Saturday, January 18, 2020

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 15-1

2 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 15-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Kang mengendarai mobilnya dengan mengebut. Raut wajahnya juga tampak khawatir.
Kenapa?

Kang tiba di tempat Jun. Tempat itu sudah berantakan dan terlihat banay pecahan keramik. Jun ada di sana, sedang merapikan dengan tangan yang di perban. Dengan khawatir, Kang bertanya apa yang terjadi? Jun menjawab kalau dia seharusnya bekerja, tapi dia terus membolos dan tidak mau pergi dari tempat itu, jadi ibunya mengirim beberapa orang kemari.

Kang tampak khawatir melihat perban di tangan Jun yang basah dengan darah. Dia menyuruh Jun menunggu sebentar sementara dia mengambil kotak P3K di mobilnya.
--

Kang mengobati tangan Jun dengan mengganti perban-nya menjadi perban baru. Kemudian, dia menyuruh Jun untuk mengepalkan tangan. Jun melakukannya. Kang barujar dengan lega karena setidaknya tidak ada kerusakan saraf. Tidak di duga, Jun berkata kalau dia tidak masalah kalau saraf-nya terluka asalkan dia masih bisa membuat keramik. Dia akan berhenti menjadi dokter. 
“Mau minum soju denganku?” tanya Jun.
--

Cha Young pergi ke kantor polisi dengan tergesa-gesa. Di dalam kantor polisi, Tae Hyun sedang bersama sepasang kekasih. Tae Hyun sangat kesal karena di tuduh merayu padahal wanita itu yang pertama merayunya dan berkata sedang sedih hingga meminta membelikan minuman. Wanita itu tidak mengaku dan bersandar pada kekasihnya sambil berujar kalau Tae Hyun pasti seorang psikopat. Pria itu jadi kesal dan mengepalkan tangannya untuk menghajar Tae Hyun.

Tae Hyun takut. Tapi, rasa takutnya hilang saat melihat Cha Young. Dengan semangat, dia mengadu kalau pria itu yang telah memukulinya hingga babak belur seperti ini. Polisi sampai harus berteriak agar mereka tidak berisik. Polisi juga menanyakan, apakah Cha Young adalah keluarga Tae Hyun?
“Aku tak ada hubungan dengan pak Moon ini,” ujar Cha Young. “Tolong jangan menghubungiku lagi. Prose saja berdasarkan aturan dan hukum.”

Dan usai mengatakan itu, Cha Young langsung pergi dari kantor polisi. Tae Hyun tampak terkejut karena Cha Young meninggalkannya. Dan tanpa sengaja pula, dia melihat berita di koran yang menuliskan mengenai Kasus Cacat Konstruksi Hando Sports Center, dimana CEO Simyeon Construction, Jo Cheol U, mendapakan bebas bersyarat. Di koran itu juga tertulis, bahwa korban dari robohnya bangunan itu dulu adalah 10 orang tewas dan 68 orang luka-luka.
Melihat berita itu, membuat wajah Tae Hyun menjadi sedih. Teringat apa yang Cha Young alami.
--

Kang menemani Jun minum soju hingga malam. Jun tiba-tiba menanyakan tremor pada tangan Kang. Kang menjawab kalau tangannya masih gemetar. Jun mengaku kalau dia benar-benar tidak sengaja. Dia sudah berusaha yang terbaik pada operasi Kang. Dan juga, jika Kang tidak percaya akan perkataan-nya, dia tidak masalah. Jika Kang ingin menyalahkan kurangnya kemampuannya, dia akan menerimanya dengan senang hati.


