Type something and hit enter

By On

Images by : OCN

Kwang Ho terkejut. Sung Shik bertanya memastikan apa Yeon Sook menikah lagi? Pemilik membenarkan. Itu karena ada seorang pria bekerja di apotek yang mengejarnya dan karena itu dia menyuruh Yeon Sook berkencan dengan pria itu. Kwang Ho emosi dan bertanya kenapa pemilik menyuruhnya seperti itu?
“Apa dia harus hidup sendiri selamanya, mengenang suaminya yang mati?” tanya pemilik balik.


Kwang Ho emosi dan tidak terima. Dia pergi dari sana. Sung Shikbertanya apa pemilik ingat sesuatu tentang pria itu. Pemilik ingat kalau pria itu bernama Yoo Sung Jae.

Sung Shik mencari Kwang Ho. Dan Kwang Ho sedang duduk di tangga. Sung Shik duduk disampingnya.
“Tiga dekade telah berlalu. Aku tahu itu hanya beberapa bulan bagimu, tapi 30tahun sudah lewat. 3 dekade penuh,” ujar Sung Shik.
“Kau tahu semuanya, ‘kan? Itu sebabnya kau bohong, bilang tak ada jejak darinya?”
“Hhhh…  aku tahu seberapa banyak kau ingin mencarinya. Seandainya aku tahu itu, aku pasti akan bilang.”
“Semua ini takkan pernah terjadi jika aku tidak berakhir disini. Siapa yang peduli dengan menangkap pelaku?” marah Kwang Ho pada dirinya sendiri. “Aku bahkan tidak pernah berpikir hal seperti itu akan mungkin. Tapi… seperti katamu, 30tahun telah berlalu.  Aku tak bisa mengharapkannya terus menungguku selama 30tahun. Aku tahu itu, tapi.. gadis macam apa yang akan menunggu selama 30tahun?” Kwang Ho sangat sedih. Dia bahkan bertanya-tanya bagaimana Yeon Sook sekarang.
Sung Shik tidak tahu melihat Kwang Ho yang terpuruk sedih. Dia bertanya kepada Kwang Ho haruskah dia mencarinya atau tidak? Dia tahu nama pria itu dan dia yakin tidak akan butuh waktu lama menemukannya. Kwang Ho bertanya bukankah itu seperti dia menghalangi hidup Yeon Sook? Sung Shik bertanya menegaskan, dia memarahi Kwang Ho kalau mereka bisa terus maju mencarinya. Dan apabila dia hidup bahagia, setidaknya Kwang Ho bisa melihatnya dari kejauhan.

“Aku takut, dia mungkin melupakanku. Ini sudha 30 tahun. Aku takut, dia mungkin melupakanku,” Kwang Ho menunduk dan menangis sedih.
Sung Shik dan Kwang Ho sudah berada di mobil. Sung Shik membawa Kwang Ho menemui pria itu, Yoo Sung Jae. Sung Shik meminta anggotanya mencari orang dengan nama itu, yang pernah bekerja di apotek di Hwayang 30tahun lalu.
Sung Shik masuk dalam satu apotek ke apotek lain tapi belum menemukannya. Masih ada beberapa apotek lagi.

Jae Yi memperhatikan kembali artikel kasus korban 30tahun lalu. Dan biasanya korban ditemukan di gunung pada 30tahun yang lalu. Tetapi, korban terbaru di tepi sungai Haein berbeda.

Jae Yi memperlihatkan berkas kasus itu pada rektor Hong termasuk berita kasus terbaru yang kemungkinan korban dari Ho Young.
Rektor melihatnya dan berkata kalau ini jelas berubah. Metode pelaku tidak mungkin berubah tiba-tiba jika tidak ada alasan.   Jae Yi berkata kalau ini mungkin saja karena stress sebab pelaku tertangkap kamera di tempat kerja korban  (baca episode 05 : saat Sun Jae menginterogasi Ho Young). Rektor Hong berkata bisa saja tapi tetap ada yang aneh.
Karena daripada menyembunyikan korban kenapa tersangka malah memperlihatkan korban?
“Dan jika, mungkin, kasus yang terjadi 30tahun lalu dilakukan oleh Jung Ho Young, itu tidak masuk akal. Aku tidak menemukan apa-apa soal mayat yang terkubur begitu. Menampilkan saat dikubur dan kemudian kembali menampilkan? Pasti ada alasan baginya untuk kembali mengubur. Kenapa dia meninggalkan mayat ini di tempat terbuka? Ini akan mudah diketahui. Apa mungkin…. dia sengaja melakukan ini sehingga orang bisa melihat?” tanya Jae Yi.


Seorang pria berjaket hitam pergi ke depan sebuah rumah. Itu adalah Jung Ho Young. Dia pergi ke belakang rumahnya saat SMA. Dia melangkah ke belakang rumahnya dan menatap tempat dulu dia mengubur mayat-mayat anjing yang dibunuhnya.    
Flashback
Ho Young remaja, dalam perjalanan pulang setelah di jemput dari kantor polisi (baca episode 01) oleh kedua orangtuanya.
Ayah Ho Young bertanya pada ibunya apa benar pada saat kejadian pembunhan gadis-gadis, ibu ada bersama dengan Ho Young? Karena pada saat pembunuhan terakhir, dia dan ibu berada di pesta untuk memperingati publikasi.
Ibu tidak menjawab. Dia berbalik melihat Ho Young. “Pastikan kau jangan lupa. Kau dengan ibumu hari itu. Kau bersamaku. Kau paham ucapanku?”
Ho Young tidak menjawab. Dia memandang keluar jendela mobil. Dia melantunkan lagu radio yang diputar di mobil.
Flashback END
Ho Young berjalan pulang. Hari sudah malam. Dia bernyanyi lagu yang dulu di dengarnya dari radio mobil. Dia terus berjalan dengan pelan. Dia melewati sebuah tempat dan teringat itu tempat dia dulu membunuh korbannya 30tahun lalu.

Ho Young berjalan ke tempat tersebut. Wanita itu memohon karena dia mempunyai anak. Itu ibu Sun Jae. Ho Young mengingat saat itu dan sedikit tersenyum.

Dia kemudian mendengar suara gadis yang sedang berbicara di telpon. Ho Young berbalik dan melihat gadis itu mengenakan rok. Ho Young menatapnya.


Kwang Ho dan Sung Shik tiba di sebuah apotek lagi. Sung Shik memberikan minuman energi. Seorang apoteker keluar dan Sung Shik segera bertanya apa dia Tn. Yoo Sung Jae? 30tahun lalu, apa mungkin dia bekerja di apotek di Hwayang? Apoteker tersebut membenarkan. Kwang Ho menatapnya.
Tn. Yoo bertanya ada apa. Sung Shik ragu. Dia melihat sekeliling dan bertanya istri Tn. Yoo. Tn. Yoo memberitahu kalau istrinya sedang jalan-jalan ke Eropa dengan putrinya. Tn. Yoo bertanya apa mereka kemari untuk bertemu istrinya?
Kwang Ho tidak tahan dan  pergi keluar. Sung Shik bertanya kepada Tn. Yoo apa nama istrinya adalah Shin Yeon Sook? Tn. Yoo menatapnya.
Sung Shik keluar dengan cepat. Dia memanggil Kwang Ho yang menjauh. Dia memberitahu kalau istri pria itu bukan Yeon Sook. Kwang Ho kaget.
Mereka masuk lagi. Tn. Yoo menjelaskan kalau gosip itu tidak benar. Dia memang suka pada Yeon Sook karena Yeon Sook wanita yang hebat. Tapi pada akhirnya dia bertemu dengan istrinya melalui mak comblang dan mereka menikah. Sudah selama 20tahun. Kwang Ho langsung protes dan berkata kalau bukan itu yang ingin mereka dengar.
Sung Shik meminta maaf pada Tn. Yoo ada sikap Kwang Ho. Sung Shik kemudian bertanya kenapa dia tidak menikahi Shin Yeon Sook padahal menyukainya?
“Kau tahu, aku menyatakan cinta padanya, tapi aku tolak. Ak tahu suaminya sudah meniggal.  Aku katakan padanya, itu bukan masalah. Kalau dia tidak keberatan, aku ingin menikahinya. Dia bilang, dia punya anak,” jelas Tn. Yoo.
Sung Shik  dan Kwang Ho kaget mendapat informasi tersebut.
“Benar. Dia juga bilang, suaminya mungkin kembali dan dia berniat menunggunya sambil membesarkan anaknya. Biar aku ingat dulu. Siapa nama anaknya? Dia bilang dia menamai anaknya dari nama suami dan dirinya sendiri, satu karakter dari masing-masing nama. Yeon Ho,” tambah Tn. Yoo.

