Sunday, March 15, 2020

Sinopsis K-Drama : Itaewon Class Episode 14-2

1 comments

Sinopsis K-Drama : Itaewon Class Episode 14-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Sae Ro Yi dalam perjalanan pulang, tapi tampaknya dia cukup terganggun dengan ucapan Seung Kwon. Saat itu, dia melewati sebuah halte yang ada memasang papan berisis promosi kalung. Sae Ro Yi ingat kalau itu adalah kalung yang Yi Seo inginkan.

Karena itu, Sae Ro Yi kembali ke rumah sakit. Tapi, dia malah mendengarkan Yi Seo yang sedang bicara dengan Hyun Yi.
“Bisnis Tiongkok bisa diurus oleh Saeroyi. Cabang bisa diurus oleh Seung-kwon. Kau tak percaya pada mereka?” tanya Hyun Yi karena Yi Seo sangat ingin kembali bekerja.
“Bukan itu. Seung-kwon lebih tahu soal cabang daripada aku.”
“Kalau begitu, kenapa kau bekerja seperti itu?” tanya Hyun Yi.
“Belakangan ini, aku sering tiba-tiba menyatakan cintaku kepada Bos.”
“Hal itu tidak mengagetkanku sama sekali.”
“Bila rasa sukaku bisa menjadi alasan untuk memecatku, aku bilang pecat saja aku.”
“Apa maksudmu? Apa perusahaan bisa berjalan tanpamu?”
“Itu dia. Alasan aku bisa tunjukkan rasa sayangku kepadanya... karena aku orang kompeten yang dia butuhkan di perusahaan. Apa pun yang aku katakan, dia butuh aku di sampingnya. Aku harus menjadi orang yang dia butuhkan,” jujur Yi Seo. Dan membuat Sae Ro Yi merasa bersalah dan juga sedih.
“Dasar bodoh. Bila tak kompeten, kau dipecat? Saeroyi akan seperti itu? Kenapa kau masih tak mengenalnya setelah lama bekerja dengannya?”
“Aku tahu. Aku hanya butuh alasan untuk perbuatanku. Aku butuh hak... untuk menyatakan perasaanku.”
Ah. Terasa sedih. Sae Ro Yi menatap hadiah kalung yang di bawanya. Perasaannya bercampur aduk sekarang ini.
--

Perusahaan Jangga,
Soo Ah meminta tanda tangan Geun Soo untuk sebuah dokumen. Dan saat itulah, Geun Soo memberitahu kalau pemilihan Presdir selanjutnya akan segera di lakukan. Soo Ah jelas bingung. Dan Geun Soo baru memberitahu kalau Presdir Jang berumur tidak lama lagi.
--
Soo Ah langsung menemui Presdir Jang ke kediamannya usai mendengarkan berita itu. Presdir Jang tampaknya kesal karena Geun Soo memberitahu Soo Ah, padahal dia ingin memberitahunya sendiri dalam waktu dekat. Bagaimanapun, Soo Ah adalah orang kedua paling lama yang berada di sisinya setelah sekretaris Kim. Walau, dia tahu motif Soo Ah berbeda selama berada di sisinya.
“Aku sangat tahu apa yang kau pikirkan tentangku selama ini. Setelah kejadian Manajer Park, kau membenciku juga takut padaku.”
“Benar. Aku memang begitu, Pak.”
“Orang yang kau benci akan meninggal. Bukankah itu hal baik? Kenapa... kau malah menangis?”
“Aku tak tahu, Pak,” jawab Soo Ah, menangis terisak-isak.
“Dasar bodoh. Aku juga tahu kau sangat lelah dengan perintahku. Kau wanita kompeten, tapi tak meninggalkan bosmu yang sangat kau benci. Kau tahu alasannya?”
“Aku tak tahu, Pak.”
“Itu karena kepatuhanmu. Aku telah mendidikmu sesuai dengan yang aku mau. Semua orang di sekitarku telah kubuat menjadi seperti itu dengan paksa. Orang-orang seperti itu, mereka mudah diatur dan dipandang rendah,” jelas Presdir Jang. “Itukah yang kau ingin aku rasakan tentangmu di penghujung hidupku?”
“Kenapa kau... mengatakan itu padaku?” tanya Soo Ah.
“Aku juga tak tahu. Sepertinya karena aku segera meninggal. Yang segera meninggal selalu menjadi aneh.”
--

Geun Won pergi ke sebuah gedung yang misterius dengan membawa tas. Dia pergi ke tempat boss Kim (yang sering keluar masuk penjara. Mantan bos Seung Kwon juga). Dan Geun Won di sambut dengan sangat ramah.
“Aku berpikir untuk memulai yang kita bicarakan dulu,” ujar Geun Won.
Dan Bos Kim setuju.
--

Tony datang ke kantor untuk menyerahkan banyak dokumen. Dia datang karena Seung Kwon memanggilnya karena Yi Seo sakit. Itu hanya setengah dari dokumen yang di perlukan. Dokumen mengenai klien Tiongkok ada di laci Yi Seo yang di kunci. Dia tidak tahu passwornya.
Sae Ro Yi memberitahu kalau dia tahu password-nya, jadi dia akan mengambil sendiri.
--

Di dalam ruangan Yi Seo ada Seung Kwon yang menggantikan pekerjaan Yi Seo sementara ini. Sae Ro Yi masuk untuk mengambil dokumen yang ada di laci Yi Seo. Seung Kwon jadi kepo, mau tahu sandi lemari Yi Seo. Dan ternyata, sandinya adalah ulang tahun Sae Ro Yi. Seung Kwon kagum karena Yi Seo benar-benar serius pada Sae Ro Yi.
Sae Ro Yi juga kepo mau tahu apa yang sedang di baca Seung Kwon. Seung Kwon memberitahu kalu yang di bacanya adalah proposal acara dengan tema : “Bersama Dia di DanBam”
Isi kalimat di dalam proposal itu adalah :
"Siapa yang kau paling benci di musim dingin ini? Datanglah bersamanya ke DanBam. Kau akan dapat Miun Ori Bulgogi gratis." Kita akan dengarkan kisah mereka dan berikan makanan gratis.
"Siapa orang yang berjasa untukmu?"

Mendengar kalimat pertanyaan itu, Sae Ro Yi langsung teringat Yi Seo. Yi Seo yang waktu itu di pukuli Geun Won sampai terluka hanya demi mendapatkan pengakuan Geun Won menabrak ayahnya. Yi Seo tidak takut dan hanya senang karena bisa mendapatkan pengakuan itu untuk Sae Ro Yi.
"Siapa orang yang paling ingin kau mintai maaf?"
Sae Ro Yi teringat saat Yi Seo menyatakan perasaan padanya dan dia menolaknya begitu kejam. Saat itu Yi Seo menangis.
"Kapan saat paling menakutkan bagimu?"
Saat Yi Seo pingsan di hari rapat pemegang saham itu. Itu yang paling menakutkan baginya.
"Apa keberuntungan terbaik dalam hidupmu?"

Saat Yi Seo muncul di hadapannya dan bilang ingin bekerja untuknya. Dan bilang, akan mewujudkan mimpinya.
"Apa saat ini kau mencintai seseorang?"

Dan sekarang, Sae Ro Yi menemukan lukisan wajah-nya di salah satu dokumen yang ada di dalam laci meja Yi Seo. Itu gambar yang dulu sekali di gambar Yi Seo (sekitar episode 04). Dan kini, semua yang di pikirkan Sae Ro Yi hanyalah YI SEO!





Semuanya… adalah dirimu.
Itu kalimat yang Sae Ro Yi sadari kini.
Tanpa membuang waktu, Sae Ro Yi segera pergi ke rumah sakit. Untuk menemui Yi Seo.
--
Di lobby rumah sakit, Sae Ro Yi berjumpa dengan Geun Soo yang datang setelah tahu Yi Seo masuk rumah sakit.
--

Yi Seo kembali ke kamar rawatnya. Dia hendak mengambil barang di laci dan saat itulah dia menemukan hadiah dari Sae Ro Yi. Kalung yang di inginkannya. Yi Seo tersenyum lebar. Ada juga pesan dari Sae Ro Yi : Cepat sembuh 😊
Yi Seo langsung memakai kalung tersebut.
Saat itu, seorang pria berpakaian perawat dan memaki masker masuk dan bilang kalau sekarang saatnya Yi Seo suntik vitamin.
--

Sae Ro Yi bicara dengan Geun Soo di taman rumah sakit. Awalnya mereka membicarakan mengenai rapat kemarin, tapi kemudian membicarakan mengenai Yi Seo.
“Apa kau masih... sangat menyukai Yi-seo?” tanya Sae Ro Yi.
“Sudah empat tahun. Setiap hari aku memikirkannya tanpa henti. Kau tahu, 'kan? Alasan aku keluar dari DanBam. Alasan aku ingin menjadi penerus Jangga. Alasanku... ingin menghancurkan IC. Semua itu... karena Yi-seo.”
“Aku mengerti. Dia wanita yang pantas diperjuangkan. Yi-seo.”
“Apa?”
“Dia wanita yang disukai temanku. Harusnya kubuang perasaanku walau menyukainya, 'kan? Itu pengkhianatan dan perbuatan yang buruk. Aku akan melakukannya. Pengkhianatan itu. Perbuatan buruk itu.”
“Apa maksudmu...” bingung Geun Soo.
“Kau boleh memakiku dan akan kuterima pukulanmu.”
“Apa maksudmu?”
“Aku... menyukai Yi-seo,” akui Sae Ro Yi. Pengakuan yang tidak di sangka-sangka oleh Geun Soo.  “Aku tak akan meminta maaf.”
Geun Soo emosi dan tidak terima. Tapi, Sae Ro Yi sudah pergi ke kamar Yi Seo.

Saat di sana, kamar Yi Seo kosong dan juga berantakan. Sae Ro Yi jadi panik. Dan dia mendapat pesan foto Yi Seo yang di culik. Sae Ro Yi langsung lari keluar.

Geun Soo masih ada di lobby dan membahas mengenai Soo Ah. Tapi, tentu saja, Sae Ro Yi tidak mendengarkannya karena dia menerima pesan yang menyuruhnya untuk datang ke Eunma-ro 29gil, Kota Pajin. Dan jangan menghubungi siapapun, datang sendirian.
Geun Soo sadar ada yang tidak beres melihat sikap Sae Ro Yi. Apalagi saat melihat kamar rawat Yi Seo yang berantakan. Geun Soo segera mengejar Sae Ro Yi. Sae Ro Yi benar-benar panik hingga mengebut di jalanan yang padat.
--


Dan akhirnya, Sae Ro Yi tiba di tempat sesuai yang ada di pesan. Sebuah jalanan yang sunyi. Dan di sana ada boss Kim serta Geun Won beserta anak buah mereka. Geun Soo juga tiba di sana. Begitu turun dari mobil, dia menanyakan mengenai Yi Seo. Dan dia juga terkejut saat tahu Geun Soo mengikutinya.
Geun Won keluar dari dalam mobilnya. Dia menatap Geun Soo dan Sae Ro Yi dengan tatapan hmmm.
“Orang – orang yang ku benci datang bersama,” ujar Geun Won.
“Dimana Yi Seo?” tanya Sae Ro Yi.
“Entahlah. Untuk apa orang yang akan mati tahu itu?”
“Di mana Yi-seo, Berengsek!” teriak Geun Soo dan berlari hendak memukuli Geun Won.

Saat itu, Geun Won memberi tanda dengan kepalanya. Dan sebuah mobil langsung menyalakan mesin dan melaju kencang ke arah Geun Soo. Geun Soo tidak bergerak karna merasa silau dengan lampu sen yang menyala tiba-tiba.

Sae Ro Yi melihat itu dan segera mendorong Geun Won ke tepi, membuat dirinya yang tertabrak oleh mobil. Tubuhnya terpelanting jauh dan jatuh berguling ke bawah. Geun Soo menjerit keras melihat itu.
Sae Ro Yi sekarat.


Mengikuti kata hati dan jadi diriku sendiri. Hidup tanpa penyesalan apa pun akibatnya. Aku ingin hidup seperti itu. Apakah aku berhasil?


Dia teringat saat menolak cinta Yi Seo, 4 tahun yang lalu.
Aku... saat ini... sangat menyesali hari itu.
Aku, saat ini…
Aku sangat merindukanmu.
Mata Sae Ro Yi terpenjam.
===
Dan kita di perlihatkan kalimat terakhir di proposal acara yang Seung Kwon lihat.
APA SAAT INI KAU MENCINTAI SESEORANG? BAWALAH MEREKA KE DANBAM

1 comment: