Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 4 - part 5


Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 4 – part 5
Network : OCN


Beom Jin dan Tae Ra duduk bersama ditaman. Beom Jin lalu memberikan kado ulang tahun kepada Tae Ra. Dan menerima hadiah tersebut, Tae Ra sangat senang dan menyukainya. Hadiah yang diberikan oleh Beom Jin adalah sebuah kalung cantik.
“Ada ukiran frasa dan inisial kita. Tueor. Dalam bahasa Latin artinya "menatap dari samping" dan "mendukung",” jelas Beom Jin.
Beom Jin kemudian membahas mengenai pesta amal yang akan segera diadakan. Dia meminta Tae Ra agar tidak perlu gugup, karena dia akan selalu berada di samping Tae Ra. Dengan senang Tae Ra tersenyum, lalu dia menanyakan apakah Beom Jin ingin menonton film itu lagi.

Tae Ra : “Hari itu, aku sangat lelah sampai tertidur selama film. Aku berlatih sepanjang malam.”
Beom Jin : “Ya. Aku ingat. Itu film yang sangat lucu. Aku tertawa lebih dari 100 kali sepanjang film.”

“Sepanjang film? Kamu menontonnya sampai selesai?” tanya Tae Ra, tidak percaya.
“Tentu saja. Aku tidak tertidur seperti seseorang,” goda Beom Jin.

Flash back
Didalam bioskop. Saat Tae Ra terbangun, dia merasa bingung kemana Beom Jin pergi, kepadahal film masih belum selesai. Dan Tae Ra akhirnya menonton film tersebut sendirian dan tertawa sendirian.
Flash back end

Beom Jin mengajak Tae Ra untuk pulang. Dan Tae Ra pun mengiyakan.

Moo Hyuk memperhatikan satu persatu berkas siswa yang diberikan oleh So Hyun. Namun dia merasa heran melihat berkas milik Ki Hoon yang tercatat banyak memenangkan berbagai kontes.
So Hyun ingin berbicara, tapi dia menahan diri dan membiarkan Moo Hyuk untuk melihat semua berkas tersebut terlebih dahulu.

Moo Hyuk kemudian membaca berkas milik Kim Han Su, disana tercatat Han Su sebagai pelaku kekerasan di sekolah. Dan Moo Hyuk bertanya- tanya siapa korbannya. Lalu dia menatap ke arah So Hyun yang tampak seperti ingin bicara.
“Ada yang ingin kamu sampaikan?” tanya Moo Hyuk.

“Kamu melihat semuanya, bukan? Di tempat parkir,” kata So Hyun, pelan. “Maaf soal yang sore tadi. Aku tahu kamu tidak nyaman membicarakan itu di sekolah. Itu sebabnya aku ke sini. Aku ingin membicarakannya denganmu secara pribadi.”
Moo Hyuk membenarkan bahwa So Hyun membuatnya tidak nyaman. Lalu dia menjelaskan sekali lagi tanpa berbasa- basi. Dia tidak berniat terlibat dalam masalah kemarin, karena sebagai seorang guru sementara, dia tidak bisa perbuat banyak.
“Pak Gi, jika kamu mendengarkanku... “

“Tidak perlu. Aku sudah tahu semua yang perlu kuketahui. Aku tahu yang terjadi di sekolah semester lalu. Ini siswa itu, bukan? Kim Han Su. Aku mencari tahu sendiri karena penasaran. Tampaknya dia punya banyak masalah. Sikap kasar Pak Lee jelas tidak bisa diterima. Tapi fakta murid bermasalah itu suka menguntit siswa lain dan melakukan pembunuhan...”
So Hyun menyela Moo Hyuk. Dia mengatakan dengan yakin bahwa Han Su tidak membunuh Su Ah. Memang benar Han Su punya banyak masalah, tapi Han Su benar2 berubah. Dia tahu, karena dia adalah wali kelas Han Su sejak awal.

Flash back
Han Su adalah siswa yang terkenal. Sebab tidak lama setelah masuk ke sekolah, Han Su bisa mengendalikan kelompok- kelompok dari sekolah lain. Dahulu juga, Han Su sangat dekat dengan Joon Jae dan Jung Tae (si penjudi).
Mereka bertiga bertarung bersama melawan anak- anak dari sekolah lain. Dengan sangat luar biasa mereka memenangkan pertarungan.
Kemudian semester kedua dimulai, Su Ah pindah ke sekolah mereka. Su Ah masuk kedalam kelas Mi Joo.
Flash back end

“Dahulu, Tae Ra berteman dekat dengan Su Ah dan Ye Ri,” jelas So Hyun.
“Mereka bertiga teman dekat?” tanya Moo Hyuk, tidak menyangka.
“Kelas 2 memiliki banyak kelas gabungan. Tidak seperti di kelas tempat mereka hanya duduk di kursi, di lapangan, kita bisa melihat banyak hal.”


Flash back
So Hyun sebagai guru olahraga mengajarkan gabungan kedua kelas tersebut dilapangan. Terkadang dia melihat Han Su menatap Su Ah. Dan menurutnya itu bukanlah masalah.

Kemudian suatu hari, Han Su mendatanginnya. Han Su mengaku ingin menjadi seorang guru olahraga, karena dia tidak begitu pandai belajar tapi dia cukup mahir dalam olahraga.
Mendengar itu, So Hyun menasehati bahwa Han Su harus memiliki nilai yang bagus juga, jika ingin mendaftar untuk jurusan pendidikan jasmani, karena banyak sekolah yang meminta skors.
“Tidak mungkin aku bisa,” gumam Han Su. Kemudian dia pamit dan pergi.

Sebelum Han Su berjalan menjauh, So Hyun memanggilnya dan menanyakan apa alasan nya. Karena pasti ada alasan mengapa Han Su ingin menjadi guru olahraga.
“Saat menonton televisi, aku lihat selebritas mengatakan kami semua terlihat mirip karena mengenakan seragam yang sama, tapi begitu lulus, kami semua akan hidup di dunia yang berbeda. Saat seseorang bekerja di perusahaan besar dan di kantor dengan pendingin ruangan, yang lain harus bekerja di bawah terik matahari saat musim panas dan dalam dingin saat musim dingin,” jelas Han Su.

“Kedengarannya agak tidak nyaman,” komentar So Hyun.
“Sejujurnya, itu tidak masalah. Aku suka pekerjaan fisik. Tapi tetap saja, aku tidak ingin hidup di dunia yang berbeda setelah lulus,” jelas Han Su.
Flash back end
“Sejak itu, dia benar-benar berubah. Dia tidak pernah bertengkar atau menyebabkan masalah. Entah bagaimana rumor dia menguntit Su Ah menyebar, tapi Han Su yang kukenal tidak mungkin melecehkan Su Ah. Selain itu...” jelas So Hyun.
Tiba- tiba hape So Hyun berbunyi, jadi pembicaraan mereka pun berhenti sesaat.

Hye Soo menanyakan dimana So Hyun. Dan So Hyun menjawab bahwa dia ada dirumah Moo Hyuk untuk mendiskusikan sesuatu.
“Apa? Rumah Pak Gi? Lantas, kamu benar-benar tidur dengannya?” tanya Hye Soo dengan nada terkejut dan curiga.
“Apa? Kamu sudah gila? Kenapa tiba-tiba bilang begitu?” balas So Hyun.
Hye Soo dengan cemas menyuruh agar So Hyun segera pergi dari rumah Moo Hyuk, karena ini bukan saat nya untuk So Hyun berada disana. Dan So Hyun tidak paham dengan maksud Hye Soo.

Hye Soo kemudian mengirimkan foto Moo Hyuk dan So Hyun yang tersebat di website sekolah. Dan So Hyun terkejut melihat foto itu, lalu dia memperlihatkan foto tersebut kepada Moo Hyuk juga.
“Bu Shin, di mana kamu menemukan foto ini?” tanya Moo Hyuk.

“Astaga. Ini Pak Gi?” kata Hye Soo, terkejut. “Aku pengawas sesi belajar mandiri hari ini, dan semua siswa sibuk dengan ponsel mereka. Aku ingin tahu ada apa dan memeriksa ponsel mereka. Lalu aku menemukan foto kalian diunggah di aplikasi aneh. Serta bukan hanya satu,” jelas Hye Soo.
Moo Hyuk meminta Hye Soo agar merahasiakan hal ini dari guru lain. Dan Hye Soo mengiyakan, lalu dia menanyakan apakah itu benar. Dan Moo Hyuk langsung mematikan telpon nya.
“Mereka makin mencurigakan,” gumam Hye Soo.

Moo Hyuk menyarankan agar lebih baik So Hyun pulang hari ini, karena jika seseorang tahu So Hyun ada dirumahnya, maka masalah bisa semakin gawat. Dan So Hyun mengiyakan dengan malu- malu akibat foto tersebut.


“Maaf mengganggumu selama ini,” kata So Hyun, pamit kepada Moo Hyuk serta Won Suk. Dan mereka mengiyakan, lalu Won Suk menawarkan diri untuk mengantar So Hyun pulang karena sudah malam. Tapi So Hyun langsung menolak.
Mendengar itu, Moo Hyuk tersenyum mengetawai Won Suk.
Setelah So Hyun pergi. Moo Hyuk langsung mengajak Won Suk untuk masuk ke dalam, karena mereka harus bekerja lembuat malam ini.
“Bekerja lembur? Hei, aku sudah bekerja tanpa henti. Hari kerjamu enam hari atau apa?” keluh Won Suk.

Pihak agensi membatalkan debut Seung Hee. Sebab foto- foto Seung Hee yang sedang berpesta beredar di internet. Judul artikel dari berita itu adalah “Kebenaran menjijikan siswa latihan grup wanita.”
“Tidak. Aku hanya menghadiri pesta ulang tahun teman,” jelas Seung Hee, setelah dia selesai membaca artikel tersebut.

“Gambar-gambarnya sudah menyebar di internet. Bersamaan dengan rumor bahwa restoran ditutup karena kamu di bawah umur,” jelas pihak agensi (CEO Choi Yun Woo). Kecewa pada Seung Hee.
“Itu konyol. Aku hadir di sana selama kurang dari 10 menit,” balas Seung Hee.

Yun Woo tidak peduli. Dia membatalkan debut Seung Hee, dan memilih untuk mendebutkan Ye Ri saja langsung. Mendengar itu Ye Ri mengiyakan dengan senang. Sementara Seung Hee menangis.
Ye Ri kemudian berpura- pura bersikap perhatian dan memeluk Seung Hee. Dia tersenyum senang di balik itu.

Won Suk menjelaskan bahwa tulisan di internet mempunyai ciri khas yang berbeda (seperti tanda koma, titik, spasi, emoticon, dan lainnya), jadi jika mereka menganalisa tulisan tersebut dengan cermat, maka mereka bisa mengetahui siap penulisnya. Dan Won Suk menunjukan cara kerjanya.
“Menurut analisisku, satu orang terus-menerus menulis semua kisah fitnah soal Su Ah di portal komunitas siswa. Orang itu selalu mengubah gaya penulisannya, tapi aku tidak bisa dibodohi,” jelas Won Suk sambil tertawa.
“Jadi? Siapa? Siapa yang mengunggahnya?” tanya Moo Hyuk. Dan hasilnya adalah...
Didalam ruangan gelap. Ki Hoon memperhatikan foto- foto Su Ah.
Flash back
Ki Hoon melihat berkas kasus pembunuhan Su Ah. Disana tertulis ada seorang pria yang sering mengunjungin Su Ah, tapi itu sudah dihapuskan sekarang. Serta disana juga ada foto Su Ah bersama seorang pria di kolam berenang.
Jae Woo dengan senang hati menjelaskan mengenai pengacara yang mengurus kasus tersebut, pengacara itu telah di pecat. Keberadaan pengacara itu tidak diketahui lagi sekarang, karena rumah dan mobil pengacara itu telah dijual untuk membayar penalti kontrak.
Flash back end

Ki Hoon memperhatikan ruangannya, dan foto- foto Su Ah. Salah satunya foto Su Ah yang berada dikolam berenang bersama seorang pria. “Lumayan juga, siapapun kamu,” gumamnya tentang Moo Hyuk.

Ye Ri berlatih menari didalam ruangan studio. Setelah selesai, dia berbaring dan tertawa dengan keras. “Hahah… dasar bodoh. Dia tampak sangat marah karena difitnah. Lalu? Dia tidak bisa apa- apa.”
Ye Ri kemudian duduk dan menatap dirinya sendiri dicermin. “Ini baru permulaan. Begitu aku debut, tidak ada lagi yang bisa meremehkanku. Tidak Ki Hoon, Beom Jin, dan si jalang Tae Ra,” katanya pada diri sendiri.

Moo Hyuk datang menemui Ye Ri dengan membawa sebuket bunga. Dia mengucapkan selamat atas kabar debutnya Ye Ri. Dengan senang, Ye Ri tertawa, dia tidak menyangka bahwa sekolah begitu cepat mengetahui kabar debutnya.
Moo Hyuk tersenyum dan memberikan buket bunga yang dibawanya.

“Bapak memberikan buket untukku? Kukira Bapak hanya tampan, tapi ternyata juga baik. Begitu debut, aku akan mengirimkan tiket konserku. Dibarisan depan,” kata Ye Ri dengan bersemangat. Lalu dia mau mengambil buket bunga tersebut.
Tapi sebelum Ye Ri mengambilnya, Moo Hyuk melepaskan bunga tersebut dari pegangannya. Sehingga bunga tersebut terjatuh.
Ye Ri kemudian ingin memungut bunga tersebut. Tapi dengan tegas, Moo Hyuk menyuruhnya agar jangan mengambil bunga itu, karena Ye Ri tidak akan debut. Mendengar itu, Ye Ri menatap Moo Hyuk.
“Tidak hanya sekarang, tapi selamanya. Kamu tidak akan dapat kesempatan itu seumur hidupmu. Kamu tidak akan debut dan bahagia. Tidak akan,” kata Moo Hyuk terus mengulang kan kata ‘tidak debut’.

“Apa maksud Bapak? Kenapa aku tidak bisa debut? Aku sudah menunggu lama,” protes Ye Ri, tidak terima.
“Kamu pelakunya. Sumber rumor menjijikkan soal Jung Su Ah. Portal Komunitas Siswa SMA Cheonmyung. Aplikasi rahasia itu,” jelas Moo Hyuk. Dan Ye Ri menatap tajam kepadanya.

Post a Comment

Previous Post Next Post