Sinopsis K- Drama : Flower Of Evil episode 2 part 4




Sinopsis K- Drama : Flower Of Evil episode 2 part 4
Original Network : tvN

Ji Won menghampiri Seo Young yang sedang berada didalam kamar mandi. Dan melihat Ji Won, dengan ramah, Seo Young menanyai ada apa. Dan Ji Won menjelaskan bahwa mereka ada menemukan DNA wanita dari surat wasiat Korban. Jadi dia ingin meminta sampel DNA dari semua wanita yang di kenal Korban. Dan dia menanyai, apakah Seo Young bersedia.


“Aku menolak,” kata Seo Young, singkat.
“Menolak bekerja sama mungkin akan digunakan untuk memberatkan Anda di pengadilan,” kata Ji Won, memberitahu.

“Apa Anda punya bukti bahwa aku membunuh wanita tua itu?” tanya Seo Young. Dan dengan jujur, Ji Won menjawab tidak.



Detektif Choi memeriksa rekaman kamera CCTV lift di tempat Seo Young bekerja. Dan dia menemukan sesuatu yang cukup penting. Pakaian yang di pakai oleh Seo Young pertama kali, berbeda sedikit dengan pakaian yang Seo Young pakai kedua kalinya. Dan pakaian tersebut tampak seperti di balikan saja (bagian di dalam pakaian menjadi bagian luar), bukan di tukar baru. Lalu Seo Young ada membawa sesuatu seperti amplop merah.

“Karena ada darah korban di sana. Itu artinya Park Seo Young langsung pulang setelah membunuhnya. Itu berarti... “ kata Detektif Choi dengan yakin. “Senjata dan kuku korban ada di dalam amplop itu.”

Diatas jembatan. Hee Sung memakai topi hitam untuk menutupi wajahnya. Dan dia berdiri disana sambil memperhatikan Soon Kil yang duduk menunggu Moo Jin ditempat janjian.


Kemudian setelah cukup lama, Hee Sung menelpon Soon Kil menggunakan ponsel milik Moo Jin. Dan Soon Kil pun langsung menjawab nya. Lalu Hee Sung berbicara padanya menggunakan suara seperti suara Moo Jin. Dia mengajak Soon Kil untuk melakukan wawancara singkat melalui telpon saja, karena dia sedang sibuk dan tidak bisa datang ke tempat janjian. Dan Soon Kil pun setuju.
 “Apa yang ingin kamu berikan terkait Do Hyun Su?” tanya Hee Sung.

“Tunggu sebentar,” jawab Soon Kil. Lalu dia mengeluarkan print-nan artikel milik Moo Jin. “Kamu bilang Do Hyun Su menghilang dari kota pada musim panas 2002. Aku tinggal bersamanya dari musim gugur tahun 2002 sampai musim panas tahun 2005. Kami berdua pegawai pengiriman,” katanya, menjelaskan dengan serius.


“Lalu?”

“Kupikir sesuatu pasti terjadi di masa lalunya tapi aku tidak pernah membayangkan dia pernah membunuh seseorang. Aku akan melaporkannya jika tahu. Aku juga tidak tahu ayahnya adalah pembunuh berantai,” jawab Soon Kil, memberitahu. “Dia putra Do Min Seok... Pantas saja,” katanya dengan sinis.


“Pantas saja?”

“Dia aneh. Dia tidak normal. Aku pernah menonton film dengannya, dan dia bertanya pada adegan mana dia harus tertawa dan sedih,” jelas Soon Kil, mengejek Hee Sung.


Mendengar itu, Hee Sung mengucapkan terima kasih atas petunjuk nya, lalu dia berniat untuk menutup telpon. Tapi Soon Kil segera memintanya untuk jangan menutup telpon dahulu. Soon Kil mengatakan bahwa Hyun Su pernah mengancam nya dan itu membuat nya gila, jadi dia memohon supaya Moo Jin mau melindungi nya. Mendengar itu, Hee Sung merasa terkejut serta heran.

Hee Sung yang awalnya berniat untuk pergi, dia tidak jadi pergi. Dan dia kembali memperhatikan Soon Kil.


Pengawas CCTV menyarankan Detektif Choi untuk menggeledah tempat Seo Young, sebelum Seo Young membuang barang bukti nya. Tapi Detektif Choi menjawab tidak, menurutnya Seo Young pasti sadar kalau dirinya terekam di kamera, jadi Seo Young tidak mungkin membawa barang bukti pulang bersama nya.

Lalu setelah berpikir sesaat, Detektif Choi teringat akan perkataan Seo Young.


Flash back. Seo Young menceritakan bahwa semalam dia ada melihat bintang jatuh, dan dia merasa itu adalah salam perpisahan dari korban. Seo Young mengatakan itu sambil menatap ke arah langit. Flash back end.


Mengingat perkataan itu, Detektif Choi segera naik ke atas atap. Dan dia mencari- cari tempat yang mungkin mencurigakan. Sambil membayangkan tindakan Seo Young pada malam itu.




Seo Young membuang bukti pembunuhan nya ke dalam ruang mesin. Dan Detektif Choi berhasil menemukan bukti tersebut.

Ji Won menghentikan Seo Young yang ingin pergi dan menghindar darinya. Dia mengomentari bahwa dia terkejut, karena Seo Young tidak tampak terkejut. Dan dengan tenang, Seo Young menjawab bahwa itu karena dia tidak ada melakukan kesalahan.

Lalu tepat disaat itu, Detektif Choi menelpon.


Detektif Choi memberitahu Ji Won bahwa dia telah menemukan bukti nya.

“Park Seo Young. Mulai sekarang, Anda adalah tersangka pembunuhan. Anda ditangkap atas pembunuhan Jung Mun Ok,” kata Ji Won, memberitahu. Lalu dia ingin memborgol tangan Seo Young.
Namun sebelum Ji Won sempat memborgol dirinya, Seo Young bertanya, ”Boleh aku merapikan riasanku lebih dahulu? Aku tidak boleh bepergian seperti ini. Aku tidak memakai riasan hari ini untuk berpura-pura bersedih. Aku pernah membaca hukumanmu berbeda berdasarkan penampilanmu,” jelas nya, memohon.

“Silakan,” kata Ji Won, mengizinkan.


Selagi Seo Young memakai lipstik, Ji Won menanyai alasan kenapa Seo Young membunuh korban. Dan Seo Young pun menjawab nya. Dalam perjalan ke rumah Korban, ada terlalu banyak anak tangga.


Flash back. Setelah Korban selesai menulis surat wasiat nya, dia meminta bantuan Seo Young untuk menguruskan surat tersebut ke pengacara. Dan dengan ramah, Seo Young mengiyakan sambil sibuk mengupaskan apel untuk korban.


“Aku tidak menginginkan hal lain sekarang,” kata Korban, bercerita. “Datang saja ke sini setiap hari, berbincanglah denganku, dan temani aku seperti seorang cucu. Hanya itu keinginanku. Aku tidak butuh hal lain,” pinta nya.

“Setiap hari?” tanya Seo Young sambil tersenyum terpaksa.



Korban tidak menyadari senyum terpaksa Seo Young. Dengan santai, dia membalikkan tubuhnya ke arah Seo Young dan meminta Seo Young untuk menggaruk kan punggung nya.

Seo Young : “Pendonor besar itu bagaikan dewa bagi pusat kesejahteraan kami. Memikirkan menaiki tangga itu setiap hari sampai wanita tua itu meninggal membuatku marah.”


Setelah membunuh Korban, keesokan harinya Seo Young datang kembali ke rumah korban. Lalu dia menelpon polisi sambil berpura- pura menangis dan meminta tolong. Flash back end.


Ji Won menatap Seo Young dengan tatapan tidak menyangka, karena bagaimana bisa Seo Young membunuh seseorang untuk alasan seperti itu.

“Mereka bilang sekitar tiga persen orang sepertiku. Entahlah. Mungkin ada satu di dekatmu juga,” kata Seo Young sambil menatap pisau alis di tempat make-up nya.


Soon Kil menceritakan bahwa sejak sebulan yang lalu, dia terus menerima telpon dari telpon umum setiap pukul 04.00.


Flash back. Setiap pukul 04.00 dini hari, Soon Kil terus mendapatkan telpon dari nomor tidak di kenal, namun setiap dia bertanya, siapa. Orang disebrang telpon tidak memberitahu dan hanya tertawa saja. Lalu ketika dia membentak nya, si penelpon malah bertanya.
“Apa kamu bahagia?”
“Hyun Su?” tanya Soon Kil, ragu.
“Aku menunggu agar hidupmu mencapai titik paling bahagia.”
“Kamu... Kamu Do Hyun Su, bukan?” tanya Soon Kil dengan gugup.
“Aku akan melakukan sebisaku sekarang.”

Flash back end


Soon Kil yakin kalau si penelpon adalah Hyun Su. Sebab saat dia masih muda dulu, dia dibutakan oleh keserakahan dan melakukan kesalahan kepada Hyun Su.



Flash back
Soon Kil menuntun Hyun Su masuk ke dalam hutan dengan mengatakan bahwa dia kehilangan dompet nya disana. Dan dengan baik hati, Hyun Su membantu Soon Kil. Lalu sat dia masih tidak bisa menemukan dompet Soon Kil, dia bersedia untuk meminjam kan uang nya.
Namun disaat Hyun Su sedang lengah. Soon Kil malah menyerang Hyun Su menggunakan pisau dari belakang. Dia menusuk Hyun Su. Untung saja, Hyun Su kuat dan bisa melawan.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Hyun Su, terkejut.
“Aku butuh uangmu. Aku juga ingin hidup dengan baik,” jawab Soon Kil sambil mencoba untuk melukai Hyun Su lagi.

Flash back end


Karena alasan itulah, maka Soon Kil yakin kalau Hyun Su pasti mau membalas dendam padanya. Dan Hee Sung pun menyarankan Soon Kil untuk mencurigai orang lain saja, karena Hyun Su sudah meninggal.
“Apa? Kamu yakin?’ tanya Soon Kil, ragu.

“Ya. Jadi, sebaiknya kamu melupakan semua hal tentang dirinya,” jawab Hee Sung, mengingatkan dengan baik hati.


“Sungguh melegakan,” kata Soon Kil dengan senang. “Dia kabur setelah membunuh seseorang. Seharusnya dia tidak hidup. Bagi orang tertentu, mereka lebih baik mati. Kamu setuju, bukan?” ejek nya.

“Benar,” jawab Hee Sung dengan ekpresi wajah dingin. “Bagi orang tertentu, mereka lebih baik mati.”


Seo Young tidak menyukai tatapan mata Ji Won padanya, jadi dia ingin melukai mata Ji Won, tapi dia gagal dan dia pun merasa sangat kecewa. Lalu dengan pasrah, dia mengulurkan kedua tangannya. “Tangkap aku.”

Dengan kesal, Ji Won menampar Seo Young. Kemudian dia mengambil pisau alis yang Seo Young buang ke lantai.


Diluar kamar mandi. Detektif Im menghalangi dua orang polisi yang bertugas agar jangan masuk ke dalam kamar mandi. Dengan alasan semuanya baik- baik saja.

Setelah puas memukul Seo Young, Ji Won tersenyum dan menatap Seo Young. “Seorang tersangka bisa saja terbunuh selama perkelahian dengan polisi. Anda setuju, bukan?” tanyanya.

“Apa Anda sudah gila?” bentak Seo Young, marah.



“Apakah memperdaya dan melukai orang yang lebih lemah dari Anda membuat Anda merasa lebih kuat?” tanya Ji Won, dingin.
“Aku mengakui kejahatan itu. Aku pasti akan melaporkan ini!” teriak Seo Young.
“Aku akan melihat dan mengingat betapa menyedihkannya momen terakhir Anda,” kata Ji Won sambil menatap Seo Young dengan tajam. Lalu dia menaruh pisau alis di leher Seo Young. “Pembuluh nadi leher, 12 detik. Arteri bahu, 3,5 detik. Akan kupastikan ini berakhir dalam semenit. Jadi, pilihlah. Yang mana pilihan Anda?” bentaknya.

“Jangan. Jangan bunuh aku,” pinta Seo Young, ketakutan sampai dia menangis. Dan Ji Won tertawa melihat itu, lalu dia memborgol kedua tangan Seo Young.

Hee Sung datang ke apotek tempat Mi Ja bekerja. Ketika mereka berdua bertemu, mereka saling bersikap akrab di hadapan orang lain. Tapi setelah tidak ada orang lain lagi, mereka berdua langsung bersikap acuh terhadap satu sama lain.

“Dia mungkin tampak bahagia dan ceria, tapi dia minum obat untuk depresinya,” kata Mi Ja, menggosipi pasien nya yang baru saja pergi.
“Bukankah mengungkap masalah medis orang lain itu tidak profesional?” balas Hee Sung.

“Kesialan mereka membuat ibu senang. Jika ibu tidak bisa seperti orang lain, ibu lebih suka mereka menjadi seperti ibu,” jawab Mi Ja.


Mi Ja kemudian menanyai, kenapa Hee Sung datang. Dan Hee Sung mengatakan bahwa dia membutuhkan obat tidur.


Hee Sung menjemput Ji Won dari kantor polisi. Dan saat dia melihat luka di pipi Ji Won, dengan perhatian dia bertanya. Dan Ji Won menjawab bahwa dia tidak sengaja melukai dirinya dengan kertas. L:alu dengan mesra dia memeluk Hee Sung dan berjalan bersama nya.
“Aku ingin makan sesuatu yang lezat,:” kata Ji Won, manja.
“Sungguh? Mau makan apa?”
“Panekuk gurih?” saran Ji Won.

“Panekuk gurih saat hujan? Kedengarannya enak,” balas Hee Sung, setuju.


Berita pembunuhan oleh Seo Young di beritakan dimedia.

Seseorang dengan berpakaian jas hujan hitam serta sarung tangan hitam. Dia datang ke sebuah toko kecil. dan membeli sebuah kalung anjing.


Didalam restoran. Soon Kil duduk sendirian sambil memikirkan tentang, apakah benar Hyung Su sudah meninggal. Kemudian dia menelpon Moo Jin. Namun nomor yang di hubungi tidak di angkat, jadi diapun meninggalkan pesan suara.

“Pak Kim, ini Nam Soon Kil. Ada sesuatu yang belum kuberitahukan tadi. Sesuatu yang akan membuatmu tertarik. Aku baru-baru ini mendengar bahwa Do Hyun Su membantu ayahnya dalam pembunuhan itu. Mengejutkan, bukan? Omong-omong, karena itulah aku sangat gelisah. Hubungi aku kapan saja jika kamu perlu menindaklanjuti … “


Pria dengan jas hujan barusan. Dia berdiri di depan pintu restoran Soon Kil. Dia membuka pintu restoran dan membuat lonceng di atas pintu berbunyi.


Melihat kedatangan pria itu, Soon Kil merasa terkejut dan panik. Apalagi saat dia melihat, pria tersebut mengeluarkan pisau. “Do Hyun Su ada di sini! Apa yang kubilang? Kubilang dia akan datang untuk membalas dendam!” teriak nya. Lalu dia mematikan telponnya.


Setelah itu, Soon Kil berusaha untuk melawan pria tersebut. Tapi dia kalah.




Pria berjas hujan berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang berisikan banyak boneka manekin. Lalu dia masuk ke dalam ruangan lain. Disana dia menusuk kan artikel berita tentang pembunuhan oleh Do Min Seok yang di ambil nya dari tempat Soon Kil ke dinding.


Suara petir membuat Ji Won terbangun. “Kapan aku tertidur?” gumam Ji Won heran. Lalu saat dia melihat jam menunjukkan waktu 03.30 dan Hee Sung tidak ada di sebelah nya, dia pun turun dari tempat tidur dan keluar dari dalam kamar.



Tepat disaat Ji Won keluar dari dalam kamar, Hee Sung pulang dengan mengenakan jas hujan.

Post a Comment

Previous Post Next Post