Thursday, January 16, 2020

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 11

0 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 11
Images by : iQiyi

“Apakah ini wujud dari tim baru?” tanya Ye Xiu pada dirinya sendiri. Dan dia tersenyum.
--
Chen Guo terus menunggu Tang Rou hingga acara di mulai. Dan tentu saja dia sedih, karena hingga detik terakhir, Tang Rou tetap saja tidak datang. Dia berusaha keras untuk menghibur dirinya sendiri, dengan berteriak berbahagia, memanggil nama Ye Qiu “Master”.
Tapi teriakan semua fans langsung hilang saat melihat layar di panggung menampilkan tema fan meeting adalah “Upacara Pensiun Ye Qiu.” Dan Tao Xuan yang naik ke atas panggung. Semua mencemoohnya. Tao Xuan tetap tenang. Terang-terangan dia membahas mengenai kekalahan team Jiashi 3 kali berturut-turut adalah karena mereka sedang berada di pertengahan musim dan semua pemain kelelahan.
“Namun, itu hanya pernyataan resmi tanpa arti. Alasan sebenarnya, Jiashi sedang melewati periode bergejolak. Itulah harga yang harus di bayar saat merekrut anggota baru. Namun, kita tidak bisa merelakan pembaruan dan iterasi hanya karena takut,” ujar Tao Xuan.
Chang Xian juga ada di fan meeting itu. Dia langsung maju ke depan dan berteriak bahwa dalam tiga pertandingan terakhir ini, Sun Xiang terlalu terobsesi beraksi solo dan akhirnya merusak team. Jauh berbeda saat Ye Qiu masih ada. Dan juga saat pertandingan melalui Blue Rain, jika bukan karena serangan ceroboh Sun Xiang, tim Jiashi pasti tidak akan kalah.
“Kau bilang ini adalah pembaruan di Jiashi. Namun, setelah kita melihat kegagalan ini, kenapa masih bersikeras?’ teriak Chang Xian. “Ye Qiu masih pemain top! Kenapa kau ganti dengan Sun Xiang?”
Semua bersorak mendukung perkataan Chang Xian.
“Baiklah! Akan ku beri jawabannya. Alasan Ye Qiu pensiun dan di gantikan oleh Sun Xiang adalah karena… keputusan Ye Qiu sendiri. Percaya atau tidak, bagi kalian, Ye Qiu adalah Master Glory, pahlawan Jiashi. Tapi bagiku, dia adalah teman lama yang telah bekerja sama selama satu dekade. Sebagai teman lamanya, aku tidak pernah menyesal mendukung keputusan-nya, bahkan terkadang aku merasa ini yang terbaik untuknya.”
Semua jelas tidak percaya pada pernyataan Tao Xuan.
Tao Xuan malah membahas bahwa Ye Qiu sudah menghabiskan waktu 10 tahun untuk Jiashi dan Glory, dan kali ini, Ye Qiu ingin pergi. Bukankah mereka harus menghargai keputusannya itu? Dan saat ini, mewakili Ye Qiu yang adalah teman lamanya, dia mengucapkan terimakasih pada semua yang telah mendukungnya. Tao Xuan juga memamerkan semua penghargaan yang sudah di raih Ye Qiu selama ini untuk Jiashi. Dan mulai hari ini, semua penghargaan itu akan dia kemas dan dia tempatkan di ruang kehormatan Jiashi. Agar mereka semua bisa mengenang berlalunya era legendaris ini!

Para penggemar yang tadinya tidak percaya, jadi percaya pada Tao Xuan. Dan mereka merelakan Ye Qiu yang memilih pensiun. Chen Guo masih di sana, berdiri diam. Dia bersedih dan masih tidak percaya bahwa itu adalah keputusan Ye Qiu. Tapi, setelah semua yang di dengarnya, dia menjadi ragu.
“Jika aku harus berpamintan, ku harap itu bukan berarti tidak akan bertemu lagi. Alih-alih, semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti. Yi Ye Zhi Qiu, sampai jumpa.”
--
Tang Rou dan Chu menonton berita mengenai fan meeting tersebut. Chu takut karena suasana hati Chen Guo pasti buruk karna Ye Qiu beneran pensiun. Tang Rou tidak takut, tapi merasa bersalah karena tidak mengangkat telepon Chen Guo.

Saat itu, Chen Guo pulang. Tang Rou menyapanya. Chen Guo menatapnya dengan marah dan menyebut Tang Rou yang sudah ingkar janji. Dia tidak mau mendengar alasan apapun dan akan menghukum Tang Rou. Chen Guo berusaha keras tampak baik-baik saja dengan membahas hukuman apa yang harus dia lakukan pada Tang Rou.

Tang Rou tahu kalau Chen Guo sedih. Tapi, setiap kali dia hendak bicara, Chen Guo selalu memotong ucapannya dan mengalihkannya dengan hal lain. Dia bahkan menghindari Tang Rou dengan memarahi Ye Xiu. Alasannya, dia menyebut Ye Xiu yang membuat Tang Rou jadi ingkar janji padanya. Dia menghukum Ye Xiu untuk memeriksa tiap daun dari tiap tanaman dan harus di lap bersih. Dan juga, pastikan semua gelas tidak bernoda.
Setelah memberi hukuman tidak masuk akal itu, Chen Guo langsung lari ke kamar dengan alasan lelah.
Setelah Chen Guo pergi, Tang Rou bicara dengan Ye Xiu. Dia yakin Ye Xiu pasti sadar kalau Chen Guo sedang dalam suasana hati buruk. Itu karena ucapan Tao Xuan di fan meeting pasti melukai hati Chen Guo.
Ye Xiu menjawab kalau dia tahu. Dan dia tidak mau membahasnya.
“Kenapa?”
“Hanya yang lemah yang butuh di hibur. Boss tangguh kita bisa pulih dengan sendirinya,” jawab Ye Xiu.
--

Chen Guo menutup rapat pintu kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menangis terisak-isak.
--
Tengah malam,
Chen Guo menenangkan diri dengan duduk di atap warnet. Saat itu, Ye Xiu yang sedang ke atap, melihatnya dan memberikan jaketnya untuk menutupi tubuh Chen Guo agar tidak kedinginan. Usai melakuka itu, Ye Xiu pergi ke wastafel dan mencuci gelas. Chen Guo jelas bingung, kenapa Ye Xiu mencuci gelas selarut ini?
“Ini hukuman darimu,” ingati Ye Xiu.
“Aku hanya sembarang bicara. Jangan anggap serius,” ujar Chen Guo, merasa bersalah. “Aku dengar terlalu banyak hal asal hari ini. Mendengarkan orang yang membicarakan mengenai melepaskan. Membicarakan mengenai kepergian. Mereka semua mempercayainya. Namun, aku tidak.”
“Aku percaya itu,” ujar Ye Xiu. “Aku percaya pada ucapan asalmu itu. Lihat. Aku mahir mencuci gelas berkat dirimu. Kini aku bisa menjadi manager café internet semiprofesional.”
Chen Guo tertawa mendengar ucapan Ye Xiu. Dia kemudian bertanya, jika Ye Xiu sudah menjadi
manager café internet-nya selama 10 tahun, apakah Ye Xiu akan pergi pada akhirnya?
“Jika ku lakukan selama 10 tahun, aku pasti sangat menikmatinya. Karena aku sangat menikmatinya, aku tidak akan peduli jika meninggalkannya. Selama hati masih ada di sini, itu bukan sungguh pergi.”
“Namun, bagaimana jika, dia telah menyerah dalam hatinya?”
“Tahu darimana dia menyerah?” tanya Ye Xiu, balik.
“Bukankah kepergiannya berarti dia menyerah?”
Ye Xiu diam sesaat sebelum menjawab. Dia memetik setangkai bunga yang ada di vas dan meletakkannya di dalam gelas kosong. “Kini gelasnya menjadi vas. Mungkin dia menapaki jalan baru untuk memulai lagi. Bos, bagaimana menurutmu?”
Chen Guo memandang gelas itu yang telah menjadi vas bagi bunga. Dia memikirkan perkataan dari Ye Xiu.
--
Beberapa hari kemudian,
Di kantor serikat Tyranny, 
Ketua serikat sedang dalam masalah karena ada banyak anggota yang menghilang karena membuat akun baru. Ketua jelas marah karna mereka kan mempunyai 100 lebih akun, untuk apa membuat yang baru? Anggota yang tersisa mengingatkan bahwa kali terakhir mereka di Hutan Congee, mereka memang punya lebih dari 100 akun, tapi lebih dari 90 akun di bunuh oleh Jun Moxiao.
Ketua malah marah-marah karena mereka tidak mampu mengalahkan Moxiao! Anggota itu menyarankan agar Ketua meminta bantuan dari Kapten yang ada di lantai 2. Pasti kapten punya cara. Ketua menerima saran itu dan pergi menemui Kapten Tyranny (pemain pro yang bermain di Liga).

Saat ke atas, ketua tanpa sengaja mendengar pembicaraan kapten (Wenqing) dengan manager yang memberitahu bahwa besok akan ada pertandingan ekshibisi, jadi dia ingin mengirim beberapa pemain. Wenqing dengan tegas menolak. Ini adalah pertengahan musim dan tidak ada yang boleh mengganggu latihan para pemain. Silahkan pergi.
Mendengar itu, Ketua jadi takut. Dia tidak jadi mencari Wenqing dan memutuskan mencari wakil kapten (Zhang Xinjie) saja.
--

Zhang Xinjie sedang berada di ruangan khusus-nya. Dia adalah orang yang sangat perfeksionis. Saking perfeksionis-nya, untuk membuat sandwich saja, dia sampai menimbang berat daging ayam yang akan di pakainya dan memotong pas setegah rotinya. Dan ketika, ketua serikat datang dan ingin bicara. Dia memberi tanda untuk diam dan menunjuk ke arah kertas yang berisi jadwal-nya. Sekarang adalah jam-nya untuk menyiapkan makan siang, jadi dia tidak ingin di ganggu.

Tepat jam 01.30, jam untuk menyiapkan makan siang selesai, Xinjie baru mau bicara dengan ketua serikat. Ketua serikat datang menemuinya untuk meminta bantuan untuk membunuh Jun Moxiao. Xinjie sangat perfeksionis, dia menyuruh ketua serikat untuk mengancing kancing kedua baju ketua dengan benar karena kancing itu terbuka. Setelah di kancing, dia baru mau lanjut bicara.
--
Di warnet Xingxin,
Ye Xiu meng-upgrade level senjata payung QianJi-nya. Selesai meng-upgrade Ye Xiu langsung memasuki arena untuk bermain.

Xinjie dan para anggota-nya sudah menanti Moxiao. Begitu Moxiao login ke dalam Glory, mereka langsung menyerangnya. Xinjie adalah pemain yang sangat akurat dan teliti. Dia bisa tahu titik koordinat Moxiao, dan bahkan memberi perintah pada anggotanya untuk menyerang Moxiao sesuai dengan koordinat tersebut.
Moxiao mengirim pesan usai mengalahkan anggota Xinjie. Dia memuji XInjie yang unggul dan mempunyai pertahanan yang sangat kuat. Sayangnya, anggota Xinjie terlalu lemah dan lawannya adalah dirinya.
“Aku tidak menyangka itu. Tampaknya aku ceroboh,” ujar Xinjie melalui headphone.
Ketua serikat tampak terkejut dan bertanya apakah Xinjie mengenal Jun Moxiao? Xinjie tidak menjawab pertanyaan-nya dan sibuk chattingan dengan Moxiao.
“Aku mengicarmu atas perintah serikat. Jangan macam-macam dengan rekor dungeon Tyranny lagi,” peringati Xinjie.
“Tadinya aku bingung ini soal apa. Xinjie, kenapa kau sekarang repotkan diri dengan urusan serikat?”
“Kau tahu aku tidak akan mendengar omongan sampahmu. Ini bukan hanya soal rekor dungeon. Tidak ada yang boleh melanggar peraturan di Glory.”
“Apa saja peraturannya? Bukankah pemain top adalah raja?” balas Moxiao.
Xinjie tidak ingin menjelaskan panjang lebar. Dia mengajak Moxiao untuk berduel saja dengannya. Dan yang menang yang mengambil keputusan. Dia menantang berduel, tim-nya melawan tim Moxiao. Pertandingan jam 15.00, pertempuran tim di Arena. Dan jika Moxiao kalah, jangan macam-macam dengan rekor dungeon lagi. Moxiao menerima tantangan tersebut.
Moxiao jelas ingin memenangkan pertandingan ini. Jika dia sampai kalah dan di keluarkan dari dungeon, dia tidak akan bisa mengalahkan bos tersembunyi. Dan jika tidak melawan bos tersembunyi, dia tidak akan mendapatkan material langka untuk payung Qianji. Jadi, dia harus menang.
--
Xinjie dan ketua serikat pergi menemui kapten Wenqing. Ketua serikat hendak langsung masuk, tapi Xinjie menahannya. Dia menyuruh ketua menungu sebentar karena sekarang adalah jam latihan harian Wenqing. Waktu latihannya adalah 30 menit, dan sekarang hanya tersisa 20 menit lagi.

Wenqing berlatih di Glory dengan mendaki tebing yang sangat curam. Itu adalah latihannya untuk memperkuat kekuatan dan daya tahan tubuhnya.
Bagi veteran yang telah berada di liga selama sepuluh tahun, stamina adalah masalah terbesarnya. Kami mengagumi semangat tarung yang tampak saat latihan dan pertandingan. Namun, harus kami akui bahwa semangat bertarung belaka tidak cukup untuk melawan waktu. Jika tidak mampu memanjat hingga puncak, dia bisa tergelincir ke lubang yang dalam. Bisa jadi pergi adalah pilihan terbaiknya. Karena puncak kejayaan sangatlah kejam. Di balik cahaya kejayaan, ada keberanian melawan usiamu sendiri. Mari ucapkan perpisahan kepada veteran yang pensiun,” itulah bunyi suara reporter di TV.
Wenqing mendengarkan siaran itu sambil berlatih. Dan dia berhasil mencapai puncak dalam waktu 30 menit.
Latihan usai, dan ketua serikat akhirnya bisa masuk ke dalam. Begitu melihat Xinjie, Wenqing memberitahu kalau pencapaian-nya kali ini lebih lambat 1,3 detik dari sebelumnya. Xinjie menjawab kalau waktu bukanlah satu-satunya standar.
“Namun, waktu adalah yang paling bisa di andalkan,” balas Wenqing.

Usai bicara dengan Xinjie, Wenqing baru bertanya pada ketua, apa terjadi sesuatu di serikat? Ketua mau menjelaskan duduk permasalahannya dari awal, tapi Wenqing memotong penjelasannya dan menyuruhnya untuk mengatakan intinya saja. Xinjie langsung menjawab kalau mereka bertemu pemain bernama Jun Moxiao. Dan setelah bertarung, dia tahu bahwa Jun Moxiao adalah Ye Qiu.
“Bukankah Ye Qiu sudah pensiun? Bagaimana bisa dia ada di Glory?”
“Dia sangat aktif di Glory. Dia memecahkan dua rekor dungeon Tyranny dalam tiga hari,” jelas Xinjie.
“Memanfaatkan para pemain amatiran di Glory tentu mudah di lakukan,” komentar Wenqing.
Flashback
Dulu, Wenqing pernah bertarung melawan Ye Qiu di liga Glory. Pertarungan mereka berlangsung sengit. Dua-duanya sama-sama kuat. Pertarungan juga berlangsung cukup lama. Dan setelah pertarungan panjang, Ye Qiu bisa saja mengalahkan Wenqing lebih cepat karena dia berhasil membuat Wenqing terjatuh dari atas tebing, tapi entah kenapa, dia malah menolong Wenqing hingga Wenqing selamat.
Dan di detik terakhir, mereka mengeluarkan jurus terakhir mereka…. Syaat ! dan kita tidak di perlihatkan siapa pemenangnya.
Usai pertandingan, mereka berdua bertemu di belakang panggung. Ye Qiu mengomentari Wenqing yang sungguh agresif. Wenqing membalas bahwa dia begitu karena lawannya adalah Ye Qiu. Dan lain kali, dia tidak akan membiarkan Ye Qiu menang lagi.
“Baiklah. Jangan kabur saat waktunya tiba.”
“Aku bertarung hingga akhir dan tidak pernah mundur di tengah jalan,” tegas Wenqing.
“Sampai jumpa di Pertarungan All-Star tahun depan,” balas Ye Qiu.
End
“Aku ingin melihat betapa lemahnya dia sekarang,” ujar Wenqing pada Xinjie. Dia akan ikut dalam pertandingan mereka.
--

Ye Xiu mengumpulkan semua anggotanya di ruang VIP, yang di buatnya menjadi ruang rapat sementara. Dia mengumumkan bahwa sebentar lagi, mereka akan melawan Serikat Tyranny. Semua jelas terkejut karena terlalu mendadak.
Ye Xiu menjelaskan pada mereka kalau gaya tim Tyranny sangat garang, bahkan Mage Penyembuh mereka bisa bertarung. Kekuatan mereka bukan main-main. Namun, kunci mengalahkan Tyranny adalah taktik. Jadi, bagi mereka, posisi awal sangatlah penting.
Ye Xiu sudah menyusun formasi dan taktik-nya.

Jam 15.00. pertandingan di mulai.
Mereka bertanding di arena dengan lantai yang membeku karena es. Ye Xiu dengan tenang memberi perintah dan arahan untuk menyerang ataupun bertahan. Semua mampu mengikuti perintah Ye Xiu dengan baik. Tapi, serikat Tyranny juga kuat apalagi dengan Xinjie sebagai pengarah. Xinjie berprofesi sebagai mage Penyembuh yang juga bisa bertarung. Jadi, dia bisa menyerang sekaligus menyembuhkan anggota team yang terluka.


Pertandingan berlangsung cukup sengit. Namun, Ye Qiu adalah master Glory. Dia bisa menyusun taktik yang mengelabui lawan hingga membuat pertahanan mereka terbuka dan akhirnya, serikat Tyranny kalah.

Xinjie jelas kesal karena kalah. Tapi, dia mengakui kalau dia melakukan kesalahan dan tertipu dengan taktik Ye Qiu.
“Menurutmu ini sudah berakhir?” tanya Xinjie. “Kelihatan-nya kau meremehkan Tyranny dan profesi Penyembuh.”

Xinjie melakukan serangan terakhirnya, dia menjatuhkan bola-bola api dari langit hingga membuat Ye Qiu sedikit panik dan langsung berteriak menyuruh tim-nya untuk segera mundur. Dari bola-bola api yang berjatuhan, muncul juga Wenqing.
Ye Qiu tersenyum melihat kemunculan Wenqing. Dan hanya dengan satu serangan, Wenqing mengalakan Ash, Bun dan Soft Mist tanpa memberikan kesempatan sama sekali bagi mereka untuk menyerang balik. Sekarang, di arena hanya tersisa dua orang : Jun Moxiao dan Wenqing.

Pertarungan antara mereka berdua, berlangsung sengit. Dan serangan terakhir yang Moxiao keluarkan adalah membanting Wenqing. Setelah menerima bantingan itu, Wenqing tidak berusaha bangkit dan menatap ke langit. 
“Jika mau membiarkanku menang, bunuh diri saja. Tidak perlu banyak berusaha,” komentar Jun Moxiao.
“Aku hanya ingin tahu, kau keluar atau di keluarkan.”
“Apa aku harus membuktikannya padamu?” tanya Moxiao dan mengulurkan tangannya pada Wenqing.
Dia tersenyum, seolah tahu jawaban Moxiao. Dia menerima uluran tangan itu dan bangkit. Dan Moxiao pun berbalik, berjalan pergi.
“Tampaknya kau keluar,” ujar Wenqing.
“Sampai jumpa di arena turnamen. Itu baru namanya kemenangan sejati,” ujar Moxiao.
Wenqing menatap punggung Moxiao yang berjalan menjauh, menyeberangi jembatan yang panjang.
Pertandingan berakhir tanpa pemenang di antara kedua kubu. Tapi, Wenqing setidaknya mendapatkan jawaban dari pertanyaan-nya. Ye Qiu masih ada di Glory dan tetap akan bertahan di Glory. Ye Qiu tidaklah pensiun. Dia akan kembali.
--

Ye Xiu beristirahat di atap Xingxin. Tang Rou menemuinya dan memberikan sebotol minuman. Ye Xiu jadi curiga kalau Tang Rou punya niat tersembunyi. Tang Rou tertawa dan menyebut Ye Xiu yang masih bisa bercanda.

“Mulai hari ini, rekor dungeon dan aku akan menjadi dua garis paralel yang tidak akan bertemu. Bukankah itu tragedi yang membuat seseorang merasa pening dan mau pingsan?” ujar Ye Xiu, sedih, tapi juga tidak tampak sedih.
“Jadi, apa kau akan berhenti membuat rekor dungeon?” tanya Tang Rou, sedih.
“Aku kalah taruhan.”
“Lalu, bagaimana dengan materialnya?”
“Jika jalan ini tertutup, mari kita lewat jalan lain,” santai Ye Xiu.
Tang Rou berkomentar, entah kenapa, semakin dia mengenal Glory, dia merasa semakin lemah. Ye Xiu menjawab kalau Glory adalah dunia yang besar. Dan Tang Rou sungguh rugi karena memulai dari puncak Glory.
“Terkadang aku sungguh tidak tahu kau berkata jujur atau tidak. Ku bilang akan mengalahkanmu. Aku pasti akan melakukannya. Sekalipun kau sungguh puncak tertinggi dan paling sulit di taklukkan,” tekad Tang Rou.
“Ku tunggu kau. Di puncak.”
Tang Rou tersenyum mendengarnya.
--
Xinjie menemui Wenqing. Dia bertanya, kalau Ye Qiu akan kembali bukan? Tanpa ragu, Wenqing mengiyakan. Dan karena itu Xinjie ingin mulai meneliti mengenai karakter dengan profesi freelancer (karakter tanpa spesialisasi). Wenqing yakin kalau profesi itu akan menjadi kelas yang menghebohkan liga Glory.
Setelah membicarakan mengenai Ye Qiu, Xinjie baru menyampaikan bahwa Wenqing di suruh boss melakukan wawancara Home of Esports. Dan dia membawakan garis besar wawancara-nya. Wenqing melihat-nya dan topik utama wawancara adalah anak muda Glory yang bersemangat.
--
Chen Guo sedang beristirahat dan belum mematikan TV. Salah satu siaran TV sedang menyiarkan siaran live wawancara dengan Wenqing yang adalah kapten tim Tyranny.
“Sebagai rival abadi dan teman Ye Qiu, apa pendapatmu? Apa pendapatmu soal pensiun-nya Ye Qiu?” tanya reporter.
Pertanyaan itu, membuat Chen Guo menjadi tertarik dan menonton TV dengan antusias.
“Ye Qiu bukan orang yang suka menyerah saat menemukan kesulitan. Semenjak game pertama Liga, dia adalah lawan yang selalu harus ku waspadai. Aku tidak tahu alasan dia memilih pensiun di titik ini. Namun, aku percaya dia akan kembali ke Liga.”
“Kau bilang dia akan kembali ke Liga?”
“Ya. Karena aku tidak mendengar langsung dari Ye Qiu kalau dia akan berhenti. Dia pasti di luar sana. Terus berjuang demi Glory.”
Ucapan Wenqing membuka pikiran Chen Guo. Ye Qiu memang tidak pernah bilang mau berhenti dari Glory. Itu semua hanya ucapan dari Tao Xuan, manager Glory. Dia telah menipunya. Dia kemudian teringat ucapan Ye Xiu yang mencotohkan gelas yang setelah di letakkan bunga di dalamnya, maka itu menjadi vas. Dan mungkin Ye Qiu sedang menapaki jalan baru untuk memulai lagi.
“Ye Qiu akan kembali,” gumam Chen Guo, penuh keyakinan. “Dia pasti akan kembali.”
--
Sementara itu, Tao Xuan merasa panik dengan statement Wenqing dalam wawancara live. Dia segera menelpon anak buahnya dan memerintahkan untuk segera menutup semua berita mengenai Ye Qiu. Dia tidak mau melihat berita soal Ye Qiu lagi.
--

Chen Guo yang sudah kembali bersemangat, mulai aktif kembali untuk menghidupkan chat grup fans Ye Qiu. Dia sampai membuat pesan suara bahwa Ye Qiu tidak akan berhenti. Dia akan kembali. Jadi, mereka harus menunggu hingga Ye Qiu kembali!
--
Malam hari,
Lan Yu mengirim pesan pada Jun Moxiao untuk memecahkan rekor untuk serikat Blue Brook lagi. Moxiao kan sudah berjanji padanya akan membantu dalam misi penyerbuan Blue Brook di Deretan Ngarai. Dan kenapa mendadak batal? Dia ingin Moxiao membantunya dan bahkan bersedia membayar berlipat ganda. Terserah Moxiao ingin di bayar berapapun.
Ye Xiu membalas pesannya. Dia benar-benar tidak bisa membantu lagi. Dia berhenti menyerbu dungeon untuk orang lain.
Lan Yu tambah panik. Dia memohon agar Moxiao tidak berhenti. Kan Moxiao juga tahu sendiri kalau serikat Blue Brook tidak terlibat dengan kejadian di Hutan Congee. Mereka tidak ikut menyerang Moxiao dan team.
Ye Xiu tertawa membaca pesannya. Dia membalas kalau dia tidak bisa membantu Blue Brook memecahkan rekor, tapi dia masih punya cara lain agar Blue Brook meraih rekor dungeon baru.
Lan Yu jadi bingung. Bagaimana caranya?
Luo Ji menghampiri Ye Xiu dan memberikan segepok kertas yang berisi analisis dungeon kepada Ye Xiu untuk di nilai.

No comments:

Post a Comment