Sinopsis C- Drama : And The Winner Is Love Episode 14 part 1





Original Network : Tencent Video iQiyi Youku iQiyi

Xingzhou merasa sangat bersalah kepada Shangguan Tou. Dia mengakui kalau dia bersalah kepada Shangguan Tou dan terhadap Bai Lu juga. Dan dia menyadari kalau kekuasaan adalah sebuah perangkap, salah selangkah, maka setiap langkah akan salah. Dan kasih sayang di dalam keluarga adalah hal yang begitu berharga di dunia ini, tapi dia malah meninggalkan nya dan terjerumus dalam jurang kekuasaan.


Mendengar itu, Shangguan Tou bersikap sinis kepada Xingzhou. Baginya Xingzhou hanya berbicara omong kosong saja, karena demi kehormatan dan kekayaan, Xingzhou membiarkan Bai Lu menjadi korban kekuasaan. Jadi Xingzhou tidak layak untuk berpura- pura ingin menebus kesalahan. Dan Xingzhou menjelaskan bahwa dulu dia pernah berpikir untuk menebus kesalahannya, tapi dia tidak berhasil. Dan Shangguan Tou malas mendengarkannya.

“Beberapa tahun ini, setiap hal yang kulakukan setiap hari semua adalah ingin menebus kesalahan dulu. Tapi...” kata Xingzhou dengan perasaan sangat bersalah. “Ini... Tapi kesalahan ini semakin besar. Besar hingga aku sudah tidak berdaya. Aku hanya bisa menyembunyikan kenyataan darimu,” jelas nya. “Tou, apa kamu masih ingat saat aku mengantarmu pergi, aku memelukmu dalam pelukanku, dalam waktu lama tidak bersedia lepaskan tangan. Karena aku takut, aku takut jika kulepaskan tanganku adalah seumur hidup,” katanya.

Namun Shangguan Tou hanya diam saja dan tidak merespon, sebab dia merasa sangat terluka serta sedih.



Xingzhou menyadari kesalahannya, jadi diapun tidak berbicara lebih banyak lagi. Dia memberikan sepasang sepatu kecil yang pernah Bai Lu buatkan untuk Shangguan Tou, saat Bai Lu masih mengandung. Dia berharap untuk tidak kehilangan Shangguan Tou lagi, sebab dulu dia telah kehilangan Bai Lu. Tapi mendengar itu, Shangguan Tou tetap diam serta tidak mau memandang Xingzhou sama sekali.



Dengan sedih, Xingzhou pun berdiri dan berniat untuk pergi. “Tou, ayah sungguh tidak tahu seumur hidup ini memakai wajah apa datang bertemu denganmu.”
“Kalau begitu tidak perlu bertemu,” balas Shangguan Tou dengan sikap dingin.

Mendengar itu, Xingzhou semakin bertambah sedih. Lalu diapun pergi.


Saat Xingzhou pergi, Shangguan Tou menyentuh sepatu buatan Bai Lu dengan lembut. Lalu setelah itu, dia lanjut meminum arak nya.


Keesokan harinya. Dipertengahan jalan, Shangguan Tou bertemu dengan Permaisuri Lu yang sedang dalam perjalanan untuk pulang ke rumah. Permaisuri Lu berteriak memanggil Shangguan Tou, dan berlari turun dari kereta untuk mengejar nya. Lalu setelah berada di dekat Shangguan Tou, dia menjelaskan bahwa dia sudah tahu apa yang terjadi, jadi diapun segera pulang.

“Apakah Kakak datang untuk menyalahkanku?” tanya Shangguan Tou dengan agak ketus.


Dengan lembut, Permaisuri Lu memegang tangan Shangguan Tou. “Demi Kakak, maafkanlah ayah,” pintanya. Dan Shangguan Tou terkejut, sebab Permaisuri Lu tampak sudah mengetahui semua kenyataan nya dari awal. “Tou, sebenarnya aku selalu anggap kamu sebagai adik kandung. Meskipun bukan dilahirkan oleh ibu yang sama, tapi kita sejak kecil tumbuh dewasa di rumah yang sama dan juga ada seorang ayah yang sama,” katanya, menjelaskan.

“Kakak, apakah kamu tahu saat kecil aku sangat iri padamu,” balas Shangguan Tou. “Aku tidak tahu kesalahan apa yang kuperbuat, sehingga mereka memperlakukanku seperti itu. Aku begitu berusaha. Aku juga harap mereka bisa perlakukan aku seperti kamu. Tapi apa yang terjadi? Aku sungguh tidak tahu harus bagaimana,” jelasnya dengan sedih, saat mengingat hal- hal dulu.


“Tou, kamu tidak melakukan kesalahan apapun,” tegas Permaisuri Lu. “Hanya saja, ada beberapa pemikiran ibu, mungkin kamu tidak mengerti, tapi aku mengerti. Sebenarnya dia tidak pernah menyalahkanmu. Orang yang sungguh dia salahkan adalah ayah. Yang dicelakai ayah, tidak hanya ibumu sendiri. Lagi pula setelah bertahun-tahun, ibu sudah memaafkannya, juga sudah bersedia menerimamu,” jelas nya.

Mendengar itu, Shangguan Tou menarik tangannya lepas dari genggaman Permaisuri Lu. “Aku tidak bisa memaafkan seorang pengkhianat.”


Permaisuri Lu mengerti, namun dia terus berusaha untuk membujuk Shangguan Tou agar mau pulang bersamanya dan menjadi satu keluarga. Namun Shangguan Tou tetap pada keputusan nya, dia ingin hidup sendirian. Dan mengetahui itu, Permaisuri Lu merasa sangat sedih, tapi dia tidak akan memaksa keputusan Shangguan Tou, hanya saja dia ingin Shangguan Tou ingat bahwa Ayah selama nya akan melindungi Shangguan Tou.

Mendengar kata ‘Ayah melindungi’, Shangguan Tou tersenyum sinis. Lalu diapun pergi meninggalkan Permaisuri Lu. Dan dengan sedih, Permaisuri Lu menangis menatap kepergiaan Shangguan Tou.

Muyuan, Chequ, Liuli, dan Zhu Sha. Mereka berempat mengantarkan Xuezhi ke tempat pelatihan tertutup. Dengan perhatian, Liuli dan Zhu Sha mengingatkan Xuezhi untuk menjaga diri dengan baik selama sendirian, sebab mereka tidak akan ada untuk membantu. Dan Xuezhi mengiiyakan serta menenangkan mereka untuk tidak perlu khawatir.


Sedangkan Muyuan. Dengan tegas dia berjanji bahwa dia akan membantu Xuezhi untuk mengatur Istana Api Chong dengan baik, selama Xuezhi melakukan pelatihan tertutup. Dan setelah pelatihan tertutup selesai, dia berharap Xuezhi akan menjadi Ketua Istana Api Chong yang bermartabat. Kemudian dia mengembalikan gelang Chong Ye kepada Xuezhi, dia berharap Chong Ye yang berada di langit bisa menjaga Xuezhi.

Mendengar itu, Xuezhi merasa sangat berterima kasih kepada Muyuan. Dia menerima gelang itu, lalu dia pamit kepada mereka semua dan berjalan pergi meninggalkan mereka.

Ditempat pelatihan tertutup, segala yang Xuezhi perlukan telah di persiapkan. Yaitu selimut, pakaian, dan bahan- bahan makanan juga.

Qingmei pergi secara diam- diam ke dalam hutan. Dia berjalan dengan sangat waspada, takut ada orang yang melihat nya.


Ketika Qingmei datang mengantarkan makanan untuknya, Hong Sheng merasa heran serta curiga padanya. Dia bertanya, kenapa Qingmei ingin menyelamatkan nya. Dan Qingmei beralasan bahwa dia melakukan ini karena dia berada di jalur kebenaran dunia seni bela diri, yaitu ketika bertemu dengan orang yang terluka, maka sudah seharusnya melakukan penyelamatan. Namun Hong Sheng tidak percaya dengan alasan sederhana itu, sebab dia sudah terlalu banyak bertemu orang seperti Qingmei, jadi dia ingin Qingmei berbicara secara langsung saja. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran.


“Penatua, aku ingin menyuruh Anda mengajariku Sembilan Gaya Dewa Lotus,” kata Qingmei, memberitahukan niat nya yang sesungguhnya.

“Memang demi Sembilan Gaya Dewa Lotus,” kata Hong Sheng sudah menyangka. “Tidak disangka, Xia Qingmei dari Balai Gunung Pedang Roh juga sama seperti orang lain, menginginkan ilmu sesat Istana Api Chong.”


“Ilmu sesat? Harus lihat orang seperti apa yang melatihnya. Jika orang yang berniat jahat, apapun yang dilatih semua adalah ilmu jahat. Aku melatihnya karena aku hanya ingin meningkatkan kungfuku. Berbeda dengan orang licik lainnya,” balas Qingmei, membela dirinya dan membanggakan dirinya sendiri juga. “Jika aku yang melatihnya, ditambah reputasi Balai Gunung Pedang Roh kami, kelak pasti pertama di dunia.”
Mendengar itu, dengan serius Hong Sheng memperhatikan Qingmei dari atas ke bawah. Lalu dia menjelaskan bahwa dia setuju untuk mengajarkan Sembilan Gaya Lotus kepada Qingmei. Sebab sekarang dirinya sudah lumpuh sebagian, dan meskipun sembuh total, juga sangat sulit untuknya berlatih kungfu lagi. Jadi dia mau mengajari Qingmei, karena dia ingin bisa melihat kungfu terhebat yang di berebutkan oleh setiap orang di dunia seni bela diri.

Dengan hormat, Qingmei langsung berlutut dihadapan Hong Sheng. “Terima kasih Penatua.”



Dalam pelatihan tertutup. Xuezhi belajar untuk memasak makanan nya sendiri. Lalu setelah itu, dia berlatih. Lalu dia menenangkan diri dengan membaca buku. Lalu dia memelah kayu untuk pembakaran.


Chequ memperlihatkan senjata baru yang di rancang nya kepada Muyuan. Dan melihat apa yang Chequ buat, Muyuan memuji nya. Lalu dia menjelaskan bahwa semenjak pertemuan daftar senjata, berbagai aliran besar di dunia persilatan tidak lagi membeli senjata dari mereka. Tapi demi menghadapi kekacauan luar, kebutuhan persenjataan kerajaan meningkat satu kali lipat. Jadi persenjataan ini harus diselesaikan tepat waktu baru bisa pertahankan semua pengeluaran Istana Api Chong tahun depan.

“Tenang saja. Pelindung Ketua istana,” kata Chequ, mengerti.


Setiap murid Istana Api Chong berlatih dan belajar dengan keras. Dan Zhu Sha bertanggung jawab untuk mengajarkan serta mengarahkan mereka semua.

Dilembah bulan. Wuming mengira sejak Shangguan Tou sudah tahu identitas diri sendiri, maka Shangguan Tou akan menetap di Kediaman Penasihat Kerajaan. Dan Shangguan Tou pun menjelaskan bahwa mengapa dia harus pulang ke sana, sejak Ayah nya mengantarkan nya pergi saat itu.

“Tuan Muda, bagaimana jika Wuming temani kamu pergi ke Gunung Dewa Yingzhou dengar lagu untuk rileks?” tanya Wuming, perhatian.


“Kamu sendirilah yang ingin pergi, kan?” tebak Shangguan Tou.

“Aku sepenuh hati memikirkan Tuan Muda. Aku khawatir kamu sendiri kesal dan merasa tertekan,” jelas Wuming, beralasan.



Mendengar itu, Shangguan Tou jadi teringat pada Xuezhi. “Iya. Memang sangat tertekan. Aku awalnya mengira dengar lagu, minum arak bisa menyelesaikan penderitaan di dunia. Malah menyadari arak tidak bisa membuat orang lebih sadar tapi malah bisa membuat orang untuk sementara lupa penderitaan. Lagu tidak bisa membuat orang lebih bahagia, tapi malah bisa pura-pura damai. Tapi pada akhirnya hanyalah melarikan diri sesaat saja,” jelas nya.a

“Jika Tuan Muda berpikir begitu jelas, tampaknya Gunung Dewa Yingzhou tidak perlu pergi lagi. Masih lebih baik lembah bulan kita. Udara segar, kicauan burung dan wangi bunga. Lebih cocok untuk Tuan Mudaku berpikir,” balas Wuming, pengertian.


Malam hari. Penatua Lin mengajak Shangguan Tou untuk mencoba arak plum hijau buatan nya. Dan Shangguan Tou merasa agak lucu, sebab baru pagi ini dia bilang bahwa minum arak hanya bisa untuk melarikan diri sesaat saja, tapi sekarang dia malah diberikan arak. Dan Penatua Lin tidak setuju.



“Tou, menurutmu minum arak adalah melarikan diri, kah? Semua orang bilang lembah bulan kita adalah surga kedamaian. Semua bersaing dan berebut untuk kemari. Bukankah itu semua adalah pelarian diri?” tanya Penatua Lin.

“Tapi aku sekarang selain melarikan diri, apalagi yang bisa kulakukan?” balas Shangguan Tou tanpa semangat sama sekali.

Dengan bijak, Penatua Lin menasehati Shangguan Tou bahwa melarikan itu tidak ada guna nya sama sekali. Ingin menjadi seperti dirinya yang menjalani kehidupan dengan bebas, itu tidak mungkin. Shangguan Tou harus bisa menerima kenyataan.
“Ayahku dia... apa sebenarnya yang dia inginkan?” tanya Shangguan Tou.

“Pengampunan. Karena kamu dan ayahmu sama. Seumur hidup tidak bisa mengampuni diri sendiri,” jawab Penatua Lin.


Shangguan Tou masih merasa ada yang tidak mengerti. Dan diapun bertanya, kenapa dulu Ayahnya mengantar nya ke Balai Gunung Pedang Roh dan ingin menghindarinya. Dan Penatua Lin menyuruh Shangguan Tou untuk pergi mencari Xingzhou dan bertanya langsung kepadanya. Sebab bila Shangguan Tou terus seperti ini, membenci dan menyalahkan, maka Shangguan Tou hanya akan tersiksa karena tidak bisa mendapatkan jawaban yang diingin kan. Jadi Shangguan Tou harus belajar untuk memahami Xingzhou, tidak peduli baik atau jahat nya Xingzhou.

“Aku, lebih suka minum arak sendirian. Kamu sendiri pikirkan baik-baik,” kata Penatua Lin, menasehati. Lalu diapun berjalan pergi dengan gontai.


Dan Shangguan Tou yang di tinggalkan sendirian mulai merenung sambil melihat sepasang sepatu kecil buatan Ibunya yang diberikan oleh Xingzhou kemarin. Dan saat dia melihat- lihat, dia menemukan sebuah catatan kecil terselip di dalam sepatu itu.
[Menghisap cairan dari Air Mancur Fei. Memeluk esensi giok indah]



“Tou, apakah kamu tahu apa makna dari Wanyan ini?” tanya Xingzhou, saat Shangguan Tou sedang belajar.
“Tou tahu. Wanyan ini adalah giok indah. Dalam <Lagu Chu. Perjalanan Jauh> mengatakan bahwa “Menghisap cairan dari Air Mancur Fei”, “Memeluk esensi giok indah”, “Memakai giok mengumpamakan kebajikan pria sejati”,’ jawab Shangguan Tou.
Membaca catatan itu, Shangguan Tou jadi teringat akan kenangan kecilnya dulu.

Post a Comment

Previous Post Next Post