“Yeon dari Yeon Sook dan Ho dari Kwang Ho,” ujar Sung Shik. Kwang Ho senang karena dia punya anak dan Yeon Sook menunggunya dengan anaknya.
Kwang Ho kemudian bertanya di mana Yeon Sook tinggal saat itu? Tn. Yoo memberitahu kalau waktu itu Yeon Sook tinggal di Klinik Mooyoung. Dia menyewa kamar disana.
Klinik Mooyoung,
Kwang Ho dan Sung Shik pergi kesana. Mereka bertemu pemilik klinik. Ibu pemilik memberitahu kalau suaminya sangat menyukai Yeon Ho dan dia juga menunjukkan ruangan dimana Yeon Sook tinggal.
“Dia sudah sibuk kerja di butik, tapi dia kadang membantu kami. Dia wanita yang baik,” cerita pemilik.
“Kapan dia pindah? Tak ada jejak, jadi kami kesulitan mencarinya,” tanya Kwang Ho.

“Dia tidak pindah. Kurasa kau tidak dengar. Dia meninggal dalam kecelakaan mobil,” beritahu pemilik. “Dia meninggal 20tahun yang lalu.”
Kwang Ho dan Sung Shik sangat terkejut mendengarnya. Kwang Ho tidak terima kalau Yeon Sook mati dan berkata kalau pemilik bisa saja salah.
“Dia baru pulang dari bekerja. Mereka segera membawanya ke RS. Tapi…”
Kwang Ho tidak percaya. Yeon Sook-nya berkata akan menunggunya kembali. Kwang Ho bertanya di mana RS itu.
RS Myungjin
Mereka bertanya ke resepsionis. Resepsionis memeriksa data dan membenarkan pada tahun 1992, dia dibawa ke UGD dan tertulis dilaporan bahwa taksi yang dia naiki di tabrak oleh pengemudi mabuk.
Kwang Ho merebut laporan itu dan membacanya. Di laporan tertulis Yeon Sook meninggal. Resepsionis membenarkan, dia meninggal esok harinya karena shock.

Kwang Ho tidak percaya. Dia berteriak kenapa mereka tidak menyelamatkannya. Sung Shik berusaha menenangkannya. Kwang Ho terduduk dilantai.
Sung Shik kembali bertanya mengenai anak dari Yeon Sook, Yeon Ho. Resepsionis tidak tahu karena tidak ada data tentang anaknya. Dua orang yang dibawa kemari hari itu adalah Shin Yeon Sook dan supir taksi. Kwang Ho menangis mendengarnya. Dia beranjak pergi. Sung Shik berusaha menghentikannya. Kwang Ho berkata kalau Yeon Sook dan anaknya menunggunya pulang. Kwang Ho terus berjalan pergi.
Ponsel Sung Shik berbunyi. Telpon dari Tae Hee. Sung Shik mengangkatnya dan memberitahu Tae Hee kalau tidak penting….
“Ketua Tim, ini penting. Jung Ho Young melakukan pembunhan lagi,” lapor Tae Hee. Sung Shik lemas mendengarnya.
Di TKP
Seorang wanita muda mengenakan rok tewas. Itu adalah wanita dengan rok yang sama yang dilihat oleh Ho Young.
Petugas memeriksa dompet korban dan menmukan KTP korban bernama : Lee Seo Yeon. Dan di tubuh korban juga terdapat banyak luka.
Ketua tiba disana. Dia melihat tubuh korban. Sun Jae bertanya dimana Kwang Ho dan kenapa dia tidak mengangkat telpon?
“Aku pikir dia tak bisa datang hari ini,” ujar Ketua.
Tae Hee memberitahu identitas korban. Lee Seo Yeon, usia 25tahun.


Ketua miris mendengarnya. Dia meminta ponsel korban. Dia juga bertanya apa mereka belum melapor pada keluarga korban?
Tae Hee memberikan ponsel yang dibungkus plastik. Dia membukanya dan melihat ada 57panggilan tidak terjawab dari Ibu korban. Sung Shik menghela nafas sedih.

Dia menatap tubuh korban, “Seo Yeon, ibumu pasti menunggumu. Ayo kita pulang,” ujarnya sedih.
Sun Jae, Min Ha dan Tae Hee juga sedih mendengar perkataan Ketua.

Ketua bangkit dan bertanya pada Sun Jae apa dia pikir ini juga perbuatan Jung Ho Young? Sun Jae membenarkan.
Ponsel Sun Jae berbunyi. Telpon dari Jae Yi. Dia pergi menjauh untuk mengangkatnya.
Berita ditemukannya mayat wanita lain setelah 3bulan dari temuan mayat di sungai Haein sudah disiarkan. Dan polisi menduga ini perbuatan Jung Ho Young.
Dr. Mok melihat dari kediamannya. “Aku menyuruhnya jangan mengejar dia, tapi tunggu dia. Tapi, polisi mengatakan itu hanya rumor kurasa dia gagal lagi,” ujar dr. Mok bicara kepada dirinya sendiri.
Sun Jae mengangkat telpon Jae Yi dan bertanya apa Jae Yi sudah mendengar berita tersebut?
“Itu karena kau, Letnan Kim,” jawab Jae Yi. Sun Jae bingung karena jawabannya tidak nyambung dengan pertanyaannya.  “Aku penasaran kenapa Jung Ho Young mengubah caranya mengubur. Dia biasa mengubur para korban di gunung. Tapi kenapa dia meninggalkan mayat agar dilihat orang di Sungai Haein? Kejahatan pertama yang dilakukan setelah tertangkap olehmu adalah di sungai Haein.”
“Apa yang ingin kamu katakan?” tanya Sun Jae heran.
“Kupikir dia ingin kau melihat mayat itu. Kau bilang, dia akan memberitahu hal menarik. Kau mungkin… memicunya untuk mengingat sesuatu yang dia lupakan 30 tahun lalu. Jung Ho Young akan membunuh orang lagi. Sebenarnya, dia mungkin sudah membunuh orang karena dia ingin kau bereaksi. Dia mungkin menunggumu untuk melakukan sesuatu. Kali ini, dia pasti membunuh seseorang yang dekat denganmu.”
“Jadi, maksudmu itu… dia membunuh orang dan meninggalkan mayatnya di tempat umum karena aku? Kenapa dia melakukan itu?
“Kupikir kau sudah memicunya.”


Sun Jae shock. Dia teringat saat menginterogasi Ho Young 2tahun lalu. Saat itu dia bertanya kepada Ho Young : “Bagaimana rasanya membunuh orang? Apa menyenangkan, melihat korban mencoba bernafas? Atau apa itu membuatmu bergairah?
“Dia mungkin… memulai lagi apa yang dia lakukan 30 tahun lalu,” ujar Jae Yi.
“Dia mulai… membunuh lagi karena aku?” Sun Jae benar-benar terkejut. Terlihat rasa bersalah dari sorot matanya.

Klinik Mooyoung,
Kwang Ho ke sana dan duduk dalam diam dengan pemilik klinik.  Mereka berdua, membayangkan melihat anak perempuan kecil bermain lompat tali.

Flashback
Yeon Ho bermain lompat tali sendirian. Pemilik di dalam dan sedang mencatata stock obat-obatannya. Terdengar suara peluit terus-menerus.

Pemilik segera ke halaman. Dia melihat Yeon Ho terjatuh dan meniup peluit.  Lututnya berdarah. Pemilik bertanya apa dia baik-baik saja?
“Aku memanggil ibuku, tapi kau yang datang,” jawab Yeon Ho.
“Apa?”
“Ibuku menyuruhku meniup peluit setiap kali aku dalam bahaya. Dia bilang akan datang menyelamatkan. Dia bilang akan selalu mendengarnya, tak peduli dimana aku. Dia pasti sibuk bekerja, jadi kurasa dia mengirimmu. Apa aku benar?” tanya Yeon Ho.
Pemilik membenarkan. Yeon Ho menatap peluitnya. Pemilik bertanya apa ibunya yang membelikan peluit itu?


Tidak. Itu sebenarnya hadiah dari ibuku untuk Ayah,” jawab Yeon Ho.
Flashback END

“Gadis kecil itu selalu meniup peluit kapan pun sesuatu terjadi padanya. Itu yang pertam dan terakhir dia tidak muncul segera setelah dia mendengar bunyi peluit. Karena… itu hari dimana, dia meninggal dalam kecelakaan,” cerita pemilik.

Kwang Ho dengan sedih. Dia memegang kerah bajunya dan teringat peluit yang selalu tergantung dulu di lehernya. Dia ingata saat Yeon Sook menggantungkan peluit itu dan perkataan Yeon Sook yang menyuruhnya meniup peluit dimanapun dan dia akan segera datang. Kwang Ho menangis sedih mengingat Yeon Sook-nya yang sudah meninggal.

Di rumah, Jae Yi mengeringkan rambutnya. Dan di sebuah pigura foto, terlihat tergantung peluit tersebut.

 

My Opinion,

Sun Jae pasti sangat merasa bersalah kepada para korban yang terbunuh. Karena apa? Karena dia adalah orang yang memicu Ho Young untuk mulai kembali membunuh.

Bagaimanapun, seorang polisi bertugas menangkap penjahat. Tapi, apa jadinya kalau polisi tersebut yang memicu penjahat muncul. Pasti itu merupakan pukulan bagi polisi tersebut.

Author juga penasaran alasan sebenarnya, Ho Young membunuh wanita yang mengenakan rok. Apa sebabnya?

Dan kembali, orang tua melindungi anaknya yang salah dengan cara yang salah. Ibu Ho Young menolong Ho Young remaja yang bersalah dan terduga tersangka dengan berbohong mengenai alibi Ho Young. Dan pada akhirnya, Ho Young tumbuh menjadi seorang psikopat. Tapi, yang membuat author penasaran, dulu, waktu remaja, kehidupan Ho Young terlihat seperti anak orang kaya tapi kenapa sekarang tidak ya? Atau mungkin ini hanya perasaan author saja.

Terus, Jae Yi. Sepertinya dia tidak mengingat kenangan masa kecilnya. Buktinya saat dia makan pangsit, dia tidak bisa mengingat siapa yang menyuapinya dan merasa kalau itu adalah dejavu. Apa yang terjadi pada Jae Yi hingga bisa di adopsi di luar negeri?

Dan para pembaca diluar sana, pasti yakin kalau ada kemungkinan 99.9% kalau Jae Yi adalah Yeon Ho. Kenapa 99.9%? Karena ada kemungkinan 1% dia bukan Yeon Ho.

Dan, sama seperti penjelasan Jae Yi pada Sun Jae bahwa Ho Young akan mengincar orang-orang terdekat Sun Jae. Dan entah kenapa, author merasa orang yang di incar Ho Young itu adalah Jae Yi. Dan ada kemungkinan orang yang menekan bel pintu Jae Yi adalah Ho Young. Tapi, sekali lagi ini hanya spekulasi.

Soalnya, di sinopsi drama Tunnel yang beredar, tertulis kalau Kwang Ho datang dari masa 1986 ke masa depan untuk menyelamatkan putrinya. Padahal selama cerita ini berlangsung, Kwang Ho datang ke masa depan ketika berusaha menangkap pelaku dan bahkan saa itu tidak tahu kalau Yeon Sook sedang hamil.

Kalau di cocokkan dengan sinopsis. Maka ada kemungkinan, bahwa tujuan sebenarnya Kwang Ho datang untuk menyelamatkan putrinya, Jae Yi, karena putrinya di incar oleh Ho Young  dan itu karena Jae Yi dekat dengan Sun Jae.

But, ini semua hanya spekulasi.


1 komentar:

avatar

Mbak nggk ad gambar nya yaaa
Atau hp ku yg bermasalah

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment