Wednesday, August 14, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 8 - part 4

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 8 – part 4
Network : OCN

Didalam ruangan konseling. So Hyun dan Moo Hyuk, mereka berdua melihat isi data didalam USB yang diberikan oleh Mi Joo. Dan setelah melihat itu, So Hyun bertanya- tanya bagaimana bisa.
“Seperti menciptakan orang baru. Memang pantas disebut layanan manajemen VIP,” jelas Moo Hyuk, ikut berkomentar.
Yoon A datang dan menyapa mereka, melihat itu Moo Hyuk merasa kaget dan segera menyentuh So Hyun untuk memperingatkannya. Dan dengan ceria, Yoon A bertanya kenapa Moo Hyuk begitu terkejut. Yoon A memanggil Moo Hyuk dengan sebutan ‘Pengacara Gi’. Mendengar itu, Moo Hyuk terkejut.
“Yoon A yang memberitahuku kamu adalah pengacara Han Su,” jelas So Hyun.

“Aku menghadiri persidangan Han Su. Leher Anda baik- baik saja?” tanya So Hyun. Dan Moo Hyuk langsung menyentuh leher nya. “Han Su hampir mencekik Anda.”
“Oh, terima kasih atas perhatianmu,” balas Moo Hyuk sambil tersenyum. “Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?”

So Hyun mengabaikan Moo Hyuk, dan mulai bertanya – tanya kepada Yoon A. Dia menunjukan catatan penghargaan yang di terima oleh para siswa VIP. Dan Yoon A membenarkan, dia yakin orang- orang dalam daftar itu adalah orang – orang yang di undang ke rapat veritas.
Moo Hyuk : “Diundang?”
Yoon A : “Terkadang mereka berkumpul di ruang klub. Biasanya orang-orang ini.”

Yoon A kemudian mulai merasa bersalah, karena ini seperti dia sedang mengadukan mereka semua. Kepadahal mungkin saja ini dimulai dari orang tua mereka, dan anak- anak pasti hanya mengikuti keinginan orang tua saja.
“Kamu sungguh berpendapat begitu? Bahwa anak-anak hanya mengikuti keinginan orang tua mereka? Kamu dan anak-anak ini sudah cukup dewasa untuk tahu betapa salahnya ini. Dari mana bantuan khusus yang mereka nikmati ini? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap siswa lain? Aku ragu mereka tidak sadar,” jelas Moo Hyuk.

Yoon A tetap saja merasa bersalah. Dan dengan tegas, Moo Hyuk memberitahu bahwa selama mereka tidak dihukum atas dosa mereka, maka mereka akan tetap sombong dan mengatakan bahwa dunia memang seperti itu. Mereka menjadi seperti itu, karena  apa yang mereka lihat. Serta mereka masih muda dan pantas untuk dapat kesempatan kedua, tapi mereka harus menyadari betapa seriusnya dosa mereka agar bisa bertobat dengan sungguh- sungguh.

Mendengar itu, Yoon A diam dan berpikir. Lalu dengan perhatian, So Hyun menyentuh bahu Yoon A untuk menenangkannya. Dan Yoon A mengerti.

Keesokan harinya. Di kelas. Tae Ra menceritakan tentang Beom Jin yang menciumnya semalam. Dan mendengar itu, Ye Ri memuji betapa beruntungnya Tae Ra, sebab sekarang Tae Ra telah memiliki segalanya.
Tapi dibalik pujian tersebut, Ye Ri tampak tidak ikhlas.

Didalam kelas. Beom Jin menanyakan, hubungan antara Ayah Ki Hoon dengan Tae Seok. Dan dengan ketus, Ki Hoon menjawab bahwa dia tidak tahu.

Lalu mereka berdua tenggelam pada pikiran masing- masing.
Didalam kantor guru. Dengan berbisik- bisik, Kang Jae berbicara dengan So Hyun. Dia menanyakan, apa yang akan So Hyun lakukan terhadap Byung Ho. Dan So Hyun menjawab kalau dia belum tahu.

Young Hye menyela pembicaraan mereka berdua. Dia memanggil Kang Jae, dan memberitahukan bahwa Tae Seok ingin berbicara dengan Kang Jae.
“Manajer Umum? Anda tahu dia mau membicarakan apa?” tanya Kang Jae sambil tersenyum manis.

“Nanti juga kamu tahu,” balas Young Hye. Dan Kang Jae pun mengiyakan. Lalu kemudian Young Hye memandang ke arah So Hyun. “Hati-hati memilih teman bergaul,” katanya, mengingatkan Kang Jae.
“Yah, aku mengerti,” jawab Kang Jae. Lalu dia pamit dan pergi.

Kang Jae berteriak memberitahukan ke datangannya. Dan Tae Seok balas berteriak, mempersilahkan Kang Jae untuk masuk. Kemudian saat membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan, Kang Jae merasa heran melihat begitu banyak pekerja disana.
Namun dengan tenang, Kang Jae menyalamin tangan Tae Seok yang sedang sibuk berbicara dengan Sang Bae ditelpon.

Sesuatu berbunyi didekat brangkas Tae Seok, ketika seorang pekerja mendekatkan alat pendeteksi penyadap. Dan karena itu, maka Tae Seok pun membuka brangkasnya untuk membiarkan si pekerja memeriksa isi didalamnya.
Dan Kang Jae memperhatikan jari Tae Seok yang mengetikan sandi angka untuk membuka brangkas. Serta barang apa saja yang berada didalam brangkas.
Ternyata tidak di temukan penyadap apapun di dalam brangkas. Lalu semua pendeteksi penyadap telah di pasang di dalam ruangan. Tae Seok pun mengucapkan terima kasi kepada para pekerja, lalu dia menyuruh mereka untuk melakukan hal yang sama di mobilnya juga.

Setelah para pekerja pergi, dengan ramah Tae Seok mempersilahkan Kang Jae untuk duduk, karena ada yang ingin dibicarakannya. Dan Kang Jae pun mengiyakan.
Tae Seok memuji betapa hebatnya Kang Jae, menurut apa yang di dengarnya dari Young Hye. Dan dia ingin menawarkan suatu penawaran yang menarik untuk  Kang Jae, yaitu menjadi wali kelas dua. Mendengar itu, Kang Jae sedikit terkejut.

“Lalu bagaimana dengan Bu Jo?” tanya Kang Jae.
“Dia akan berhenti. Dia bertanggung jawab atas yang terjadi kepada Tae Ra.”
“Terima kasih sudah memberiku kesempatan, Pak. Aku akan berusaha semampuku,” kata Kang Jae langsung dengan bersemangat.
“Baiklah. Semoga berhasil.”

Hape Tae Seok berbunyi, dan Tae Seok pun mengangkatnya. Dia menanyakan, apakah sudah selesai. Lalu dia mengeluhkan tentang kakak nya yang meletakan alat penyadap dimobilnya. Dia memerintahkan para pekerja untuk membuang alat penyadap tersebut.
Mendengar itu, Kang Jae merasa gugup. Tapi dia berusaha untuk tetap tampak tenang.

Yoon A mendekati Byung Ho, dan menawarinya untuk belajar bersama. Mendengar itu, Byung Ho bertanya kenapa Yoon A mau membantunya.
Yoon A : “Bu Ha menyuruhku membantumu. Katanya kamu akan kesulitan menyusul setelah rehat. Kenapa? Tidak mau?”
Byung Ho : “Mau. Terima kasih.”

Young Hye menyuruh Kang Jae untuk memastikan bahwa Tae Ra mendapatkan peringkat satu dalam setiap mata pelajaran. Sebab Eun Hye sangat marah karena Mi Joo, jadi mereka perlu menunjukan kepedulian kepada Tae Ra untuk menenangkannya.
Mendengar itu, Kang Jae terkejut dan tersedak. Dan Young Hye menanyakan, apakah Kang Jae takut.

Kang Jae : “Tidak, bukan begitu. Aku hanya tidak yakin itu cukup untuk mendapatkan kembali kepercayaan Bu Woo.”
Young Hye : “Kamu tidak yakin itu cukup? Kamu pria yang murah hati, Pak Gi.”
Kang Jae : “Sama sekali tidak. Aku hanya agak khawatir.”
Young Hye : “Jangan sampai melewati batas. Lakukan saja perintahku. Aku tangan kanan Manajer Umum Lee dan kamu tangan kananku. Semua yang berkaitan dengan Manajer Umum Lee harus dikonfirmasi olehku terlebih dahulu.”

Kang Jae yang awalnya terus tersenyum mengiyakan, langsung bersikap serius mendengar perkataan Young Hye. Dan kemudian Young Hye, menanyakan apakah dia sudah wamil. Dan Kang Jae pun mengiyakan.
“Sebaiknya kamu menghargai mekanisme pelaporan,” kata Young Hye, tegas.
“Aku akan mengingatnya, Bu,” balas Kang Jae, sopan.

No comments:

Post a Comment