Sinopsis K- Drama : Train Episode 2 part 1



Original Network : OCN
“Drama ini fiksi. Nama, tempat, organisasi, insiden, entitas, dan pekerjaan tidak terkait kehidupan nyata”

"Stasiun Mukyeong”

Ketika Do Won tersadar, dia berdiri dan menatap ke depan dengan bingung, sebab dia ada mendengar suara tendingan kereta. Dan tepat disaat dia melihat ke depan nya, dia terkejut melihat sebuah kereta tiba- tiba melaju sangat cepat ke arahnya. Untung nya dia berhasil bereaksi cepat dan menghindari kereta tersebut. Dia melompat ke sisi rel yang aman.


Sung Wook masuk ke dalam bangunan, dan ketika dia melihat tong besar yang awal nya tertutup sekarang jadi terbuka, dia langsung memeriksa ke sekeliling nya.



Seo Kyung yang bersembunyi memperhatikan Sung Wook dengan heran. Karena sebelumnya, Do Won mengatakan kalau kepala Sung Wook pernah terluka dalam sebuah kecelakaan, jadi Sung Wook tidak mungkin pelaku pembunuhan, sebab ia tidak waras lagi. Namun yang dilihat nya berbeda.

Dengan segera, Seo Kyung pun berusaha untuk menghubungi Do Won lagi. Tapi nomor yang di tuju tetap tidak ada yang mengangkat. Do Won tidak mengangkat telponnya, karena dia tidak menyadari nya dan karena dia masih merasa kesakitan.


Sung Wook mengeluarkan mayat wanita yang berada di dalam tong dengan panik. Dan dengan gugup, Seo Kyung memperhatikannya sambil terus mencoba untuk menghubungi Do Won.

Do Won akhirnya menyadari kalau hpnya berbunyi, dan diapun mengangkat telpon dari Seo Kyung itu. Tapi sayangnya, telpon tersebut sudah keburu mati. Lalu diapun menghubungi Seo Kyung kembali.


Ketika Do Won menghubungi nya kembali, Seo Kyung segera mematikan telpon nya dan menyimpan hp nya. Sebab Sung Wook tampak menyadari persembunyiannya karena itu.


Rekan B menghubungi Do Won dan melaporkan bahwa Sung Wook tidak ada dirumah, dan Ibu Sung Wook sendiri, ia juga tidak tahu dimana Sung Wook berada. Jadi haruskah mereka menunggu disana sebentar. Dan Do Won menjawab tidak, dia menyuruh mereka berdua untuk segera datang ke Stasiun Mukyeong serta hubungi Unit Investigasi Regional, karena dia merasa korban kelima ada didalam stasiun. Dan Rekan B mengiyakan.


Do Won kemudian memeriksa tempatnya dipukul sebelumnya, disana dia menemukan bungkus permen milik Sung Wook. Lalu diapun melihat ke sekeliling untuk mencari nya.



Sung Wook berhasil menemukan Seo Kyung yang bersembunyi. “Kamu melihat semuanya, bukan?” tanyanya.

“Itu kamu, bukan? Wanita itu dan jasad lainnya. Kamu membunuh mereka?” balas Seo Kyung, bertanya dengan nada benci. “Katakan. Kamu membunuh mereka, bukan?”


Sung Wook tidak senang mendengar itu, dan dia langsung memukul Seo Kyung. Dan Seo Kyung pun melawannya dengan melemparkan segala barang yang ada disekitarnya. Tapi kemudian sialnya, dia tersandung dan terjatuh.

Dengan perlahan, Sung Wook berjalan mendekatinya sambil memegang sekop besar.

Para polisi memeriksa seluruh stasiun.


Ketika Sung Wook mengangkat sekopnya dan bersiap untuk memukul, Seo Kyung langsung melemparkan barang yang ada di dekatnya dan berusaha untuk melarikan diri. Tapi Sung Wook lalu menjambat rambut nya dan menyeret nya masuk ke dalam bangunan kembali, sebelum dia sempat melangkah keluar dari pintu.

“Seo Kyung!” teriak Do Won sambil mencari- cari Seo Kyung di sekitar bangunan tersebut.


Seo Kyung ingin menjawab dan kabur, tapi Sung Wook mencekik lehernya dengan kuat. “Itu kamu,” katanya dengan susah payah sambil tangan nya mencari- cari sesuatu yang bisa di gunakan nya.

“Han Seo Kyung!” panggil Do Won. Lalu ketika dia melihat stiker bertuliskan Bukgyungru. Dia langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak ke atas langit untuk memberikan tanda kepada yang lainnya. 


