Wednesday, September 6, 2017

Sinopsis The Mysteries of Love (2010) Episode 3 - 1

0 comments




The Mysteries of Love /  談情說案 (2010)
TVB
Episode 3 – 1


Siu-lai bingung dengan hilangnya sidik jari yang terdapat pada Bola Kristal. Begitupun dengan Lo sir.
“Bagaimana bisa sidik jari tersangka menghilang hah?” tanya Lo sir pada Siu-lai sambil memegang pundaknya.

Lo sir masuk kedalam ruangan. Lalu mereka semua segera berdiri serta menanyainya, tentang bagaimana bisa sidik jarinya tiba-tiba menghilang.

Tapi Lo sir yang kelihatan bingung juga, tidak tau bagaimana itu bisa terjadi. Yang pasti ada seseorang yang menghapus itu dengan sengaja.

Pan yang emosi langsung mengatakan bahwa mereka membutuhkan kartu untuk bisa pergi dan masuk kedalam ruangan. Jadi bagaimana bisa ia melakukan itu?
PC serta Chim mengatakan bahwa ia tidak mungkin melakukan itu, tapi itu juga tidak benar untuk mempercayai dia. Dan akhirnya Lo sir mengajak PC untuk keruangan lain dan mengintrogasi Siu-lai.

“Berapa pengeluaran kamu setiap bulan? Apakah kamu memiliki simpanan?” tanya PC secara langsung pada Siu-lai.

“Setiap bulan, selain dari biaya rumah tangga. Aku menghabiskan uang nya untuk biaya ongkos pergi kerja dan makan. Lalu paling banyak, aku membelikan kan mainan untuk keponakan ku. Itu saja.” Jelas Siu-lai.

Lo sir dan PC hanya diam dan menunggu dia untuk menjelaskan lebih lanjut.
“Ketika aku libur, aku biasanya makan dirumah dan ketika aku makan dikantin pun, aku hanya menghabiskan $20 sampai $30 sekali makan. Berapa banyak simpanan ku? Aku kira itu $8.000 sampai $9.000 sebulan.” Kata Siu-lai mengakhiri penjelasannya.

PC menanyainya lagi,”Apa kamu membeli baju baru? Apa kamu membayar itu dengan kartu kredit? Apa kamu ada melunasi tagihan kartu kredit kamu setiap bulan? Atau kamu hanya membayar sedikit saja? Apa keluarga kamu ada yang membutuhkan uang, lalu meminjam nya dari kamu?”

Siu-lai terlihat stress. Ia menjawab,”Apakah kalian serius, PC, Lo sir? Apakah kalian pikir, aku disuap untuk membantu anak kaya itu menghilangkan barang bukti? Kami keluarga Tsu adalah keluarga polisi, kami melayani dengan setia. Kami menangkap penjahat dan menegakak kan hukum. Aku tidak tau bagaimana cara nya untuk mengambil suap dan melanggar hukum. Kalian berdua melihat saya seperti ini kah? Saya merasa tidak senang.” Kata Siu-lai dengan panjang dan cepat. Ia pun kelihatan seperti sudah mau menangis.

Melihat itu, PC mengatakan padanya bahwa mereka percaya dengannya, tapi ini adalah prosedur.
Siu-lai meminta maaf, karena ia Cuma terbawa emosi saja sekarang.
Lalu Lo sir mengatakan pada Siu-lai,”Sidik jari pada senjata pembunuh, menghilang dibawah pengawasan kamu. Kami mempercayai kamu. Jadi kamu harus mempercayai kami juga.”

Dengan sedih, Siu-lai meminta mereka membantu dia. Lalu Lo sir menyakinkan bahwa mereka akan melakukan yang terbaik untuk membantu dia. Dan introgasi pun berakhir.


Di universitas.
Disana Profesor King menjelaskan pada Lo sir dan Siu-lai mengenai bahan kimia yang terdapat pada sidik jari biasanya. Lalu ia mengatakan bahwa dalam kasus ini, sidik jari menghilang bukan karena disebabkan oleh suhu tinggi. Jadi hal ini mungkin tidak akan membantu.

Tampaknya Siu-lai mulai frustasi dan stress, jadi ia memohon kepada King untuk membantunya. Karena tanpa sidik jari, sejanta pembunuh tidak akan disetujui di pengadilan dan pembunuh bisa lepas.

Lo sir lalu menanyakan pada King, bagaimana caranya mereka bisa membuat sidik jari menghilang?
King menjelaskan bahwa ia masih belum mengetahui tentang itu. Tapi ia merasa tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi. Siu-lai yang mendengar perkataan King, mengatakan bahwa mereka mencoba mencari tau kebenaran dan ini bukan sesuatu yang menarik.

“Ketika Kingsley tertarik akan sesuatu, ia akan mencari tau jawabannya segera.” Kata Lo sir pada Siu-lai.

Dikamar. Siu-lai memandangin lencana polisinya.

Lalu Ayahnya datang dan membawakan sup untuknya. Ia mengatakan bahwa Ibunya sengaja membuat ini untuk menyemangati dia.
Bahkan Kakak pertamanya (On) dan istri memberikan coklat untuknya.
Serta Apel Fuji dari daerah Aomori di jepang dari Kakanya Leung.

Lalu Siu-lai tersenyum bahagia dengan semua perhatian itu. Siu-lai juga menceritakan rasa frustasinya, karena ia telah menghilangkan bukti penting serta ia juga telah mempermalukan keluarganya karena itu.

Mendengar cerita Siu-lai, Ayahnya menyemangati dia dan menyuruh nya untuk tetap tenang.


Diluar. Mamanya berteriak pada Leun yang tidak mematikan keran setelah memakai kamar mandi. Sehingga sekarang tempat ini menjadi banjir.

Leung menjawab, bahwa bukan dia yang terakhir memakai kamar mandi.
Tiba-tiba kaget dan bertanya pada Ayahnya,”Apa? Aku tidak mematikan keran?”
Ayahnya mengatakan, “Apa yang mengejutkan jika kamu lupa melakukan itu?”
“Tidak. Sebelumnya aku begitu linglung meninggalkan beberapa dokumen di dapur. Apa mungkin aku menghapus sidik jari saat sedang linglung tanpa sadar? Matilah.”  Kata Sui-lai dengan panik.

Ayahnya menepuknya dan menyuruh dia untuk tenang dulu.

Diruangan Lo sir. Ia menanyai apakah iu-lai ada menemui Dr. Law di pelayanan Konseling beberapa hari yang lalu.
Siu-lai menjawab bahwa jika ia yang melakukan itu. Ia akan bertanggung jawab.
Lo sir memberitahu mengenai hasil laporan yang ia terima bahwa Siu-lai hanya mengalami depresi ringan. Dan juga laporan tersebut tidak akan menceritakan kepada dia tentang siapa yang menghapus sidik jari.


Didalam ruangan SCB Workshop.
Lo sir membawa King untuk melihat keadaan ruangan. Ia juga menceritakan bahwa tidak ada jalan keluar lain selain pintu ini dan sidik jarik dihapus oleh Orang diluar kepolisian.

King memperhatikan seluruh ruangan. Dan pada saat itu ia melihat sebuah lubang kabel kecil yang terbuka. Ia lalu naik dan memperhatikan lubang tersebut.


Dilaboratorium.
King bersama dua orang asistennya meneliti sebuah Pipa kecil. Disana King menjelaskan pada Lo sir bahwa terdapat bekas gesekan pada pipa yang masih baru.

Asisten King ikut menambahkan bahwa ada kemungkinan seseorang memasukan suatu benda asing kedalam ruangan melalui lubang pada pipa ini.
Karena biasanya pipa akan dipotong sama panjang. Tapi pada pipa yang ini, ada bekas terpotong atau terkikis.


Dikantin.
Lo sir dan King sedang duduk bersama dan mengobrol. Lalu seorang mahasiswi menghampiri meja mereka dan memberikan potongan kue ulang tahun dari seorang Mahasiswi kepada King.

Saat itu King melihat ada asap dingin dari bawah piring. Ia memperhatikan nya lama. Lalu Lo sir menanyai King mengenai hasil penelitiannya, tapi King belum bisa menemukan apapun.
 Diluar kantor polisi.

Sui-lai berjalan dengan tatapan kosong. Lalu Pan dan Chim datang mengejutkannya, mereka mengatakan pada Siu-lai untuk santai, karena ia pasti akan segera bergabung dengan mereka lagi. Dan mereka segera pergi dari sana.

Profesor King lewat dan menawarkan tumpangan pada Siu-lai.

Saat dalam perjalanan Siu-lai salah menunjukan jalan, ketika King menanyakan arah pada nya. Dimana seharusnya mereka tidak diperbolehkan berbelok ke kiri, karena itu merupakan jalan satu arah. Sehingga polisi lalu lintas disana menilang mereka.




Dan ketika mereka berhenti, King melihat petugas pembersih jalan diseberang, sedang menyemprot jalanan dengan air. Dengan serius, King memperhatikan penyemprot air tersebut.

Dilaboratorium.
King menjelaskan pada Lo sir dan Siu-lai bahwa penyemprot tekanan tinggi sering digunakan untuk memotong benda atau menghilangkan noda lama, karena kekuatannya. Dan itu menjelaskan pengikisan pada pipa.

Lalu asisten King datang dan membawa alat penyemprot tekanan tinggi yang telah dimodifikasi. Alat itu mengunakan gas karbon dioksida padat (Ice kering) untuk menghantam kotoran, sehingga dengan alat tersebut mereka bisa menghilangkan bekas sidik jari.

King dibantu dengan asistennya, mulai melakukan simulasi. Dimana bola Kristal yang memiliki sidik jari diletakan diatas meja. Lalu asisten King melalui sebuah lubang kecil (yang sama seperti di ruang SCB Workshop) menyemprot mengunakan alat penyemprot tekanan tinggi. Dan sidik jari pun hilang.


Setelah itu King menjelaskan kepada mereka bahwa pada saat penyemprot digunakan, maka akan menghasilkan suara yang keras. Lalu ia menanyakan kepada Siu-lai, apakah pada saat itu ia ada mendengarkan suara desis?
Dikantor polisi.

Lo sir dan Siu-lai kembali dan menyapa anggota tim yang lain. Dan Lo sir mengabarkan bahwa hari ini Siu-lai akan bergabung dengan mereka lagi. Dengan senyum lebar Siu-lai melakukan tos dengan mereka semua.

Dipapan tulis, Lo sir menjelaskan mengenai penyemprot yang telah dimodifikasi dan berdasarkan hasil percobaan, alat itu berhasil menghilangkan sidik jari menggunakan gas karbon dioksida padat.



Lalu Siu-lai menambahkan bahwa orang itu mengambil dan menaruh datanya di dapur, sengaja melakukan itu untuk membuat dia pergi dari ruangan. Dan ia terpikir satu orang yaitu, Kong Siu-wing pekerja renovasi.

Lo sir menyetujui pemikiran Siu-lai, tapi sebelumnya mereka harus mencari tau hubungan antara Kong Siu-wing dan tersangka terlebih dahulu. Serta alasan mengapa dia menolong tersangka menghapus sidik jari tersebut.

PC dan Siu-lai menanyai toko barang logam untuk mencari tau apakah Kong Siu-wing ada membeli mulut pipa untuk peralatan penyemprot .

Pan dan Chim mengikuti Kong Siu-wing.

Penjaga toko menjelaskan bahwa Kong Siu-wing merupakan pelanggan lama dan baru-baru ini ia ada membeli mulut pipa darinya. Dan ia memperlihatkan benda tersebut pada mereka.

Ditempat lain, Siu-wing membeli sebotol brandy (sejenis minuman keras). Dan ia mengobrol dengan penjaga toko yang menanyakan apakah baru-baru ini dia ada menang lotre, karena ia sekarang sering kali belanja.

Kong Siu-wing yang sedang bersantai sambil minum, tiba-tiba dikejutkan oleh suara bel.

Lo sir dan tim mengunjungi rumah Siu-wing dengan sebuah surat izin pengeledahan.

Saat Lo sir dan PC berbicara dengan Siu-wing. Mereka bertiga mengeledah rumah Siu wing. Ketika itu pandangan mata Siu-wing terlihat cemas, saat ia melihat Chim akan berjalan ke arah kamar mandi. Tapi sayangnya Chim tidak jadi masuk dan Siu-wing pun menjadi lega.


Siu-lai yang menyadari keanehan itu, masuk kedalam kamar mandi. Ia membuka mesin cuci serta mengeluarkan semua pakaian kotor didalamnya. Pada saat itulah ia melihat mulut untuk penyemprot tekanan tinggi didalamnya.



Ia memperlihatkan itu kepada Lo sir. Sementara Siu-wing sendiri terlihat lemas.

No comments:

Post a Comment