Tuesday, March 24, 2020

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 10-2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Hi Bye, Mama Episode 10-2
Images by : TvN
Hyeon Jeong dalam perjalanan ke TK untuk menjemput Ha Jun. Saat itu, dia mendapat pesan grup Ibu kelas Matahari yang menyuruh agar hati-hati karena di depan sekolah ada penipu yang menjual duplikat materi sekolah. Hyeon Jeong cuek saja karena tidak ada orang bodoh yang akan tertipu.


Perkiraan Hyeon Jeong salah. Yu Ri tertipu! Dia bahkan membeli banyak sekali buku karena penjual bilang buku itu bisa membuat anak cepat bicara.
--


Akhirnya, Hyeon Jeong membawa Yu Ri ke kedainya. Ha Jun juga sedang bermain bersama Seo Woo, jadi mereka bisa berbincang berdua.
“Asisten dapur. Bibi pengasuh. Kau senang bisa melihat Seo-woo?”
“Ya. Aku bersyukur.”
“Aku mau tahu alasannya. Kenapa begitu? Kenapa... Kenapa kau mau pergi lagi?”
“Seo-woo bisa melihat arwah,” jujur Yu Ri.
“Apa? Dia bisa melihat apa?” kaget Hyeon Jeong.
“Arwah.”
“Apa yang sedang kau bicarakan?”
“Aku pernah menjadi arwah.”
“Kau... Katamu tidak ingat apa pun? Katamu saat bangun, kau ada di rumah duka?”
“Aku pernah menjadi arwah selama lima tahun. Aku terus mengikuti Seo-woo selama itu. Selama lima tahun. Gara-gara aku, Seo-woo bisa...”
“Gara-gara kau dia bisa melihat arwah? Arwah yang aku tahu?”
“Hyeon-jeong. Aku tidak berharap apa pun. Kau juga seorang ibu, pasti paham. Aku sudah mati. Aku tak menyesalinya. Biarkan aku menyelesaikan masalah yang sudah kubuat. Aku... Aku tak pernah melakukan apa pun untuk Seo-woo. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk Seo-woo. Gara-gara aku, Seo-woo... Ini semua salahku,” tangis Yu Ri.
--

Min Jeong sudah pulang ke rumah. Seo Woo juga di rumah dan Yu Ri sudah pulang. Saat Min Jeong membuka kulkas, dia sangat terkejut karena kulkas berisi banyak sekali makanan. Dan bahkan ada sayur pakis. Min Jeong tersenyum.
--


Yeon Ji bingung saat ibu bilang kalau Yu Ri minta di masakin pakis karena Yu Ri kan tidak suka makan pakis. Gang Hwa juga tidak suka makan pakis. Ibu juga merasa aneh. Ayah merasa kalau Yu Ri membawa semua makanan mereka untuk orang lain.
--

Min Jeong menghindangkan semua makanan yang ada di kulkas dan memberitahu Gang Hwa kalau seseorang memberikannya. Gang Hwa sangat senang karena rasanya sehat, seperti pernah dia makan. Tidak ada rasa. Hambar. Tapi enak.
Dan betapa terkejutnya saat tahu yang memberikan semua makanan itu adalah Yu Ri. Min Jeong senang karena ada pakis. Dia sangat suka dengan pakis.
--

Yu Ri bersama Hyeon Jeong duduk di depan mini market sambil berbincang. Sekarang, Hyeon Jeong tahu kenapa Yu Ri sangat mengenal Min Jeong. Karena selama 5 tahun menjadi arwah, Yu Ri selalu memperhatikan Min Jeong.
Flashback
Min Jeong sedang membuat kopi dan tiba-tiba Seo Woo menangis. Min Jeong langsung mematikan mesin kopi dan merawat Seo Woo. Dia terus tersenyum. Saat Seo Woo membuat kekacauan, Min Jeong tidak marah sama sekali dan terus tersenyum.
Yu Ri selalu mengajak Min Jeong bicara, tapi Min Jeong tidak bisa mendengarnya.

Saat bibi pengurus rumah hendak pulang, dia menawarkan diri untuk membuatkan makanan pakis besok, tapi Min Jeong menolak. Itu karena Gang Hwa tidak suka. Yu Ri sangat frustasi karena Min Jeong selalu mendahulukan yang lain, daripada diri sendiri.
End
Dan karena itu, dia jadi tahu mengenai Oh Min Jeong yang baik hati.
“Hyeon-jeong. Sejak lahir, aku tidak pernah merasa berterima kasih sampai seperti ini. Aku menyaksikan semua di sampingnya. Sampai mati pun, aku tak bisa membalas utang budiku ini. Aku harap kau bisa mengerti.”
--
Min Jeong di rumah, melihat foto Yu Ri. Pengasuh itu benar-benar (Min Jeong tidak tahu nama aslinya Yu Ri) mirip dengan Yu Ri, itu yang Min Jeong pikirkan.
--

Hyeon Jeong berusaha mengalihkan topik dengan memberitahu kalau semua buku yang Yu Ri beli adalah palsu. Yu Ri terkejut dan tidak percaya karena dia menghabiskan banyak uang untuk membeli semua itu.
Rasa kesal karena habis di tipu lenyap saat dia mendapat telepon dari Min Jeong yang ngajak untuk minum bersama.
--

Geun Sang pulang dengan langkah ringan menuju rumah. Suasana hatinya cukup baik. Namun, betapa kagetnya saat dia membuka pintu rumah, di dalam ada Yu Ri dan Min Jeong bersama Hyeon Jeong. Geun Sang sangat terkejut hingga tidak jadi masuk ke dalam rumah. Tapi, dia ragu dengan penglihatannya jadi masuk lagi ke dalam.

Hyeon Jeong yang melihat tingkahnya langsung memarahinya. Kalau mau masuk, masuk. Kalau tidak, keluar. Jangan bolak balik membuka pintu. Geun Sang langsung menutup pintu dan kabur sambil menelpon Gang Hwa.
Min Jeong berterimakasih atas makanan yang Yu Ri bawa tempo hari. Dan dia tidak tahu cara untuk membalasnya. Hubungan Yu Ri dan Min Jeong tampaknya mulai sedikit akrab. Min Jeong mengomentari Yu Ri dan Hyeon Jeong yang tampaknya sangat akrab. Hal itu membuatnya iri. Setelah menikah, dia tidak mempunyai teman karna mengucilkan diri sendiri. Min Jeong jujur kalau dia sebenarnya ingin dekat dengan Hyeon Jeong, tapi tampaknya, Gang Hwa tidak menyukainya.
--
Geun Sang mengajak Gang Hwa bertemu di taman. Gang Hwa sebenarnya agak kesal karena Geun Sang mengajak bertemu di tengah malam seperti ini. Geun Sang memberitahu kalau Hyeon Jeong, Yu Ri dan Min Jeong bertemu.
Gang Hwa langsung menjerit kaget.
Flashback
Tadi, saat Min Jeong keluar rumah, dia ada tanya Min Jeong mau kemana? Min Jeong menjawab kalau dia ingin bertemu seseorang sebentar. Teman.
End
Dan Gang Hwa tidak menyangka sama sekali teman yang di maksud Min Jeong adalah Hyeon Jeong dan Yu Ri.
--

Untuk melepas rasa canggung, Yu Ri dan Hyeon Jeong minum bir. Min Jeong memperhatikan mereka dan tiba-tiba menanyakan kedekatan Hyeon Jeong dengan mendiang ibu Seo Woo, Cha Yu Ri.

“Aku hanya... penasaran saja. Dia seperti ibunya Seo-woo. Setelah menikah, aku menemukan satu lembar foto. Awalnya aku hanya bilang, "Jadi, ini ibunya Seo-woo." Tapi, lama-lama aku penasaran. Seperti apa watak dan caranya bicara. Seperti apakah pemikirannya. Aku menjadi tambah penasaran karena Gang-hwa tak pernah cerita. Jadi, setiap melihat orang ini, aku teringat ibunya Seo-woo. Mungkin sifatnya juga sama dengan orang ini,” cerita Min Jeong, melihat pada Yu Ri (Min Jeong megira pengasuh Seo Woo hanya mirip. Dia tidak tahu kalau memang dia adalah Cha Yu Ri). “Maafkan aku. Mungkin kau tidak tahu, tapi aku bukan ibu kandung Seo-woo,” ujar Min Jeong terdengar sedih.
Karena suasana menjadi aneh, Min Jeong mengajak mereka untuk bersulang dan minum bersama. Min Jeong sudah sangat mabuk. Hyeon Jeong dan Yu Ri juga mabuk, tapi tidak semabuk Min Jeong. Mereka membahas Gang Hwa yang sangat jahat. Padahal Min Jeong sangat ingin tahu mengenai ibu Seo Woo, tapi Gang Hwa tidak mau bercerita sama sekali. Padahal, dia tidak akan cemburu pada orang yang sudah wafat.
“Tapi, lihatlah, kau benar-benar mirip dengan Seo-woo. Aku iri. Apa kau tahu? Semua ibu tiri dalam buku cerita anak pasti selalu jahat. Kenapa? Kenapa? Kenapa semuanya jahat? Apa karena mereka ibu tiri? Ibu tiri juga ibu. Kenapa semuanya harus jahat?” ujar Min Jeong, sedih.
--

Geun Sang dan Gang Hwa masih ada di taman. Geun Sang sama sekali tidak mengerti kenapa mereka bertiga bisa berkumpul? Apa mereka sekarang berteman? Menjadi sahabat?! Tidak masuk akal. Gila!
Gang Hwa yang sedang pusing, mendapat telepon dari Hyeon Jeong.

Mereka berdua segera lari ke depan kedai Misaeng. Di depan, sudah ada Yu Ri dan Min Jeong yang mabuk memperebutkan Hyeon Jeong. Yu Ri yang mabuk, langsung sadar saat melihat Gang Hwa. Dia tersenyum lebar dan hampir meneriakan nama Gang Hwa, tapi saat itu, Min Jeong juga memanggil Gang Hwa.

Yu Ri langsung berpura-pura mabuk lagi dan terus memeluk Hyeon Jeong dengan erat. Hyeon Jeong menyuruh Gang Hwa untuk membawa pulang Min Jeong sementara dia yang akan mengurus Yu Ri. Jadinya, Gang Hwa membawa Min Jeong sambil meminta Hyeon Jeong untuk menjaga Yu Ri.
Yu Ri tampak sedih saat melihat Gang Hwa bersama dengan Yu Ri.
--
Esok hari,
Arwah ny. Sung lagi galau. Para arwah lain sudah hafal sifatnya itu. ny. Sung akan selalu begitu setelah anaknya kemari. Ny. Sung akan duduk di sofa itu dan merenung selama berjam-jam.
“Setelah melihat anaknya hidup dengan baik pun, dia belum tentu bisa pergi dengan tenang. Walau sudah mati, anak akan selalu ada di pikiranmu.”
--
Di TK Haemil,
Yu Ri melihat buku cerita anak-anak yang ada di rak buku. Dia mengambil semua buku yang menceritakan ibu tiri yang jahat : Cinderella, Jang Hwa dan Hong Ryeon, Kong Jwi dan Pat Jwi, Sim Cheong, dll.
Semua buku itu Yu Ri bawa ke hadapan kepala sekolah. Yu Ri mengatakan kalau semua buku itu adalah buku yang membatasi imajinasi anak.
“Buku yang membatasi imajinasi anak. "Ibu tiri itu semuanya jahat. Anak yang punya ibu tiri dikasihani." Jika begitu, buku-buku ini mencuci otak anak-anak hingga membuat ibu tiri seperti orang jahat.”
“Benar juga. Bisa juga diartikan seperti itu,” tawa kepsek.
“Kalau begitu, harus disingkirkan.”
--

Min Jeong bersiap untuk pergi. Saat itu, dia melihat dua kantong berisi buku cara mudah belajar hangeul.
Flashback
Yu Ri saat di kedai Hyeon Jeong terus saja melihat buku yang di belinya. Dia masih sedih karena sudah tertipu membeli buku itu. Min Jeong melihat itu dan memberitahu kalau itu palsu. Yu Ri sedih karena dia membeli buku itu untuk Seo Woo.
Min Jeong langsung bilang kalau dia tidak bisa menerima buku itu. Dia sudah punya buku itu. Dia juga tertipu membeli buku yang sama tahun lalu.
End
Min Jeong tertawa kecil mengingat itu. Bukan hanya dia saja yang tertipu, tapi juga Yu Ri.
--

Geun Sang ada di ruangan Gang Hwa. Gang Hwa menanyakan keadaan Yu Ri karena kemarin Yu Ri sangat mabuk. Anehnya, wajah Geun Sang seolah gugup.

Flashback
Setelah Yu Ri pulang, Geun Sang bicara dengan Hyeon Jeong. Dia heran karna Yu Ri mudah sekali mabuk padahal biasanya Yu Ri kuat minum. Hyeon Jeong memberitahu kalau Yu Ri tidak mabuk.
“Dia menjadi sadar saat Gang-hwa datang.”
“Apa katamu? Apa kau mabuk? Maksudmu, Yu-ri pura-pura mabuk... Kenapa selalu seperti ini? Ini seperti drama yang menyedihkan sekali.”
End
Dan Geun Sang menjawab pertanyaan Gang Hwa kalau Yu Ri baik-baik saja. Gang Hwa lega mendengar hal tersebut.

Saat itu, seorang intern datang untuk meminta tanda tangan Gang Hwa pada “Petisi Penolakan Prioritas Operasi untuk Pasien VIP.” Gang Hwa menolak untuk tanda tangan dengan alasan sedang di hukum, jadi tidak boleh ikut aksi seperti itu.  Intern berusaha membujuknya, tapi Gang Hwa bersikeras menolak.
--

Intern itu memberikan petisi itu pada dr. Jang. Dan hanya satu orang yang tidak tanda tangan, Gang Hwa. dr. Jang menghela nafas panjang melihat itu.
Dr. Jang jadi teringat hasil diagnosis Gang Hwa : Fobia ruang operasi.
--
Ibu Yu Ri masih memikirkan pertemuannya kemarin dengan Gang Hwa. Saat itu, dia sempat bertanya, apakah Gang Hwa masih belum bisa melakukan operasi? Dia tahu hal itu. Ibu tidak mengerti kenapa Gang Hwa tidak mau di terapi? Padahal Gang Hwa kan sudah melupakan kejadian itu dan bahkan sudah menikah lagi.
“Aku merasa bersalah,” jawab Gang Hwa. “Saat keadaanku membaik, itu membuatku merasa bersalah.”
--
Dr. Jang mengingat penjelasan dokter mengenai kondisi Gang Hwa.
Perasaan bersalah. Setelah menikah lagi, semakin hidupnya stabil dia semakin merasa bersalah. Bahkan saat tertawa, dia tiba-tiba merasa bersalah. Saat bahagia, dia tiba-tiba merasa bersalah. Alasannya tidak mau dirawat karena dia ingin menggunakan ketakutan ini untuk mengingatnya. Dia takut akan melupakan semuanya.
--
Yu Ri mendapat tugas untuk membeli garam. Dia senang-senang saja di suruh membeli garam daripada memotong wortel.
Saat itu, dia melihat seorang pengendara motor ugal-ugalan dan akan menabrak seorang ibu yang baru keluar dari taksi. Refleks, Yu Ri langsung berlari untuk melindungi ibu itu.
--
Gang Hwa mendapat telepon dari Yu Ri. Yu Ri menelpon sambil menangis, membuat Gang Hwa cemas. Apalagi, di seberang telepon terdengar suara petugas medis yang bilang korban kecelakaan lalu lintas, menuju ke UGD. Dan telepon langsung terputus.
Gang Hwa langsung lari dengan panik.

Gang Hwa teringat saat dulu, dia baru saja selesai operasi, dan dokter lain memberitahu kalau istrinya mengalami kecelakaan. Saat itu, dia juga berlari sangat kencang.
--
Midong bersiap membuka praktek. Akan tetapi, dia tidak seceria biasanya. Itu karena dia merasa sedih melihat reaksi Yu Ri kemarin saat dia bilang Seo Woo akan menjadi sepertinya.
“Apa salahnya menjadi dukun? Ini juga menyangkut hidup manusia,” gumam Midong, sedih.
Saat Midong keluar rumah, seorang pria berpakaian hitam sudah berdiri di depan pintu.
“Kenapa kau di sini?”
“Karena tidak ada kabar, aku datang menjemput dia,” jawab pria tersebut.
--
Gang Hwa masih saja terus berlari di sekitar rumah sakit. Terlihat petugas medis membawa masuk seseorang yang terluka parah.
Flashback
Kita melihat pembicaraan Yu Ri dan Hyeon Jeong di depan mini market kemarin malam.
“Kau tak ingin hidup? Apa kau benar-benar tak ingin hidup?”
“Tentu saja ingin. Aku sangat ingin hidup, eonni.”
End
==

Epilog,
Yu Ri menghabiskan waktu bermain bersama Seo Woo di rumah. Mereka sangat bergembira.
Akan tetapi, walau sudah menghabiskan waktu seharian bersama, Seo Woo akan segera berlari ke arah Min Jeong saat Min Jeong pulang. Seo Woo sangat gembira melihatnya dan berteriak, “Ibu.”
Hal itu, membuat Yu Ri menjadi sedih.
--

Flashback
Saat menjadi arwah, Yu Ri selalu iri melihat Min Jeong yang bisa bersama dengan Seo Woo. Bahkan cara tidur Min Jeong sama seperti Seo Woo.
Tempatmu yang tidak bisa ku raih, posisi seorang Ibu.  





No comments:

Post a Comment