Wednesday, August 14, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 8 - part 5

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 8 – part 5
Network : OCN
Kang Jae menceritakan hal tersebut kepada So Hyun. Dan So Hyun tidak heran, setelah semua yang menimpa Mi Joo. Lalu Kang Jae memberitahu rencana nya yang ingin membandingkan catatan siswa Tae Ra dengan yang ada di USB.
So Hyun : “Tapi kamu diminta memberinya tingkat satu di tiap mata pelajaran.”
Kang Jae : “Setelah UTS berakhir, akan ada waktu sampai kita memberi nilai. Kita akan mencari cara.”

Tepat disaat itu, So Hyun dan Kang Jae melihat Byung Ho yang sedang duduk sendirian ditaman sambil memakan roti. Kang Jae bertanya- tanya, apa yang sebenarnya Byung Ho katakan kepada Han Su.
Kang Jae : “Kita perlu mencari tahu itu. Jika itu pesan dari Lee Tae Seok yang menyuruhnya bunuh diri, itu bisa jadi bukti baru.”
So Hyun : “Baiklah. Aku akan bicara dengannya.”


Didalam kelas. Kang Jae memperkenalkan dirinya sebagai guru wali kelas baru yang akan menggantikan Mi Joo. Dan melihat itu, Ye Ri merasa sangat gelisah, dia mengirimkan pesan protes kepada Ki Hoon.
Sementara Yoon A merasa senang, karena Kang Jae menjadi wali kelas nya yang baru.

Diatap. Beom Jin mempertanyakan alasan Ye Ri tba- tiba memanggilnya, kepadahal sebelumnya tidak pernah. Dan Ye Ri mempertanyakan, tawaran bantuan yang Beom Jin tawarkan tempo hari, apakah itu masih berlaku. Dan Beom Jin mengiyakan.
“Guru sementara itu mengancamku. Dia bilang akan menghentikanku agar tidak bisa debut,” kata Ye Ri mulai bercerita.
“Guru sementara? Kenapa?” tanya Beom Jin.

“Itu... “ kata Ye Ri, gugup. “Karena aku merundung Su Ah bersama Tae Ra. Saat itu, kupikir Su Ah menghalangi kamu dan Tae Ra. Tae Ra juga memulainya lebih dahulu. Aku hanya membantunya sedikit,” jelas Ye Ri, melindungin diri sendiri.

Beom Jin bertanya lagi, apakah hanya itu dan apa hubungan Kang Jae dengan Su Ah. Dan Ye Ri langsung menjawab bahwa dia tidak tahu, tapi Ki Hoon tahu, Ki Hoon tahu segalanya, tapi berpura- pura tidak tahu. Lalu Ye Ri juga menceritakan tentang Kang Jae yang ada mencurigai Tae Seok.
Mendengar itu, Beom Jin sedikit terkejut dan berpikir.
Beom Jin : “Guru itu mencurigai Kepala Pelayan Lee?”
Ye Ri : “Ya. Dia bertanya apakah pria pada foto yang diunggah di portal adalah Kepala Pelayan Lee. Tapi foto itu diambil oleh Ki Hoon.”
Beom Jin lalu bertanya, apakah Ye Ri sudah memberitahu orang lain. Dan Ye Ri menjawab tidak. Dengan tegas, Beom Jin menyuruh Ye Ri untuk tidak memberitahukan ini kepada orang lain, karena dia akan mengurusnya. Dan Ye Ri paham.

Hyun Jung memperhatikan foto Sang Bae yang sedang bersama dengan si panggilan ketiga. Dan Tn. Kim berkomentar bahwa semoga ini tidak menyebabkan masalah besar, karena Hyun Jung sudah di benci oleh Sang Bae.

Tepat disaat itu, Sang Bae datang ke ruangan mereka. Dan dengan segera, Hyun Jung pun langsung menyembunyikan foto tersebut di tangannya.
Sang Bae memarahi Hyun Jung yang menyelidiki tentang Universitas Woonam dan SMA Cheonmyung. Dia menghancurkan papan tempat Hyun Jung menempelkan informasi tentang itu. Dan Hyun Jung meminta nya untuk tenang.

“Kamu akan dirujuk ke komite disiplin atas pencemaran nama baik kejaksaan,” kata Sang Bae, mengancam.
“Baik. Aku bersedia menerima hukuman apa pun. Mereka yang berbuat salah harus dihukum,” balas Hyun Jung, tegas.

“Hei, sebaiknya perbaiki sikapmu. Sebelum kamu terlibat masalah karena menyalahgunakan wewenang remehmu,” balas Sang Bae, memperingatkan. Lalu dia pergi.

Setelah Sang Bae keluar dari dalam ruangan, Tn. Kim menanyakan apa yang harus mereka lakukan. Dan Hyun Jung menjawab bahwa tampaknya mereka sudah terlibat dalam masalah besar, jadi lebih baik mereka menghadapinya saja.
“Jika terjadi sesuatu, aku akan membereskannya. Jadi, bisakah kamu mencari tahu orang-orang yang dia temui? Kamu wakil direktur paling senior di gedung ini,” jelas Hyun Jung dengan bersemangat. Dan Tn. Kim merasa lelah.

Ki Hoon menghubungin Jae Woo, dan menanyakan apakah Ayahnya ada memberikan instruksi baru. Dan Jae Woo menceritakan tentang akuisisi Universitas Woonam, tapi karena takut ketahuan, maka Jae Woo  pun tidak berani memberitahu banyak.
“Hentikan omong kosongmu. Kamu akan terus melapor kepadaku. Dan jangan lupa mengirimkan jadwal Ayah tahun lalu,” kata Ki Hoon, tegas.
Ki Hoon memperhatikan foto Su Ah.
Flash back
Ki Hoon heran kenapa Tae Seok menemui Su Ah. Dan karena itu, maka dia pun memotret mereka menggunakan kameranya.

Tae Seok memberitahu bahwa hari ini ‘dia’ menghubungin, jadi Su Ah harus bersiap- siap dan menunjukan diri pada ‘dia’. Namun Su Ah menolak, karena ini terlalu tiba- tiba.
Tae Seok : “Aku memberimu semua hal yang sangat kamu inginkan. Jadi, kamu harus menuruti semua keinginanku seperti yang telah dijanjikan. Jangan dianggap rumit. Kamu hanya memanfaatkannya untuk masa depanmu.”
Su Ah dengan terpaksa pun keluar dari dalam kolam berenang. Dan mengikuti keinginan Tae Seok yang  memanggilnya.

Didepan hotel. Ki Hoon masih bertanya- tanya, ada apa sebenarnya. Dan pas disaat itu, dia melihat Ayahnya datang dan masuk ke dalam hotel.
Flash back end

Moo Hyuk masuk ke dalam ruangan foto, menemui Ki Hoon yang sedang merenung. Moo Hyuk yakin Ki Hoon sudah menyadari sesuatu, jadi dia datang untuk menilai.
“Kamu juga merasakannya, bukan? Ayahmu yang hebat itu benar-benar dibanting oleh Lee Tae Seok,” kata Moo Hyuk.
“Hal yang sama berlaku untukmu, Gi Moo Hyuk,” balas Ki Hoon.

Moo Hyuk membenarkan bahwa dirinya terbanting, tapi dia akan menangkap Tae Seok. Jadi dia ingin Ki Hoon untuk berhenti bersikap keras kepala dan ceritakan semuanya. Sebab Do Jin tidak akan bisa menangkap Tae Seok.
“Kenapa kamu begitu yakin? Kamu lebih mengenal ayahku daripada aku?” tanya Ki Hoon, ketus. Dan Moo Hyuk tertawa.
“Aku tidak lebih mengenalnya, tapi aku tahu satu hal yang pasti. Lee Do Jin itu memberi perintah untuk mengubur kasus Jung Su Ah dengan memanfaatkan Kim Han Su sebagai kambing hitam,” jelas Moo Hyuk.

Ki Hoon teringat tentang perkataan Ayahnya didalam mobil. Dia sadar kalau sepertinya Ayahnya bersalah, tapi dia tidak mau mengakuinya.
“Hentikan omong kosongmu dan enyahlah,” gumam Ki Hoon.
“Pasti kini kamu tahu ini bukan omong kosong.”
“Kamu mau identitasmu terungkap dan diusir? Pergilah. Pergi sekarang juga!” teriak Ki Hoon dengan frustasi.

Ketika keluar dari ruangan fotografi, Kang Jae bertemu dengan Beom Jin yang tampak memang seperti sudah menunggu ke datangannya.
“Aku sudah bilang bahwa bagi kami, itu luka. Yang Bapak dengar hari itu di pesta atap Jun Jae bukan permintaan. Itu peringatan,” kata Beom Jin, memperingatkan. “Jangan coba-coba mencari tahu lebih lanjut. Entah soal Su Ah, Han Su, atau Lee Tae Seok. Jika tidak, orang lain mungkin akan terluka.”

Tepat disaat itu, Ki Hoon keluar dari dalam ruangan fotografi. Dan melihat itu, Beom Jin pun berjalan melewati Kang Jae. Begitu juga dengan Ki Hoon.

Malam hari. Belajar mandiri. Sesudah pelajaran selesai, Kang Jae mengembalikan semua hape para murid yang di titipkan kepadanya selama pelajaran. Dan ketika membagikan hape mereka, Kang Jae mendapatkan sebuah ide.

Won Suk berteriak terkejut, saat mendengar ide Moo Hyuk yang ingin meretas hape semua murid. Dia mempertanyakan, seberapa jauh Moo Hyuk sebenarnya mau di dakwa atas kejahatan. Dan haruskah Moo Hyuk bertindak sejauh ini cuma untuk mendapatkan lisensi hukum kembali. Sebab jika ini ketahuan, maka Moo Hyuk bisa memiliki catatan kriminal dan mungkin di penjara serta kehilangan banyak hal.

“Mereka juga harus membayar kejahatan mereka. Sebagai seorang pengacara, terkadang kita akan bertemu dengan klien menyebalkan. Kasus ini akan berakhir dengan mudah seandainya mereka mau berdamai, tapi mereka bersikeras ingin memenjarakan orang lain. Mereka keras kepala. Meskipun pada akhirnya mereka bisa dipenjara,” jelas Kang Jae.
Won Suk : “Mereka pasti sangat ingin membalas dendam.”

Moo Hyuk : “Kamu tahu mereka bilang apa? Mereka tidak keberatan dipenjara, tapi ingin bedebah yang satunya dipenjara lebih lama, bahkan meski bedanya hanya sehari. Dahulu aku merasa klien-klien itu memusingkan dan tidak bisa dipahami, tapi kini aku benar-benar paham. Aku tidak tahan melihat bedebah yang menghancurkanku hidup dengan baik tanpa membayar kejahatannya.”

Moo Hyuk bertekad sangat kuat, dia benar- benar ingin mengungkap semua rahasia yang ada. Dan melihat betapa bersemangatnya Moo Hyuk, maka Won Suk pun bersedia untuk membantu. Dia menanyakan rencana Moo Hyuk.
“Kamu hanya perlu tetap di sini dan melakukan keahlianmu. Aku akan menangani sisanya,” jelas Moo Hyuk dengan percaya diri.

UTS Semester kedua. Sebelum ujian dimulai, semua murid mengumpulkan hape mereka kedalam satu tas dan memberikannya kepada Kang Jae. Dan Kang Jae menggunakan kesempatan tersebut.

“Setiap telepon memakan waktu 10 menit. Kamu lihat itu? Aplikasi peretas yang kukembangkan. Pokoknya, hubungkan ponselmu ke ponsel para siswa. Kemudian, aku akan meretas keamanan dan mengambil semua data. Foto, pesan, riwayat penjelajahan internet, penggunaan media sosial, semuanya,” jelas Won Suk.
Moo Hyuk kemudian mempertanyakan, apakah tidak bisa sekaligus. Dan Won Suk menjawab tidak, sebab ponsel zaman sekarang sangat ketat. Jadi dia harus dengan sabar meretas satu persatu ponsel yang ada. Lalu untuk urutan nya, dia serahkan kepada Moo Hyuk.


Kang Jae memperhatikan setiap murid yang sudah mulai fokus mengerjakan soal ujian. Lalu dengan hati- hati, dia menyambungkan hape nya ke hape mereka. Yang pertama adalah hape Ki Hoon.
Ditempatnya. Won Suk mengerjakan tugasnya dengan bersemangat. Lalu setelah selesai, dia mengirimkan pesan kepada Moo Hyuk.

Hape yang kedua adalah milik Byung Ho. Dengan perasaan cemas, Kang Jae memperhatikan sisa waktu yang ada, yaitu 35 menit lagi. Tepat disaat itu, sebuah hape yang berada di dalam tas berbunyi, sehingga mengejutkannya. Tapi dengan segera dia langsung mematikan hape itu.
Beom Jin merasa curiga dan menatap tajam ke arah Kang Jae.

So Hyun memperhatikan Tae Ra yang sedang mengisi soal ujian dengan ketat.

Dengan cepat, Won Suk berhasil menyelesaikan tugasnya lagi. Dan dia pun minta untuk dikirimkan hape yang ketiga.

Secara diam- diam, Moo Hyuk menyambungkan hape Beom Jin ke hape nya. Tapi tiba- tiba saja Beom Jin memanggilnya, sehingga dia merasa sedikit gugup.
“Aku sudah selesai. Boleh aku keluar?” tanya Beom Jin.
“Waktunya masih ada. Kamu harus menunggu,” balas Moo Hyuk, berusaha tenang.
Beom Jin meminta untuk setidaknya, hape nya di kembalikan, sebab tidak ada lagi yang bisa di kerjakannya. Dan mendengar itu, Moo Hyuk menjawab dengan tegas bahwa dia tidak bisa melakukan itu sampai ujian selesai.
Beom Jin : “Lantas adakah alasan aku tidak boleh keluar? Saat sepertiga waktu ujian berlalu, aku bisa mengumpulkan jawaban dan belajar sendiri sesuai peraturan sekolah. Apakah ada alasan khusus Bapak menghentikanku untuk keluar?”

Won Suk menemukan foto majalah Su Ah di hape Beom Jin. Dan melihat itu, dia tampak terkejut serta tertarik dengan apa yang ada di hape Beom Jin.

Kang Jae berencana melepaskan hape Beom Jin dengan hape nya. Tapi tiba- tiba sebuah pesan masuk dari Won Suk. “Jackpot. Jangan putuskan sambungannya.”
Membaca pesan tersebut, Kang Jae pun tidak jadi memutuskan koneksi.
Beom Jin berdiri, dan mengajukan protes kepada Kang Jae yang ntah kenapa tidak mengizinkannya untuk keluar. Dan karena merasa terganggu, para murid mengeluhkan agar Kang Jae membiarkan saja Beom Jin untuk pergi.

Mendengar itu, Kang Jae merasa panik. Apalagi saat, Beom Jin berjalan mendekati mejanya.
“Kamu tidak mendengarkan bapak? Tetaplah duduk,” kata Kang Jae, menegaskan.
“Aneh. Bapak selalu menekankan untuk mematuhi peraturan. Lantas kenapa sekarang sikap Bapak tidak masuk akal?” balas Beom Jin. Dan Kang Jae tidak bisa menjawab.
Beom Jin lalu mendekat dan menyerahkan lembar jawabannya. Dan dengan segera Kang Jae pun menyembunyikan hape nya. Namun Beom Jin malah mengulurkan tangan dan meminta hape nya untuk di kembalikan.

No comments:

Post a Comment