Tuesday, January 7, 2020

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 26

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart

“Beberapa hari ini kami berjaga di lokasi yang ditunjukkan oleh GPS handphone Han Bing. Dan melihat seseorang yang mirip dengan tersangka. Jadi kita melakukan pemeriksaan di tempat sekitar nya dan menemukan tempat persembunyiannya,” jelas Gao Sheng. Kepada semua rekan dan petugas polisi.
Kemudian mereka semua pun bergerak ke tempat Prof. Wu.
Dirumah  Sheng Pei (Prof. Wu). Semua petugas memeriksa seluruh isi rumah dengan teliti. Dan saat Gao Sheng menemukan sebuah kartu nama dia merasa heran apa itu.


Xiao Jiang memanggil Gao Sheng dan menunjukkan banyak nya handphone serta sebuah kamera di dalam kamar rahasia Prof. Wu. Dan saat Gao Sheng memeriksa ruangan tesebut dengan lebih teliti, dia menemukan sebuah tempat kecil yang di tutupi oleh tirai hitam. Lalu saat dia membuka tirai tersebut, tampak lah semua hasil penyelidikan Prof. Wu tentang mereka selama ini.

“Orang ini memiliki kemampuan yang sangat hebat. Dia bahkan sudah melacak keberadaan kita,” komentar Xiao Jiang, saat melihat itu.
“Periksalah tempat ini,” kata Gao Sheng sambil memberikan kartu nama yang di temukannya. Dan Xiao Jiang pun langsung mengiyakan.
Gao Sheng menceritakan hal tadi kepada Yifei. Dan Yifei merasa heran, ada satu hal yang masih belum dia ketahui, yaitu motif pembunuhan Prof. Wu pada teman sekelas dan guru Xin Rui. Juga apa yang sebenarnya terjadi 15 tahun lalu.

“Kami menemukan nya di tempat persembunyian Li Sheng Pei. Banyak yang tertulis di sini. Lihat saja, kamu sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Li Xin Rui 15 tahun lalu,” jelas Gao Sheng sambil memberikan sebuah buku diary kepada Yifei. Dan Yifei pun membaca itu.

Han Bing terbangun. Dan dia teringat saat Yifei mencium dahi nya saat mereka berada di dalam hutan bambu. Mengingat itu, Han Bing tersenyum senang. Kemudian Han Bing mengambil hape nya yang masih tercas. Dan saat dia baru saja membuka hape nya, dia melihat ada begitu banyak komentar untuk dirinya. Lalu dia pun membaca apa yang Han Xue tulis di internet.

Xiao Shen masuk, dan saat dia mendengar suara Junior Dokter di hape Han Bing. Dia langsung tahu apa yang sedang Han Bing lihat. Jadi dia pun segera merebut hape Han Bing.


“Apa ini?” tanya Han Bing, terkejut.
“Bukan kamu yang melakukannya. Han Xue yang melakukannya. Jadi kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini bukan salah mu,” jelas Xiao Shen dengan cepat.
“Aku yang menyebarkan masalah Ayah Yifei. Aku menyebarkannya dengan tanganku sendiri.”
“Bukan kamu yang melakukannya. Han Xue yang melakukannya, bukan kamu,” tegas Xiao Shen.
Han Bing menanyakan, bagaimana kondisi Ayah Yifei sekarang. Dan Xiao Shen tidak mau memberitahu. Dengan emosi, Han Bing berteriak dan bertanya, apa yang sebenarnya terjadi. Lalu dia segera merebut kembali hape nya dan menonton video Junior Dokter sampai habis.

Senior Yifei datang. Dan Xiao Shen segera menceritakan apa yang terjadi. Dengan tenang, Senior meminta Xiao Shen untuk keluar terlebih dahulu.
Han Bing mengambil pakaiannya dan ingin pergi, karena dia harus bertemu dengan Yifei. Namun Senior segera menghentikan Han Bing dan menanyakan siapa Han Xue. Dan Han Bing langsung menjawab bahwa itu adalah adik nya yang sudah meninggal.

“Apakah kamu dapat melihat nya? Bagaimana caranya kamu bertemu dengan orang yang sudah meninggal? Apa kamu tidak pernah merasa curiga bahwa dia bukan adik mu?” tanya Senior.
“Apa maksud mu?” balas Han Bing, tidak mengerti.
Tanpa mengatakan apapun, Senior menunjukkan sebuah video kepada Han Bing. Itu adalah video tentang perkembangan kondisi Han Bing saat berada di sini. Dan Han Bing pun melihat nya.

Didalam video itu. Han Xue berteriak. Dia menanyakan, dimana dirinya sekarang dan apa yang mereka kataktan, serta apa yang sebenarnya mereka ingin lakukan padanya. Han Bing terkejut melihat video tersebut. “Apa ini aku sendiri?”
“Dalam jangka waktu yang pendek. Kamu sering sekali menunjukkan gejala seperti ini. Ini adalah dua kepribadian mu yang bertentangan,” jelas Senior.
“Dua kepribadian?”
“Han Bing, kamu memiliki kesulitan dalam membedakan dirimu sendiri. Apakah kamu sama sekali tidak pernah merasa curiga?”

Han Bing tidak bisa mengerti dan tidak bisa menerima semua kenyataan yang ada. Dia mengamuk dan mengatakan bahwa Han Xue adalah benar adik nya. Jadi dia tidak seperti yang Senior katakan. Dia tidak mengidap penyakit kepribadian ganda.
Mendengar teriakan Han Bing, Xia Shen merasa khawatir. Tapi dia tetap berdiri diluar kamar dan menunggu sampai Senior keluar.

Ketika Senior keluar. Dia langsung memberitahu Xiao Shen bahwa mulai sekarang Han Bing hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. Lalu dia pun pergi.

Xiao Shen masuk ke dalam kamar dan melihat Han Bing yang sedang duduk di dekat tempat tidur dengan tatapan kosong. “Han Bing,” panggil nya.
“Dimana Yifei?”
“Dia bilang dia pergi membereskan barang Ayahnya. Apa kamu mau aku memanggil nya ke sini?”
“Tidak. Kita pulang saja. Aku ingin makan dirumah,” jawab Han Bing.


Han Bing kemudian berdiri dan keluar dari dalam kamar. Dengan segera Xiao Shen mengambil kan  barang- barang milik Han Bing yang berserakkan di lantai dan langsung mengikuti nya keluar dari rumah sakit. Dengan perhatian dia memakaikan Han Bing mantel dan memeluk bahu nya.
“Xiao Shen, terima kasih. Aku ingin berterima kasih padamu. Terima kasih banyak. Satu hal lagi, maaf,” kata Han Bing sambil menangis. “Ayo kita pulang,” ajak nya kemudian. Dan tanpa mengatakan apapun Xiao Shen pun mengikuti nya pulang.

Dirumah. Han Bing makan dengan sangat lahap. Dan Xiao Shen diam memperhatikannya.

Yifei merasa heran dan cemas saat melihat Han Bing sudah tidak ada di rumah sakit. Melihat kedatangan nya, Senio menghampiri Yifei dan memberitahu bahwa dia sudah mengatakan segalanya pada Han Bing. Karena menurutnya inilah waktu yang tepat untuk memberitahukan kebenaran kepada Han Bing.
“Kalau begitu bagaimana kondisi nya sekarang?”
“Seperti yang sudah diprediksi. Dia bukan tidak menyadari bahwa dia memiliki dua kepribadian. Hanya saja dia tidak bersedia untuk mengakuinya. Dia sangat tegar, dia pasti bisa menghadapi nya,” jelas Senior. Dan Yifei pun mengerti.

Yifei ingin pergi menemui Han Bing. Tapi Senior langsung menghentikannya dan mengingatkan Yifei tentang kondisi Han Bing yang sudah tahu mengenai Prof. Kong. Namun Yifei tetap ingin pergi menemui Han Bing. Dan Senior pun tidak menghentikannya lagi.

Han Bing duduk diam di dalam kamar nya dan merenung. Kemudian setelah cukup lama merenung, dia  berlari keluar dari dalam kamar. Dan menuju ke apatermen Yifei.
Tepat disaat Han Bing pergi, Yifei berlari ke arah rumah Han Bing untuk menemui nya.




Yifei ragu untuk mengetuk pintu rumah Han Bing.
Han Bing memencet bel apatermen Yifei berkali- kali, lalu karena tidak ada jawaban, maka dia pun mengedor- ngedor pintu rumah Yifei. Saat masih tidak ada jawaban juga, Han Bing ingin menelpon Yifei saja, tapi dia baru sadar bahwa dia tidak ada membawa hape nya. Jadi dia pun duduk di sana dan menunggu.


Yifei ragu untuk menelpon Han Bing. Jadi dia pun memutuskan untuk pulang. Dan sesampainya dia di depan apatermen nya sendiri. Dia tersenyum senang, karena melihat Han Bing ada disana.

Dengan lembut, Yifei menyentuh Han Bing. Dan Han Bing pun terbangun. Lalu Han Bing berdiri, tapi karena sudah terlalu lama duduk di sana, maka sekali dia ingin berdiri dia langsung kehilangan keseimbangan nya dan hampir saja terjatuh. Untungnya, Yifei segera menangkap dan menahan nya sehingga Han Bing tidak terjatuh.
Kemudian tanpa mengatakan apapun, Yifei mengendong Han Bing ke dalam kamar nya. Dan dia membaring kan Han Bing di tempat tidur nya.


“Tubuhmu sekarang sangat lemah. Tidurlah sebentar lagi. Jangan memikirkan apapun. Tidurlah dengan nyenyak. Kita akan mengobrol lagi kalau kamu sudah bangun,” jelas Yifei dengan lembut.
Namun Han Bing tidak bisa tidur. “Yifei. Aku …”
“Tidak apa- apa. Tidak ada masalah. Tidak peduli bagaimana sifatmu. Aku tidak keberatan. Aku mengatakan yang sebenarnya,” kata Yifei, menenangkan.


Han Bing masih merasa tidak nyaman. Dia merasa tidak pantas untuk Yifei dan tidak pantas untuk mencintai seseorang. Dengan lembut Yifei memegang kedua tangan Han Bing dan menyakin kan nya. “Aku membutuh kan mu. Sangat membutuhkan mu.”
Han Bing menangis. Dan Yifei memeluknya, dia membiarkan Han Bing untuk menangis sampai hati Han Bing terasa nyaman. Dengan sedih Han Bing pun balas memeluk Yifei dan menangis di dalam pelukannya. Dia menangis tersedu- sedu.


Pagi hari. Saat Yifei bangun. Han Bing sudah tidak ada di samping nya. Yang ada hanyalah sebuah catatan kecil yang di tinggalkan oleh Han Bing di atas meja. 
Yang paling menyakitiku adalah aku tidak pantas mencintaimu. Aku bersalah padamu. Aku tidak bisa tetap berada di sisimu. Aku tidak bisa memaafkan kepribadianku yang lain. Han Xue. Aku ingin pergi ke tempat dimana tidak ada seorang pun yang mengenalku. 
Yifei berlari sekencang mungkin.

Han Bing naik bus menuju suatu tempat yang ntah dimana. Seiring berjalan nya waktu. Setelah aku merasa pantas untuk mencintaimu. Aku akan kembali lagi. Maafkan aku. Terima kasih. Aku mencintaimu.

Yifei tidak berhasil menemukan dimana Han Bing.

Xiao Shen juga mendapatkan surat dari Han Bing. Dan dia menangis saat membaca surat itu. “Dasar bocah itu,” keluh nya.

Xiao Shen menemui Gao Sheng dan memberitahu nya bahwa sekarang Han Bing sudah pergi, karena Han Bing sudah mengetahui semuanya. Jadi dia ingin meminta bantuan Gao Sheng untuk membantu nya mencari Han Bing. Sebab Han Bing tidak memiliki teman dan tidak ada orang yang menjaga Han Bing, karena itu dia memohon supaya Gao Sheng mau membantu nya.

Gao Sheng memeluk Xiao Shen dan menepuk- nepuk pelan punggung nya. “Jangan menangis. Tenang saja,” hibur nya. Dan Xiao Shen menangis di dalam pelukannya.

Yifei datang ke tempat kenangan nya bersama dengan Han Bing. Tapi disana dia juga tetap bisa menemukan Han Bing. Malahan disana dia merasa sedih ketika teingat akan kenangan bahagia nya bersama dengan Han Bing.
Yifei melanjutkan pencariannya. Tapi dia tetap tidak bisa menemukan Han Bing. Dengan frustasi dia berteriak memanggil nama Han Bing. Tapi tentu saja tidak ada jawaban.

Yifei melihat boneka beruang dari Han Bing. Dan dia mengingat kata- kata bersemangat dari Han Bing untuk nya. Sehingga dia pun mulai fokus dalam bekerja lagi.

“Saat mereka keluar dari asrama untuk pergi ke taman bermain,” pikir Yifei. Lalu dia teringat tentang apa yang dilihat nya dari Guru Lin dulu, saat dia pernah memegang tangan Guru Lin yang sedang koma. “Tidak seharusnya kita pura- pura tidak melihat? Apa maksud nya?” gumam Yifei, berpikir.

Yifei terus berpikir dan bekerja sampai malam. Dia berusaha mencari tahu tentang apa yang sebenar nya terjadi kepada Li Xin Rui 15 tahun lalu. “Li Xin Rui pulang ke rumah sendirian. Murid yang lain kembali ke asrama bersama Guru Lin. Waktu dimana Li Xin Rui mengalami kecelakaan. Waktu ketika mereka pulang.”
Yifei membaca banyak artikel mengenai sekolah Xin Rui dulu. Dia terus mencari tahu baik di internet sampai di majalah. Dia melakukan semua itu sampai dini hari.
Yifei menelpon Gao Sheng dan menjelaskan bahwa dia ingin tahu ketika Xin Rui mengalami kecelakaan, apakah Guru Lin dan murid yang lain ada disana juga. Petunjuk yang dimilikinya sekarang adalah buku diary milik Sheng Pei. Dan Gao Sheng mengerti. Dia membaca buku diary milik Sheng Pei.
“Kalau dipikir- pikir dari asrama menuju ke tempat bermain …”

“Disana. Saat itu mereka disana,” sela Gao Sheng, menjelaskan.


Flash back
Setelah keempat murid yang membully Xin Rui telah selesai bermain di tempat bermain. Salah satu dari mereka melihat bahwa seperti nya ada kecelakaan lalu lintas dan orang yang terkena kecelakaan itu tampak seperti Xin Rui.
Tapi karena Guru Lin sudah menunggu mereka di dalam mobil. Dan membunyikan klakson berkali- kali, maka mereka pun pergi darisana.
Flash back end

Yifei memandang ke arah langit sore yang sangat indah sambil memikirkan dimana Han Bing sebenarnya berada sekarang. “Aku sudah menyelesaikan puzzle ku. Aku memikirkan mu setiap hari.”

Han Bing juga memandang ke arah langit sore yang indah. “Aku baik- baik saja disini. Walaupun setiap hari aku memikirkan mu. Tapi aku masih bisa menjalani hidup dengan baik.”

Xiao Jiang memberitahu Gao Sheng bahwa dia menemukan sesuatu yang aneh dari rekening milik Prof. Wu. Setiap bulan Prof. Wu selalu mengirimkan uang dalam jumlah yang besar ke rekening yang sama. Selain itu dia juga menemukan transaksi uang Prof. Wu 8 tahun lalu. Dan semua laporan itu dia berikan kepada Gao Sheng untuk dilihat.

“Ini berarti Wu Yan dan Li Sheng Pei pernah mengirimkan uang ke rekening bank ini?” tanya Gao Sheng.
“Benar.”
“Sanatorium Yong’an?”
“Ini adalah tempat yang kamu suruh aku untuk melakukan investigasi,” jelas Xiao Jiang.


Gao Sheng dan Xiao Jiang pergi ke bandara. Dan kemudian mereka pergi ke Sanatorium Yong’an yang berada diluar kota. Disana mereka menunjuk kan foto rekening milik Prof. Wu kepada perawat di sana dan bertanya.
“Wu Yan. Dia tinggal di sanatorium kami,” jelas perawat.

Pengacara memberitahu Prof. Kong bahwa tanggal persidangan akan segera ditetapkan. Dan diruang sidang nanti, dia akan menegaskan prestasi baik Prof. Kong selama menjadi dokter bedah dan dia akan meminta hakim untuk meringakan hukuman Prof. Kong. Dan Prof. Kong mengiyakan. Lalu dia bertanya, apakah Yifei baik- baik saja.

“Aku bertemu dengannya sebelum kemari. Dia menyuruhku untuk memberitahumu jangan mengkhawatir kan dia. Dia selalu merindukan mu setiap hari,” jelas pengacara.
“Apa sudah ada kabar mengenai Li Sheng Pei?”
“Sepertinya tidak ada,” jawab pengacara. Lalu dia memberikan sebuah surat kepada Prof. Kong yang diberikan oleh seseorang yang ntah siapa tadi.

Prof. Kong membuka surat itu dan membaca nya. Dan ternyata itu adalah surat dari Prof. Wu.

“Prof. Kong, apa kamu masih ingat padaku? 18 tahun lalu kamu pernah melakukan operasi transplantasi jantung untuk putriku. Saat itu putriku baru berusia 15 tahun. Semua orang berkata sudah tidak ada harapan lagi. Tapi kamu menolongnya melalui operasi ini. Setelah menjalani operasi muncul gejala yang aneh pada putriku. Dia bisa melihat masa lalu orang lain dan bisa mengetahui isi hati seseorang. Semua orang berkata itu adalah efek yang timbul setelah operasi. Tapi bagiku, asalkan dia sehat- sehat saja sudah merupakan sebuah keajaiban. Jadi aku tidak mengeluh tentangmu. Saat perayaan Natal waktu itu, kami mengundang kalian sekeluarga untuk mengikuti makan malam bersama di rumah kami. Apa kamu masih ingat? Kamu pasti sangat menderita disana. Aku tidak pernah melupakan kebaikan hatimu. Jadi aku ingin membalas kebaikanmu padaku. Kong Yifei. Seperti apa yang sudah kamu lakukan terhadap putriku. Aku juga ingin memperlakukan nya dengan baik.”

Selesai membaca surat tersebut. Prof. Kong merasa panik dan langsung menyuruh pengacara nya memanggilkan Gao Sheng. Karena Yifei sedang berada dalam bahaya.


Gao Sheng dan Xiao Jiang masih di sanatorium. Dan ketika Gao Sheng mendapatkan telpon dari pengacara Prof. Kong bahwa Li Sheng Pei (Prof. Wu) ingin membunuh Yifei. Gao Sheng pun mengerti dan langsung menghubungi Yifei.

Yifei bertemu dengan Prof. Wu yang telah menunggu nya.
“Kamu harus ikut denganku. Kalau kamu ingin Han Bing tetap aman. Ikutlah denganku,” ancam Prof. Wu. Dan dengan emosi, Yifei menarik kerah kemeja Prof. Wu.
“Bukankah kamu ingin membalas dendam untuk putrimu? Sekarang apa bedanya kamu dengan para pembunuh itu? Sudah membunuh begitu banyak orang. Jangan banyak bicara dan serahkan saja dirimu ke polisi,” jelas Yifei dengan geram.

Prof. Wu tertawa. Dia memberitahu bahwa dia tahu dimana Han Bing. Jadi dia mengancam Yifei untuk ikut bersama dengannya sekarang, jika tidak maka dia akan pergi untuk mencari Han Bing. Lalu untuk membuktikan perkataannya, Prof. Wu memegang tangan Yifei dan menunjuk kan dimana Han Bing berada sekarang.
Melihat itu, Yifei langsung melepaskan Prof. Wu. Dan dengan terpaksa mengikuti nya.

“Dunia ini tidak akan dihancurkan oleh para penjahat. Tapi akan dihancurkan oleh orang yang hanya tahu berpangku tangan dan memilih untuk tetap diam,” kata Yifei mengucapkan apa yang pernah Prof. Wu buat korban Da Xie (pembunuhan di parkiran) katakan dan siarkan di televisi. “Bukankah ini yang ingin kamu katakan? Tidak ada yang membantu putrimu. Jadi kamu merasa mereka semua adalah orang yang hanya berpangku tangan dan pantas mati.”
Prof. Wu diam. Tidak menanggapi.

Gao Sheng dan Xiao Jiang masuk ke dalam sebuah kamar yang diberitahukan oleh perawat. Dan disana mereka bertemu dengan Wu Yan yang asli.

“Apa yang kamu rasakan sekarang? Apa kamu merasa bahagia? Ini adalah akhir yang diinginkan putrimu. Membunuh semua orang. Kemudian bunuh diri,” kata Yifei.
“Kamu takut!” balas Prof. Wu, membentak Yifei dengan keras. “Karena kamu tahu kamu akan segera mati. Jadi kamu takut. Dengar, kamu mati karena Ayahmu. Semua ini adalah akibat dari ulah Ayahmu!”


“Menurutmu ketidak pedulian dan ketidak adilan didunia inilah yang membuatmu menjadi seperti ini?” tanya Yifei. “Kamulah yang membuat dirimu menjadi seperti seorang monster.”
“Aku balas dendam demi putriku! Apakah itu salah?” teriak Prof. Wu, emosi.
Yifei tidak peduli, karena Prof. Wu telah membunuh banyak orang. Dan Prof. Wu memegang tangan Yifei untuk memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi kepada putri nya 15 tahun lalu. Dia menyuruh Yifei untuk melihat betapa menderitanya putri nya.
Xin Rui di bully. Dikurung. Di pukul.


Tepat disaat Yifei dan Prof. Wu sedang fokus dengan pembicaraan mereka. Sebuah truk besar lewat dan tidak sengaja menabrak mereka. Sehingga mobil mereka pun terguling- guling dan jatuh ke dalam tanah kosong.

No comments:

Post a Comment