya, kenapa Demo nggak nanya mereka mau keluar atau nggak? (Hahhaha, padahal mau keluar itu, eh malah jadi naik lagi).
“Maaf, bos. Aku tidak tahu kalian mau keluar,” ujar Demo dengan takut.
Shangyan tidak mempermasalahkan lagi dan kembali menawari permen pada Tong Nian. Demo dalam hati merasa sangat takut. Setelah melihat hal yang seharusnya tidak di lihat, apakah dia akan di bunuh agar tetap diam? Demo sampai di lantai tujuannya dan segera keluar sementara Shangyan dan Tong Nian kembali turun.
Sementara Shangyan merasa gugup juga. Dia yakin, setelah Demo si mulut besar melihat nya dengan Tong Nian, kesalahpahaman pasti akan semakin besar.
Tong Nian mah senyum-senyum memakan permennya. Dia ingat kalau saat di internet café juga makan permen.

Mereka akhirnya tiba di ruang makan, dan begitu mereka tiba, semua anggota K&K langsung bergossip. Mereka duduk di kursi pojok dan Shangyan menyuruh Tong Nian untuk mengambil makanan sendiri. Tong Nian mengerti dan langsung pergi ke counter makanan.

Manager menghampiri Shangyan dan bertanya dengan heran, kau kan tidak punya perasaan padanya, kenapa membawanya makan malam? Shangyan menjawab kalau dia membawa Tong Nian kemari tanpa tahu situasinya jadi dia bertanggung jawab juga. Dia akan mengirim Tong Nian kembali setelah Tong Nian makan. Manager tersenyum dan memuji Shangyan yang seorang gentleman. Dia juga pamit untuk pergi duluan.
Demo akhirnya kembali dengan nafas ngos-ngosan di meja. Dia memberitahu One, Grunt dan 97 kalau dia tadi bertemu dengan Shangyan di lift. Dan Shangyan sedang makan permen, yang artinya Shangyan sedang sangat sabar dan memiliki banyak pikiran. Semua langsung mengira kalau Shangyan dan Tong Nian sedang bertengkar.
Tong Nian mau makan saja pakai mikir. Kalau dia ngambil kerang, nanti dia harus buka mulut besar-benar. Kalau dia makan udang, kuku jarinya akan kotor karena ngupas kulit udang. Kalau makan kepiting, dia kesulitan buka kulitnya yang keras. Huft. Mau makan kue, takut nanti Shangyan mengira dia suka makanan manis dan berpikir dia gendut. Mau makan yang cokelat, takut nanti giginya berlepotan coklat. Astajim. Mau makan saja dia bingung demi jaga image.
Dan akhirnya, dia kembali ke meja hanya dengan sayur-sayuran. Shangyan jelas heran karena Tong Nian hanya makan sayur dan mengira Tong Nian masih takut padanya. Pas pula dia ngelihat Demo, 97, Grunt dan One sedang ngelihat ke arahnya. Mereka semua langsung nunduk pas di lihat Shangyan.
“Kalian, kirim dua orang untuk kemari,” ujar Shangyan.
Semua bingung, siapa yang di panggil Shangyan. Hahahaha, dan dengan pede-nya sambil tersenyum ceria, 97 nanya siapa yang Shangyan panggil. Ya udah, Shangyan langsung aja nyuruh 97 ke mejanya. Semua langsung menertertawainya. Tidak tahu harus membawa siapa, dia malah membawa Demo yang lagi makan. Untung banget sih Demo nggak keselek.
97 bertanya ada apa Shangyan memanggil? Shangyan nanya dulu, apa mereka sudah kenyang? Demo langsung bilang belum kenyang dan hendak kembali ke meja, tapi 97 nahan dan bilang mereka sudah kenyang dan lagi nunggu hingga jam latihan. Ya sudah, Shangyan nyuruh mereka duduk dan berbincang dengan Tong Nian.
97 gerak cepat, dia langsung duduk di sebelah Tong Nian dan terpaksa Demo yang duduk di sebelang Shangyan. 97 masih aja manggil Tong Nian, ‘kakak ipar.’
Kakak ipar?” ulang Shangyan menatap tajam 97.
“Kalau bukan manggil ‘kakak ipar’ … lalu manggil… ‘kakak ipar’ aku panggil,” jawab 97 gelagapan dan bingung. “Kakak ipar, siapa namamu?”
“Panggil saja aku Tong Nian. Tong Nian.”
Tong Nian? Nama yang hebat! (nama Tong Nian terdengar seperti ‘masa kecil’ dalam Chinese),” puji 97 dan malah langsung bernyanyi lagu masa kecil. Demo ikut nyanyi. “Kakak ipar Tong, namamu sangat bagus! Kakak ipar Tong, bajumu sangat bagus! Ada tulisan ‘hello’-nya,” ujar 97. Ampunn… buat Tong Nian makin malu dan canggung aja. Udah itu, di suruh jangan manggil kakak ipar, malah tetap manggi kakak ipar di tambah Tong jadi : Kakak ipar Tong.
Tong Nian sangat malu dan canggung karena pertanyaan 97 dan Demo yang sebenarnya nggak penting kali. Mereka akhirnya bertanya apa yang Tong Nian kerjakan sekarang ini (mahasiswa atau kerja sambilan atau apa gitu).
“Aku? Aku… aku rasa aku dapat di kategorikan penyanyi internet.”
97 dan Demo langsung heboh. Penyanyi internet itu sedang populer akhir-akhir ini. Mereka langsung bertanya, dimana mereka bisa menjadi lagu Tong Nian? Tong Nian menjawab mereka bisa mencarinya di NetEase Music dan cari saja Little Squid . Itu namanya. Shangyan langsung mengeluarkan ponselnya dan Tong Nian melihatnya. 97 dan Demo juga langsung nyari. 97 penasaran dan menggoda Shangyan yang sedang mencari juga. Shangyan menunjukkan ponselnya dan ternyata dia sedang membuka email.
Demo heboh karena Tong Nian adalah artis NetEase dan mempunyai fans hingga 1.262.000. Lebih banyak dari mereka. Udah itu, akun Tong Nian sudah mendapat tanda verifikasi user di Weibo (kalau di kita, centang biru Instagram). Bahkan profil Tong Nian masuk ke dalam Baidu Baike juga (kalau di kita, masuk wikipedia). Mereka heboh dan memuji Shangyan yang sangat hebat. Nggak pernah nampak pacaran, sekalinya dapat gadis manis dengan garis emas!
Mereka gosip membicarakan Shangyan yang sangat tenang dan Tong Nian yang terus menatap Shangyan.
97 kemudian nanya ke Tong Nian, dia lihat dari Baidu Baike, Tong Nian kuliah jurusan bioteknologi dan elektronika. Apa Tong Nian baru mulai kuliah?
“Itu adalah pendidikan S2 ku (jadi, dia sekarang kuliah S2). Aku sudah lulus sekarang,” jawab Tong Nian.
97 dan Demo tentu semakin kagum, “Jadi, kapan kau mulai kuliah?”
“Saat umur 15 tahun,” jawab Tong Nian. Makin kagetlah yang lain. Shangyan juga tampaknya kaget.
“Karena universitas punya kelas junior,” jawab Tong Nian. jadi, Tong Nian beberapa kali lompat kelas, jadi dia cepat lulus dan kuliah.
97 langsung meminta Tong Nian untuk mengenalkannya pada teman-teman Tong Nian. karena impiannya adalah bertemu dengan murid wanita yang pintar. Tong Niang langsung menjawab kalau dia bisa saja memperkenalkan, tapi mereka sangat fokus belajar, jadi ya tahulah.
Demo penasaran juga dan tanya apakah Tong Nian pernah main game? Tong Nian langsung menjawab tidak. Semua tidak percaya. Tong Nian tetap bilang tidak. Dia takut kalau dia bilang ada main game dengan Grunt, Shangyan akan semakin salah paham padanya karena dia kan waktu itu ngira main dengan Shangyan (dan memang ya sebenarnya).
Demo dan 97 terus bicara. Shangyan sampai harus meletakkan alat makannya dengan keras agar mereka bisa diam. Shangyan menyuruh Tong Nian untuk pergi jika sudah selesai makan karena supir sudah menunggu di pintu masuk.
“Dan kalian berdua. Mulai dari sekarang, kalian tidak di izinkan untuk memanggilnya ‘kakak ipar’ di waktu mendatang,” peringati Shangyan.
Shangyan pergi dan Tong Nian mengikutinya. 97 dan Demo panik takut Shangyan marah.
--
Shangyan mengantar Tong Nian ke mobil dan menyuruh supir untuk mengantarkan Tong Nian ke hotel tempat Tong Nian menginap. Saat sudah masuk ke dalam mobil, Tong Nian langsung menatap Shangyan dengan sedih. Dia takut kalau Shangyan berpikir dia sangat mengganggu. Apa setelah dia pergi, mereka tidak akan bertemu lagi?

Tong Nian sangat sedih hingga menangis. Dia terus menatap ke belakang mobil, melihat Shangyan. Hatinya semakin sedih karena Shangyan sudah berbalik pergi. Dia merasa cinta pertamanya sangat menyakitkan.
--
Para anggota K&K sedang latihan. Tapi, di tengah-tengah latihan, 97 malah bergosip mengenai cara Shangyan bisa mengambil hati Tong Nian. Saat itu, Wu Bai baru datang dan mendengar gosip mereka tersebut. 97 kemudian bertanya pada Wu Bai yang adalah saudara Shangyan, apakah ada mendengar gossip?
Wu Bai langsung menyuruh untuk langsung tanya saja pada Shangyan. Pas pula Shangyan masuk dan menegur mereka yang sedang berbincang. Semua langsung takut dan lanjut latihan dengan fokus.
Wu Bai mengajak Shangyan untuk bicara berdua.
--
Ternyata, Wu Bai mengajak Shangyan bicara karena kakek menelpon dan ingin bicara dengan Shangyan. Shangyan langsung tampak malas. Dia meminjam ponsel Wu Bai untuk menelpon kakek, karena kalau dia menelpon pakai ponselnya, kakek bisa tahu nomornya dan akan terus mengganggu.
Wu Bai meminjamkan dan Shangyan langsung menelpon kakek. Begitu tahu Shangyan yang menelpon, kakek langsung memarahinya panjang lebar. Dia memerintahkan Shangyan untuk memesankan tiket pesawat karena dia akan berkunjung. Kemudian, dia mengomeli Shangyang yang sudah 30 tahun tapi masih juga bermain komputer. Apa Shangyan tidak mau menikah? Tidak mau punya anak? Sekarang ini dia sangat malu kalau harus memberitahu orang lain Shangyan masih bermain komputer di usia sekarang ini. Dulu, Shangyan bahkan memakai uang warisan ayah untuk memulai klubnya (SOLO). Tidak hanya itu, Shangyan bahkan membawa Wu Bai yang sangat baik pergi sana sini.
Shangyan sih malas mendengarkan. Kakek tahu juga kalau Shangyan tidak akan membelikannya tiket, jadi dia akan datang lusa sendirian. Dia akan tiba di bandara pagi, jadi Shangyan harus menjemputnya. Shangyan melarang kakek datang dan berkata mereka yang akan berkunjung karena kakek kan sudah tua. Kakek membalas kalau karena dia sudah tualah makanya dia datang sekarang. Kali ini, dia akan bertemu teman laman sekaligus mencarikan istri untuk Shangyan!
Setelah mengomel panjang lebar, akhirnya kakek menutup teleponnya.
--

Tong Nian masih saja galau. Dia nyesal karena tidak mengucapkan : “Sampai jumpa lagi” pada Shangyan. Dan tiba-tiba, dia teringat sesuatu. Dia segera membuka laptop-nya dan mencari informasi mengenai K&K. Dan akhirnya, dia tahu kalau Shangyan adalah pendiri K&K dan juga investor K&K. Dia juga jadi tahu kalau Shangyan adalah mantan anggota SOLO 10 tahun yang lalu. Pokoknya, Shangyan adalah orang yang sangat terkenal dan top.

Membaca semua berita dan profil Shangyan, membuat Tong Nian semakin terpesona dengan Shangyan. Tapi, membaca berita saat Shangyan mengumumkan diri pensiun, membuat Tong Nian shock.
Dan setelah itu, Tong Nian terpikir sesuatu. Dia segera pergi ke kamar Lan Mei. Lan Mei membukakan pintu, dan Tong Nian meminta waktu bicara.
“Aku ingin bertanya beberapa hal mengenai CTF. Bisakah aku bertanya pada suamimu?” tanya Tong Nian.
“Kau benar-benar tertarik dengan CTF sekarang?” kaget Lan Mei.
Tong Nian menunjukkan foto Shangyan yang dia cari di internet. Dan Lan Mei memanggil suaminya untuk melihat. Begitu melihat foto Shangyan, suami Lan Mei langsung histeris. Dia adalah fans berat Shangyan yang di kenal juga Gun God. Karena Shangyan lah dia sampai datang ke Guangzhou untuk melihat pertandingan! Baginya, sebagai pria, Shangyan itu orang tampan.
Tanpa di tanya Tong Nian-pun, suami Lan Mei langsung dengan semangat memberitahu semua informasi Shangyan. Tidak hanya itu, dia menunjukkan video-video pertandingan Shangyan dulu yang dia simpan di ponselnya.
Lan Mei sampai berkata kalau dia tidak menyangka ternyata suaminya menyukai artis juga. Suaminya membenarkan. Bahkan jika di beri waktu semalaman, tidak akan cukup baginya menceritakan mengenai Shangyan.
“Jadi, kau ingin tanya apa?” tanya suami Lan Mei pada Tong Nian.
“Aku ingin tanya mengenai pengalaman berkencannya.”
Pertanyaan tidak terduga. Tong Nian mau mendengar gosip mengenai Shangyan? Tong Nian menggangguk. Suami Lan Mei berpikir karena dia tidak begitu yakin dengan Shangyan yang pernah kencan. Karena dia tidak tahu, dia memberitahu gosip yang di dengarnya dari sesama fans mengenai Shangyan yang tidak ada di internet.
Jadi, dulu kan, Team SOLO tiba-tiba saja di bubarkan. Orang-orang bilang alasannya karena kapten team, Solo, punya putri tidak sah (punya anak di luar nikah). Dan hal itu membuat Solo dan penyerang utama team, Appledog, putus. Dan itulah alasan team di bubarkan. Tapi, ada juga yang bilang kalau Shangyan adalah orang ketiga di hubungan Solo dan Appledog. Dan membuat team di bubarkan.
“Jadi, yang mana yang benar?” tanya Tong Nian, penasaran.
“Tidak tahu. Ini masalah yang tidak terselesaikan.”
“Jadi, ada kemungkinan wanita yang Han Shangyan sukai adalah Appledog,” simpul Tong Nian, dengan sedih. “Apa mereka pacaran?”
“Tentu saja tidak! jika mereka pacaran, maka masalah ini tidak akan di sebut tidak terselesaikan.”
“Aku masih ada satu pertanyaan. Apakah Appledog itu cantik?”
“Cantik! Dia jelas pasangan bertanding untuk Shangyan. Tapi yang paling penting bukanlah dia cantik atau tidak, tapi pengalamannya sebagai profesional setara dengan level Dewi. Cari saja infonya di Baidu Baike. Kau bisa mencari dengan kata kunci Appledog atau nama aslinya, Ai Qing.”
Tanpa menunggu, Tong Nian langsung mencari informasi mengenai Ai Qing di internet.
“Ada beberapa yang bilang kalau alasan Han Shangyan membentuk K&K sekarang adalah untuk dapat mendapatkan Appledog,” ujar suami Lan Mei.
“Mendapatkan yang kembali?” tanya Tong Nian, dengan sedih.

6 comments: