Sunday, August 4, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 6 - part 5

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 6 – part 5

Network : OCN

Disuatu tempat. Won Suk berpakaian sangat rapi, dan duduk menunggu orang yang sedang dicarinya. Dia menghabiskan waktu dengan membaca majalah fashion disana, dan tanpa sengaja didalam majalah fashion tersebut, dia menemukan foto Su Ah.

Tepat disaat itu, target yang dicarinya datang. Jadi Won Suk pun merobek halaman majalah yang berisikan foto Su Ah. Lalu dia pergi mengikuti targetnya.

Para pendemo meminta Jong Chul agar mengundurkan diri. Mereka menyebut Jong Chul sebagai kanselir yang korup. Namun dengan tenang, Jong Chul memperhatikan mereka dari dalam mobil sambil tersenyum.

Didalam gedung. Hyun Jung dan Tn. Kim yang telah menunggu sedari tadi, mereka berdua mendekati Jong Chul yang baru masuk ke dalam gedung. Hyun Jung memperkenalkan dirinya sebagai Jaksa. Dan Tn. Kim menunjukan surat yang berisikan tunduhan penggelapan dana sekolah oleh Jong Chul.
“Dituduh? Siapa ..” katanya dengan tenang sambil tersenyum meremehkan.
“Investigasi belum dimulai. Hari ini, kami datang untuk memberitahumu. Jika kamu tidak keberatan, datanglah ke kantorku untuk bicara saat kamu sempat. Anggap saja itu sebagai konseling,” jelas Hyun Jung penuh makna. Dia menyerahkan kartu namanya, lalu pamit dan pergi.

Jong Chul segera menghubungin Tae Seok. Dan melihat itu, Hyun Jung tersenyum.

Tae Seok berjanji akan segera memeriksa apa yang terjadi dan mengabari Jong Chul nantinya. Lalu dia meminta maaf juga. Setelah itu, dia mematikan telponnya dan mengeluhkan tentang Hyun Jung yang lagi- lagi menganggunya.
“Dan dia bilang semuanya ada ditelapak tangannya,” gumam Tae Seok, mengomentari Sang Bae. Lalu dia pun menelponnya, tapi nomor Sang Bae tidak bisa dihubungin.
“Sial. Sekarang dia terang-terangan menghindariku,” keluh Tae Seok dengan kesal. Lalu dia menghubungin Do Jin, tapi nomor Do Jin juga tidak bisa dihubungin. Dengan kesal, Tae Seok tertawa dan memanggil mereka ‘bedebah’.

Moo Hyuk menjelaskan hasil penyelidikannya kepada Won Suk. Pertama Ahn Byung Ho, pergi ke penjara untuk menemui Kim Han Su. Dan mendengar itu, Won Suk bertanya untuk apa Byung Ho melakukan itu.
“Pasti atas perintah seseorang yang memberi dia sepatu kets yang sangat mahal sebagai imbalannya,” jelas Moo Hyuk, menyimpulkan.
“Astaga. Apakah Lee Tae Seok lagi?” tebak Won Suk.
Moo Hyuk kemudian menanyakan, apakah Won Suk sudah memeriksa wanita yang menemui Sang Bae. Dan Won Suk mengiyakan, berdasarkan penyelidikannya, sepertinya wanita tersebut berasal dari agensi hiburan milik Lee Tae Seok. Wanita itu merupakan mahasiswa baru di Universitas bergengsi.
“Aku sedikit menakutinya, dan katanya Su Ah adalah panggilan cepat Nol,” kata Won Suk. Dan Moo Hyuk bingung, maksud ‘nol’.

Flash back
Wanita yang bersama dengan Sang Bae tempo hari, sebut saja X. Ketika Won Suk menunjukan foto X bersama dengan Sang Bae dan menanyakan hubungan mereka berdua. Si X menjawab bahwa dia hanya nonton bersama dengan Sang Bae saja.
“Jika teman sekampusmu mengetahui ini, kamu akan digosipkan. Dan karena malu serta menyesal, kamu harus tetap menunduk di kampus sepanjang waktu. Pada akhirnya, kamu harus keluar dari kampus hebat itu,” ancam Won Suk dengan halus.

Setelah itu, Won Suk menunjukan foto majalah Su Ah. Dia menanyakan, apakah si X mengenal Su Ah. Dan si X hanya diam saja. Si X tampak masih ragu.
“Katakan apa yang kamu tahu. Maka itu akan berakhir. Kita tidak akan pernah bertemu lagi,” bujuk Won Suk dengan sangat lembut.
“Panggilan Cepat Nol. Dia gadis yang berkencan dengan pria, nomornya disimpan sebagai panggil cepat nol di ponsel Pak Lee,” jawab si X.
Flash back end
Won Suk menjelaskan bahwa tampaknya Su Ah merupakan wanita penghibur, dan dia sangat yakin. Won Suk lalu menunjukan majalah yang berisikan foto Su Ah.

“Itu berarti Lee Tae Seok bukan sponsornya. Artinya, pria yang sering berkunjung ke rumah Su Ah adalah orang lain. Si Panggilan Cepat Nol itu,” kata Moo Hyuk, berpikir.
“Mungkin,” balas Won Suk, lalu dia menghela nafas dalam. “Aku merasa makin lama ini makin besar. Model yang bertemu dengan Wakil Manajer Yang katanya bertemu dengan Panggilan Cepat Tiga. Artinya, ada Panggilan Cepat Satu, Dua, dan seterusnya.”
“Lalu siapa Panggilan Cepat Nol?” gumam Moo Hyuk. 

Tiba- tiba disaat itu sekretaris Kim menghubunginnya. Dan Moo Hyuk pun mengangkatnya. Ternyata itu adalah video call.

Tae Seok mengamuk, karena tidak diizinkan untuk menemui Do Jin. Dia mengakui bahwa dia dekat dengan Do Jin, tapi para keamanan tidak mau membiarkannya untuk masuk. Sehingga Tae Seok pun berteriak dan membuat keributan disana.
“Pak Lee! Anda ada di kantor, bukan? Ini aku, Lee Tae Seok! Aku ingin berbicara dengan Anda!” teriak Tae Seok.

“Buat janji dan kembali. Jika kamu terus membuat keributan, aku akan memanggil polisi,” kata pihak keamanan dengan tegas sambil memelintir tangan Tae Seok.
Dengan kesal, Tae Seok pun menghancurkan vas bunga yang ada disana. Lalu dia segera pergi darisana.
Asisten Kim memperlihatkan semua kejadian tersebut melalui video call kepada Moo Hyuk. Lalu setelah selesai, dia mematikan video call nya.

Won Suk merasa heran apa yang terjadi sebenarnya, karena setahunya Lee Do Jin dan Lee Tae Seok bekerja sama. Dan Moo Hyuk menebak, buruknya hubungan mereka berdua, itu pasti karena persidangan Kim Han Su dan Jung Su Ah.
“Panggilan Cepat Nol. Gadis yang diikuti oleh sang putra dan ayahnya.. “ tebak Moo Hyuk sambil memperhatikan semua catatannya lagi.

Diruangan foto. Ki Hoon memperhatikan semua foto nya yang ada disana. Dia menatap tajam foto Su Ah yang sedang berada dikolam berenang bersama dengan seorang pria, lalu dia mengingat kembali perkataan Ye Ri mengenai Tae Seok.
“Siapa itu?” gumamnya, bertanya.

Jae Woo menghubungin Ki Hoon dan memberitahukan tentang Tae Seok yang barusan datang ke kantor untuk menemui Do Jin, Ayah Ki Hoon. Namun Tae Seok tidak diizinkan untuk masuk dan diusir. Karena Do Jin menolak untuk bertemu.
“Bagaimana dengan permintaanku?” tanya Ki Hoon.

“Aku masih mencari tahu. Aku masih belum mengerti kenapa kamu mencemaskannya,” jawab Jae Woo.
“Aku hanya penasaran. Kenapa? Tidak boleh?” balas Ki Hoon, ketus.
“Tidak. Tentu saja tidak. Kalau begitu, akan kukirimkan apa yang ada di firma lebih dulu,” jawab Jae Woo dengan cepat.
Setelah selesai bertelponan dengan Jae Woo. Ki Hoon diam dan memperhatikan sesuatu yang ada di hapenya, lalu setelah itu dia tertawa dengan gembira.
Tae Ra berlatih bermain piano dengan penuh emosi.

Flash back
Tae Ra memergoki Beom Jin yang sedang berduaan dengan Su Ah didalam kamar. Beom Jin dan Su Ah tampak sangat dekat. Dan melihat itu, Tae Ra merasa syok.
Flash back end

Su Ah berhenti bermain piano dan menghubungin Ibunya. “Ibu, aku mau pembalik halaman baru.”
“Apa? Apa maksudmu? Bukankah Beom Jin yang melakukannya?” tanya Ibu, heran.
“Maksudku, aku mau orang lain, bukan Beom Jin. Kurasa resitalku akan kacau jika dia ada di sebelahku,” teriak Su Ah, lalu dia mematikan hape nya. Dan memukul tuts piano di hadapannya.
Diatas atap. Ye Ri menghubungin Kwang Shik, dia meminta Kwang Shik untuk berusaha mencari tahu data tentang Kang Jae. Karena pasti ada informasi di suatu termpat tentang Kang Jae.
“Dengar, ini aneh. Tidak ada jejaknya di mana pun. Dia seperti hantu,” jelas Kwang Shik dengan nada merinding.
“Masa bodoh! Entah bagaimana caranya, lakukan apa pun yang perlu untuk mencari tahu. Paham? Itu satu-satunya caraku bisa debut,” balas Ye Ri. Lalu dia mematikan telponnya.

Ketika Ye Ri berbalik untuk pergi darisana, dia terkejut melihat Beom Jin ternyata berada di belakang nya sedari tadi.
“Kenapa kamu berteriak di telepon di atap sepi?” tanya Beom Jin.
“Tidak apa-apa. Aku bertelepon dengan teman,” jawab Ye Ri, canggung.
“Perlu kubantu? Aku akan membantumu, jadi beri tahu aku. Apa yang membuatmu kesal?” tanya Beom Jin, menawarkan bantuan.

Moo Hyuk masih memikirkan tentang Do Jin serta Ki Hoon. Jika panggilan cepat Nol adalah Lee Do Jin, maka semua misteri mulai masuk akal baginya. Mulai dari menerima kasus Han Su meskipun tidak menghasilkan uang, sampai menyalahkan semua kepada nya saat semuanya kacau, dan membuat izin praktik nya dicabut.

“Benar. Itu semua masuk akal,” kata Won Suk setuju, sambil makan dengan tenang.
Tiba- tiba disaat itu, Ye Ri menelponnya. Jadi Moo Hyuk pun menjawabnya.

“Pak Gi. Aku mendapat informasi penting. Di ruang klub fotografi, ada foto seorang pria pergi ke rumah Su Ah,” kata Ye Ri, memberitahu.
Moo Hyuk : “Seorang pria? Maksudmu Lee Tae Seok?”
Ye Ri : “Tidak. Mereka bilang itu orang lain, bukan Kepala Pelayan Lee.”
Moo Hyuk : “Besok kita harus memeriksanya.”
Ye Ri : “Mereka tampak curiga, jadi, mungkin fotonya dibuang.”
Moo Hyuk mengiyakan perkataan Ye Ri. Setelah itu dia mematikan hape nya dan memandangin foto Ki Hoon.

So Hyun masih berada di sekolah. Dia membuat surat petisi untuk Byung Ho, dan akhirnya dia berhasil menyelesaikan itu.
Moo Hyuk datang ke ruangan klub fotografi.
Seorang siswa pria berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan.

Didalam ruangan foto. Moo Hyuk merasa sesak, seolah ada sesuatu yang aneh dengan ruangan tersebut. Dia memperhatikan satu persatu foto yang ada, mencari tahu foto mana yang Ye Ri maksud. Dan akhirnya dia menemukan satu foto yang aneh disana. Itu adalah foto dirinya sewaktu menjadi pengacara.

Dan saat mencabut foto tersebut dari gantungan. Api muncul dan menyebar disepanjang tali. Sehingga ruangan itu pun terbakar. Dan Moo Hyuk terkurung di tempat tersebut.
Seorang pria memperhatikan kebakaran itu dari ruangan kelas.

Diatas atap. Ye Ri juga memperhatikan kejadian tersebut. “Sudah ku peringatkan untuk tidak mengejarku,” gumamnya dengan tangan gemetar.

No comments:

Post a Comment