Monday, July 8, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 27 - part 1

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 27  – Part 1
Network : KBS2

Hoo : Dia juga seharusnya meninggal pada hari itu. Takdirnya hanya ditunda. Sekuat apapun kamu berusaha menghindar, nubuat pasti akan terjadi. Takdir seseorang akan digenapi.”

“Mari melakukannya. Menikahlah denganku, Lee Yeon Seo,” kata Kim Dan, melamar. Dan dengan senang, Yeon Seo langsung memeluk Kim Dan. Lalu Kim Dan pun balas memeluknya sambil tersenyum juga.
Yeon Seo membahas tanggal pernikahan mereka, karena waktu mereka sempit, maka mereka harus mengadakan pernikahan secepatnya. Serta Yeon Seo ingin sebelum ‘Giselle’ dimulai, mereka sudah menikah. Dan Kim Dan hanya diam saja.

“Kenapa kamu mendadak berubah pikiran?” tanya Yeon Seo, penasaran. “Sesaat sebelum aku latihan, kamu menolak. Kenapa mendadak berubah pikiran?”
“Bukan mendadak. Selama ini aku ingin melakukannya,” jawab Kim Dan.

Yeon Seo menjelaskan bahwa sebelumnya dia sempat berpikir Kim Dan berubah pikiran, karena sudah menjadi manusia. Lalu waktu itu dia melamar Kim Dan dengan membawa cincin dan ditolak beberapa kali, tapi kali ini tampaknya dia terlalu mudah menerima lamaran Kim Dan. Sehingga harga dirinya terluka.
“Belum terlambat untuk menarik ucapanmu,” kata Kim Dan. Dia berdiri dari duduknya, kemudian dia berlutut dihadapan Yeon Seo. “Jika kamu menarik ucapanmu, aku bisa melamar mu. Aku bisa melakukannya ratusan kali. Aku akan menjadikannya formal,” kata Kim Dan, serius.
“Ada apa denganmu?” balas Yeon Seo, heran.

“Yeon Seo, kamu yang pertama dalam segalanya bagiku. Saat menjadi manusia, malaikat, bahkan sekarang aku hanya memilikimu. Aku ingin hidup karena kamu. Aku sangat ingin menjadi manusia, karena kamu. Aku orang bodoh yang ragu, membuatmu menunggu, bahkan membuatmu menangis. Jika kamu tidak keberatan, maukah kamu menikah dengan ku?” tanya Kim Dan, melamar dengan serius.


“Aku membencimu. Kamu mengatakan semua yang ingin kukatakan,” balas Yeon Seo. Lalu dia langsung memeluk Kim Dan.
“Aku akan membuatmu bahagia. Aku berjanji,” kata Kim Dan, berjanji.
“Mari kita hidup bersama selama ribuan tahun,” balas Yeon Seo. Dan Kim Dan mengiyakan sambil tersenyum.


Hoo : “Dia ditakdirkan dibunuh oleh orang jahat. Sebagian orang terlahir begitu. Takdirnya hanya ditunda. Sekuat apapun kamu berusaha menghindar, nubuat pasti akan terjadi. Takdir seseorang akan digenapi.”

Kim Dan mengepalkan tangannya dengan erat, ketika mengingat kembali semua perkataan Hoo. Lalu dia mengesampingkan kertas laporannya yang sama sekali tidak mau ditulisnya lagi.
Kim Dan datang ke gereja. Dia membuang kertas laporannya yang masih kosong ke depan altar begitu saja.

“Kupikir ini takdir. Aku percaya bertemu dengannya, memikirkan dia, dan mencintai dia, karena itulah kehendak-Mu bagiku. Aku tidak takut harus lenyap atau mati. Aku sangat takut, Yeon Seo akan menderita karena aku. Tapi, ini tidak benar, apa dia ditakdirkan mati? Tidak, aku tidak bisa menerimanya. Meski itu adalah nubuat yang akan digenapi, aku akan mengubahnya. Aku tidak akan membiarkan Engkau. Aku akan memakai caraku,” kata Kim Dan dengan penuh tekad. Dia mengepalkan tangannya dengan erat.
Didalam kamar. Yeon Seo menghitung hari yang tersisa.

Kim Dan mengetuk pintu kamar Yeon Seo, dan Yeon Seo pun membiarkannya untuk masuk. Lalu dia menanyakan, apakah Kim Dan baru saja pergi ke suatu tempat. Dan Kim Dan memberitahu bahwa dia lupa mengatakan sesuatu. Melihat wajah Kim Dan yang tampak begitu serius, Yeon Seo merasa penasaran.
“Aku belum menjadi manusia, dan sepertinya tidak bisa. Kupikir ini bisa terjadi, kupikir Dia menjawab doaku. Ternyata aku salah. Kupikir Dia mengizinkan aku berbahagia denganmu. Ternyata aku salah,” jelas Kim Dan sambil menunduk sedih.

Yeon Seo ingin memegang tangan Kim Dan untuk menyemangatinya, tapi dia tidak bisa, karena sekali lagi tubuh Kim Dan berubah menjadi tembus..
“Lantas apa? Aku tidak peduli kamu malaikat atau manusia,” balas Yeon Seo.
“Kamu mungkin akan melihat insiden macam itu lagi,” balas Kim Dan.

Yeon Seo mencoba memegang tangan Kim Dan lagi, dan kali ini dia bisa memegang nya. “Maka aku bisa mempertahankanmu. Kamu ingat perkataanmu? Kamu akan melamarku ratusan kali, meski aku menarik ucapan ku. Aku pun begitu. Aku bisa mempertahankanmu ratusan kali. Aku tidak akan menyerah.”
“Aku bisa lenyap dari pandanganmu. Kamu tidak takut?”
“Aku takut, tidak berada didekatmu saat itu terjadi. Aku takut, kamu akan meninggal sendirian lagi. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian. Jadi Kim Dan, mari tetap bersama. Setuju?” tanya Yeon Seo sambil tersenyum, dan Kim Dan balas tersenyum padanya dengan lembut.
Yeon Seo : “Mari menangis sampai hari ini saja. Mulai besok, mari tersenyum setiap hari seolah moment ini akan bertahan selamanya. Setuju?”
Yeon Seo menyentuh wajah Kim Dan dengan lembut sambil terus tersenyum, lalu dia mencium bibir Kim Dan. Merasakan itu, Kim Dan pun menutup matanya, lalu dia membalas mencium Yeon Seo juga.

Ny. Jung bingung kenapa Yeon Seo serta Kim Dan menyuruhnya untuk duduk. Dan kemudian Kim Dan langsung berlutut dihadapannya, memberitahu bahwa dia ingin menikah dengan Yeon Seo, jadi dia memohon Ny. Jung merestuinya.
Yeon Seo tersenyum mendengar itu, lalu dia menjelaskan kepada Ny. Jung agar mengikuti saja permainan Kim Dan, karena Kim Dan sangat ingin mencoba sesuatu yang seperti ini.

“Aku harus tahu sejauh apa permainan peran ini agar aku bisa ikut bermain,” kata Ny. Jung dengan masih heran. Lalu dia bertanya, “Kalian sungguh ingin menikah?”
Secara bersamaan Kim Dan serta Yeon Seo langsung menganggukan kepala. Dan Ny. Jung merasa terkejut, bagaimana mungkin mereka bisa secepat ini dalam waktu singkat.
“Mohon restui kami,” pinta Kim Dan.

Ny. Jung merasa lumayan bangga dan malu- malu, sebab mereka berdua meminta restu darinya. Dan Kim Dan pun menjelaskan bahwa dia sangat menginginkan restu dari Ny. Jung, karena Ny. Jung adalah yang tertua dirumah ini. Dibelakangnya, Yeon Seo meminta agar Ny. Jung mengikuti saja permainan Kim Dan.
Ny. Jung menarik nafas, dan menenangkan diri. Kemudian dia duduk dengan sikap bangga. “Jangan harap. Aku membesarkan dia sejak dia masih bayi dengan segenap kekuatanku. Penampilannya? Kecerdasannya? Sifatnya, kecuali itu. Dia wanita yang berharga,” kata Ny. Jung, mengagetkan mereka berdua.
“Kamu hanya berparas tampan. Berani sekali kamu menginginkan dia. Apa yang bisa kamu tawarkan kepadanya? Huh! Berani sekali kamu mencintai bosmu? Kamu pasti melupakan posisimu! Tidak bolehh! Kamu bisa menikahi dia setelah membunuhku,” teriak Ny. Jung sambil mengebrak meja. Dia terlalu terhanyut dalam perannya.

Yeon Seo langsung berteriak marah, karena Ny. Jung begitu kasar. Dia membela bahwa tidak ada yang salah pada Kim Dan, tidak ada yang seperti Kim Dan didunia ini. Lalu dia mengatakan bahwa dia sangat kecewa pada Ny. Jung.
“Kamu menyuruhku untuk mengikuti peran,” kata Ny. Jung, kaget dan bingung.

“Apapun pendapat orang, aku akan menikah dengan Kim Dan. Meski alam semesta menentangnya. Pernikahan akan dilaksanakan di taman pekan depan. Atur pernikahanku dengan benar,” kata Yeon Seo dengan tegas memberikan perintah. Lalu setelah itu dia pergi meninggalkan mereka.
Kim Dan meminta maaf kepada Ny. Jung. Dan dengan kesal, Ny. Jung berteriak dan bertanya bagaimana seharusnya dia.
Yeon Seo duduk ditaman untuk menenangkan diri, dan ketika Ny. Jung datang, dia tidak berani untuk menatap ke arah Ny. Jung.
“Aktingmu sangat bagus,” puji Yeon Seo.
“Saat masih sekolah, aku anggota klub drama,” balas Ny. Jung.
Yeon Seo meminta maaf, karena dia terlalu terbawa suasana. Dan Ny. Jung ketawa, lalu dia menjelaskan bahwa dia menyukai Kim Dan. Sebab Kim Dan manis, tampan, dan baik. Tapi orang yang paling penting baginya adalah Yeon Seo.
“Cinta? Manis untuk sementara. Tapi kamu tahu, cinta berubah semaunya. Aku tidak sanggup melihat mu ditinggalkan lagi,” jelas Ny. Jung.

“Jangan begitu. Kamu tidak cocok mengatakannya. Selama ini kita saling tidak acuh,” balas Yeon Seo, canggung.
“Tentu. Hubungan tidak acuh kita akan bertahan lama. Sangat lama,” balas Ny. Jung. Dan Yeon Seo tersenyum.
“Jangan cemas. Aku bisa sendirian lagi. Aku bisa menjalani hidup dengan kebahagiaan ku saat ini,” jelas Yeon Seo.

Kang Woo mengingat kembali kata- kata Ni Na. Dan dia merasa tidak nyaman, jadi dia pun menghubungin seseorang.

No comments:

Post a Comment