Sinopsis C-Movie : Duckweed - 1



By : Bona Film Group

Seorang pria, memakai peralatan safety dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, melalui jalanan yang datar ke jalanan yang berbatuan. Diawasi oleh sebuah helipkoter. Lalu ia pun berhasil melewati garis finish dan semua orang disana bersorak untuk kemenangannya. Bahkan para wartawan datang mendekatinya.


Dengan perasaan yang sangat senang dan bangga. Pria itu turun dan berkata,”Pertama2, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada para tim dan pendukungku. Juga kepada temanku yang menemani aku,” katanya. Lalu ia menyuruh temannya untuk keluar dari mobil dan mereka pun melakukan toss dengan penuh semangat. Semua orang yang ada disana bertepuk tangan untuk mereka.

“Terakhir aku ingin berterima kasih kepada orang paling penting dalam hidupku. Aku tau dia ada disini,” lanjutnya. Dibelakang para wartawan seorang pria tua berdiri memandanginnya. Lalu lanjutnya lagi,”Pa, terima kasih. Terima kasih dukungannya. Terima kasih telah mengecilkan hatiku. Terima kasih karena tidak menghargai mimpiku. Aku mengundang kamu kesini untuk membuktikan kamu salah. Aku pemenang. Aku berhasil.”

Seorang wartawan bertanya, apakah pria itu ingin menyampaikan sesuatu kepada Ibunya. Tapi Pria itu dengan sedih menjawab bahwa Ia tidak pernah bertemu dengan Ibunya. karena setelah ia lahir, Ibunya meninggal.

Pria tua yang berdiri dibelakang itu terlihat sedih. Lalu saat semua orang disana merayakan kemenangan sang juara dengan sorakan dan tepuk tangan yang meriah. Pria tua itu malah pergi.

Pria pemenang (Lang) menemui pria tua itu. Dan Pria tua itu mengucapkan selamat kepadanya. Tapi Lang malah bersikap dingin.

“Ketika kamu pertama kali belajar mengemudi, aku tidak pernah mengira kamu akan jadi sebaik ini.” Kata Pria tua itu.

“Kamu selalu memaksa ku untuk melakukan hal yang kubenci. Pertama matematika, lalu kedokteran. Dan ketika aku bilang padamu aku suka mengemudi, kamu menyuruh ku mengemudi mobil ambulance.” Balas Lang.

“Sebelum dia mati, mama kamu pernah bilang. Pasti bagus jika kamu bisa menjadi dokter.” Kata Pria tua itu, tapi sebelum ia selesai bicara Lang langsung membalas dengan sikap yang dingin, Lalu ia pergi mengambil mobilnya dan mengajak Papa nya itu untuk naik kedalam.


Lang mengemudi dengan sangat cepat. Dan ketika Papanya meminta dia untuk pelan, ia tidak mau dan cuek serta sambil tersenyum ia malah makin mengebutkan mobilnya. Tepat ketika itu, sebuah kereta lewat dan menabraknya.

Saat pertama kali membuka matanya, Lang melihat seorang dokter. Lang terbaring tidak berdaya dengan oksigen yang dipasangkan padanya, lalu dalam hatinya ia berkata,”Orang bilang saat kamu mati, kamu akan melihat semua kilas balik hidupmu. Ayo kita lihat.”

Seorang pria dengan tangan terbogol mengambil botol bayi didekatnya, lalu dari balik jeruji, ia mengulurkan botol itu,”Ini nak.” Katanya. Sesudah itu ia dibawa oleh petugas disana untuk kembali kedalam selnya.

Saat pulang kerumah, ia menendang mainan anaknya dan pergi. Disekolah, saat seorang guru menanyakan apakah itu benar ttd nya, ia mengamuk dan mau menendang anaknya, tapi ditahan oleh guru itu. Dijalan ia memarahi anaknya dan menendangnya.



Anak itu melihat foto kedua orang tuanya dan memanggil ‘Mama’. Ditaman seorang gadis menghampirinya dan mengatakan ‘Lang, aku cinta kamu’. Saat malam hari gadis itu pergi dengan pria lain meninggalkannya ‘Maaf aku menemukan orang lain’, lalu anak itu membuang bunga mawar ditangannya.


Anak itu menemui seorang wanita yang sangat sexy. Lalu pertama kali ia belajar mengemudi. Ia dan temannya terjatuh ke jurang, tapi tidak dalam, lalu dengan marah temannya melemparkan sarung tangannya ke dia ’Brengsek bodoh! Aku berhenti!. Anak itu dimarahi lagi ‘Itu kesempatan terakhirmu! Di showroom mobil ia dimarahi juga “Keluar!’.

Ayahnya mengatakan bahwa ia telah menemukan perkerjaan untuknya yaitu mengemudikan mobil ambulans. Lalu saat ada seseorang yang mengalami kecelakaan dan meminta pertolongan, anak itu begitu lama datang. Sehingga seseudah itu Ayahnya langsung menampar dia.

Anak itu menemui wanita sexy itu lagi. Mabuk2an. Dirumah sakit seorang wanita duduk sambil mengupaskan pisang untuknya ‘Berhenti minum dan jadi supir bosku aja’. Lalu Anak itu menjadi supir, tapi bossnya bukan orang baik. Karena ia harus menyetir untuk menghindari kejar2an orang banyak.

Anak itu berlorahga dengan tekun dan kembali menjadi pembalap. Anak itu menang, lalu mengunjungin makam Ibunya. Anak itu melihat saat kereta menabrak mobilnya. Mobilnya jatuh berputar2. Botol wine dimobilnya pecah, begitu juga dengan pialanya. Dan ujung piala yang patah mengores pipinya.



Lang keluar dengan wajah kebingungan. Ia berjalan sambil memandang kekanan – kiri, lalu ia melihat seorang wanita dan mengenalinya sebagai guru Chen. Tapi wanita itu malah bertanya heran, kenapa Lang bisa mengenalinya. Jadi dengan bersemangat Lang menjelaskan,”Aku angkatan 2004. Xu Tailang. Kamu guruku. Tailang .. Tailang” katanya sambil memegang lengan Chen.

Chen menyingkirkan tangan Lang dan berjalan pergi sambil mengomel,”Angkatan 2004? Ini kan tahun 1998. Aneh.”


Lang berjalan di gang kecil, memikirkan perkataan aneh gurunya. Tiba2 dari belakang seorang pria berlari dan seorang wanita berteriak,”Maling! Maling!”

Mendengar itu Lang dengan cepat berlari mengejar sipencuri, melewati gang2 kecil yang sunyi. Tapi saat mereka menemui jalan buntu, Lang merasa sangat bersemangat untuk bertarung melawan si pencuri. Sayangnya, si pencuri malah mengeluarkan pisau dan mengarahkan itu padanya. Jadi Lang pun berbalik untuk pergi.

Baru saja ia melangkah untuk pergi, ia teringat kenapa ia harus takut. Jadi ia pun berbalik lagi. Melihat itu si Pencuri kembali mendekatinya untuk menusukan pisau, tapi tiba2 dari belakang Lang datang sebuah motor yang melaju kencang.


Motor itu menabrak dinding. Lalu pengendara nya turun dengan gaya seperti seorang pendekar. Ia melepaskan mantelnya dan menarik keluar kedua pedang panjang dibelakang punggungnya. Melihat itu si Pencuri mengeluh,”Bukankah ini tidak adil?” katanya, lalu ia membuang pisau kecil miliknya.

Sipendekar juga membuang pedang miliknya dan bertarung dengan tangan kosong, tapi si Pencuri malah bertindak curang dan memungut pedang milik Pendekar, lalu menyerangnya. Melihat itu Lang ikut membantu sang Pendekar, tapi malah dia yang kesakitan. Saat si Pencuri jatuh menimpanya.


Lalu ntah bagaimana, mereka malah berkelahi ditanah. Sipencuri yang jatuh berusaha bangkit, tapi kakinya ditahan oleh Lang. Sehingga ia pun menendang Lan dan berusaha merangkak, tapi si Pendekar malah menarik kakinya lagi. Lalu mereka bertiga pun saling merangkak, serta dengan sekuat tenaga mereka berdua menahan si pencuri dan mengikatnya.

Setelah semua selesai. Si pendenkar membuka masker yang menutupi wajahnya. Melihat itu Lang menjadi terkejut,”Pa?”

Sipendekar merasa heran mendengar Lang menyebutnya, Pa. mereka saling menatap sambil berdiri dengan celana yang merosot. Tepat ketika itu, tiba2 terdengar suara polisi yang berteriak, jadi si pendekar pun segera memasang celananya, mengambil pedangnya, dan pergi.

Sedangkan Lang sambil memasang celananya, ia menatap kepergian si pendekar.

Dikantor polisi. Seorang polisi menanyakan dimana Lang tinggal, lalu sambil mendesah frustasi Lang membalas bahwa ia sudah memberitahukannya dari tadi, tapi si polisi tidak mau mempercayai nya.

Si polisi pun bertanya,”Apakah ini kartu identitas kamu?” katanya, lalu ia mengeluarkan ktp nya sendiri dan memperlihatkan pada Lang,”Punya kamu palsu. Lihatlah.”

Lang terlihat sangat frustasi harus menjawab bagaimana lagi. Jadi ia pun hanya bisa diam saja. Lalu si polisi bertanya lagi,”Apa tanggal lahir kamu?”

“Mm .. “ kata Lang berpikir, lalu ia melihat kearah kalender dan menjawab,”Tahun depan.”

Kedua polisi disana menatapnya dengan pandangan kaget. Lalu si polisi bilang,”Kamu pikir karena kamu menolong kami menangkap penjahat, kita menjadi dekat sekarang. Kamu boleh diam, tapi kamu malah berbohong, mengerti kamu?”

Lang tertawa kecil karena makin frustasi. Tapi si polisi tidak peduli dan menanyai Lang lagi, dimana Lang tinggal. Mendengar itu Lang berkata,”Aku sudah bilang.”

Si polisi akhirnya menyerah dan meminta Lang untuk membawanya ketempat dimana Lang tinggal. Dan jika disana ada seseorang yang memang mengenal Lang, maka ia boleh pergi.


Ditempat lain, si pendekar sedang minum dan main kartu bersama temannya. Dengan taruhan bahwa siapa yang kalah akan dicoret mukanya. Tapi tiba2 saja, temannya berlari ketakutan dan menceburkan diri kedalam sungai.

Melihat itu, si pendekar dan temannya satu lagi heran. Lalu si pendekar pun berteriak pada temannya itu dan merokok. Tapi tiba2 si polisi datang dan memegang pundaknya, sehingga si Pendekar pun langsung buru2 mematikan rokoknya.

Si polisi membawa Lang dan menanyakan apakah si Pendekar mengenalnya. Lalu secara serempak Lang dan si pendekar sama2 saling memanggil,”Kak.”

Si pendekar pun mengobrol bersama dengan si polisi. Lalu si polisi menanyakan apa hubungan mereka. Mendengar pertanyaan itu, si pendekar menatap kearah Lang,”Dik, ini adalah hari peringatan kematian Papa. Darimana kamu selama ini?! Cepat masuk dan tunjukan hormatmu padanya!” kata si pendekar dengan wajah yang serius.

Mendengar itu, Lang segera mengiyakan dan mau masuk kedalam rumah. Tapi si polisi menahannya dan menyuruh si pendekar untuk diam dulu, lalu ia bertanya pada Lang dengan pandangan curiga,”Siapa nama Papa kamu?” 

”Shit, kakek kan mati saat aku masih kecil. Aku tidak ingat namanya.” Pikir Lang dalam hatinya. Lalu ia pun menjawab.”Sir, kakak ku Zheng. Dia selalu menjadi kesayangan Papaku. Dai tidak pernah menyukai aku. Jadi aku pergi dari rumah untuk mencari jalanku. Sejujurnya, kematiannya tidak benar2 membuatku kehilangan, karena dia tidak pernah mencintaiku.” Jelas Lang dengan nada yang dibuat seolah-olah sedih.

Saat Lang melihat wajah tidak percaya dari si polisi. Ia pun menyuruh polisi itu untuk masuk kedalam dan memeriksanya. Lalu Lang pun menyebutkan benda2 milik sang kakek. Jadi si polisi pun mengajak anak buahnya untuk masuk kedalam dan mengecek.
Zheng memegang kerah baju Lang dan bertanya heran bagaimana bisa Lang mengetahui namanya. Dengan santai Lang menjawab bahwa itu tertulis didahi Zheng. Tiba2 saja si polisi keluar dan melihat apa yang dilakukan oleh Zheng. Jadi Zheng pun berpura2 merapikan kerah baju Lang.

“Apa yang kalian ributkan?” tanya si Polisi, lalu menyuruh Lang mendekat, lanjutnya,”Katakan padaku, apa merk TV kamu?”

Lang berpikir dengan keras, lalu menjawab,”Hitachi. Atau TOSHIBA.. TOSHIBA…”

Si polisi pun berteriak dengan keras kepada anak buahnya, menanyakan merk TV yang berada didalam. Dan anak buahnya membalas Hitachi. Mendengar itu Si polisi (Kepala Jin) tidak bisa berkata apa2 lagi. Jadi ia dan anak buahnya pun pergi dari sana.

Setelah itu Zheng mengajak Lang keatas dan mengobrol dengannya. Dalam waktu singkat mereka mulai menjadi dekat, walaupun Zheng sempat heran bagaimana bisa Lang mengetahui isi rumahnya dan namanya.

Zheng lalu menanyakan nama Lang. Jadi Lang memperkenalkan nama lengkapnya, yaitu Xu Tailang. Mendengar itu Zheng pun mengetawai nama Lang dan mengatai bahwa Ayah Lang pasti bodoh.

Lang pun mengatai Ayahnya sendiri dan berpendapat pasti Ibunya yang pintar. Tiba2 saja Lang teringat bahwa ia bisa saja bertemu dengan Ibunya, jadi dengan semangat ia menanyakan apakah Zheng sudah menikah, jika belum siapa calon istri Zheng.

“Kamu bahkan tidak menanyakan namaku dan kamu ingin dia.” Kata Zheng heran.

Lang langsung menanyakan siapa nama Zheng. Jadi Zheng memperkenalkan namanya,”Itu lucu ya. Kita memiliki nama yang hampir mirip. Xu Zhengtai. Tidak jelek, kan? Papaku memang pintar, kan? Memberi nama yang bagus untukku. Itu mengapa aku dipanggil oleh anggota gengku Zhengtai geng. Luar biasa, kan? Gabunglah dengan kami. Aku akan memperkenalkan kamu kepada gadisku.”

Awalnya Lang hanya mengangguk, tapi ketika mendengar itu. lang pun langsung setuju untuk bergabung. Lalu Zheng berteriak memanggil temannya yang nyemplung kesungai tadi,”Mumu! Mumu!”

Lang juga ikut berteriak membantu Zheng,”Mumu keluar lah!” teriaknya. Tiba2 saja seekor anjing datang, sehingga membuat Lang terkejut. Tapi Zheng malah bersikap biasa dan berbicara dengan Mumu,”Pergi cari Liu Yi. Pergi!”

Zheng membanggakan kepada Lang tentang anjingnya Mumu.

Lang yang sudah bergabung dengan Zhengtai geng, mengikuti mereka untuk mencari Mumu yang menghilang. Dan saat mereka sudah berjalan agak jauh dari komplek mereka. Mereka mendegar suara anjing, jadi mereka naik keatas atap untuk mengintip. Ntah kenapa mereka malah manjat keatas atap seperti itu.


Sayangnya, ternyata suara anjing yang mereka dengar bukan Mumu, melainkan anjing lain. Dan disana ada tiga orang pria sedang melakukan sesuatu. Mereka bertiga lalu  mulai mengobrol mengenai pria2 itu. Pria yang ditengah bernama Luo Li dan mereka mempunyai pistol.

Lang yang mendengar itu tidak percaya bahwa pria2 tersebut mempunyai pistol asli.


Zheng membawa Lang ketempat pacarnya. Dengan penuh rasa penasaran Lang menatap dengan serius, menunggu agar pacar Zheng yang sedang memasak ikan didapur segera keluar. Tapi Zheng malah makin heran melihat sikap Lang itu,”Ayolah, itu hanya ikan.” Katanya menyadarkan Lang.


Dan akhirnya pacar Zheng pun selesai memasak dan keluar dari dalam dapur.

Post a Comment

Previous Post Next Post