Monday, August 26, 2019

Sinopsis K- Drama : Love Alarm Episode 1 - part 1

4 comments


Numpang Iklan Sejenak, All ๐Ÿ˜Š
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

=====

Sinopsis K- Drama : Love Alarm Episode 1 – part 1
Network : TvN dan Netflix

Nyatakan Cinta dengan Love Alarm di hari Natal. Sudah 1.530 hari sejak Love Alarm diluncurkan.
Di pusat kota. Semua orang memandang ke arah langit, dimana awan putih membentuk sebuah bulatan besar kecil dan di tengah nya terdapat sebuah bentuk hati yang sangat indah.
Mereka terpesona dengan awan tersebut. Dan memotret nya. Sementara Kim Jo Jo memandang dengan raut biasa saja.

Di dunia ini, kamu tidak bisa menyembunyikan rasa cinta.
Jo Jo memperhatikan seorang pria, Hwang Sun Oh, yang berada di seberang jalan, pas di depannya. Lalu ketika lampu penyebrangan sudah hijau, semua orang pun mulai menyebrang. Kecuali, Jo Jo.

Namun ketika seseorang menabraknya, barulah Jo Jo tersadar dan berjalan menyebrang jalan. Kemudian sebuah hape berbunyi, dan semua orang langsung melihat ke hape mereka masing- masing.

Love Alarm. Tidak ada yang menyukaimu dalam radius 10 meter. Itu notifikasi yang tertulis di hape setiap orang. Sementara di hape Jo Jo, tertulis Love Alarm. Ada yang menyukaimu dalam radius 10 meter.’

Membaca notifikasi itu, Jo Jo memandang ke arah Sun Oh yang sedang bersama dengan Ye Hyeong. Dan dengan gugup, Jo Jo berjalan, dan dia berpapasan dengan Su Oh serta Ye Hyeong yang menyebrang jalan juga.
Episode 1 : The Flash of Lightning Before It Thunders
Empat tahun lalu. Tujuh hari usai peluncuran Love Alarm.
Sebuah app bernama Joalarm sudah diunduh oleh 9,3 – 9,4 juta orang.

Disebuah arena es skating. Jo Jo bermain dengan ceria bersama kedua temannya. Lalu kemudian, tiga orang pria datang, dan melihat itu dengan bersemangat mereka mulai membicarakan app love alarm.
“Ji Yeon, Love alarm mu menyala?” tanya Jang Go. Dia menunjukan jarak radius 10 meter, kira- kira di dekat mana. Lalu dia dan Jo Jo menyuruh Ji Yeon untuk mendekat ke sana.

Dengan malu- malu, Ji Yeon pun meluncur ke dekat jarak tersebut. Dan pria, Seong Jun, yang ditaksirnya juga meluncur ke arah yang sama. Lalu tepat disaat itu, app mereka berbunyi keras. Seseorang yang menyukaimu membunyikan Love Alarm.
Melihat keberhasilan mereka berdua, Jo Jo serta Jang Go ikut merasa senang. Begitu juga dengan semua orang yang melihat.
Jang Go kemudian, menanyakan kapan kira- kira ada yang membunyikan Love alarm nya. Dan Jo Jo memuji nya, menurutnya Jang Go mempunyai senyuman yang manis.
“Semanis apa? Katakan,” tanya Jang Go, senang.
“Ah, lupakan,” balas Jo Jo, tidak mau menjawab.
Dalam perjalanan pulang. Jang Go menanyakan, kenapa di hape Jo Jo tidak ada app Love alarm, bahkan hape Jo Jo tidak kompatibel untuk menginstalnya. Jika begitu, maka Jo Jo tidak akan bisa membunyikan Love alarm dengan Il Sik. Dan Jo Jo menjawab bahwa dia tidak butuh app itu.
“Kenapa tidak minta ponsel baru pada Ibumu?” tanya Jang Go. “Ah, aku juga ingin pisah rumah dari Ibu sepertimu. Bibimu tidak pernah cerewet, ya?”
“Gul- mi yang cerewet,” jawab Jo Jo sambil tertawa.
Jang Go kemudian menanyakan, apakah saat  acara wisata sekolah nanti Jo Jo akan pergi ke jeju. Jika iya, maka dia serta Il-sik juga ingin ikut, dan memakan masakan Ibu Jo Jo. Tapi Jo Jo langsung mengalihkan pembicaraan, dia menyuruh temannya itu untuk cepat pergi, jika tidak maka Jang Go akan terlambat.

“Benar juga. Kamu harus pindah ke akademi ku bulan depan, ya?” kata Jang Go.
“Ya. Dah,” balas Jo Jo sambil tersenyum dan melambaikan tangan.

Jo Jo masuk ke dalam gedung akademi melalui pintu depan. Dan keluar melalui pintu ke belakang. Lalu dia berjalan di jalanan yang ramai.

Sun Oh sampai di bandara, dan temannya, Min Jae, yang datang menjemput memberikan jaket kampanye orange bertuliskan ‘Nomor 1 Hwang Jae Cheol’ kepadanya. Min Jae menjelaskan bahwa Nyonya Jeong yang memintanya. Dan Sun Oh pun langsung melepaskan baju yang dipakainya di depan orang ramai.
Melihat badan berotot milik Sun Oh yang luar biasa. Banyak orang merasa kagum dan memujinya tampan.

Di dalam mobil. Sun Oh mengirimkan pesan berkali- kali kepada seseorang. Dia menanyakan, orang itu sedang apa. Tapi tidak ada balasan.
“Dahulu, dia nomor 3. Dia bayar berapa banyak?” tanya Sun Oh. Dan Min Jae yang sedang menyetir hanya diam saja.

“Aku Hwang Jae- Cheol, kandidat nomor satu dari Partai Masa Depan Korea! Aku mau berbagi visi dan misiku dengan kalian semua,” kata Jae Cheol kepada para pendukung nya. Dan melihat itu, dengan malas Sun Oh turun dari mobil.
“Min Jae. Mana Hye yeong? Dimana dia sekarang?” tanya Sun Oh.
Jo Jo berganti pakaian. Dia menaruh seragam sekolahnya ke dalam plastik tebal, lalu memasukan nya ke dalam lemari. Kemudian dia memakai apron hijau.
Jo Jo melayani para tamu yang datang ke restoran. Dia mengantarkan pesanan dan membersihkan meja.

Lee Hye Yeong yang bekerja di restoran tersebut juga. Dia tersenyum memperhatikan Jo Jo dari jauh.

Min Jae mengantarkan Sun Oh ke restoran barbeque. Dia menjelaskan bahwa Hye Yeong berkerja sambilan di sana. Mendengar itu, Sun Oh terkejut, karena dia tidak tahu. Dan dengan gugup, Min Jae mengatakan bahwa dia mengira kalau Hye Yeong sudah memberitahu Sun Oh.

Tepat disaat itu, Hye Yeong keluar dari toko sambil merokok. Melihat itu, Sun Oh bergumam bahwa ternyata Hye Yeong juga merokok, kemudian dia pun menghubungin Hye Yeong. Tapi tidak di angkat.



Ketika Jo Jo keluar dari restoran, Hye Yeong langsung mengikutinya dengan sepeda. Dan Min Jae berteriak memanggilnya, tapi Sun Oh segera menghentikannya.
Hye Yeong tersenyum memperhatikan Jo Jo dari belakang. Dan dibelakangnya, Sun Oh serta Min Jae mengikuti nya dengan mobil.

Jo Jo duduk di halte bus. Dia mengambil brosur yang ada di bangku, dan melipatnya menjadi origami. Melihat itu, Hye Yeong tersenyum lagi, dia berdiri agak sedikit jauh dari halte bus.


Jo Jo membuat origami katak, dan memainkannya sambil tersenyum senang. Sun Oh serta Min Jae memperhatikan mereka berdua dari dalam mobil.

Ketika bus datang, Jo Jo masuk ke dalamnya. Dia duduk di pinggir bus, dan membuka jendela untuk menikmati pemandangan malam. Dan tepat disaat itu, matanya berpandangan dengan Sun Oh yang juga balas memandangnya.

Hye Yeong pulang menaiki sepeda. Dan Min Jae serta Sun Oh mendekatinya. Hye Yeong dengan ramah memuji betapa tingginya Sun Oh sekarang. Dan Sun Oh membalas bahwa Hye Yeong lah yang tidak ada bertumbuh. Kemudian dia menanyakan, kenapa Hye Yeong mengabaikan telpon dan pesannya.
“Kubelikan kesukaanmu,” kata Hye Yeong sambil menunjukan mie pedas yang dibelinya.
“Kenapa pulang malam? Kamu tahu aku pulang hari ini.”
“Aku kerja sambilan di restoran barbeque.”

“Apa hanya itu?” tanya Sun Oh, curiga. Dan Hye Yeong mengiyakan, lalu dia merangkul bahu Sun Oh dan menanyakan bagaimana di amerika. Tapi Sun Oh tidak menjawab dan malah meminta Hye Yeong untuk berhenti bekerja saja. Mendengar itu, Hye Yeong pun berhenti berjalan.
“Istirahatlah,” kata Hye Yeong, lalu dia berjalan pergi duluan.


Jo Jo menjaga supermarket sambil mengerjakan tugasnya. Kemudian tepat jam 00:00. Dia mengambil makanan- makanan yang sudah hampir kadaluarsa. Dan memakan nya dengan lahap.

Pagi hari. Seorang wanita (Pelayan rumah Sun Oh) masuk ke dalam kamar dan membangunkan Hye Yeong. Dia menyuruh Hye Yeong untuk membangunkan Sun Oh, karena Nyonya Jeong sudah bangun. Dan Hye Yeong pun mengiyakan.
Lalu Hye Yeong menendang Sun Oh dari tempat tidur agar terbangun. Dan dengan kesal, Sun Oh pun menyerang nya dengan selimut.

Disekolah. Para murid wanita merasa terpesona melihat betapa tampannya Sun Oh. Sehingga Love alarm di hape Sun Oh terus berbunyi.
Di ruang klub. Il Sik membangunkan Jo Jo yang sedang tidur, dia menanyakan bagaimana bantingannya dalam karate barusan. Dan Jo Jo menjawab kalau Il Sik keren, walaupun dia tidak ada melihatnya.

Il Sik lalu dengan gembira menunjukan app Love Alarm yang sudah di unduhnya, dia menanyakan kapan Jo Jo akan mengunduhnya juga. Karena dia ingin menunjukan bunyi alarm mereka pada orang lain.
“Kenapa harus begitu?” tanya Jo Jo.
“Semua orang melakukannya. Pasti seru,” jawab Il Sik.

Jang Go datang dan memanggil Jo Jo yang di suruh ke ruang guru. Dan Il Sik protes sebab Jang Go menganggu waktu mereka. Dan Jang Go mendorongnya, karena Il Sik bau keringat. Melihat itu, Jo Jo tertawa dan pergi begitu saja.
Ditangga. Jo Jo berpapasan dengan Sun Oh. Mereka berdua saling diam dan berpandangan selama sesaat. Lalu setelah itu mereka jalan berpisah.

Guru menanyakan, apakah karena Jo Jo berasal dari pulau Jeju, maka Jo Jo tidak mau kesana. Dan Jo Jo mengiyakan. Karena wisata itu tidak wajib, maka si guru pun memaklumin alasan Jo Jo. Lalu dia menanyakan, kenapa  Jo Jo tidak makan siang. Dan Jo Jo menjawab bahwa dia sedang diet untuk menjaga bentuk tubuhnya.
Mendengar itu, si guru tertawa. Lalu dia mermpersilahkan Jo Jo untuk pergi.

Guru wali kelas Jo Jo : “Bu Lee. Kamu kenal sepupu nya Jojo, kan? Gadis yang tinggal bersamanya? Murid dikelas mu, kan?”
Bu Lee : “Gul- Mi?”
Guru wali kelas Jo Jo : “Dia bayar makan siang sekolah?”
Bu Lee : “Ya. Dia bayar.”
Si guru kemudian memeriksa surat izin wisata sekolah milik Jo Jo yang tidak ada ditanda tangan, karena tidak ikut.
Jo Jo duduk merenung di bangku sekolah.

Seorang gadis berbaju merah berjalan di tanah yang luas sendirian.

Jang Go menghampiri Jo Jo, dan menunjukan foto Sun Oh yang begitu tampan. Dia menjelaskan kalau Sun Oh adalah model seventeen, dan Jeong Mi Mi adalah Ibunya Sun Oh. Dan Jo Jo menjawab bahwa menurutnya Sun Oh biasa saja.

Jang Go kemudian mengambil kimbap makan siang milik Jo Jo. Dan dengan gugup, Jo Jo bertanya apakah itu enak. Dan Jang Go mengiyakan. Mendengar itu, Jo Jo merasa lega dan tertawa.

Sun Oh berdiri di pinggir lapangan. Dia mengirimkan pesan agar Hye Yeong cepat datang. Dan kemudian, pas disaat itu, sebuah bola tidak sengaja melayang ke arahnya, karena salah tendang. Namun untungnya, Hye Yeong datang dan melindunginya dari bola itu.

“Aduh, punggungku,” keluh Hye Yeong. “Kenapa tidak menghindar?”
“Sebab ada kamu,” jawab Sun Oh.
Hye Yeong kemudian menendang bola itu kembali ke lapangan, dan memarahi para pemain yang salah menendang. Lalu Hye Yeong menanyakan, bagaimana rasanya kepada Sun Oh saat Love Alarm terus berbunyi. Dan Sun Oh merasa biasa saja. Sementara Hye Yeong sendiri tidak ada menginstal app tersebut.


Tepat disaat itu, terdengar suara teriakan Il Shik yang memanggil nama Jo Jo. Dan mendengar itu, Hye Yeong langsung memandang ke arah itu.
“Pasang Love Alarm,” kata Sun Oh, menyarankan. Karena menyadari tatapan Hye Yeong kepada Jo Jo.
“Hei, nanti alarmku tak akan berhenti berbunyi,” balas Hye Yeong.
“Pasang saja agar aku tahu orangnya. Lalu ku bentak dia, Beraninya menyukai Hye Yeong?" jelas Sun Oh. Dan Hye Yeong mengatainya stalker sambil tertawa.

Jo Jo memandangin Duk Gu yang sedang memandang ke arah langit.
Tepat jam 12:30 hape Duk Gu berbunyi. Dan awan berbentuk lingkaran besar kecil dengan hati di tengahnya muncul dilangit. Melihat itu, semua orang merasa kagum dan langsung memotret dengan kamera hape mereka.

Duk Gu memperhatikan Gul Mi dari jauh. Dia tersenyum senang, melihat wajah bahagia Mi Mi saat melihat awan di langit.

Mata Jo Jo bertemu dengan mata Sun Oh. Mereka saling memandang. Tapi moment tersebut terhalangin oleh Il Sik yang mengajak Jo Jo bicara.

Pulang sekolah. Para murid sibuk mencari pasangan, saat hape mereka berbunyi. Mereka saling  memeriksa hape satu sama lain.

Kedua teman Gul Mi membahas tentang awan yang mereka lihat barusan. Awan itu menandakan sepuluh juta unduhan. Dan mereka berdua merasa seolah awal itu memberikan sinyal kepadanya.
“Hei, sadarlah. Jika itu sinyal, pasti untukku,” kata Gul Mi, sombong.



Tepat ketika itu, Sun Oh berjalan melewati mereka. Dan Gul Mi merasa terpesona kepadanya, jadi dia berniat untuk mengunduh Love Alarm juga. Namun saat Guk Du yang lewat dan tidak sengaja menyenggol, mereka bertiga mengabaikannya dan berjalan pergi begitu saja.
Sun Oh mengajak Hye Yeong untuk nonton pertandingan bersama besok. Tapi Hye Yeong menolak, karena dia harus bekerja besok. Dan Sun Oh pun menyuruh Hye Yeong untuk berhenti saja, tapi Hye Yeong tidak mau dengan alasan dia menginginkan sepeda baru.
“Pakai sepedaku,” kata Sun Oh.
“Aku takut naik sepedamu yang semahal mobil,” balas Hye Yeong.

Sun Oh menawarkan diri untuk membelikan sepeda yang lain. Dan Hye Yeong bertanya, kenapa Sun Oh selalu mau membelikan nya sesuatu, kepadahal dia tidak bekerja untuk keluarga Sun Oh. Mendengar itu, Sun Oh terdiam.

Kemudian saat Su Oh melihat Jo Jo. Dia menyuruh Min Jae untuk mengikutinya, karena Jo Jo adalah gadis yang Hye Yeong sukai. Dan Hye Yeong tidak bisa menyangkali hal itu.
“Meski tanpa Love alarm, kentara sekali,” komentar Sun Oh, tidak senang. Dan Min Jae pun mengikuti perintah Sun Oh untuk mengikuti Jo Jo.


Jo Jo masuk ke sebuah supermarket. Dan melihat itu, Min Jae mengomentari selera bagus Hye Yeong dalam memilih gadis. Sun Oh pun ikut menambahkan, dia mengatakan bahwa Hye Yeong memiliki selera yang tinggi. Mendengar itu, Hye Yeong hanya diam saja sambil meremas tangannya menahan rasa kesal.
Kemudian saat tidak tahan lagi, maka Hye Yeong pun keluar dari mobil. Dan Sun Oh mendekatinya.
“Dia punya kekasih. Kamu pasti tahu. Mereka jelas saling menyukai,” kata Hye Yeong.
“Tak semua pasangan begitu,” balas Sun Oh.

4 comments: