Penting !!

Blog ini tidak akan menulis sinopsis : PADDIWARADDA

Kenapa? Karena sudah pernah ada blog lain yang membuat sinopsis ini sebelumnya. Dan blog itu sampai menghapus sinopsis ini dan mengganti domain blog nya, jadi kami tidak ingin terkena masalah yang sama. Atau akibat nya, blog ini akan terhapus. Kami sudah pernah terkena masalah karena sinopsis FOX SUMMER.

Mohon pengertian nya.


STOP meninggalkan komentar yang menyuruh atau meminta kami menulis sinopsis PADDIWARADDA. Jika ingin membaca sinopsis lakorn tersebut, silahkan kunjungi blog yang dahulu menulis sinopsis itu.

KAMI MERASA TERGANGGU KARENA MENERIMA TERLALU BANYAK PESAN TERKAIT LAKORN TERSEBUT. APALAGI YANG MEMINTA UNDANGAN DAN SEMACAMNYA. TOLONG HARGAI KAMI JUGA, DENGAN TIDAK MENANYAKAN SINOPSIS INI (KAMI TIDAK PERNAH MENULIS ATAUPUN BERNIAT MENULISNYA)

TERIMAKASIH

Utk sinopsis lain seperti Rak Nakara, Rising Sun dll akan kami pertimbangkan setelah kami menemukan tempat untuk menonton / mendownload nya full episode.

������ thank u


Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Thai-Drama : Game Maya Episode 10 - 2





Content and Images by OneHD



Pim terus menghubungin Win, tapi tidak ada diangkat.  Sedangkan Gun sedang melihat rekaman CCTV hotel, segalanya tampak normal disana. Tapi yang aneh adalah rekaman pelaku keluar dari kamar Khun Pimdao, tidak ada.


Tiba2 ada suara ketukan dipintu, jadi Gun mengakhiri telponnya bersama Jade serta mengintip keluar. Ternyata Pim berdiri disana, jadi Gun buru2 mematikan laptopnya. Lalu ia membukakan pintu untuk Pim.


Pim langsung masuk kedalam begitu saja sambil membawa koper, lalu ia berjalan masuk kea rah kamar Gun dan bilang bahwa ia akan tidur disini, lalu dengan cepat menunjuk kearah ruang tamu dan menyuruh Gun untuk tidur disana. Pim sendiri pun langsung masuk begitu saja ke kamar Gun.

Gun heran dengan tingkah Pim itu,”Tunggu sebentar. Hey. Ini kamarku. Aku tidak menyetujui kamu tidur disini. Walaupun aku setuju, bukankah seharusnya aku yang menentukan dimana kamu bisa tidur?”


Pim pun keluar dari kamar,”Apa yang kamu mau? Tempatku tidak aman.”
“Apa yang kamu mau?” balas Gun.

“Apa kamu tidak bisa? Sejak tempatku tidak aman, kamu harusnya membiarkan ku untuk tinggal disini.”
“Dimana pacarmu?”

“Aku tidak bisa menghubungin hpnya. Jika aku bisa, aku tidak akan menyusahkan kamu seperti ini. Khun, tolong izinkan aku disini.” Kata Pim memohon pada Gun.
Gun tidak terlihat tega melihat Pim, jadi akhirnya ia pun mengizinkan Pim.


Ditempat lain. Met melaporkan kepada Win apa yang ia dapatkan tentang Koy. Jadi Win menyuruh Met untuk menyelidiki Koy lebih lagi, karena Win merasa yakin bahwa Koy pasti sedang merencanakan sesuatu  padanya.


Gun pun tidur diruang tamu, tapi Pim datang serta menghela nafas, karena ia masih belum bisa menghubungin Win. Lalu Pim bertanya kepada Gun, apakah Gun mempercayainya  bahwa ia tidak mencoba bunuh diri seperti apa yang dipikirkan orang2. Dan Gun mengiyakan.

Setelah itu Gun menyuruh Pim untuk tidur. Juga nantinya ketika ia tidak berada didekat Pim, ia telah menyuruh seseorang untuk mengawasi Pim. Tapi Pim segera berbalik pada Gun dan menolak, ia tidak bisa percaya siapapun selain Gun.


Jadi Gun pun hanya bisa diam, lalu mulai tersenyum. Pim yang menyadari kata2nya segera mengelak bahwa bukan itu maksudnya, ia hanya tidak mau bersama-sama dengan orang yang tidak ia kenal. Lalu Pim pun duduk disofa, tempat Gun seharusnya tidur.


Gun pun berjanji pada Pim bahwa dia akan bersama dengan Pim, tapi ia ingin Pim untuk pergi tidur sekarang. Karena kamar Pim ada disana, sedangkan disini adalah tempat tidurnya. Tapi karena Pim tidak juga berdiri, Gun pun dengan paksa menarik tangan Pim dan tanpa sengaja ia terjatuh serta mengenai Pim. Kiss.


Gun segera berdiri dan mereka menjadi sangat canggung. Karena itu Pim pun berdiri lalu masuk ke kamarnya. Tapi Pim tidak segera tidur, tapi ia berdiri dibelakang tembok sambil memegang bibirnya sesaat, karena ia masih syok. Begitupun dengan Gun yang Cuma berdiri saja disana.


Pagi hari. Pim terbangun oleh telpon dari Win. Jadi Pim mengangkat dan menanyakan tentang kemarin, tapi Win beralasan bahwa ia sedang sibuk bekerja. Lalu ia pun bilang ingin bicara dengan Pim tentang pernikahan mereka. Pim bingung.


Ditempat lain, Win menatap Ayahnya yang duduk disebelahnya sambil tersenyum. Serta Dear yang baru turun dari tangga. Win pun bicara pada Pim ditelepon bahwa akhir2 ini banyak yang terjadi pada Pim, jadi Ayahnya ingin kita membuat berita baik untuk menghilangkan itu.

Pim pun mengucapkan terimakasih pada Ayah Win yang sudah mengkhawatirkan nya, lalu ia menyebutkan,”Win, aku mecintaimu.”


Win pun membalas bahwa ia juga mencintai Pim. Sedangkan Dear yang berdiri jauh, kesal mendengar kata2 itu. Tapi Ak sendiri tersenyum pada Win, bahkan dengan senang ia bilang bahwa ia akan segera menyiapkan pernikahan Win dengan Pim.

Ak berbalik dan melihat Dear, lalu ia mengajak anaknya untuk makan bersama. Win terkejut. Tapi Dear yang kesal menjawab bahwa ia tidak mau, karena ia mau bertemu dengan Khun Kongpope.


Mendengar itu, Ak tersenyum dan tertawa kepada mereka. Lalu Dear naik kembali keatas.


Gun bersama Pim datang kebody work. Tapi Gun meninggalkan Pim bersama dengan Wit, sedangkan dia menemui Jade. Didalam kamar, ia mendengarkan rekaman yang berhasil didapatkan oleh Jade.

Lalu Gun pun menjadi marah dan histeris,”Mereka membunuh P’Radee! Mereka membunuh nya! AKU AKAN PERGI MEMBUNUH DIA JADE! AKU AKAN MEMBUNUHNYA!!” kata Gun berteriak pada Jade.
Jade yang melihat Gun seperti itu berusaha untuk menenangkannya,”TENANG! Aku merasa sedih juga.”


Gun jatuh terduduk serta menangis. Gun menyesali karena ia tidak bisa menolong Radee. Gun menyalahkan dirinya sendiri. Tapi Jade menenangkan Gun serta mengingatkan Gun akan perkataan nya dulu kepada dia.


Pim tertawa-tawa bersama dengan Wit. Jadi ketika Gun keluar, ia memperlihatkan video lucu yang sedang ia lihat kepada Gun. Tapi Gun yang sedang bad mood, marah2 kepada Pim dan pergi.


Pim mengikuti Gun, tapi Gun menyuruhnya pergi. Tapi Pim masih tidak mau, ia akan mengikuti Gun terus sambil Gun menceritakan kepadanya. Jadi dengan keras Gun menariknya.


Ditepi Sungai, Pim mengakui bahwa ini pertama kalinya ia melihat Gun marah. Pim terus berusaha berbicara pada Gun, mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi, sehingga mungkin ia bisa menolong Gun. Tapi Gun menyuruh Pim pergi dan membiarkannya sendirian. Jadi Pim pun pergi.


Gun berdiri disitu sampai malam. Dan saat Pim tidak kembali atau bahkan tidak mengangkat telpon darinya, Gun menjadi khawatir sendiri. Tapi lalu ia melihat Pim kembali, jadi Gun mulai mengomel lagi.


Pim pun langsung menutup mulut Gun,”Ck.. ck.. ck.. berhenti ngomel. Ah terimakasih sudah perhatian padaku.” Kata Pim, lalu ia memlepas tangannya dari Gun dan melanjutkan,”Ketika kamu membuatku menjauh, aku ingin pergi ketempat yang jauh juga. Tapi setelah berpikir, lebih baik tidak. Karena ketika aku tidak senang, aku marah dan menyuruh kamu pergi, tapi kamu tidak pernah meninggalkan ku. Jadi sekarang, aku harus tinggal dengan kamu. Aku tidak akan meninggalkan mu, seperti yang kamu lakukan.”


