Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 7 - part 5


Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 7 – part 5
Network : OCN

“Kita harus memanggil polisi, bukan?” tanya So Hyun, menyarankan.
“Tidak. Aku sudah menebus dosaku,” balas Mi Joo. Lalu dia pamit dan pergi. Tapi sebelum itu dia mengucapkan terima kasih kepada So Hyun.

Hye Soo mengeluhkan betapa tidak amannya sekolah mereka, sehingga dia terlalu takut untuk bekerja di tempat ini. Dan Woo Jin membalas kalau masalah nya itu adalah uang, bukan orangnya, serta dengan adanya kejadian seperti ini maka mereka tidak perlu repot untuk datang ke resital Tae Ra lagi.
“Itu bagus. Seluruh tubuhku pegal-pegal sepulang dari sana kali terakhir,” kata Hye Soo dengan senang dan lega.
“Aku juga,” balas Woo Jin.

Mendengar pembicaraan itu, Kang Jae tidak mengerti dan bertanya. Sebab setahunya resital tersebut adalah acara amal. Tapi Woo Jin menggelengkan kepalanya tanda tidak.
Dan Hye Soo menjelaskan bahwa itu sebenarnya adalah acara perkumpulan orang tua VIP disekolah mereka, sehingga tidak ada tersedia tempat untuk mereka duduk. Sebab mereka harus menjaga anak- anak dan mendengarkan keluhan orang tua. Bahkan mereka harus ikut melakukan pekerjaan kasar, jika kekurangan staf.
“Lantas, apa Pak Lee tidak bisa hadir juga?” tanya Woo Jin.
“Dia? Tidak bisa hadir? Mustahil. Semua orang tua Veritas akan hadir,” balas Hye Soo.
“Veritas? Bukankah itu klub debat sekolah?” tanya Kang Jae.
“Bukan sekadar klub debat. Itu lingkaran dalam sekolah kita. Perkumpulan para jagoan. Beom Jin presdirnya dan Gi Hoon wakil presdirnya. Sudah jelas itu apa,” jelas Hye Soo.

Malam hari, Won Suk menunjukan foto Tn. Kim kepada Moo Hyuk. Dan melihat foto tersebut, Moo Hyuk langsung mengenalinya sebagai orang kejaksaan.
Moo Hyuk kemudian menanyakan, kenapa Won Suk berada disini dan bukannya membuntuti Lee Tae Seok. Dan dengan kesal, Won Suk membalas bahwa dia bukanlah kepala polisi, jadi dia tidak akan membuntuti Tae Seok 24 jam sehari.
Won Suk lalu memperlihatkan aplikas pelacak yang dipasangnya di mobil Tae Seok, sehingga mereka bisa tahu kemana Tae Seok pergi. Mengetahui itu, Moo Hyuk langsung menyuruh Won Suk untuk berganti baju, karena mereka harus membuktikan apakah benar Lee Do Jin adalah panggilan cepat Nol.
Malam resital. Banyak orang tua dan orang penting lainnya yang berdatangan. Dan dengan ramah Eun Hye menyambut kedatangan mereka semua.

“Bagaimana? Kamu sungguh akan melakukannya tanpa Pak Lee?” tanya Ibu Beom Jin.
“Kamu lihat sendiri tempo hari. Aku mengundangnya, tapi dia malah bersikap sok artis. Aku harus memakai kesempatan ini untuk mengajarinya cara bersikap jika tetap ingin memanfaatkannya tahun depan,” jawab Eun Hye.
Didalam mobil. Tae Seok mengingat kembali perkataan kakaknya serta perkataan Eun Hye. Mereka berdua tampak seperti menganggap remeh dirinya, sehingga dia merasa sangat marah dan memukul stir mobilnya.
“Dasar bedebah! Setelah semua jasaku untuk kalian!” teriaknya, marah.

Dilobi hotel. Won Suk duduk sambil memperhatikan map di hape nya. Dia memberikan kabar melalui earphone kepada Moo Hyuk. Dia menjelaskan bahwa apa yang dikatakan oleh Moo Hyuk benar, Tae Seok sungguh akan datang ke acara resital.
Moo Hyuk memperhatikan ke sekitarnya, dan menyuruh Won Suk untuk terus mengawasi sampai Tae Seok tiba.
Won Suk mengabarkan kalau Lee Do Jin sudah datang dan naik.


Do Jin diikuti oleh Ki Hoon, mereka berdua memasuki tempat resital. Do Jin mengingatkan Ki Hoon untuk datang ke meja dan menyapa, setelah acara resital selesai. Dan Ki Hoon mengiyakan, lalu dia berjala berpisah dari Ayahnya.
Moo Hyuk memperhatikan semua itu dari jauh.
Do Jin dengan ramah menyapa Eun Hye serta Ibu Beom Jin. Dan lalu mereka bertiga duduk bersama di meja yang sama.
Sementara Ki Hoon duduk dimeja yang sama dengan Ye Ri.

“Kenapa kamu bilang begitu ke Beom Jin? Si guru sementara itu. Soal Jung Su Ah. Kenapa kamu pura-pura tidak tahu? Kita seharusnya berdiskusi, bukan?” tanya Ye Ri, memulai pembicaraan duluan.
“Kamu mau mengumumkan bahwa kita A dan C?” balas Ki Hoon, cuek.

Ye Ri protes, sebab Ki Hoon bilang tahu kelemahan Kang Jae dan akan mengusir serta membungkam Kang Jae, tapi kenapa Ki Hoon malah menelan ludah sendiri. Dan dengan kesal, Ki Hoon menyuruh Ye Ri untuk diam saja sementara.
“Apa kamu bahkan tahu sesuatu? Kamu sungguh bisa membungkamnya?” tanya Ye Ri, mempertanyakan. Dan Ki Hoon diam.

Tae Ra menatap dirinya sendiri di depan cermin dengan gugup. Lalu dia mengambil segelas air untuk minum. Tapi karena pergelangan tangannya sedang terluka, maka tanpa sengaja dia malah menjatuhkan gelas di tangannya.

Tepat disaat itu, Beom Jin datang. Dan dengan perhatian, dia menanyakan apakah Tae Ra baik- baik saja.
“Ada apa? Sedang apa kamu di sini?” tanya Tae Ra, sedikit sinis.
“Aku sudah bilang ke ibumu ingin menjadi pembalik halamanmu,” jawab Beom Jin. Lalu dia ingin melihat tangan Tae Ra yang terluka.  Tapi Tae Ra langsung menarik tangannya.
Beom Jin menjelaskan sudah berapa lama mereka berlatih bersama selama ini, jadi jika Tae Ra meminta orang lain, apakah Tae Ra yakin bisa bermain dengan baik. Dan Tae Ra diam serta membiarkan Beom Jin memegang tangannya.
“Jangan cemaskan apa pun. Aku akan mendampingimu sampai kamu selesai,” kata Beom Jin, berjanji.
Pintu ruangan resital ditutup.

Won Suk mengabarkan bahwa Tae Seok telah tiba. Dan mengetahui itu, maka Moo Hyuk pun segera bersiap- siap.

Tae Ra naik ke atas panggung. Dan semua orang bertepuk tangan menyambutnya. Kemudian Beom Jin ikut naik ke atas panggung, dan dia duduk di sebelah Tae Ra sebagai pembalik kertas not.

“Mari usahakan yang terbaik. Kita sudah bekerja keras,” kata Beom Jin.
Tae Ra kemudian mulai memainkan piano dengan lembut dan baik. Sehingga semua orang yang berada di dalam ruangan terhanyut mendengar permainan piano nya.

Won Suk sengaja menabrak Tae Seok untuk memasukan alat pendengar ke dalam saku jas Tae Seok. Lalu dia bersikap seperti orang china, sehingga karena tidak mengerti maka Tae Seok pun mengabaikan dirinya dan berjalan pergi.
“Baiklah. Sudah terpasang,” kata Won Suk, melapor.
Moo Hyuk mengerti dan menyuruh Won Suk untuk terus berjaga di lobi. Lalu dia masuk ke dalam sebuah ruangan kosong, dan mendengarkan pembicaraan Tae Seok.
Tae Seok : “Kamu mau membuangku usai memanfaatkanku? Sial! Itu tidak akan terjadi.”

Resital Tae Ra masih berlangsung. Dan Eun Hye tersenyum puas, saat mendengar bisik- bisik para orang tua yang memuji anaknya.

Tae Seok ingin berjalan masuk ke dalamnya, tapi penjaga keamanan menahannya. Dengan marah, Tae Seok mendorong mereka semua dan berteriak.


Saat tempo permainan semakin cepat, Tae Ra berhenti bermain piano, dikarenakan pergelangan nya yang sakit. Melihat itu, semua orang menatap kepadanya. Termaksud Eun Hye, dia menatap Tae Ra dengan pandangan marah dan tidak puas.
Sementara Ye Ri tersenyum senang melihat kegagalan Tae Ra. Tapi Tae Ra tidak melihat senyum tersebut sama sekali.

Dengan perhatian, Beom Jin menanyakan apakah Tae Ra baik- baik saja. Dan Tae Ra diam sambil memandang ke arah Ibunya. Lalu dengan marah, dia memukul tuts- tuts piano dan pergi dari panggung.
Melihat itu, orang- orang bertanya apa yang terjadi. Serta apakah pertunjukan sudah selesai. Dan Beom Jin langsung berdiri memberikan hormat kepada mereka semua.

Eun Hye ingin menghampiri Tae Ra. Tapi Ibu Beom Jin menahannya. “Duduklah. Jika bergegas ke sana sekarang, orang-orang akan makin bergosip. Duduklah dan tunggu. Beom Jin akan menenangkannya. Ayo duduklah,” katanya, menenangkan. Dan karena itu, maka Eun Hye pun kembali duduk di tempatnya.

Kemudian tepat disaat itu, Tae Seok yang berhasil menerobos para keamanan masuk ke dalam ruangan resital. Dia menyapa mereka semua dengan ramah.
“Apa yang kamu lakukan?” teriak Eun Hye, marah.
“Apa yang kulakukan? Aku mau melihat pesta buatan wanita yang macam-macam denganku,” balas Tae Seok.
“Apa? Kamu ini sudah gila, ya?” balas Eun Hye.
Tae Seok mengabaikan Eun Hye dan mendekati Do Jin. “Aku terluka, Presdir Lee. Hanya ini caraku bicara dengan Anda. Ada apa? Usai membereskan Yang Sang Bae, Anda tidak sanggup menemuiku?” tanyanya.
“Bisa diam, tidak? Kamu mau melibatkanku dengan siapa?” balas Do Jin, tajam.

“Jadi, Anda mau berpura-pura polos? Kantor Kejaksaan Seoul Pusat. Wakil Jaksa Agung Yang Sang Bae di Divisi Kriminal Tiga. Itu adalah perintah Anda, Presdir Lee Do Jin!” teriak Tae Seok dengan keras kepada semuanya.
Do Jin memperingatkan Tae Seok untuk diam, jika Tae Seok ingin selamat.
Mendengar itu, Moo Hyuk tersenyum puas.

“Kenapa Anda tidak mendengarkan selagi aku bicara baik-baik? Kenapa Anda membuatku terpaksa bersikap kasar?” tanya Tae Seok, marah.
Won Suk tersenyum mendengar itu. Tapi kemudian dia merasa terkejut, saat dia melihat kedatangan Hyun Jung bersama para  rekannya.

“Minta Yang Sang Bae mencabut tuntutan penggelapan uang rektor Universitas Woonam. Selain itu, Bu Woo. Segeralah berinvestasi sekarang,” katanya kepada Do Jin serta Eun Hye.
“Pikirmu investasiku akan menjadikan Woonam milikmu? Kamu harus tahu diri. Mimpimu hanya akan melukaimu,” balas Eun Hye, sinis.
“Jika aku terluka, begitu pula kalian berdua,” balas  Tae Seok.

Won Suk segera memberitahu Moo Hyuk bahwa ada seorang jaksa yang datang. Dan mendengar itu, Moo Hyuk memintanya untuk menghentikan para jaksa apapun caranya. Lalu dengan kesal, dia memukul meja dan terpaksa keluar dari dalam ruangan.

“Apa? Hentikan dia?” tanya Won Suk, kebingungan.
Namun Won Suk tetap melakukannya. Dia menabrak para jaksa yang datang  dan menumpahkan minuman nya kepada mereka. Lalu dia memarahi mereka.
“Kamu yang menabrakku,” kata Hyun Jung. Lalu dia mau pergi.
“Maksudku, kenapa kamu berjalan di depanku?!” protes Won Suk. Dan para rekan Hyun Jung langsung menahan Won Suk.

Do Jin menyuruh Tae Seok untuk berbicara di tempat lain. Mendengar itu, Moo Hyuk langsung berlari menurunin tangga menuju ke arah ruang resital. Tapi ternyata sesampainya dia disana, Do Jin serta Tae Seok telah pergi. Dan dia dengan segera ingin mengikuti mereka berdua.

“Gi Moo Hyuk?” panggil Hyun Jung.

Dengan terpaksa Moo Hyuk pun tidak jadi mengikuti Tae Seok serta Do Jin. “Kamu mau menangkapnya, bukan? Lee Tae Seok. Jangan sekarang. Dia hanya buntutnya. Jika menangkapnya sekarang, kepala dan tubuhnya akan lolos.”
“Buntut? Kenapa kamu ada di sini dan apa maksudmu?” tanya Hyun Jung, tidak mengerti.

“Anda ingin menjebak Han Su atas hal yang menimpa Su Ah.”
Mendengar suara itu, Moo Hyuk kembali fokus untuk mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Dan karena tidak tahan, Hyun Jung pun menyuruh para rekannya untuk menyingkirkan Moo Hyuk.
Tepat disaat itu, alat pencuri dengar milik Moo Hyuk terjatuh. Dan melihat itu, Hyun Jung mengambil nya dan menanyakan apa rencana Moo Hyuk.

“Lee Tae Seok bukanlah sponsor Jung Su Ah. Dia memanfaatkan Su Ah untuk menghibur orang lain. Ada seseorang di baliknya. Dialah yang membunuh Su Ah dan menjebak Han Su soal itu. Meski Lee Tae Seok ditangkap, dia akan segera dibebaskan. Kita harus menemukan bukti pasti dan orang yang ada di baliknya,” jelas Moo Hyuk.
“Itulah alasanmu menguping? Dengan alat ini?” tanya Hyun Jung.
“Aku harus mendengarkan untuk tahu orang di balik... “ balas Moo Hyuk. Dan Hyun Jung langsung menghancurkan alat tersebut dengan menginjaknya.
Dan So Hyun melihat mereka.


Post a Comment

Previous Post Next Post