Sinopsis K- Drama : Train Episode 2 part 3


Original Network : OCN


Polisi menuntun Sung Wook ke "Ruang Merekam Pernyataan". Tapi sebelum mereka sampai di sana, Sung Wook berhenti berjalan. “Hujan… Hujan …” gumamnya seperti ketakutan.

Kemudian tepat disaat itu, Seo Kyung muncul. Dia memberitahu si polisi bahwa dia ingin berbicara sebentar dengan Sung Wook. Setelah mengatakan itu, dia langsung menarik Sung Wook ke dalam satu ruangan terdekat dan mengunci pintunya.


Seo Kyung menarik kerah baju Sung Wook dan memojokkan nya ke dinding. “Ayah Do Won tidak mungkin membunuh ayahku. Jika dia pembunuhnya, mustahil bagi para korban yang ditemukan di Stasiun Mukyeong memakai perhiasan ibuku karena ayah Do Won sudah meninggal. Ibumu berbohong tentang semuanya, bukan?” tanyanya denga tegas. “Itu kamu, bukan? Kamu pelakunya, bukan? Katakan,” paksa nya sampai berteriak.

“Keretanya datang. Kereta. Tut tut tut,” kata Sung Wook seperti orang bodoh.



Mendengar itu, Seo Kyung merasa kecewa, sebab sepertinya bukan Sung Wook juga pelaku nya. Lalu tiba- tiba Sung Wook mengatakan ‘hujan’ , ‘Stasiun Mukyeong’ , ‘Kereta datang’ , ‘Mayat’ . Itu katanya sambil menatap ke luar jendela. Lalu dia menatap Seo Kyung dengan mata terbuka lebar.

“Orang itu naik kereta,” kata Sung Wook.

Polisi mengendor pintu ruangan, dan meminta Seo Kyung untuk membuka pintunya. Dan tepat disaat itu, Mi Sook lewat. Dan Seo Kyung pun keluar dari ruangan sambil membawa Sung Wook keluar juga. Dan si polisi langsung membawa Sung Wook bersamanya.


Tanpa berbasa- basi untuk menyapa, Seo Kyung langsung mengatakan kepada Mi Sook bahwa bukan Ayah Do Won yang membunuh Ayahnya. Orang yang membunuh Ayahnya sama dengan orang yang membuang mayat di Stasiun Mukyeong. Namun dia akan memberitahu lebih jelas setelah dia yakin. Setelah mengatakan itu, Seo Kyung pun langsung pergi. Dan Mi Sook merasa bingung.


Jung Min memeriksa sidik jari pada cangkir kopi yang ditemukan di supermarket. Lalu dia merasa sangat terkejut, karena ada sesuatu yang mustahil. Mendengar itu, Rekan B dan Jin Woo yang sedang makan segera mendekatinya untuk melihat apa yang aneh.

Do Won terus terpikirkan tentang Seo Kyung. Jadi diapun menelponnya.

Seseorang datang ke kantor polisi tempat Do Won berada. Dan Do Won sangat terkejut ketika dia melihat nya.

Jung Min menunjukkan hasil sidik jari pada cangkir kopi, itu adalah sidik jari Lee Ji Young, korban kelima. Dan melihat itu, Rekan B serta Jin Woo merasa sangat terkejut juga, karena seharus nya itu tidak mungkin.

“Benar sekali. Bagaimana sidik jari orang mati ditemukan di cangkir yang dibuang dua hari lalu?” jelas Jung Min.


Orang yang datang ke kantor polisi adalah Lee Ji Young, orang yang harusnya menjadi korban kelima. Melihat dia, Do Won merasa sangat terkejut.


Seo Kyung datang ke Stasiun Mukyeong. Dan saat dia melihat pemberitahuan disana bahwa Stasiun Mukyeong sudah di tutup setelah 3 Mei 2015, Seo Kyung merasa sangat geli. “Kereta? Itu omong kosong,” gumamnya.

Tapi kemudian Seo Kyung teringat pada tiket kereta yang ditemukannya. Di tiket tersebut tertulis jelas "Dari Seoul ke Mukyeong, 14 Februari 2020". Dan dia masih menyimpan tiket tersebut dengan nya. Dan dia pun merasa sangat heran.


Jam di dinding bergerak. Dan stasiun mulai beraktifitas. Mendengar suara itu, Seo Kyung merasa bingung, ada apa. Dan tepat disaat itu, sebuah kereta melintas tepat di depan matanya. Tapi kereta tersebut sangat cepat, sehingga tiket di tangannya pun terhembus oleh angin dan terbang.


Ji Young memperlihatkan KTP nya untuk membuktikkan kalau dia adalah benar Ji Young. Dan melihat itu, Do Won semakin heran, apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi saat dia melihat bekas luka dileher Ji Young sama persis seperti bekas luka di leher jasad korban kelima.
“Perawat memberitahuku ada beberapa detektif di sana. Omong-omong, kenapa mereka bilang aku sudah mati?” tanya Ji Young dengan bingung.


Ketika kereta berhenti, Seo Kyung merasa bingung. “Tidak mungkin,” gumam nya. Lalu dia mendekati pintu masuk kereta tersebut dan coba untuk menyentuh nya. Hasilnya dia beneran bisa menyentuh kereta tersebut. Lalu diapun mengingat perkataan Sung Wook saat di kantor polisi tadi padanya.


“Stasiun ini adalah perhentian terakhir di jalur ini, Stasiun Mukyeong. Kereta akan berhenti sesaat sebelum memasuki Stasiun Mukyeong. Mereka yang ingin turun, tolong tunggu sampai keretanya berhenti di stasiun.”

Itulah pengumuman dari dalam kereta. Dan seorang pria dengan sebuah koper yang besar dia melewati satu persatu gerbong kereta yang kosong. Lalu dia membuka pintu kereta dan melemparkan koper besar itu keluar.



Seo Kyung melihat hal tersebut dan mendekati koper besar itu. Namun sebelum dia sempat membuka koper itu. Dari belakang seseorang menodong kan pistol padanya.

Seorang polisi yang berjaga di luar Stasiun Mukyeong. Dia terkejut pada saat mendengar suara tembakan itu.


Diruang introgasi. Do Won memperlihatkan foto korban kepada Ji Young. Dan melihat foto itu, Ji Young merasa sangat terkejut, karena korban sangat mirip dengannya.



Rekan B menelpon Do Won dan melaporkan tentang hasil sidik jari yang aneh. Mereka sudah  memeriksa berkali- kali, tapi sidik jari itu benar- benar milik Ji Young. Dan itu tidak mungkin bahwa DNA korban bisa sama dengan Ji Young, bahkan walaupun mereka adalah kembar identik.

Mendengar itu, Do Won merasa bingung dan menatap ke arah Ji Young yang berada di dalam ruangan. Lalu tiba- tiba telpon kantor berbunyi.

Do Won sampai di Stasiun Mukyeong.

Si polisi yang berjaga di stasiun menjelaskan bahwa benar- benar tidak ada orang yang masuk ke dalam stasiun, tapi ntah bagaimana ada koper besar muncul. Ah, dia ingat, hanya ada satu orang yang datang, yaitu seorang Jaksa wanita. Mendengar itu, Do Won segera memeriksa ke sekitar dan mencoba untuk menghubungi Seo Kyung.

Mayat yang berada di dalam koper itu, tampak nya seperti Nenek Ji Young.


Di dunia lain. Kereta sampai di Stasiun Mukyeong, dan para penumpang keluar dari dalam kereta. Salah satunya orang yang memegang pistol.




Do Won terkejut pada saat dia menemukan jejak darah di sekitar rel kereta. Dan ketika dia mengikuti jejak darah itu, dia menemukan Seo Kyung, dan dia sangat terkejut. Seo Kyung sudah meninggal dengan bekas tembakan dikepala nya. Dan dia diduduk kan di dekat tiang.

“Seo Kyung. Seo... Seo Kyung,” panggil Do Won dengan suara gemetar seperti ingin menangis. “Seo Kyung. Seo Kyung,” panggilnya terus sambil memeluk Seo Kyung dan menangis histeris. Tapi walaupun dia bersikap begitu, Seo Kyung telah meninggal.



Di dunia lain. Orang yang memegang pistol itu, dia adalah Do Won dari dunia lain.

Post a Comment

Previous Post Next Post