Lalu Pim menyuruh Gun berhenti dan ia menyalakan kembang api. Bersama mereka duduk dan melihat kembang api. Pim pun mulai bercerita tentang kenangannya bersama Ayahnya. Kemudian setelah kembang api habis, Pim meminta maaf apabila yang membuat Gun marah adalah dia. Begitupun Gun, ia juga meminta maaf pada Pim.




Pim memegang wajah Gun dan bilang bahwa mereka akan melaluinya bersama. Gun menurunkan tangan Pim dan mengenggamnya. Lalu mereka pun saling tersenyum.


Dipanti asuhan. Gun bersama dengan timnya telah bersiap untuk menjaga tempat itu. Dan saat Pat bersama Nam datang, mereka memeriksa setiap barang2 didalam mobil nya, demi keamanan.


Sedangkan Gun bersama dengan Pim dan Win sedang dalam perjalanan kesana.
Sesampainya disana para wartawan segera mewancarai Pim mengenai berita bahwa Pim akan segera menikah. Nam yang mendengar itu, merasa terkejut dan kesal. Tapi Pim bersama Win sendiri tidak menjawab itu.


“P’Prim, dengan begitu banyak bodyguar seperti ini, sejujurnya. Aku strees.” Kata Pim.
Ini untuk keamanan kamu.”

“P’Prim, apa yang akan orang2 pikirkan tentangku? Memiliki banyak bodyguar di kiri-kanan. Kemanapun aku pergi, kelihatan seperti sesuatu selalu terjadi. Siapa yang akan mendekat ke aku sekarang?”


Prim tidak menjawab pertanyaaan Pim dan meninggalkannya. Sedangkan ditempat lain Win bertemu dengan Met, mereka seperti sedang merencanakan sesuatu.


Praew bersama dengan Dear dan kekasihnya datang. Jade bilang kepada Praew bahwa ia harus mengecek hadiah yang dibawa mereka sebelum itu dibawa masuk. Tapi Praew malah protes,”Check?! Ada apa ini P’Prim?! Hadiah ini dariku dan Dear, mengapa kami harus dicheck? Kamu membuat kami terlihat seperti melakukan sesuatu yang buruk disini.”


Gun menengahi dan tidak menyetujui sikap Praew, karena ini untuk keamanan setiap orang, maka dari itu mereka harus check dulu. Praew pun terus protes kepada Prim. Tapi lalu Pim datang dan  menyuruh mereka untuk tidak melakukan itu, karena mereka bukan orang asing. Dan jangan membuat itu menjadi sesuatu yang besar, Pim tidak mau ini menjadi berita lagi.




Jadi dengan terpaksa mereka semua pergi. Pim sendiri menyampaikan permohonan maaf atas sikap orang2 nya kepada Praew serta Dear dan kekasih. Lalu ia mempersilahkan mereka semua masuk.




Acara dimulai. Pim menyanyi untuk anak2. Gun yang mendengarkan dari jauh, teringat satu persatu kenangannya bersama dengan Pim. Pertama kali mereka bertemu, kejadian ditempat parkir. Kejadian saat mati lampu. Ketika ia menolong Pim diatas panggung. Juga kemarin, saat mereka melihat kembang api bersama. Kata2 Pim.
Gun pun tersenyum.


Sedangkan Win yang melihat Dear dan kekasih, terlihat cemburu. Nam yang melihat Win. Prim yang memperhatikan mereka semua.


Saat Dear pergi meninggalkan kekasihnya. Win langsung mengikuti Dear. Dan Nam juga terlihat seperti ingin mengikuti Win, tapi saat ia melihat kearah Prim yang menatapnya. Nam pun hanya bisa berdiri disana.




Jadi Gun yang mengikuti Win. Disana ia melihat Win menahan Dear ditembok dan mencium paksa Dear,”Jangan lupa kamu telah menjadi istriku!”


Dear pun mendorong dan menampar Win serta marah,”Aku tau siapa aku! Aku tau posisiku! Tapi apa kamu tau selama ini, bagaimana perasaan ku melihat kamu dan Pimdao! Jika kamu tidak berencana untuk menanganin apapun, dari sekarang aku yang akan menanganin nya sendiri!”

Lalu Dear meninggalkan Win yang terpaku. Sedangkan Gun menatap tajam pada Win.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis Thai-Drama : Game Maya Episode 10 - 2"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN