Thursday, August 1, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 25-1

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 25-1
Images by : Hunan TV


Setelah Gao Hui (dia kesal jadi jalan duluan)dan Gao Jie pergi, tinggallah Yu Zhi dan Yu Yi berdua. Yu Yi bisa menyadari kalau Yu Zhi sepertinya sedang bertengkar dengan Gao Jie, tapi dia mengingatkan Yu Zhi untuk tetap fokus bekerja sekarang karena ini adalah saat yang paling penting : perayaan tahunan Rui Hua. Dan jangan membawa perasaan pribadi ke dalam pekerjaan. Yu Zhi menganggukan kepala mengerti.
--

Saat masuk ke dalam kamar hotel (sepertinya Gao Hui nginap sementara di hotel (?) untuk persiapan stan acara), Gao Hui langsung mengomel karena tidak mengerti kenapa Ketua membiarkan grup kustom berpartisipasi dalam acara dan bukannya membubarkannya. Dan gegara itu, Gao Jie jadi berani melawan padanya.
Yu Zhi kesal dan menyuruh Gao Hui berhenti mengeluh. Dia datang bukan untuk mendengarkan keluhan dan kekesalah Gao Hui. Yu Yi yang mendengar ucapan Yu Zhi itu, langsung menyuruhnya untuk memperhatikan cara bicaranya itu. Sayangnya, Gao Hui sudah terlanjur tersinggung dan menyuruh Yu Zhi untuk lanjut bicara.
“Skandal acara pemasaran telah berlalu. Kapan kau akan mengatakan kepada semuanya mengenai hubungan kita sebenarnya?” tanya Yu Zhi.
“Yang lain melihat bahwa kita memiliki cara berpikir kita sendiri. Apakah ada masalah dengan itu?”
Yu Zhi semakin tidak menyukai Gao Hui karena berpura-pura tidak tahu apa rumor yang beredar, padahal Gao Hui pasti tahu dengan jelas hal itu. Dia dapat mengerti kalau Gao Hui menggunakan cara ini untuk pemasaran terselubung, tapi dia tidak menyukai cara Gao Hui ini.
Gao Hui mendengus kesal. Cara Yu Zhi bicara seolah-olah, bersama dengannya membuat Yu Zhi sangat menderita. Yu Zhi balas mendengus dan mengingatkan Gao Hui mengenai kekacauan sebelumnya karena kisah iklan mini yang palsu itu. Atau Gao Hui sudah lupa dengan hal itu?
Gao Hui berusaha terus-dan-terus membela diri, bahwa semua yang di lakukannya adalah demi mereka juga. Jika mereka sekarang melakukan klarifikasi, image mereka akan semakin buruk. Jadi, apa salahnya jika menunggu hingga perayaan tahunan selesai baru memikirkan langkah selanjutnya.
“Cukup. Pemikiran Hui Hui masuk akal,” ujar Yu Yi, sebelum Yu Zhi sempat bicara. “Kali ini kita bisa membalikkan keadaan, berkat pengaruh Hui Hui. Kita bekerja sama dalam hal ini, kita harus inklusif saat ini. Karena Yu Zhi tidak menyukai metode ini, maka aku akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi.”
“Keputusan yang bijaksana,” puji Yu Zhi. “Aku pergi dulu.”
Sementara Gao Hui tampak kesal. Kan dia hendak menggunakan cara ini, dengan alasan kerjaan, agar Yu Zhi bisa terus terikat padanya dan membuat semua orang yakin kalau mereka pacaran. Tidak di sangkanya kalau Yu Zhi ternyata benar-benar ingin lepas dari hal ini.
“Aku sudah memberitahumu. Lihat… dia tidak akan menyerah,” ujar Yu Yi pada Gao Hui.
“Apakah menyukai seseorang dengan serius adalah hal yang buruk?” kesal Gao Hui.
Yu Yi terdiam. Tidak mampu menjawab. Karena dia pun telah jatuh hati pada Gao Hui, namun berusaha keras menyembunyikan hal tersebut.
--
Zi Yun mengunjungi Gao Jie di kamar hotel-nya. Dia menanyakan persiapan Gao Jie untuk perayaan tahunan. Gao Jie menjawab kalau dia sudah hampir selesai mempersiapkan semuanya, hanya saja ini pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini, jadi dia tidak punya pengalaman. Zi Yun menyuruhnya untuk tidak terlalu memaksakan diri dan lakukan yang terbaik saja.
Zi Yun juga memberikan pada Gao Jie dokumen yang berisi daftar klien perayaan tahunan. Gao Jie melihat daftar klien itu, dan itu rata-rata adalah klien dari grup Inlay. Apakah Zi Yun ingin dia bertarung dengan team Yu Zhi untuk mendapatkan para klien tersebut?
“Klien-klien ini sangat menyukai produk dengan perasaan segar. Jadi mereka kemungkinan besar akan bekerja sama dengan grup inlay. Tetapi, grup kustom juga memiliki banyak produk baru. Jadi, mereka pasti akan tertarik. Membuat koneksi dengan klien-klien ini akan membantumu di industri ini,” jelas Zi Yun.
“Tapi…”
“Ada apa? Kenapa kau tidak terlihat terlalu bersemangat?” tanya Zi Yun bingung melihat ekspresi Gao Jie.
Gao Jie tidak bisa menjawab kalau dia tidak mau menikam Yu Zhi dari belakang dengan merebut klien, jadi dia hanya menjawab pada Zi Yun kalau cara ini menurutnya tidaklah baik. Dia ingin melindungi grup kustom, tapi tidak dengan cara mengambil ‘barang-barang’ lawan. Zi Yun langsung kesal dan mengatakan kalau Yu Zhi pun pasti akan melakukan hal ini. Lihat saja, Yu Zhi dan Yu Yi bahkan memutuskan untuk bekerja sama dengan Wu Xiaoci, dan itu menunjukkan tipe orang macam apa dia itu.
“Yu Zhi dan Wu Xiaoci dan Gao Hui bukan tipe orang yang sama,” tegas Gao Jie.
Zi Yun semakin kesal karena Gao Jie seolah membela Yu Zhi. Gao Jie langsung gugup dan beralasan kalau saat dia masih di grup inlay dulu, dia sering berinteraksi dengan Yu Zhi. Dan ketika Yu Zhi melakukan suatu hal, dia tampak memiliki alasan sendiri.
Zi Yun tentu semakin menjelekkan Yu Zhi. Bilang Yu Zhi ingin melawannya, ingin memecat orang-orang lah dan bahkan membuat iklan palsu dengan Gao Hui. Bukankah itu jelas, orang seperti apa itu Yu Zhi.
“Bibi. Terimakasih. Tapi, aku masih tidak membutuhkan ini,” tegas Gao Jie.
“Xiao Jie, kau harus memikirkannya masak-masak. Klien-klien ini dapat membantumu dalam upayamu dalam perayaan Tahunan. Atau… kau tidak ingin melindungi grup kustom?”
“Aku tentu ingin melindungi. Tapi, aku tidak ingin menggunakan metode semacam ini. Aku akan menggunakan caraku sendiri. Cara jujur, untuk memenangkan kontes ini.”
--
Gao Hui pergi untuk memeriksa lokasi stan-nya. Gao Jie juga pergi bersama para guru ke stan mereka. Dan dia langsung kesal karena hiasan stan Gao Hui, di pasang, tepat di dekat gang menuju pintu masuk stan-nya, dan hal itu tentu akan menghalangi pandangan para pengunjung nantinya. Gao Jie langsung menyuruh Gao Hui untuk memindahkan hiasan tersebut. Tapi, Gao Hui tidak mau. Ini adalah wilayah stan-nya, jadi sesukanya dia mau meletakkan apa, dan Gao Jie tidak berhak melarangnya.
“Jika kau memblokir stan kami seperti ini, bagaimana cara kami bisa melakukan pameran?! Gao Hui kau selalu bertingkah seolah kau benar. Berhentilah menggunakan trik-trik murahan seperti ini,” marah Gao Jie.

Tapi, hufttt, habis kata-kata ku untuk si Gao Hui, dia ngotot kalau dia tidak salah. Gao Jie lah yang mencari masalah dan menimpakannya pada orang lain. Pokoknya, dia tidak mau tahu. Dari jauh, Yu Yi memperhatikan pertikaian mereka tersebut.
Begitu Gao Hui masuk ke dalam stan, Yu Yi langsung menegur apa yang Gao Hui lakukan sangatlah jelas. Sekali lihat, orang juga bisa tahu kalau Gao Hui berusaha menghalangi grup kustom. Kenapa Gao Hui harus sampai melakukan hal seperti ini?
“Tapi dialah yang mulai duluan,” jawab Gao Hui, argggh makin keki. Jelas dia yang buat tingkah.
Yu Yi diam saja. Yu Yi kemudian mengurut perutnya dan tampak kesakitan. Gao Hui yang melihatnya jadi khawatir. Tapi, Yu Yi berkata dia baik-baik saja dan akan pergi dulu.
--
Gao Jie berdiri kesal di depan stan-nya. Bagaimana cara dia harus mengatas masalah ini? Pas saat itu, dia melihat kedatangan Si Cheng (sudah lama nggak lihat Si Cheng). Gao Jie langsung bertanya alasan Si Cheng.

“Aku mendengar perayaan tahunan Rui Hua akan di lakukan di sini. Aku merasa kau akan ada di sini, jadi aku datang untuk melihat.”
“Aku di sini untuk mewakili grup kustom Rui Hua,” beritahu Gao Jie. “Berlatih dengan para guru, aku telah belajar banyak hal.”
Si Cheng mulai menanyakan keadaan Gao Jie di Rui Hua. Gao Jie menjawab kalau dia baik-baik saja dan kemarin ada beberapa masalah kecil, namun dia bisa mengatasinya. Si Cheng kemudian memperhatikan stan Gao Jie dan merasa kalau tanda stan Gao Hui itu memblokir stan Gao Jie. Tapi, Gao Jie dapat mengatasi hal itu dengan merubah arah pintu masuk.
“Maksudmu?” Gao Jie mulai melihat sedikit harapan.
Dan pas sekali ketiga guru menjebol tembok yang mengarah ke depan. Mereka dapat menjebol tembok itu dan menjadikannya pintu masuk. Gao Jie langsung tersenyum. Tidak menyangka kalau ada metode semacam ini.
--

Gao Jie dan Si Cheng pergi ke café. Gao Jie menunjukkan pada Si Cheng karya-karya desainnya dan Si Cheng memberikan pendapatnya. Dia merasa kalau pemahaman Gao Jie mengenai perpaduan Timur-Barat sangat bagus saat ini. Dan dia yakin kalau Gao Jie akan bisa bangkit lagi. Gao Jie senang mendengarnya.
Gao Jie kemudian berujar kalau dia merasa bersyukur karena saat di Fancy bisa memiliki Si Cheng sebagai pemimpin sekaligus mentornya. Si Cheng merasa terhormat mendengarnya. Dia kemudian memberitahu Gao Jie kalau dia telah berhenti dari Fancy karena dia merasa ada banyak hal di Fancy yang tidak selaran dengannya. Jadi, daripada menjebak dirinya sendiri di sana, lebih baik dia keluar dan menjadi pengusaha. Sekarang, dia sudah membuat studio-nya sendiri ‘Shui Zi Yao’ (Air Jauh). Gao Jie langsung memberikan selamat padanya.
Si Cheng kemudian memberitahu tujuan aslinya menemui Gao Jie. Dia menawarkan Gao Jie untuk bergabung dengan perusahaannya. Meskipun perusahaannya mungkin masih dalam tahap awal, tapi dia yakin satu hal, di perusahaannya, Gao Jie dapat dengan bebas mengekspresikan bakatnya. Dan juga, dia akan memperlakukan Gao Jie dengan baik.
Gao Jie dengan sopan menolak tawaran Si Cheng. Dia masih ingin belajar di Rui Hua, dan tidak ingin berpindah tempat kerja. Si Cheng dengan ragu bertanya, karena Gao Hui, putri dari Wu Xiaoci juga berada di Rui Hua, apa Gao Jie memilih untuk bertahan di Rui Hua karena hal tersebut? Dia masih ingat saat Gao Jie mencarinya dan menunjukkan desain ny. Wu yang memplagiat desain ibu Gao Jie.
“Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun darimu. Aku memiliki konflik dengan mereka.”
“Inilah yang paling tidak ku sukai. Gao Jie, kau sangat berbakat. Kau harus menggunakan bakat mu untuk membuat produk yang lebih baik. Dan tidak melihatnya sebagai alat untuk mencapai tujuanmu. Ku pikir, Rui Hua tidak cocok untukmu,” nasehat Si Cheng.
“Maaf, Si Cheng. Motivasi ku unutk bergabung dengan Rui Hua rumit. Aku mungkin telah mengecewakanmu. Tapi, sejak aku melihat keindahan kerajinan tradisional di Rui Hua, perasaanku telah berubah. Jika aku masih punya hati yang ingin menang, maka itu karena kau ingin melindungi sesuatu.”
Si Cheng mengerti dan memutuskan untuk menghormati keputusan Gao Jie. Tapi, jika Gao Jie suatu hari berubah pikiran, maka Gao Jie bisa mencarinya. Perusahaannya akan selalu terbuka untuk menyambut Gao Jie.
--
Gao Hui sudah selesai menata stannya dan Yu Yi memuji hasilnya. Gao Hui jelas senang. Tapi, dia juga merasa kecewa karena Yu Zhi tidak datang sama sekali dan malah menghilang. Lagi-lagi, Yu Yi memegang perutnya dan tampak sakit. Gao Hui tambah khawatir. Dia memarahi Yu Yi yang sudah dia suruh makan tapi tidak mau makan. Dan karena itu, dia mengajak Yu Yi untuk makan bersamanya. Dia tahu restoran yang bagus.
--


Gao Hui membawa Yu Yi makan bubur di pinggir jalan. Yu Yi langsung menggodanya karena Gao Hui ternyata makan di pinggir jalan juga. Gao Hui hanya tersenyum dan memesankan makanan.
Yu Yi mencoba buburnya dan rasanya cukup enak. Gao Hui senang mendengarnya. Gao Hui kemudian membahas saat mereka kuliah dulu. Membahas masa kuliah, membuat Gao Hui dan Yu Yi dapat sedikit santai dan tertawa senang.

Selesai makan dan hendak pergi, ada seseorang yang tidak melihat-lihat jalan dan hampir menabrak Gao Hui, jika Yu Yi tidak segera menarik Gao Hui ke arahnya. Sesaat, mereka saling menatap dengan sangat dekat. Dan hal itu, membuat Yu Yi sangat gugup, tapi tidak dengan Gao Hui.
“Jika aku mengungkapkan perasaanku, apakah kau masih begitu bersemangat di sisiku?” tanya Yu Yi di dalam hatinya.

No comments:

Post a Comment