Sinopsis Lakorn : Ps. I Hate You Episode 06

Sinopsis Lakorn : Ps. I Hate You Episode 06



Pasl masih belum diterima di flowers squad, tapi dia nggak menyerah dan terus saja meminta agar boleh bergabung dengan mereka. Dan pada akhirnya, Prae menerimanya meskipun May, Wanwan, Saras dan Meen tidak menyukainya. Walau begitu, dihadapan semua orang, mereka memasang wajah tersenyum.

Kamu akan terkejut melihat seberapa hebatnya para gadis ini menyembunyikan perasaan mereka. Sepertinya kami bisa dengan mudah memaafkan orang yang kami benci. Namun, kami semua ingat siapa alasan dibaliknya.

--



Meen dibawa oleh Pitch ke rumahnya untuk mengeringkan badannya. Dan saat berada di kamar mandi, entah kenapa, Meen melihat bekas luka yang ada di dekat bahu – leher. Bekas luka itu membuatnya teringat akan kenangan masa lalu yang ingin dilupakannya, yaitu saat  dia dan Prae berdiri melihat tubuh Pal bersimbah darah dengan sebuah gunting berada di samping tubuh tersebut.


Kondisi Meen sudah agak tenang dan Pitch menawarkan untuk mengantarnya pulang. Hm, meski terlihat tenang, tapi sebenarnya, Meen menyalahkan dirinya sendiri atas pengkhianatan temannya. Dia merasa kalau dia memang pantas sendirian.

--



Hari ini, Saras dan May akan menginap di tempat Wanwan. Begitu Saras sudah tidur, May baru berani mengajak Wanwan bicara lebih serius. Kirain mau bilang apa, eh cuma mau marah-marah karena dia orang terakhir yang tau hubungan Wanwan dengan Non. Kenapa Saras bisa tau, tapi dia tidak? Wanwan udah kelihatan capek dengan yang terjadi hari ini, masih mencoba menjelaskan kalau Saras tau karena melihatnya dengan Non, bukan dia yang memberitahu. Dia juga nggak mau mereka semua tau dan terlibat dalam masalahnya. Ya udah, May hanya bilang supaya Wanwan memberitahunya jika ada sesuatu selanjutnya.


Suasana hati lagi buruk, Non malah datang. Dia nggak bilang apapun dan hanya mengambil hp-nya kemudian beranjak pergi. Dasar brengsek! Sikapnya seolah menyalahkan Wanwan karena Meen tau. Nggak usah dijelaskan, Wanwan juga paham kalau Non memilih Meen daripada dia. Dan yang Non lakukan? Dia mengembalikan kartu kunci kamar Wanwan, yang artinya, dia tidak akan datang ke sana lagi.


Bhuahahaha. Pria yang dipilihnya dengan mengkhianati temannya, pada akhirnya, sama sekali tidak menghargainya dan bersikap seolah hubungan mereka selama ini tidak ada artinya.

--


Hari yang cerah,

Dan kita disuguhkan sedikit cerita BL (maaf, kurang suka yang beginian). Khun dan Pu yang minum bersama kemarin malam, berakhir tidur bersama. Dan yang agresif adalah Khun.

--


Meen ingin melupakan sejenak permasalahannya sehingga dia mengambil cuti dan pulang ke rumah. Yang tinggal di rumah itu sekarang adalah Ibunya dan Ayah tirinya. Meen itu sangat membenci ayah tirinya, bukan karena dia suka memukulinya dulu tapi juga karena ayah tirinya adalah orang mesum yang suka mengintipnya ketika sedang mandi. Dan begitu ketauan, malah dia yang lebih galak. Yang lebih mengesalkan, Ibu Meen malah lebih memihak suaminya daripada anak kandungnya. Pantasan saja, saudara Meen memilih merantau.



Meen beneran muak dengan hidupnya. Semua orang selalu saja memintanya berkorban demi orang lain, menyuruh menepati janji, menjadi pacar yang baik, menjadi teman yang baik dsb. Dan meskipun semua itu menyakitinya, dia berusaha melakukannya tanpa mengeluh atau menyalahkan orang lain. Namun, pada akhirnya, apa ada yang maju untuk melindunginya? Tidak ada!! Kenapa tidak ada yang tulus dan mencintainya?! Apa gunanya dengan semua yang sudah dilakukannya!!

Setelah meluapkan semua perasaannya, Meen langsung pergi.

--


Saras memberanikan diri untuk berkunjung lagi ke rumah sakit, hanya untuk memastikan kondisi Nat. Dan berita yang didengarnya, beneran bukan hal yang diinginkannya. Kondisi Nat membaik. Hatinya semakin nggak tenang. Dan tiba-tiba saja, dia malah mendengar suara yang nggak asing. Rekan sesama pramugarinya ada yang datang untuk mengunjungi Nat, istri dari captain mereka. Saras sontak panik karena takut identitasnya ketahuan, sehingga dia langsung kabur bersembunyi ke pintu darurat. Sialnya, rekannya sempat melihat sekilas wajahnya dan ternyata, di antara mereka sudah tersebar rumor kalau Saras selingkuh dengan capt. Key.

Hm, tapi Saras masih sedikit beruntung karena rekan-rekannya tersebut gagal menemukannya.


Term sedikit bingung dengan Saras yang tiba-tiba saja bersembunyi tapi dia malah percaya saja saat Saras beralasan kalau dia takut mereka memberitau kakaknya kalau dia ada di sini. Setelah memastikan Capt. Key dan rekan-rekannya sudah pergi, mereka kembali ke kamar rawat Nat. Dan dari luar, terlihat kalau Nat menggerakan tangannya. Term langsung berteriak memanggil dokter untuk memberitahukan kesadaran Nat.


Sementara Saras? Amat ketakutan hingga langsung kabur dari sana.



Ketakutan ini sama seperti ketakutan yang dirasakannya dulu saat melihat mayat Pal. Ketika itu, yang ada disana bukan hanya Meen dan Prae tapi juga ada May dan Saras. Semua tampak ketakutan. Prae berusaha untuk tetap tenang dan menyuruh Meen untuk segera mengambil kalungnya yang ada di genggaman tangan Pal. Dan Meen langsung melakukannya.

--


Keberutungan juga sepertinya ada di pihak May. Karena dia hendak melaporkan kinerjanya bulan ini melalui email perusahaan, dan ternyata, ada satu pesan yang belum di buka bosnya. Yaitu pesan yang dikirimkan oleh Wee yang berisi foto-fotonya dalam keadaan tlnjg. Langsung saja May menghapus semua foto dan pesan tersebut, sebelum bosnya melihat.


Yang dilakukan Wee hanyalah peringatan agar May tau bahwa dia tidak main-main dengan ancamannya. Meskipun May mengancam akan melaporkannya, Wee tetap nggak takut karna dia akan menyebarkannya duluan sehingga hidup May akan hancur. Foto-foto itu pasti akan lebih menghebohkan dibandingkan skandal Prae. Dan karena rasa takut yang sudah menghantui May, dia mau saja bertemu Wee lagi yang berniat menjual tanah lagi ke perusahaan mereka.

--


Meen sekarang berada di bar bersama Khun. Pikirannya beneran kacau dan dia melampiaskannya dengan minum-minum. Khun yang tau permasalahannya, memberikannya nasehat agar hidup demi diri sendiri. Jangan pikirkan perkataan orang lain. Lakukan apapun yang diinginkannya.


Dan tampaknya, ucapan Khun membuat Meen yang selama ini selalu menahan diri, mulai ingin bebas. Saat Khun meninggalkannya sebentar, dia malah berjumpa dengan Pitch yang secara kebetulan juga ada di bar tersebut. Dan untuk pertama kali setelah sekian lamanya, Meen yang mendekati Pitch duluan. Bukan hanya mendekati dengan menyapa, tapi dia mencium Pitch.

Khun yang melihat itu sampai kaget, tapi tetap membiarkannya.


Dari bar, Meen membawa Pitch ke tempatnya. Mereka masih terus berciuman. Dan hal itu dilihat sama Non yang datang ke sana dengan sebuket bungan lavender untuk meminta maaf. Meen dan Pitch berakhir di tempat tidur. Sebelum mereka tidur bersama, Pitch sudah bertanya terlebih dahulu ke Meen, apa dia yakin? Dan Meen menjawabnya dengan ciuman.


Non yang patah hati melihat Meen dan Pitch, pergi ke bar. Niatnya mau minum-minum, tapi dia malah mencari ribut dengan pengunjung di sana. Mereka terlibat perkelahian.



Ditempat lain, May berusaha memberitau bosnya mengenai kebejatan Wee. Sayang, sebelum dia sempat mengatakannya, Wee malah sudah keburu datang. Sehingga lagi-lagi, May kehilangan kesempatan dan jadi ragu untuk lanjut memberitahu. Walau begitu, dia sudah menyiapkan kejutan untuk Wee. Dengan menggunakan nama wanita lain, May mengirimkan sebuat paket ke rumah Wanwan. Dan isi dari kotak itu adalah pakaian dalam wanita dengan sebuah surat : “Aku sangat merindukanmu, Wee.” Isi surat itu tentu membuat Wanwan berkesimpulan kalau Wee sudah tidur dengan wanita lain selain ibunya.



Selama pembicaraan bisnis dengan Wee, May tampak amat sangat tidak tenang. Dia terlalu cemas kalau-kalau Wee menunjukkan foto tanpa busananya ke bos-nya. Eh, tiba-tiba saja Wee mendapat telepon dari Wanwan. Dan entah apa yang dikatakan Wanwan, tidak lama kemudian, Wanwan tiba di sana. Dan dengan akal bulusnya, May sengaja menumpahkan minuman ke jas Wee dan melepaskannya dengan alasan akan membersihkannya. Wee membiarkan saja apa yang dilakukannya karena dia lebih mementingkan untuk bicara dengan Wanwan.


Wee menegaskan kalau dia nggak mengerti dengan paket apa yang dibicarakan oleh Wanwan. Wanwan juga malas terus berdebat dan menegaskan kalau dia ingin Wee mengakhiri semua hubungannya sekarang dengan semua wanita yang ada di dekatnya jika tetap ingin memacari Ibunya. Wee tidak mau mengiyakan dan terus ngotot kalau dia nggak ada main dengan wanita lain dan dia serius dengan Ibu Wanwan. Dan ya udah, Wanwan menyuruhnya membuktikan keseriusannya dengan menikahi Ibunya atau setidaknya, bertunangan dulu.

Dan ternyata, Wee sudah pernah membahas hal itu ke Ibu Wanwan, tapi Ibu Wanwan yang nggak mau dengan alasan sesuatu yang berhubungan dengan kemitraan perusahaan. Ibu Wanwan bercerita ke Wee kalau dia tidak mendapatkan apapun dari wasiat mendiang suaminya. Semua harta mendiang suaminya diwariskan ke Wanwan dan Win. Jika menikahi Wee, Ibu Wanwan tidak akan mendapat apa-apa. Makanya, dia menolak pernikahan.



Setelah urusannya kelar dengan Wanwan, Wee pergi mencari May di toilet. Dia telat selangkah karena May sudah terlanjur berhasil membobol ponselnya yang dia simpan di saku jas dan menghapus semua foto tanpa busananya. Sial! Sangat sial karena May terlibat dengan BJGN seperti Wee! Wee hanya berpura-pura bodoh, padahal sebenarnya, dia mengincar May. Dia sudah menunggu May di parkiran dan begitu May muncul, dia langsung mencekik lehernya.


Cekikan itu membuat May teringat akan rasa takut yang dirasakannya bertahun-tahun lalu. Yaitu, saat dia melihat tubuh Pal yang terbaring di tanah, penuh dengan darah.


Dan kita diperlihatkan sedikit kilas balik. Meen dan Prae sudah mengenal sejak SMA dan bersahabat sejak saat itu. Dari SMA, hubungan keduanya sangat baik dan Prae selalu mengizinkan Meen untuk menginap di rumahnya. Dan setiap kali Meen menginap, Pitch akan selalu mencari cara supaya bisa dekat dengan Meen. Mereka berusaha keras untuk menutupi hubungan mereka dari Meen. Dan usaha tersebut tidak pernah berhasil. Meen melihat mereka berciuman dan terlihat amat sangat marah. Tapi, dia tetap menyembunyikan fakta bahwa dia sudah tau.




Dan kenangan masa lalu itulah yang sedang dimimpikan oleh Meen sekarang. Itu seperti mimpi buruk baginya sehingga dia memutuskan untuk pergi menenangkan diri dengan memeriksa kembali hdd Prae. Saking fokusnya, dia sampai tidak mendengar suara panggilan telepon Non. Non menelepon karena sekarang dia berada di kantor polisi, terkait penyerangan. Yang mengurus kasusnya adalah Term. Masalah ini bisa selesai jika wali Non datang dan menjaminnya untuk keluar. Setelah sekian lama, yang datang untuk menjaminnya keluar adalah Wanwan.


Dasar brngsk, setelah apa yang dilakukannya pada Wanwan, bisa-bisanya dia hanya bilang ‘maafkan aku. Hanya kamu yang selalu ada untukku.’ Dan setelah itu, dia memeluk Wanwan. Wah, betapa sederhananya, bukan?!


Kembali ke May. Wee membawa paksa May ke dalam mobilnya. Dia sudah tau kalau May yang menjebaknya dengan mengirimkan paket itu ke rumah Wanwan. Dan apa dia mengira dia hanya menyimpan foto itu di ponselnya? Dia sudah memback-up nya ditempat lain. Dan… dia memperk*** May dengan cara menyiksanya. Meskipun May sudah menangis gemetar dan berteriak meminta tolong, Wee tidak berhenti malah semakin senang. BJGN! ANIMAL!!!! Dari banyaknya kata makian, aku nggak tau kata apa yang bisa menggambarkan sebejat apa Wee!


Dan itu juga yang nggak bisa kukatakan untuk Non!! Dia hanya menjadikan Wanwan sebagai pemuasnya saja, tapi lagi dan lagi, Wanwan mau kembali padanya.

Saras sudah kembali ke condo-nya dan mengemas semua barangnya. Dia akan kabur karena takut pada Nat yang sudah sadar.


Disalah satu foto yang ada di hdd, Meen menemukan foto Pitch tidur bersama Pal.

Kita semua pernah menjadi korban. Korban dari kecemburuan, cinta, keserakahan dan kebencian.

Jadi, tidak mengherankan jika kita akan saling menyakiti lagi dan lagi tanpa henti.

Jika terus memaafkan, kapan kita akan membalas dendam? Bukankah begitu?


Prae yang paling tenang diantara semuanya. Dan Saras lah yang pertama kali kalau Wanwan menghilang. Wanwan ada di dekat sana, bersembunyi dibalik pohon. Dengan tangannya yang bersimbah darah, dia menelpon 911 untuk melaporkan kematian Pal.

  

Post a Comment

Previous Post Next Post