Sinopsis Thai-Drama : Game Maya Episode 8 - 2



Content and Images by OneHD




Jade menemui Yord serta kawan2. Disana sambil mengobrol Jade menyalakan alat perekam yang ia sembunyikan dibelakang kantong celana. Lalu Jade mulai mengobrol dengan mereka dan menyinggung masalah Radee.

Dengan bangga Yord menceritakan tentang kehebatannya. Yord hanya mengikuti perintah dari Win, karena Radee tau terlalu banyak, maka Boss ingin menyingkirkan dia. Jadi Yord mengambil inisiatif, hanya dengan satu bomb, sebuah mobil bisa meledak dan terbakar.

 Lalu Yord bersama kawan2 tertawa akan kejahatan yang mereka lakukan itu. Sedangkan Jade mengepalkan tangan erat2, menahan amarah.


Jade menghubungin Gun dan Win untuk jangan khawatir, ia pasti akan kembali setelah semuanya selesai. Gun merasa khawatir karena Jade rela melakukan semuanya sampai sejauh ini, tapi Wit menahan Gun.

Tepat ketika itu, Koy datang dan merasa curiga akan sikap mereka berdua. Tapi Wit berpura-pura tidak apa2 dan mengajak Koy untuk segera keluar.

Seorang staff menemui Prim dan menceritakan bahwa Pim digosipkan menderita depresi. Mendengar itu Prim marah kepada staff nya, karena rumor itu tidak benar. Tapi staff nya membela diri serta menyebutkan bahwa itu semua telah menyebar diinternet.

Pat masuk dan memberitahu Prim bahwa ada sebuah akun ig palsu yang telah menyebarkan itu. Mendengar itu Prim terdiam dan berpikir.

Saat dilokasi syuting, Pim masih teringat kepada Gun. Lalu ia berbicara pada dirinya sendiri, mengapa Gun tidak datang? Apa ia akan datang atau tidak?

Gara2 hal itu, setelah mereka selesai menata rambut Pim, mereka tersenyum kepadanya dan memandangnya. Jadi Pim merasa heran ketika dipandang begitu, tapi kedua orang itu hanya menjawab tidak ada. Lalu ketika Pim keluar, mereka berdua mulai bergosip mengenai rumor depresi yang di derita oleh Pim.

Saat Pat akan keluar, ia bertembu dengan Praew. Lalu dengan sombong Praew mengejek Pim mengenai gossip itu, ia bilang pada Pat bahwa jika Pimdao terkena gossip negative seperti itu, maka mungkin itu tidak hanya akan berefek pada Pimdao.

 Awalnya Pat membela Pim dengan membalas ejekan Praew, tapi saat ia mendengar kata2 terakhir itu. Pat menjadi terdiam dan tidak bisa membalas.

Nam datang terlambat kelokasi syuting. Jadi Pim menanyakan tumben Nam datang terlambat, tapi Nam malah menjawab dengan sinis. Pim merasa aneh dan bertanya mengenai sikap Nam, tapi Nam beralasan bahwa ia hanya sedang bad mood saja.

Pim lalu berdiri dan memuji penampilan Nam yang terlihat semakin cantik, lalu Pim bilang wangi parfum yang Nam pakai sangat enak, seperti wangi parfum yang Win berikan kepada Pim dulu.
Mendengar itu Nam menjadi syok, lalu dengan nada kecil ia mengatai Pimdao. Tapi Pimdao tidak sadar, karena ketika ia bertanya apa yang Nam bilang. Nam langsung mengelak bahwa ia harus ke kamar mandi sebentar.

Pim sedih karena Gun belum datang juga, tapi tiba2 ia mendengar suara seseorang yang menyebutkan nama Gun,  Jadi Pim berbalik dan tersenyum ketika ia melihat kehadiran Gun. Tapi Pim segera duduk dan berpura2 untuk bersikap biasa.

Dengan cermat gun memeriksa setiap benda yang akan dipakai untuk syuting. Tapi Pim menemui Gun dan menyuruhnya untuk tidak bersikap seprti itu serta beristirahat. Gun tidak mau karena ini semua demi keamanan Pim, lalu ia menyuruh Pim untuk kembali ke tenda.
Ketika itu seorang wanita datang dan memberikan sebotol minuman untuk Pim yang segera direbut oleh Gun serta langsung dikembalikan oleh Gun kepada si wanita. Karena Pim hanya boleh minum dan makan, makanan yang telah dia siapkan sendiri. Lalu ia menyuruh Pim untuk masuk ke tenda.

Wanita itu meletakan barang2 bawaannya dan menelepon seseorang, ia melaporkan pada orang itu bahwa bodyguard Pimdao begitu ketat. Jadi ia tidak bisa melakukan apapun hari ini.


Win memarahi Met karena telah kehilangan jejak Koy. Lalu sebuah telpon masuk dari Nam. Nam marah kepada Win mengenai parfum yang ia berikan itu. Tapi Win malah balik memarahi Nam dan bilang bahwa ia tidak memiliki waktu untuk membahas masalah parfum dan barang lainnya. Lalu Win ingin menutup telponnya itu.

Tapi Nam mengancam Win bahwa ia akan membuat Khun Dear dan Khun Pim mengetahui tentang hal ini. Mendengar itu Win marah, tapi akhirnya ia meminta maaf pada Nam.

Win berbicara dengan marah2 kepada Met,”Apa yang kamu pikirkan, dia mengangguku seperti ini, kamu ingin aku menjaga dia dan ibunya?!”

Lalu Met pun menyarankan Win, yaitu untuk membalas Nam menggunakan video antara Nam dan Win yang sedang berciuman. Jadi dengan begitu Nam yang akan bersalah, bukan Win.
Awalnya Win marah ketika tau Met merekam tindakannya secara diam2, tapi lalu Win memegang bahu Met dan memuji Met akan kepintarannya.


Wartawan sibuk menanyakan Pim mengenai gossip tersebut. Tapi Pim tidak bisa menjawab, jadi ia menatap kepada Gun untuk menolong nya.
Nam berbicara kepada Pat tentang jadwal Pim, tapi Pat malah terlihat kurang peduli. Bahkan saat pim memanggilnya, Pat tidak mempedulikan panggilan Pim. Jadi Gun yang membantu Pim untuk dapat pergi dari sana, Lalu Pat menyuruh Nam untuk mengikuti Pim yang sudah keluar.

Didalam mobil, Pim menanyai kenapa Pat tidak membantunya tadi. Lalu Pim bilang pada Pat bahwa ia tidak ingin terjadi sesuatu yang seperti ini lagi.


Pim bercerita pada Gun,”Aku tau dimana aku berada. Dalam setiap langkah ku, ada berita. Setiap orang memperhatikanku. Bisa nyata atau tidak, benar atau salah, tidak ada yang peduli. Tidak seorang pun yang benar2 ingin mengetahui jawabanku.”
Lalu Pim menyuruh Gun untuk melihat orang2 diluar sana. Mereka lebih bahagia daripada dia.
Gun menanyakan apakah Pim tidak memiliki teman  yang ada untuk menyemangati nya? Dan Pim menjawab bahwa Nam adalah teman baiknya. Ia percaya pada Nam.

 Dulu ketika sekolah. Dicafe. Ketika orang2 mengossip dan mengatai Pim dengan buruk. Nam membela Pim. Ia melemparkan kue kepada wajah orang2 yang bergosip itu. Ia memarahi mereka dan menyuruh mereka untuk meminta maaf pada Pim.

“Nam adalah teman baikku. Ia melindungiku.” Kata Pim dengan bangga pada Gun.

Tapi Gun tidak bisa berkata apa2, ketika ia teringat waktu Nam masuk kedalam mobil Win ditempat parkir.

Ditelepon. Dear memuji kerja orang2 suruhannya, lalu ia ingin mereka untuk membuat situasi seperti Pim ingin bunuh diri.
Pada saat itu Win pulang. Lalu mereka bertengkar, karena Win tidak mengizinkan Dear untuk bertemu dengan pria lain. Dear dengan berani membalas Win bahwa ia hanya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Win.

Wint terkejut dan memaksa untuk mencium Dear, tapi Dear menampar serta memarahi Win. Lalu Dear pergi, sedangkan Win oleh karena kesal, ia melemparkan barang2.

Pim menemui Ibunya. Begitu juga dengan Prim dan Gun yang ikut menemani. Diruang tamu, saat hanya berdua, Prim menanyai alasan mengapa Gun ingin menemui Ibu Pim dan Gun menjawab bukankah Prim ingin mengetahui mengenai keluarga Kawin?

Ketika itu Ibu Pim mendengar pembicaraan mereka. Jadi ketika Gun tinggal sendiri, ia meminta Gun untuk pergi, karena Gun tidak bisa melawan mereka.

Pim berdiri memandang laut, Gun datang dan menemaninya. Mereka duduk dan mengobrol. Gun menyemangati Pim serta memberikan sebuah batu untuk dilempar oleh Pim. Lalu mereka saling melempar batu dan tersenyum.




Win baru saja selesai meeting, tapi lalu Nam datang menemuinya sambil tersenyum. Win terlihat malas dan menyuruh Met untuk menemani Nam.

Jadi ketika Nam akan mengikuti Win, Met menahan tangan Nam. Lalu ia memperlihatkan rekaman Nam yang berciuman dengan Win. Met mengancam Nam.



Tapi Nam tidak takut dan tertawa. Ia mengeluarkan bunga dari vas dan melemparkannya pada Met, lalu ia mencelupkan hp milik Met kedalam. Serta dengan berani Nam berteriak pada Met untuk menelpon Win, suruh Win untuk menemuinya sekarang.

Post a Comment

Previous Post Next Post