“Jika tangan ini tidak mengalami kecelakaan, kurasa aku bisa mengunggulimu dengan kemampuanku.”
“Ya. Mungkin benar.”
“Maka Geosung juga akan menjadi milikku.”
“Ya, mungkin.”
“Tapi lalu apa? Apa yang akan terjadi setelah itu?” tanya Kang, tidak tahu apa tujuannya memiliki Geosung. “Aku akan mengalahkan Lee Jun dengan kemampuanku dan karena itu Geosung menjadi milikku. Tapi lalu apa? Apa aku akan bahagia setelah semua itu?”
“Tidak,” jawab Jun.
“Benar, 'kan? Kurasa juga begitu. Untuk apa kita begitu keras bertikai?” tanya Kang.
Mereka tidak punya alasan yang pasti untuk saling bertikai sedari kecil. Mereka tidak mempunyai masalah apapun pada awalnya. Juga tidak memiliki kebencian apapun pada awalnya. Dan entah mulai kapan, mereka mulai bertikai tanpa alasan. Hanya demi memperebutkan Geosung, yang mereka juga tidak tahu untuk apa mereka memperebutkannya.
Setelah cukup malam, Jun mengantarkan Kang hingga ke mobil. Sembari jalan, Kang bertanya hingga kapan Jun akan tinggal di sini? Jun menjawab kalau dia suka berada di tempat ini dan bisa bernafas di sini. Dan juga, ada banyak dokter lain di rumah sakit. Dia juga merasa tidak kompeten sebagai dokter.
Kang tahu jelas kalau ayah dan ibu Jun pasti tidak akan membiarkan Jun seperti ini. Jun juga tahu hal itu dan bahkan bisa menebak kalau ayah dan ibunya pasti akan mengirim orang lain kemari untuk merusak tempatnya lagi. Jika tidak, mungkin ayah dan ibunya akan datang sendiri. Dia tidak peduli. Dia malah menyuruh Kang untuk selalu ingat membawa kotak P3K di mobil, karena mungkin dia akan membutuhkannya lagi.
Supir pengganti pesanan Kang tiba, jadi Kang pamit untuk pergi duluan. Jun tampak berpikir keras, dan sebelum mobil Kang pergi, Jun mengetuk kaca jendela Kang. Dia hendak memberitahukan rahasia-nbya.
--

Tae Hyun sudah di bebaskan dari kantor polisi. Dia kembali ke sanatorium dan melihat Cha Young yang sedang memukul-mukul tubuh ikan pollack kering. Tae Hyun segera menghampirinya dan berkata kalau ikan itu bukanlah dirinya. Jika Cha Young ingin memukulinya, pukul langsung padanya, jangan di lampiaskan pada ikan pollack itu. Pukul dia sebanyak apapun.
Cha Young tidak memukulnya. Malah sebaliknya, dia bertanya bagaimana Tae Hyun bisa keluar? Tae Hyun menjawab kalau dia membuat keributan di kantor polisi dengan merebut pistol dan bilang kalau mereka akan mati jika mengejarnya. Cha Young langsung berteriak marah, mendengarnya. Tae Hyun terlihat lebih marah dan kecewa.
“Kau sungguh percaya itu?” teriak Tae Hyun. “Jelas karena aku tak berbuat salah. Apa lagi? Kau sungguh mengira aku cukup kacau hingga merebut pistol polisi dan kabur? Ada tiga saksi yang melihat jalang itu merayuku lebih dahulu. Dan rekaman kamera pengawas menunjukkan aku sungguh tak bersalah! Kau pasti malu punya adik sepertiku. Kurasa kau ingin aku pergi. Kenapa kau menampungku saat itu? Seharusnya kau mengusirku. Kenapa kau menerimaku kembali?”
“Karena kita keluarga. Karena kau satu-satunya keluargaku di seluruh dunia. Dan karena aku lupa bahwa kau juga meninggalkanku sama seperti yang dilakukan Ibu.”
“Kau ingin aku pergi sekarang? Mulai sekarang, katakan saja aku bukan adikmu. Katakan kau tak ada hubungan denganku sama sekali, sama seperti yang kau katakan kepada polisi tadi. Kau tidak membantah. Baiklah. Mari putuskan hubungan secara resmi. Entah kau hapus namamu dari kartu keluarga, atau aku saja,” ujar Tae Hyun, dengan suara keras, tapi wajahnya tampak sedih.
Usai mengatakan itu, Tae Hyun keluar dari dapur. Dan Cha Young juga tampak sedih.
--

Kang sudah kembali ke sanatorium. Usai membayar supir pengganti dan setelah supir itu pergi, Kang masih tetap ada di dalam mobil. Dia memikirkan apa yang Jun katakan padanya.
Flashback
Jun memberitahu Kang kalau nenek sedari awal ingin Kang yang mewarisi Geosung. Karena itulah, nenek membawa Kang dari Wando ke Seoul. Dan dirinya hanyalah pemacu yang bertugas melatih dan menghasut Kang karena Kang tidak mempunyai nafsu berkuasa.
Kang tertawa dan bahkan mengira Jun sedang menulis novel. Dia mengira Jun terlalu mabuk hingga bicara melantur.
“Ayahmu, Lee Jae-hun, satu-satunya putra sah keluarga Geosung. Ayahku tidak tahu bahwa Kakek bukan ayah biologisnya. Kuharap dia tak pernah tahu. Jika dia tahu, begitulah adanya. Tapi kini kau tahu, artinya hanya lima orang yang tahu. Nenek, kau dan aku, Kakek, yang meninggal karena terkejut saat tahu, dan ibuku, Yoon Hye-mi,” jujur Jun.
Kang jelas terkejut mendengar rahasia itu.
“Tapi jika itu benar, bukankah lebih masuk akal merahasiakannya sampai mati?”
“Aku hanya tak ingin curang. Satu hal yang paling kubenci adalah curang. Sudah kukatakan kepada mereka ribuan kali. Tapi tak ada yang mendengarkan. Semua orang sangat egois,” jawab Jun, meluapkan emosi dan kekesalannya.
End
Kang masih tidak tahu harus bagaimana setelah mendengar fakta tersebut dari Jun.


Untuk menenangkan pikirannya yang kacau, Kang pergi ke dapur mencari Cha Young. Cha Young juga sedang dalam pikiran kacau, sama seperti Kang. Tapi, begitu mereka saling bertemu, beban yang mereka berdua rasakan, seolah menguap begitu saja.
Kang bisa tahu dari wajah Cha Young kalau terjadi sesuatu karena wajahnya terlihat sedih. Cha Young berbohong mengatakan tidak. Dia malah berkata kalau mungkin dia seperti ini karena belum makan malam. Kang langsung menawarkan diri untuk membuatkan makan malam. Cha Young merasa tidak enak dan juga takut kalau berat badan-nya akan naik. Kang tertawa dan berkata akan membuatkan makanan rendah kalori.


Dan dengan begitu, kita melihat Kang yang memasak makanan untuk Cha Young dengan bahan utama adalah labu kuning. Dia memotong labu menjadi seperti lidi, mencampurnya dengan adonan dan menggoreng-nya.
Chan Young memuji kemampuan memasak Kang yang bagus. Kang tersenyum dan berkata kalau dia memang ingin menjadi koki. Cha Young berkomentar kalau dia menyukai dadar labu yang Kang buat. Kang berkata kalau ibunya juga menyukai dadar labu.
“Katamu ibumu meninggal karena kecelakaan, 'kan? Pasti sangat berat,” ujar Cha Young dan menggenggam tangan Kang.
“Tapi aku merasa lebih berat bagimu. Bukankah seharusnya kugenggam tanganmu lebih dahulu?”
“Lain kali. Kau bisa lakukan lain kali. Hari ini, aku genggam tanganmu.”
Mereka saling tersenyum. Manis.
Kang selesai memasak dan menyuapkannya pada Cha Young.
“Bu Jung (Ibu Kang, wanita yang memberikannya cokelat hingga dia bisa bertahan). Berkat kau, aku bisa menikmati momen-momen biasa yang berharga ini. Apa kau menjagaku? Aku akan terus berbagi kehangatanmu dengan mereka yang masih membutuhkannya… dan melanjutkan hidupku. Aku ingin menceritakan cinta pertamaku, yang kutemui lagi setelah berbagai derita, juga kisahku tentang keluarga dan lukaku, yang masih tersisa di benakku. Banyak yang ingin kuceritakan kepadamu, Bu Jung. Aku akan ceritakan lebih banyak saat bertemu denganmu.”
--

Esok pagi,
Yeong Sil pagi-pagi sudah kesal karena Dae Sik lagi-lagi ada di sanatorium dan bahkan sedang memainkan gitar untuk semua pasien. Yang di nyanyikan juga adalah lagu cinta untuk Yeong Sil. Yeong Sil sampai malu dan sembunyi di pohon. Tapi, Dae Sik tidak berhenti menyanyi hingga membuat Yeong Sil untuk kabur saja.

Dae Sik mengejarnya. Yeong Sil memintanya untuk berhenti bernyanyi. Dae Sik masih tidak menyerah merayu Yeong Sil dan membritahu kalau dia menulis musik dan lirik lagu itu sambil memikirkan Dae Sik. Yeong Sil jadi kesal dan hendak memukul kepala Dae Sik. Dae Sik langsung memegang tangan Yeong Sil dan memintanya tidak memukul kepalanya karena kepalanya sering sakit belakangan ini. Yeong Sil langsung berkata kalau kepala Dae Sik pasti bermasalah.
Yeong Sil juga akhirnya memberitahu alasan dia memutuskan Dae Sik karena baginya Dae Sik bukanlah lelaki. Baginya, Dae Sik hanya anak-anak walaupun berjenggot. Dia masih ingat selalu menggendong Dae Sik waktu kecil karena kakak Dae Sik begitu lemah.
Dae Sik tanpa di duga, tiba-tiba langsung mencium bibir Yeong Sil. Yeong Sil jelas terkejut.
“Bagaimana perasaanmu sekarang? Masih menganggapku bukan pria? Jawab aku. Itu membuat jantungmu berdebar, 'kan?”
“Tidak, tidak sama sekali,” bantah Yeong Sil. “Kau sering menciumku saat masih kecil. Kau mengecupku di bibir setelah makan, buang air, bahkan setelah muntah. Kau selalu melakukannya. Berhenti mengganggu rumah sakit ini. Pulanglah selagi aku masih bicara baik-baik. Seharusnya kau tak di sini, Nak.”
Usai memberikan nasehat itu, Yeong Sil langsung pergi.
Tapi, pas sudah cukup jauh dari Dae Sik, kaki Yeong Sil lemas juga. Dia berusaha menyakikan dirinya kalau tadi itu bukan ciuman hanya kecupan di bibir. Tapi, dia malah jadi memikirkan bibir Dae Sik.

Eh, Dae Sik ternyata masuk juga ke sanatorium dan bahkan menyapa Dir. Kwon dengan ramah. Yeong Sil jelas terkejut karena mereka berdua saling kenal. Dir. Kwon memberitahu kalau Dae Sik adalah relawan di sanatorium ini. Dae Sik juga menyanyi untuk pasien dan keluarganya sewaktu-waktu.
Yeong Sil langsung mengajak dir. Kwon bicara berdua. Dia ingin memberitahu mengenai masa lalu Dae Sik. Tapi, Dae Sik langsung berkata kalau dir. Kwon sudah tahu kalau dulunya dia adalah preman. Dan sekarang dia sudah bertobat. Dae Sik bahkan memberitahu kalau karena meninggalkan geng-nya, dia sampai merelakan wajahnya di pukuli hingga babak belur. Dan akhirnya dia harus melakukan operas plastik pada wajahnya. Mereka berdua malah jadi asyik berbincang.
Yeong Sil sampai kesal dan menghentikan perbincangan mereka. Tampak jelas, Yeong Sil hendak membujuk dir. Kwon agar memecat Dae Sik menjadi relawan.
Di saat itu, Dae Sik tiba-tiba saja menjadi mual. Yeong Sil mengira kalau Dae Sik pasti minum-minum lagi. Dae Sik langsung lari ke kamar mandi dengan alasan ingin buang air besar. Yeong Sil semakin kesal.
Setelah Dae Sik pergi, Yeong Sil memberitahu dir. Kwon kalau Dae Sik itu sebenarnya mengejarnya. Walau niat Dae Sik baik, tapi mereka tidak boleh menerima orang asal-asalan. Dan wajah dir. Kwon terlihat berbeda.

Dae Sik lari ke kamar mandi. Dan di dalam juga ada Kang. Dae Sik bukannya kebelet buang air besar, tapi dia benar-benar muntah. Dir. Kwon ternyata mengejarnya dan menanyakan keadaannya. Kemudian, dia bertanya pada Kang apakah sudah melihat hasil pindai CT Scan Dae Sik? Apa pendapat Kang? Kang menggelengkan kepala.
Tampaknya, Dae Sik benar-benar sakit parah. Dir. Kwon jadi kasihan. Dia memberitahu Kang kalau Dae Sik masih belum ingin Yeong Sil tahu soal penyakitnya. Dia akan mengatakannya sendiri jika waktunya sudah tepat menurutnya.
--

Jun pergi ke rumah sakit untuk menjenguk nenek. Dia merasa sangat ragu untuk masuk. Pas pula tante-nya melihat kedatangannya dan langsung menceramahi-nya panjang lebar, tapi juga senang karena Jun bolos kerja. Dia membawa Jun untuk masuk ke dalam ruang rawat nenek.
Di dalam ada tn. Lee yang sedang mendampiningi nenek yang tidur. Nenek tidak bisa tidur nyenyak dan bermimpi buruk. tn. Lee, ny. Lee dan Jun berusaha membangunkannya dari mimpi buruknya itu. Jun dengan baiknya bahkan ingin mengelap keringat nenek yang bercucuran, tapi nenek langsung menepis tangannya dengan kasar.

Jun terkejut. Tapi, ny. Lee semakin senang dan menyuruh Jun untuk pulang saja. tn. Lee juga terkejut dengan apa yang ibunya lakukan, tapi nenek memilih untuk menutup matanya. Berpura-pura tidur.
Jun bisa tahu alasan neneknya melakukan itu. Dan karena itu, dia memilih pergi dari sana.
--
Jun kembali ke tempatnya membuat tembikar. Dan begitu tiba di sana, sudah ada beberapa pria berbadan kekar yang menunggu. Tidak hanya itu, ibunya juga ada di sana dan menantinya. Dia melihat tangan Jun yang di perban dan bertanya kenapa tangannya bisa di perban?
“Kau mengirim orang-orang itu menghancurkan semuanya.”
“Aku hanya minta mereka merusak, bukan melukaimu. Kau terluka parah?” tanya Ny. Yoon khawatir.
“Sayangnya, tak separah itu. Kang merawatku dengan baik.”
“Kang merawatmu?”
“Dia dahulu sangat baik dan lembut. Sebelum kita merusaknya.”
“Kembali saja ke rumah sakit. Bukankah kau pengecut jika melawanku seperti ini?” perintah Ny. Yoon.
“Aku ingin menjadi saudara yang baik untuk Kang setidaknya sekali. Aku ingin berkata orang tuaku salah sekali saja dalam hidupku. Tapi… aku menahan amarahku dan sampai sejauh ini dengan menjadi pengecut seperti katamu.”
“Lalu? Itu membuatmu begini. Jika kau tetap pengecut, kau bisa mendapatkan lebih. Kenapa berhenti?”
“Karena kau terlalu salah, Ibu. Kubiarkan untuk kali kedua. Tapi tak akan ada kali ketiga. Jika kau merusak propertiku lagi, aku akan panggil polisi,” peringati Jun, sudah tidak tahan lagi dengan apa yang ibunya lakukan.


2 comments:

  1. Seneng ngeliat jun yang sadar dan hatinya terbuka untuk menjadi saudara yng baik untk kang

    ReplyDelete