Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 8 - part 3


Network : tvN Netflix

Eun Dong, Ju Meok, dan Letnan Park. Mereka bertiga sibuk membersihkan rumah yang kotor. Sementara Sersan Pyo sibuk merenungkan kesalahan nya semalam. Dia tidak tahu berapa banyak informasi yang telah diberitahukan nya kepada Myeong Eun semalam. Karena dia terlalu mabuk.

Eun Dong merasa cemas tentang apa yang akan terjadi kepada Jung Hyuk nanti. Dan Letnan Park menjelaskan dengan tegas kepada Sersan Pyo bahwa Jung Hyuk akan di cerca oleh kedua keluarga. Lalu Ju Meok menambahkan bahwa pernikahan Jung Hyuk juga akan batal. Mendengar semua itu, Sersan Pyo jadi merasa sangat bersalah.


Eun Dong kemudian menanyakan, bukan kah itu berarti Se Ri akan berada dalam bahaya. Dan mereka bertiga  memandang ke arah Sersan Pyo. Dan Sersan Pyo melemparkan kesalahan kepada Myeong Eun dengan mengatakan bahwa Myeong Eun telah menyiksanya semalam, sehingga dia tidak sengaja mengungkap kan sedikit kebenaran padanya.
“Dia menyiksa mu apanya,” keluh Ju Meok dengan ketus. “Kamu menyuruh nya mencatat semua nya. Astaga, kamu begitu aktif dan antusias. Kamu sungguh tidak ingat apa pun?” tanyanya. Dan Sersan Pyo berusaha untuk membela diri.
“Kamu mungkin yang paling mudah dirayu,” komentar Letnan Park dengan sinis.

Sersan Pyo menghela nafas dengan penuh penyesalan. “Inilah pendapatku. Aku disiksa kemarin, dan menyingkap sedikit kebenarannya. Tapi jika Kapten Ri tidak tahu soal itu, kurasa semua akan baik-baik saja. Kumohon, jangan bilang kepadanya. Kamerad,” pintanya kepada mereka semua.
Malas mendengarkan ocehannya, Ju Meok, Eun Dong, dan Letnan Park. Mereka bertiga langsung pergi meninggalkan Sersan Pyo. Dan Sersan Pyo segera mengikuti mereka sambil memohon.
Myeong Eun memakan sup pengar untuk menghilangkan rasa mabuknya. Dan saat Seo Dan pulang, dia menanyakan dengan suara serak, darimana Seo Dan pagi- pagi seperti ini. Dan tanpa menjawab pertanyaan itu, Seo Dan menanyakan, dimana Ibunya minum- minum semalam.

Myeong Eun menjelaskan bahwa dia merasa kalau ada yang aneh antara Seo Dan dengan Jung Hyuk, jadi dia pun pergi ke rumah Jung Hyuk untuk mencari tahu. Sebab dia mendengar dari rumah sakit kalau Jung Hyuk sudah keluar dan pulang.
“Ibu,” keluh Seo Dan.
“Hei, dengarkan Ibu. Ibu ke rumahnya, tapi dia tidak ada. Hanya ada bawahannya. Tampaknya salah satunya banyak bicara. Jadi, Ibu membuatnya berkata jujur.”
“Lalu? Apa yang dia katakan?” tanya Seo Dan, waspada.
“Semua. Ibu sudah tahu semuanya,” jelas Myeong Eun dengan keras. “Tapi Ibu tidak ingat,” katanya kemudian dengan lemah.

Flash back
Myeong Eun menggulung lengan bajunya dengan bersemangat. Sambil terus minum- minum, dia terus mengobrol bersama dengan Sersan Pyo.
Flash back end
Myeong Eun menjelaskan bahwa dia sudah mendengar semuanya, dan dia begitu terkejut. Tapi sekarang dia tidak bisa ingat kenapa dia begitu terkejut. Dengan stress dia pun mengacak- acak rambut nya. Dan disaat itu, Seo Dan melihat tulisan di tangan Ibunya.
Akhirnya Myeong Eun pun mengingat kalau semalam dia ada menuliskan segalanya di tangannya agar tidak lupa. “Burung layang-layang dari Selatan?” baca Myeong Eun. Dan lalu dia merasa bingung sendiri apa maksud nya.
Seo Dan mengerti dan merasa cemas. “Ibu menulis hal tidak masuk akal,” komentar nya dengan sengaja.
Dari tiga kali makan, dua di antaranya hidangan dengan daging? Ada burung yang makan daging?” tanyanya dengan bingung lagi.
“Entahlah,” balas Seo Dan dengan lelah.


Myeong Eun merasa stress dan berbaring dengan kesal. Sebab dia sama sekali tidak bisa mengerti apa yang telah di tulisnya. Dan dengan serius, Seo Dan menanyakan, apa yang sebenarnya Ibu ingin ketahui. Dan dengan lembut, Myeong Eun memegang tangan Seo Dan.
“Ibu ingin tahu apakah kamu dan tunanganmu punya masalah. Ibu ingin tahu… apakah kamu bahagia. Ibu ingin tahu apakah dia mencintaimu. Itu yang membuat Ibu penasaran.”
“Ibu,” kata Seo Dan, terharu. “Jangan khawatir. Apa pun yang terjadi, aku akan menikahinya, dan hidup bahagia selamanya,” katanya berjani kepada Ibu.

Se Ri memberikan obat dan air kepada Jung Hyuk. Kemudian dia membujuk Jung Hyuk untuk kembali ke rumah sakit, tapi Jung Hyuk menolak. Dan Se Ri pun mengeluh bahwa Jung Hyuk selalu begitu, kemudian dia berniat untuk pergi. Tapi Jung Hyuk langsung menahan tangannya.
“Kamu mau kemana?” tanya nya dengan canggung.
“Aku tidak akan kemana-mana,” jawab Se Ri. “Maksudku, aku akan pergi. Tapi saat ini, kamu sakit. Dan sekarang hari Natal. Jadi fokuslah beristirahat agar bisa pulih,” jelas Se Ri dengan perhatian.


Man Bok tertawa senang, ketika mengetahui bahwa Jung Hyuk masih hidup.

Namun tiba- tiba Cheol Gang menelponannya dan menanyakan, apakah Jung Hyuk serta Se Ri sudah pulang. Dan dia pun langsung berbohong dengan menjawab bahwa tidak ada satupun orang dirumah.
“Mari kita ke perumahan militer,” panggil Cheol Gang kepada para pasukannya.
“Baik!”


Para Ibu sibuk bekerja sambil membicarakan tentang liburan musim dingin yang sudah akan dimulai. Young Ae yakin kalau tempat ini akan mulai berisik karena anak- anak. Dan Ibu Lain setuju, serta dia merasa lelah karena itu berarti dia harus memikirkan tentang memasak tiga hidangan sehari.
Anak- anak yang baru pulang sekolah berlari menghampiri Ibu mereka masing- masing. Dan karena mereka sudah menyelesaikan ujian akhir, maka Ibu Lain meminta mereka untuk menunjukkan hasil ujian mereka masing- masing. Dan semua hasilnya baik.
Sementara Ho Yeong, hasil ujiannya kurang memuaskan. Dan Ibu Lain (Wol Suk) pun memarahi anak nya tersebut, karena anak nya mendapatkan peringkat terakhir lagi.

Dengan sikap bijak, Young Ae menyuruh Wol Suk untuk lebih membantu anak dalam belajar, apalagi bagi anak- anak yang lamban seperti Ho Yeong. Kemudian dia membanggakan tentang guru les yang dipekerjakan nya untuk mengajari putranya Nam Sik. Guru Les itu tamatan dari Universitas Kim Il Sung. Namanya Kim Ju Yeong. Dan dia hanya mengajari satu anak pertahun.
Mendengar itu, mereka merasa iri kepada Young Ae. Serta mulai memuji- muji Young Ae serta Nam Sik yang begitu hebat dan luar biasa. Lalu tepat disaat itu, Nam Sik datang.

Dengan bangga, Nam Sik mengatakan bahwa nilainya bagus. Dan mendengar itu, semua orang tampak terkejut. Sedangkan Young Ae, dia merasa sangat bahagia. Dia mengambil hasil kertas ujian anak nya dan memeriksa nya. Dan hasilnya sangat mengecewakan. Nilai nya sangat rendah.


“Ibu, jangan lihat nilainya satu per satu. Lihat jumlahnya. Jumlahnya tepat 100,” kata Nam Sik dengan bangga. Mendengar itu, semua Ibu- Ibu langsung mengajak anak mereka untuk pulang. Dan Nam Sik berniat untuk pergi juga dengan alasan Guru Kim akan mengajar hari ini.
“Dasar berandal!” bentak Young Ae. Kemudian dia mulai mengejar anaknya dengan membawa tongkat untuk memukul nya.

Tepat disaat itu, Se Ri keluar dari dalam rumah. Dan mereka semua terkejut melihat nya. Bahkan Young Ae langsung berhenti mengejar anak nya serta menurunkan tongkat yang di pegang nya.

Semua orang minum teh dengan canggung bersama Se Ri. Mereka mengira kalau Se Ri pulang karena Se Ri sudah mendengar sesuatu. Yaitu tentang Seo Dan yang telah pindah kemarin. Semuanya kecuali Ok Geum. Tanpa memikirkan perasaan Se Ri, dia mulai menjelaskan tentang perabotan mewah yang dibawa oleh Seo Dan ketika pindahan kemarin. Dan Myeong Sun pun langsung menyenggolnya sebagai kode supaya diam, tapi karena Ok Geum tetap tidak diam, maka dia pun menaruh kulit apel ke dalam mulut nya. Dan Ok Geum pun langsung berhenti bicara.

“Aku paham. Aku hanya kembali sementara. Aku hanya mampir. Karena aku sudah di sini, aku mau berikan kalian hadiah sebagai ucapan terima kasih,” jelas Se Ri kepada mereka semua. Dan mereka merasa heran, karena diantara mereka, Se Ri lah yang paling miskin.
Dengan bangga, Se Ri menunjukkan cincin berlian di jarinya. Dan mereka semua merasa kaget.


Se Ri menggadaikan cincin berliannya ke tempat gadai ditemani oleh Ibu- Ibu semuanya. Dia meminta harga tinggi untuk cincin nya. Dimulai dari harga 5 juta. Namun petugas gadai menolak, karena dia hanya memiliki uang sekitar 140.000 won di tempat nya. Dan Se Ri pun merasa sedih serta bingung.


“Mari kita bersikap lebih luwes. Ada kisah panjang di balik ini,” kata Ibu Lain membantu Se Ri. Dia membisik kan sesuatu di telinga petugas gadai. Kemudian dia bertanya, “Bagaimana kalau kita tukar semua yang kau punya dengan cincin ini?”
“Semuanya?” tanya petugas gadai.
Se Ri menatap ke arah jam tangan milik Mu Hyuk yang berada di tempat gadai. Dan berpikir.


Dengan bangga, Se Ri dan para Ibu- Ibu pulang dengan membawa semua barang- barang dari tempat gadai. Dan dengan senang, Se Ri memegang erat kotak kadonya.
“Omong-omong, kamu bilang apa kepadanya?” tanya Se Ri, ingin tahu.
“Oh. Aku tidak bilang banyak,” jawab Ibu Lain dengan sikap mencurigakan.

Flash back
“Dia dicampakkan. Dia tidak waras saat ini. Ambil cincinnya. Dia tidak akan bisa mengambilnya,” bisik Ibu Lain, membujuk petugas gadai.
Flash back end

Ibu lain tertawa dengan canggung. Dan tanpa tahu apa apa, Se Ri ikut tertawa. Lalu dengan senang dia memasukkan jam milik Mu Hyuk ke dalam kotak kado.

Chang Sik dan Su Chan memberikan rekaman suara Se Ri kepada polisi. Tapi polisi kesulitan, karena suara Se Ri tidak jelas. Serta kakak Se Ri dan istri kakak Se Ri sudah datang, dan mereka memastikan bahwa itu bukan suara Se Ri. Lagian juga Se Ri sudah dianggap meninggal.


Chang Sik dan Su Chan kembali mendengarkan rekaman suara Se Ri. Dan Chang Sik merasa merinding saat mendengar itu, yang menandakan bahwa itu benar suara Se Ri. Dengan heran, Su Chan menanya kan, kenapa tubuh Chang Sik bisa mengenali suara Se Ri, tapi keluarga Se Ri sendiri malah tidak.
Chang Sik pun memberitahu Su Chan kebenaran keluarga Se Ri. Para kakak- kakak Se Ri tidak terlalu akrab dengan Se Ri sendiri. Bahkan Se Ri sampai memblokir nomor kakak sendiri. Serta keluarga Se Ri lebih mementingkan saham daripada anak sendiri.

Su Chan tidak percaya kalau orang tua Se Ri akan sama seperti kakak- kakak Se Ri. Jadi dia mengajak Chang Sik untuk menemui Ibu Se Ri. Dan Chang Sik menjelaskan bahwa dia baru tahu kalau itu bukan Ibu kandung Se Ri. Dan Su Chan pun menyarankan untuk menemui Pimpinan Yoon, sebab itu adalah Ayah Se Ri. Dan Chang Sik mengomeli Su Chan sudah gila.


Pada akhirnya. Chang Sik menemani Su Chan juga ke rumah Se Ri. Mereka menunggu secara diam- diam disana, dan ketika Pimpinan Yoon pulang, mereka langsung memanggilnya. Tapi ternyata mereka salah, yang datang adalah Se Hyung. Kemudian barulah Pimpinan Yoon yang kedua sampai.

Sebelum Su Chan sempat berbicara. Para anak buah Se Hyung langsung menutup mulut nya. Dan Se Hyung mempersilahkan Ayahnya untuk masuk ke dalam duluan.
“Pak! Pimpinan Yoon Se Ri masih hidup!” teriak Su Chan.
“Singkirkan dia,” perintah Se Hyung pada para anak buahnya.


Pimpinan Yoon masuk ke dalam lift.
Chang Sik menyingkir dari Su Chan dengan diam- diam. “Pak! Pimpinan Yoon!” teriaknya dengan keras. “Pimpinan Yoon Se Ri masih hidup! Reaksi alergi ku buktinya!”
“Dia benar! Aku mendengar aku mendengar suaranya!” teriak Su Chan juga.

Se Hyung langsung mengancam mereka berdua bahwa besok dia akan bertemu dengan pengacara nya dan menuntut mereka berdua. Lalu dia masuk ke dalam rumah dan berniat menaiki lift. Tepat disaat itu, pintu lift terbuka dan Pimpinan Yoon keluar lagi dari dalam lift.

Pimpinan Yoon keluar dari dalam rumah dan menemui Su Chan serta Chang Sik.


Jung Hyuk bangun dengan badan lemas dan tenggorokan yang terasa tidak nyaman. Dia keluar dari dalam kamar dan melihat pohon natal yang telah di hias ada di ruang tamu rumah nya. Dan dia tersenyum saat menemukan kartu pesan yang di tulis oleh Se Ri.

Selamat hari natal, Pak Ri.

Jung Hyuk kemudian keluar dari dalam rumah untuk menghirup udara segar. Dan tiba- tiba sebuah nomor tidak dikenal menelponnya, dan dia pun mengangkatnya. Ternyata itu adalah Se Ri. Mendengar suara Se Ri, dia tersenyum senang dan menanyakan dimana Se Ri serta dengan hp siapa Se Ri menelpon nya.

Se Ri menjelaskan bahwa dia akan pergi sekarang. Pergi bersama dengan Seung Jung. Dan Jung Hyuk merasa terkejut serta sedih. Dia langsung memakai sepatunya dan menanyakan dimana Se Ri sekarang, karena dia akan segera menemui Se Ri. Dan Se Ri menjawab bahwa dia sudah pergi naik mobil, jadi Jung Hyuk tidak perlu menyusulnya.
Jung Hyuk tidak peduli. Dia keluar dari rumah. “Aku tahu itu, tapi kita masih harus ucapkan perpisahan terakhir. Kita harus mengatakannya lagi. Katakan di mana kamu sekarang?”

“Kamu ini begitu keras kepala. Aku sudah pergi. Jadi, jangan tanyakan keberadaanku. Atau bilang kau mau bertemu denganku,” kata Se Ri dengan sedih. Dia berusaha untuk menahan air matanya. Dan di depannya seorang pria mengarahkan pistol ke arahnya. Serta seorang pria menjaga nya di sebelah nya.
“Se Ri kumohon. Semenit saja. Tidak peduli walau kamu jauh. Aku kesana. Jadi, tunggu aku. Aku akan datang!” pinta Jung Hyuk, memohon dengan putus asa.
“Sampai jumpa! Jaga dirimu. Semoga pernikahan mu lancar. Semoga keluargamu bahagia. Berbahagia lah. Semoga panjang umur dan hidup mu bahagia. Lupakanlah kebersamaan kita. Pastikanlah kamu melakukan itu,” balas Se Ri.

Jung Hyuk berlari mencari Se Ri. “Dengarkan aku. Kamu lihat apa, katakanlah. Aku bisa menemukanmu,” jelas nya, memohon dengan kelelahan karena berlari.
“Jung Hyuk. Aku mencintaimu,” kata Se Ri. Kemudian terdengar suara tembakan. Dan telpon mati.

Jung Hyuk terkejut dan berdiri terpaku di tempatnya. Dia melihat ke sekelilingnya, tapi dia tidak bisa melihat dan menemukan dimana Se Ri. Tangannya bergetar memegang hp di telinga nya.

Mobil yang membawa Se Ri melaju pergi.
Jung Hyuk berusaha untuk menghubungi Se Ri. Tapi tidak ada jawaban. Dan dia menangis. Air matanya terus menetes jatuh dari mata nya. Dan dia merasa sangat lemah dan putus asa.

Natal satu tahun lalu :
Saat semua orang sibuk menikmati natal di kota dan di jalanan. Se Ri malah sibuk mengadakan rapat. Chang Sik mengeluh kepada Se Ri bahwa Se Ri terlalu kejam, karena hari ini adalah hari natal. Tapi Se Rit idak peduli.
Se Ri : “Pikirkanlah. Itu ulang tahun seseorang. Kenapa kamu mau repot-repot menghias sebuah pohon?”
Se Ri menghias pohon natal di rumah Jung Hyuk. 
Se Ri : “Kenapa kau repot-repot menulis kartu?”
Se Ri menulis kartu natal untuk Jung Hyuk dan meletakkannya diatas pohon Natal.

Se Ri : “Kenapa kamu mau memberikan hadiah?”
Se Ri membungkus kan kado untuk Jung Hyuk.
“Itu ulang tahun mereka? Bukankah begitu? Mereka semua bodoh,” jelas Se Ri dengan tegas.
“Hidup memang penuh kejutan. Kamu tidak bisa yakin akan apa pun dalam hidup,” kata Se Ri yang sekarang.

Baru saja Se Ri berbicara seperti itu, dua orang pria berpakaian hitam muncul di depan nya dan mengarahkan pistol mereka ke padanya. Dan Se Ri pun langsung menyembunyikan hadiah untuk Jung Hyuk di belakang tubuhnya.


Preview Ep 9
Keluarga Jung Hyuk diselidiki. Dan Ayah memarahi Jung Hyuk karena telah menyembunyikan Se Ri dan mengancam keselamatan keluarga.
“Jika sesuatu terjadi kepadanya, aku akan hidup di neraka sampai aku mati,” kata Jung Hyuk dengan serius dan putus asa.

Post a Comment

Previous Post Next Post