Sunday, November 12, 2017

Sinopsis C-Movie : Duckweed - 2

0 comments

By : Bona Film Group


Dengan perasaan gugup dan penasaran, Lang menantikan pacar Zheng keluar dari dapur. Dan saat pacar Zheng keluar, Lang terpana melihatnya.


Pacar Zheng menyuruh Lang untuk memanggilnya Hua saja. Tapi Lang terlalu penasaran dan menanyakan nama panjang Hua. Mendengar itu Hua menolak untuk memberitahukan nama panjangnya, karena ia tidak terlalu suka.
“Nama itu adalah pemberian dari orang tua kita. Itu bukan salahmu. Jadi siapa nama mu?” paksa Lang.

“Niu Ahua.” Jawan Hua akhirnya. Tapi Lang malah berkomentar bahwa lebih baik jika dia tetap memanggilnya Hua saja. Mendegar itu Hua diam dan tidak berkata apa2. Lalu dengan mesra ia dan Zheng saling menyuapi satu sama lain. Sedangkan Lang malah sibuk melamun sendirian.

“Aku tidak memiliki koleksi milik Mamaku, kecuali foto hitam putih yang blur. Ketika aku lahir, Papaku selalu tertutup. Nama Mamaku adalah Zhang Suzhen bukan Niu Ahua. Tapi wajah mereka (Hua dan foto blur Mamamnya) terlihat mirip, sepertinya papaku hanya mempunyai satu tipe aja ya.” Pikir Lang dalam hatinya sambil tersenyum menatap kemesraan mereka berdua. Tapi tiba2 saja ia seperti teringat sesuatu,”Tidak boleh begini. Aku harus menemukan Mamaku, Zhang Suzhen, dan memperkenalkannya pada Papaku. Atau kalau tidak, aku tidak akan pernah ada.”

Dengan pemikiran yang seperti itu, Lang mulai memancing mereka dengan bertanya tentang keseriusan hubungan mereka berdua. Yang langsung dijawab oleh Zheng bahwa mereka akan menikah bulan depan. Mendengar itu Lang langsung terbatuk-batuk.

“Menikah adalah sebuah langkah besar. Kamu harus memikirkannya dengan serius. Tunggu saja setahun atau dua tahun dulu untuk kalian berdua saling mengenal satu sama lain. Agar kalian bisa saling memahami. Berapa lama kalian sudah berhubungan?” bujuk Lang.

Hua dan Zheng masih makan sambil saling menyuapi. Tapi Hua tetap menjawab pertanyaan Lang,”Hampir 12 tahun.” Jawabnya sambil tersenyum bahagia.

Mendengar itu Lang pun menjadi tidak semangat dan menundukan kepalanya. Lalu Zheng mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Hua, yang di ikuti oleh Hua yang membenarkan dengan senang. Sedangkan Lang sendiri mulai merasa pusing tiba2 dan mengurut kepalanya sendiri.

Pada saat itu tiba2 ada suara yang berbunyi. Jadi Zheng berdiri dan meninggalkan mereka berdua sendirian. Sedangkan Lang sendiri mulai berpikir, lalu berkata, “Mereka benar2 saling mencintai. Kelihatannya aku tidak punya pilihan lain lagi selain masuk keantara mereka. Pa, maafkan aku ya.” Kata Lang pada dirinya sendiri.

Dengan tersenyum manis, Lang mengajak Hua untuk pergi menonton dengannya.  Besok jam 7 malam, ia akan menunggu Hua didekat tangga. Mendengar ajakan itu, Hua pun menyetujuinya dengan santai.

Lalu dengan perasaan senang, Lang pun pamit pulang pada Hua.


Saat cuaca sedang hujan. Seorang pria sedang bermesraan didalam mobil, tapi tiba2 sebuah mobil datang dan menabrak mobilnya. Sehingga Pria itu pun menjadi emosi dan keluar sambil berteriak. Lalu turunlah dua orang pria  berbaju hitam dari dalamnya.

Melihat itu pria itu nampak gugup dan bertanya mengapa mereka menabrak mobilnya. Dan salah satu dari pria itu menjawabnya,”Apakah ini mobilmu? Zhiqiang yang memberikan mobil ini padamu. Dia sudah tidak bisa menunggu.”

“Segera. Aku akan menyelesaikannya dalam waktu sehari atau dua hari.”

“Segera selesaikan. Lagian bagaimana bisa kamu masih memiliki waktu untuk gituan dengan ayam?”

“Dia bukan ayam. Dia istriku,” kata Pria itu. Lalu ia kembali kemobilnya dan mengambil sepatu milik istrinya yang tersangkut di kaca mobil dan memakaikannya di kaki istrinya. Pria itu pun dengan agak menyesal meminta maaf kepada istrinya dan mengajaknya untuk pulang.


Besok harinya didekat tangga gang yang telah dijanjikan. Lang telah menunggu Hua sambil menggigit setangkai bunga mawar dimulutnya. Tapi saat ia berbalik untuk melihat Hua, ia malah melihat bahwa disana juga ada Zheng dan Liu Yi serta pasangannya.

Lang mengigit tangkai bunga mawar dimulutnya. Dengan raut wajah kecewa.


Bertiga mereka menaiki motor bersama. Lang duduk didepan dengan tangan dilipat dan raut wajah yang sulit dijelaskan. Sedangkan Zheng duduk ditengah mengendarai motornya sambil mengigit bunga mawar milik Lang tadi. Dan Hua duduk dibelakang Zheng. Tartig (tarik tiga) hahah ..

Liu Yi dan pasangannya menaiki motor berdua dan mengikuti mereka dari belakang.

Akhirnya mereka tiba dibioskop. Disana Lang masih belum mau menyerah dan menanyakan pada Zheng apakah ia mengenal wanita bernama Zhang Suzhen. Mendengar itu Zheng menjawab iya dan lalu bernyanyi.

“Itu Bai Suzhen.” Potong Lang.


Disisi lain, Liu Yi berusaha menarik perhatian pasangannya (Jiayi). Tapi Jiayi malah bersikap dingin padanya. Sehingga Liu Yi pun keluar dari bioskop. Ia pergi mencabut bunga mawar menggunakan mulutnya. Seperti yang dilakukan oleh Lang barusan, yaitu mengigit buga mawar dimulutnya.

Tapi sayangnya, saat Liu Yi ingin kembali masuk kedalam bioskop. Dikarenakan film didalamnya macet dan berhenti tiba2, sehingga menyebabkan banyak oran ramai yang keluar sambil berdesakan secara bersama2. Akibatnya bunga mawar yang digigit oleh Liu Yi rontok semua dan hanya bersisa kan tangkai mawarnya saja.

Jadi saat Liu Yi masuk kedalam. Mereka semua menjadi heran.


Liu Yi dengan berani tetap memberikan tangkai bunga itu kepada Jiayi. Tapi Jaiyi menolak, karena ia telah memiliki orang lain yang dia sukai dan lalu ia pergi. Hal itu membuat Liu Yi merasa patah hati. Jadi secara bersama2 Zheng dan Lang berusaha menghiburnya.

Lang mendekati Hua dan mengatakan kepada Liu Yi bahwa ia akan menunjukan cara mendekati cewek yang ia sukai. Lalu Zheng mengeluarkan cincin dan melamar Hua,”Menikah dengan ku.” Katanya pada Hua. Dan Hua memakai cincin itu kejarinya, tanda ia menerima lamaran Lang.

Kali ini yang merasa jadi sedih adalah Lang. Saat ia melihat kemesraan yang dilakukan Zheng dan Hua.

“Kak Zheng, apa yang kalian. Oh, tidak. Apa yang biasanya geng kita lakukan?” tanya Lang kepada Zheng serta Liu Yi saat mereka bertiga sedang makan bersama.

Zheng pun menjelaskan kepada Lang mengenai daerah kekuasaan mereka, tapi hal paling penting yang harus mereka lakukan sekarang bernegosiasi dengan Luo Li. Dan mereka harus masuk kedalam Beloved Karaoke Bar.
Karena setiap gadis yang berada disana adalah gadis dari keluarga baik2. Jadi mereka harus melindungi mereka.

Satu hal yang membuat Lang heran adalah saat Zheng berkata,”Mimpiku adalah menjaga tempat ini tetap aman. Karaoke bars hanya untuk bernyanyi. Pemandian hanya untuk mandi.”

“Itu adalah mimpi.” Kata lang keheranan.

Zheng membenarkan itu dan memperlihatkan buku Du Yuesheng, yaitu seseorang yang menjadi inspirasi nya. Tapi saat sedang serius seperti, tukang Mie tempat mereka datang dan menaruh pesanan milik Zheng tepat diatas buku miliknya. Sehingga Zheng mengeluh dan menyingkirkan Mie itu dari bukunya.

“Bulan lalu aku memberi mu 20 yuan. Anggaplah Mie yang kalian pesan 10 yuan. Jadi ini aku akan memberikan 10 yuan,” kata si tukang Mie kepada Zheng sambil menyerahkan uang pada Zheng. Lalu katanya lagi,”Oh ya, pemutus arus kami rusak dan atap juga bocor. Bisakah kamu memperbaiki mereka?” tanya nya. Dan Zheng pun mengiyakan permintaannya.

Dengan bangga Zheng memperlihatkan uang yang didapatkannya pada Lang. Tapi Lang malah membalas,”Bagaimana bisa itu disebut uang keamanan. Itu lebih seperti upah.”

Malam hari mereka bertiga mendatangin tempat Beloved Karaoke Bar. Disana dengan penuh percaya diri, Liu Yi menyayikan sebuah lagu yang ia tau. Tapi ketika Lang juga ikut menyanyi. Liu Yi terkejut mendengar betapa  bagusnya suara Lang ternyata. Walau begitu ia juga tetap ikut menyanyi.

Akhirnya saat tiba giliran Zheng untuk menyanyi, ia malah memanggil dengan pede agar para gadis2 yang berada diluar masuk. Dan setelah para gadis masuk, Zheng berkata,”Pilihlah satu pasangan. Semuanya gadis baik2. Bahkan menyentuh kaki mereka aja tidak boleh.”

Mendengar itu, Lang yang awalnya tersenyum senang menjadi terkejut,”Apa?!” katanya, lalu,”Kemudian mengapa mereka membuka karaoke bar?”

Zheng mengabaikan perkataan Lang dan menyuruh Liu Yi untuk memilih. Tapi dengan malu2 Liu Yi menjawab dengan nada pelan,”Itu memalukan. Aku masih perjaka.”

Zheng pun memutuskan untuk memilih orang yang terakhir kali mereka pilih juga. Dan Liu Yi pun menyetujuinya. Orang itu adalah Jiayi. Dengan penuh semangat Liu Yi mendekati Jiayi dan memberikan micnya, lalu memberikannya 50 yuan serta meminta mereka untuk bernyanyi di luar saja, jangan didalam sini. Jadi para gadis2 itu pun akhirnya keluar dari dalam ruangan mereka.

Setelah para gadis pergi, mereka bertiga berbicara dengan suara pelan. Mereka mulai mendiskusikan rencana mereka untuk bernegosiasi dengan Luo Li dalam hal menjaga para gadis. Lalu pada saat itu mereka pun memutuskan untuk membuat tanda/gaya (sebagai bentuk keunikan) untuk geng mereka, sehingga jika misalnya geng mereka berakhir, siapapun itu yang bertahan hidup harus melanjutkan Zhengtai geng. (Aku kurang ngerti disini, mungkin maksudnya biar orang bisa ingat mereka kali ya?)

Dengan serius mereka mulai berpikir. Dan saat Lang melihat Zheng melipat tangannya, Lang pun memberi ide untuk memakai itu sebagai tanda geng mereka. Tapi karena terlalu simpel menurut Zheng, maka Lang mengubahnya. Jadi saat mereka melipat tangan mereka, mereka akan menggerakan jari2 mereka juga.

Lalu mereka pun mulai saling berpengangan tangan secara berselang-seling dengan gaya yang telah ditentukan. Dan tiba2 saja Luo Li dan kedua anak buahnya masuk kedalam.  Sedangkan diluar seperti ada suara seorang gadis yang berkata jangan menyentuhnya, tapi ia malah ditampar.

Mendengar itu, Liu Yi pun emosi dan ingin pergi keluar untuk menemui gadisnya. Tapi Lang dan Zheng menahannya untuk tetap tenang. Lalu karena Liu Yi terus memberontak, akhirnya pegangan mereka bertiga pun terlepas dan mereka jatuh kekursi. Tapi dengan cepat mereka segera bertindak seperti memang ingin duduk sambil bersikap cool.

Saat Luo Li mengetawai mereka, Liu Yi akan bangkit karena emosi, tapi Lang mengingatkannya bahawa diam adalah sumber kekuatan. Jadi akhirnya Liu Yi maju tapi dia diam. Sehingga Luo Li menamparnya dengan kasar.
Lang dan Zheng bangkit juga, tapi karena Luo Li mengeluarkan pistolnya. Mereka berdua pun duduk kembali dengan tenang.

“Ini karaoke bar selalu menjadi milik kami.” Jelas Zheng. Tapi Luo Li langsung memotong dan menanyakan kenapa para gadis tidak melakukan apapun, malah mereka hanya bernyanyi. Padahal ini adalah karaoke bar. Zheng membantah bahwa bagaimana bila para gadis tidak mau seperti itu, maka gimana. Dan lagi2 Luo Li mengatainya, bila para gadis memang tidak mau, maka jangan menggoda pelanggan. Karena kalau mereka mau uang, tidak ada cara lain.

“Hey, semua gadis disini ada dibawah perlindunganku.” Jelas Zheng dengan  pede. Tapi lagi2 Luo Li memotongnya.

“Kamu ya, berhenti menonton begitu banyak film Hong Kong.” Katanya, lal mengeluarkan sebuah kaca mata dari kantongnya dan memberika n itu kepada mereka. Lanjutnya,”Kalian tau inikan? Pikirkan ini dengan hati2 apa yang aku bicarakan. Aku akan memberikan kamu waktu satu minggu.”

Saat Luo Li dan kedua anak buahnya keluar dari dalam ruangan. Zheng bertanya kepada Lang maksud dari kaca mata yang ditunjukan oleh Luo Li. Dan karena mereka tidak tau itu apa serta punya siapa, maka secara  bergantian mereka menginjak kacamata tersebut sampai rusak dan hancur.

Ditempat lain. Luo Li membuka penutup mata milik Ma (teman Zheng). Setelah itu Ma bertanya,”Bisakah kamu mengembalikan kacamata ku?”

Tapi Luo Li menyuruhnya diam dan menyuapkan makanan kepadanya.

Semua anak buah Luo Li menatap bosnya dengan kebingungan, karena ia terus menyuapi Ma. Sehingga mereka pun memanggil Boss nya dan menanyakan apakah Bossnya mempunyai ikatan dengan Ma. Mendengar itu Ma hanya diam dan mengunyah makananannya saja.

Sedangkan Luo Li seperti tersadar, ia meletakan piring makan milik Ma. Dan berhenti menyuapinya.


Luo Li pun menjelaskan rencananya kepada para anak buahnya. Kalau mereka menahan Ma, Bossnya pasti akan datang untuk menyelamatkannya, tapi hal yang membuat dia bingung adalah respon. Zhengtai geng yang begitu pasif kepada mereka yang agresiv. Itu membuat mereka menjadi berada diposisi yang canggung.

Mendengar itu, salah satu anak buah Luo Li memberi pendapat untuk membunuh Ma dan membuang mayatnya. Tapi Luo Li malah menedangnya, karena menurutnya membunuh adalah sebuah kejahatan. Jadi mereka tidak boleh membunuh Ma.

“Aku bilangin ke kalian ya, kita tidak bisa membunuh dia.” Jelas Luo Li kepada para anak buah yang lain.

Tiba2 Ma berkata,”Terima kasih ya.”


Luo Li terlihat stress dan mengeluarkan pistolnya, lalu ia menembakan dengan sembarangan. Setelah itu ia pun duduk dan meletakan pistolnya diatas meja, tapi tanpa sengaja ia malah menekan pelatuk pistolnya. Sehingga semua orang yang disana merasa terkejut, begitupun dia sendiri. Sehingga mereka pun saling terdiam disana.

“Boss, aku tidak berpikir mereka merencanakan sesuatu. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa teman mereka hilang.” Kata anak buah Luo Li sambil membetulkan arah pistol milik Luo Li menghadap kearah lain.

Ma juga menyetujui perkataan anak buah Luo Li.

Luo Li terlihat lebih stress lagi mendengar itu. Lalu anak buah yang dia tendang tadi, menyarankan agar mereka menculik pacar Zheng aja. Tapi Luo Li menendangnya lagi, karena mereka tidak boleh melibatkan seorang wanita.

Anak buah yang lain menyarankan Liu Yi, tapi Luo Li menolak, karena dia masih perjaka. Lalu anak buahnya menyarankan agar mereka menculik Zheng aja.

“Apa kamu tidak punya rasa hormat kepada peraturan? Kita harus menyelesaikan masalah melalui negosiasi, itulah sebabnya kita melakukan tawar-menawar ini. Kalau kita menculik Boss nya. Bukankah itu jahat? Itu memalukan! Begitu memalukan!” jelas Luo Li pada mereka.

Akhirnya anak buah Luo Li menyarankan untuk mencuri Lang.

No comments:

Post a Comment