Mendengar suara tembakan tersebut, Jung Min langsung memerintahkan semuanya untuk segera ke sana.


Seo Kyung berhasil mendapatkan sebuah botol kaca, dan dia langsung menusuk Sung Wook menggunakan itu. Sehingga Sung Wook pun berhenti mencekik leher nya.


Tepat disaat itu, Do Won datang. Dan ketika dia melihat apa yang terjadi, dia langsung menghajar Sung Wook habis- habisan.



“Minggir, Do Won!” perintah Seo Kyung, berteriak. Dan Do Won pun langsung berhenti memukul. “Itu dia. Lee Sung Wook yang membunuh ayahku,” katanya sambil mengarahkan pistolnya. “Kenapa kamu melakukannya? Apa yang dilakukan ayahku kepadamu? Han Kyu Tae, ayahku!” bentak nya, bertanya.

“Tidak. Siapa Han Kyu Tae?” tanya Sung Wook dengan lemas.


Mendengar pertanyaan itu, Seo Kyung tertawa geli. “Kepalamu terluka. Kamu juga hilang ingatan?” tanyanya. “Lalu kenapa? Apa kamu hidup dengan tenang?”

Do Won hanya diam saja. Dia merasa sangat bersalah di dalam hatinya, tapi dia tidak berani untuk mengatakan apapun. Dan saat dia mendengar Seo Kyung ingin membunuh Sung Wook untuk membalaskan kematian Ayahnya, Do Won semakin merasa bersalah.


“Bukan dia, Seo Kyung,” kata Do Won, pelan.
“Korban kelimanya. Dia memiliki tanda cekikan. Sama seperti ayahku,” jelas Seo Kyung.

“Itu bukan pembunuh yang sama,” kata Do Won. Dan Seo Kyung tidak percaya. “Pelaku yang membunuh ayahmu sudah mati 12 tahun lalu,” katanya sambil berjalan mendekati ujung pistol Seo Kyung.

Jung Min akhirnya berhasil menemukan jalan kecil didekat rel, dan dia masuk ke dalam sana.


“Malam itu, pelakunya meninggal dalam kecelakaan setelah membunuh ayahmu saat dia melarikan diri,” kata Do Won, memberitahu.
“Apa maksudmu?” tanya Seo Kyung, heran. “Bagaimana kamu tahu?”

“Dia ayahku. Dia yang membunuh ayahmu 12 tahun lalu. Ayahku yang melakukannya. Ayahku yang tewas dalam tabrak lari malam itu. Ayahku,” kata Do Won, mengakui kebenaran sesungguhnya.

Jung Min yang berada diluar bangunan, dia terkejut mendengar itu. Dan dia menutup mulutnya sendiri supaya tidak menimbulkan suara.



Seo Kyung sama sekali tidak bisa mencerna semua kebenaran yang ada. Dan Do Won pun menjelaskan bahwa itulah alasan nya tetap bersama Seo Kyung dan juga alasannya harus meninggalkan Seo Kyung.

Mengetahui itu, Seo Kyung sangat terguncang dan tangannya yang memegang pistol bergetar. Dan Do Won mendekatkan dirinya serta mempersiapkan dirinya untuk di tembak.


Train Episode 2
Sung Wook di tangkap oleh polisi.





Korban kelima yang di temukan di dalam tong mulai di periksa. Dan tanpa semangat, Do Won duduk di sudut dan diam memperhatikan proses pemeriksaan. Menyadari itu, Jung Min berusaha bersikap biasa, dia membahas tentang kondisi mayat korban kelima, tapi Do Won sama sekali tidak mendengarkan nya.

“Dia mengalami cedera kepala yang sama seperti kerangka lain. Tapi aku menemukan tanda-tanda sesak napas,” kata Jung Min, terus berusaha bersikap biasa. 


Do Won terus diam. Dan setelah cukup lama, dia merasa tidak tahan lagi. Dia keluar darisana dan mulai muntah- muntah. Melihat itu, Rekan B merasa khawatir padanya dan ingin membantu. Tapi Do Won menolak.

“Lihat ini, Pak. Sebuah peluru ditembakkan di gudang,” kata Rekan B, melapor sambil memperlihatkan peluru yang di temukannya.



Itu adalah peluru yang Seo Kyung tembakan ke atas langit bangunan. “Katakan kamu menyesal karena mengatakan kebohongan yang tidak masuk akal. Katakan kamu menyesal. Katakan saja kamu membenci dan kesal karena aku mempertahankanmu dan tidak melepaskanmu. Kamu tahu kamu tidak boleh berbohong seperti itu, jadi, tolong sampaikan permintaan maafmu,” pinta Seo Kyung dengan frustasi. Dia tidak bisa menerima kenyataan yang Do Won katakan.

“Kamu ingat kalung emas itu? Senjata pembunuhan yang menghilang dari TKP? Itu kalung mendiang ibumu. Kalung itu ada di barang-barang ayahku,” kata Do Won, berusaha bersikap kejam. “Kamu mengerti sekarang? Kenapa pelaku Kasus Stasiun Mukyeong tidak mungkin membunuh ayahmu?” jelas nya bertanya dengan nada mengejek.


Dengan lemas, Seo Kyung menjatuhkan pistol yang dipegang nya. Lalu diapun pergi darisana. Dan Do Won berdiri terpaku di tempat nya.
Do Won lalu mengambil peluru tersebut dari Rekan B, dan menggenggam nya dengan erat. “Aku akan bicara dengan atasan nanti,” katanya. Dan Rekan B merasa bingung.


Kasus di Stasiun Mukyeong di beritakan di TV.
Ibu Sung Wook sangat terkejut mendengar berita di TV. Tapi sebelum dia sempat bereaksi, para polisi sudah datang ke rumahnya dengan membawa surat izin pengeledahan. 

“Tunggu. Apa yang kalian lakukan? Jangan masuk,” kata Ibu, berusaha untuk menghentikan para polisi. “Dia tidak melakukannya! Sudah kubilang! Dia sungguh tidak melakukannya!” teriaknya dengan panik. Namun para polisi mengabaikan nya.

Do Won mencuci muka nya. Dan lalu dia meminum obatnya supaya bisa merasa tenang.



Saat Do Won keluar dari kamar mandi. Dia bertemu dengan Kepala Inspektur Mi Sook. Mi Sook menanyai, apakah Do Won ada menemukan bukti lain selain sidik jari tersangka. Dan Do Won menjelaskan bahwa barusan BFN menelpon dan memberitahu bahwa mereka mendeteksi sperma di pakaian dalam korban kelima.
“Kudengar tersangkanya difabel. Pastikan kamu mengikuti protokol saat menginterogasi, agar tidak ada yang bisa menantangnya nanti,” kata Mi Sook, mengingatkan.

“Baik, Bu,” jawab Do Won, mengerti.


Do Won kemudian teringat sesuatu. Dia memberitahu Mi Sook bahwa Seo Kyung sudah tahu semuanya, dan Seo Kyung mungkin akan mendatangi Mi Sook nantinya. Dia ingin Mi Sook untuk bersikap biasa saja, karena Mi Sook tidak ada hubungan nya dengan semua ini. Semuanya adalah keputusan nya, dan dia sendirilah yang telah menyembunyikan kejahatan Ayahnya. Jadi, dia yang akan menghadapi konsekuensi nya.



“Jika aku bukan detektif yang menangani kasus ini, aku penasaran apa situasinya akan berbeda. Aku membawa kalian ke ambang kehancuran,” kata Mi Sook dengan sedih.
“Ini bukan salah Anda. Itu karena ayahku dan aku egois.”

Setelah mengatakan itu, Do Won pamit dan pergi.


Didalam kantornya, Mi Sook melihat- lihat kembali file kasus pembunuhan Ayah Seo Kyung. Lalu dia diam dan merenung.



Ketika Mi Sook pulang, Seo Kyung sudah berdiri didepan rumahnya dan menunggu nya. Seo Kyung menceritakan bahwa barusan dia barusaja mendengar hal gila, dan dia teus memikirkan sesuatu yang lebih gila. Dan dia menanyai, apakah Mi Sook juga tahu tentang semua ini. Dan Mi Sook diam.
“Tidak mungkin Anda akan tahu yang sebenarnya dan berbohong kepadaku. Benar, bukan?” tanya Seo Kyung, berharap.

“Masuklah,” ajak Mi Sook. “Ada yang ingin kukembalikan kepadamu.”


Didalam rumah. Mi Sook mengembalikan kalung emas milik Ibu Seo Kyung yang merupakan barang bukti kejahatan. Lalu dia berlutut dihadpan Seo Kyung dan mengakui semuanya. Dulu Do Won datang membawakan itu padanya, setelah pemakaman Ayah Do Won. Dan dia yang menghentikan Do Won, dia menyuruh Do Won untuk merahasiakan nya. Karena dia terlalu menyanyangi nya. Mendengar itu, Seo Kyung semakin merasa terguncang.

“Usianya baru 10 tahun. Tapi dia selalu sibuk berusaha menghasilkan uang agar dia bisa menghasilkan uang untuk membantu ayahnya. Ayahnya pecandu alkohol. Rutinitas hariannya adalah mengunjungi kantor polisi mengeluarkan ayahnya dari sel. Lalu, kasus ayahmu terjadi. Ayahnya, si pembunuh, sudah tewas. Kasus itu akan ditutup. Tapi aku tidak sanggup melihatnya menjalani sisa hidupnya sebagai putra seorang pembunuh,” jelas Mi Sook, bercerita.



“Lalu bagaimana denganku? Teganya Anda mengatakan itu kepadaku?” tanya Seo Kyung, merasa terluka. “Aku hanya ingin tahu siapa yang membunuh ayahku. Karena itu, aku tidak bisa merelakan kematiannya selama 10 tahun lebih. Aku memikirkan hari itu berulang kali. Begitulah aku menjalani hidupku. Anda selalu berada di dekatku untuk menyaksikannya. Kenapa Anda tidak menghentikan Do Won sampai akhir? Seharusnya Anda menghentikannya agar tidak berakhir seperti ini. Saat kali pertama dia mengajakku ke sini, Anda seharusnya menyuruhku pergi,” keluhnya.

“Alasan Do Won merahasiakan dosa ayahnya adalah karena dia ingin membawamu pulang. Dia tidak bisa membiarkanmu tetap di sana.”


Seo Kyung mengingat saat dulu di hampir di lecehkan oleh Sung Wook. Disaat itu, Do Won lah orang yang datang dan membantunya. Do Won mengulurkan tangan padanya.


Sekarang mengingat itu, Seo Kyung merasa sangat kesal dan dia menghancurkan foto mereka bertiga yang berada diatas meja. “Seumur hidupku, kupikir hadiah terakhir ayahku untukku adalah Anda dan Do Won. Karena hanya kalian yang membantuku setelah aku sendirian. Kalian adalah keluargaku. Kalian adalah alasanku hidup.”


“Tapi Seo Kyung. Do Won mendedikasikan hidupnya untukmu. Dia pikir itu satu-satunya cara baginya untuk membalas jasamu atas dosa ayahnya,” jelas Mi Sook.

“Kamu tidak mengerti? Karena itulah aku tidak bisa memaafkannya,” balas Seo Kyung. Lalu diapun pergi. Dan Mi Sook menangis sedih.




Diluar. Seo Kyung bersandar di dekat dinding dan menangis. Dia mengingat saat pertama kali Do Won membawa nya untuk tinggal bersama di rumah Mi Sook. Saat itu, dia merasa sangat berterima kasih kepada Do Won, dan dia mengakui kepada Do Won bahwa dia sangat tidak ingin kembali ke rumah Ibu tirinya.

“Kamu tidak perlu kembali. Aku berjanji,” kata Do Won dengan tegas dan serius. Lalu dia membawa barang- barang Seo Kyung masuk ke dalam rumah.


Saat mereka sudah dewasa. Do Won yang sedang bertugas, dia datang jauh- jauh ke tempat Seo Kyung untuk menggantikan bohlam lampu nya yang mati, karena dia mengira Seo Kyung takut gelap. Lalu dia juga telah memasakkan makanan untuk Seo Kyung. Dan dengan perhatian, dia mengingatkan Seo Kyung untuk jangan tidur terlalu larut. Sesudah itu, diapun berniat untuk pergi. Tapi Seo Kyung menghentikannya.


“Do Won, arlojimu rusak,” kata Seo Kyung, melihat jam di tangan Do Won.
“Ah. Itu terjadi saat penyergapan pengemudi mabuk kemarin,” jawab Do Won.
“Lalu kenapa kamu masih memakainya?” tanya Seo Kyung, heran.

“Kamu membelikannya untukku.”


“Aku sudah khawatir kamu terluka beberapa hari lalu,” keluh Seo Kyung. “Jika bukan karena aku, kamu akan masuk ke Universitas Kepolisian Nasional bukannya menjadi petugas patroli. Tunggu saja. Aku berjanji akan mengembalikan uangmu,” katanya, bertekad. “Setelah lulus tes, aku akan membayarmu 10 kali lipat Tidak, seratus lipat untuk semua yang kamu lakukan untukku.”

“Kamu tidak perlu melakukan itu. Jangan bekerja terlalu keras,” balas Do Won. Lalu diapun pergi darisana.


Mengingat kenangan tersebut, Seo Kyung semakin menangis dengan keras.


Do Won menatap jam tangan yang dulu Seo Kyung pernah berikan padanya. Dan melihat itu, dia menangis diam- diam.



Ibu Sung Wook mengeluarkan barang yang disembunyikan nya di balik dinding. Lalu dia memegang barang tersebut dengan kedua tangan gemetar.

Post a Comment

Previous Post Next Post