Sunday, January 7, 2018

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 1 – 2

0 comments



Company name : Citizen Kane

Pagi hari disebuah rumah, Tassana datang dan menjenguk Khem yang sedang tertidur disofa. Disana Kwan berdiri dan menjaga Khem. Lalu Kwan pun mau berbicara, tapi Tassana memberikan tanda untuk diam. Jadi dengan pelan wanita itu berbicara,”Bagaimana bisa dia ada disini?” tanyanya.

Tassana menarik tangan wanita itu dan mengajaknya untuk mengobrol diluar lalu menjelaskan alasan Khem berada disini.


“Tapi kamu harus memberitahu keluarganya. Bagaimana perasaanmu jika aku menghilang? Apa kamu ada nomor mereka?” kata Kwan, terlihat tidak menyetujui sikap Tassana yang membawa Khem kesini dan bukannya kerumah Khem.

Karena tampaknya, Tassana tidak berniat untuk menghubungin keluarga Khem dulu. Maka Kwan segera menatapnya dengan tajam, lalu mengambil ponsel Tassana.

“Aku tidak ada berjanji apapun kepada Khun Khem, jadi aku bisa menelpon,” kata Kwan dan menghubungin nomor Yada.


Yada yang tampak stress, tidak menyadari ponselnya yang berbunyi. Karena ia masih teringat saat tadi Ayahnya memberitahu dia,“Aku bermimpi buruk.”

“Khem akan baik-baik saja. Percayakan padaku, yah,” kata Yada mengengam tangan Ayahnya dan berusaha menenangkan dia.




Khem yang sudah bangun, melihat Kwan yang sedang menelpon bersama Tassana yang berdiri didekatnya. Jadi ia berkata pada mereka dengan nada yang lemah,”Jika tinggal disini membuat aku menganggu kalian, aku bisa pergi.”

Kwan segera mematikan ponselnya dan menaruhnya dikursi. Lalu berdua mereka berjalan dan menghampiri Khem, menenangkannya. Karena menurut mereka, keberadaan Khem tidak menganggu sama sekali. Lalu dengan manja Kwan memegang tangan Khem,”Aku kesepian tinggal sendiri dirumah ini. Tolong tinggallah denganku.” Katanya.

Setelah itu Kwan membawa Khem masuk untuk berganti baju.


Pada saat itu ponsel Tassana berbunyi dan ternyata itu adalah telpon dari Yada. Awalnya Tassana terlihat ragu, tapi ia tetap mengangkatnya. Dan ketika itu ia langsung mendengar suara Yada yang dengan semangat menanyakan tentang keberadaan Khem.

“Belum,” kata Tassana berbohong, lalu lanjutnya,’Jika aku mengetahui sesuatu, kamu akan menjadi yang pertama tau. Aku janji. Aku harus pergi.”


Yada yang semangat awalnya, menjadi stress lagi. Lalu ketika itu seorang pelayan datang dan menaruh makanan diatas mejanya.

“Aku tidak ada memesan ini,” kata Yada kepada si pelayan, heran.

Krit datang dan memberitahu Yada,”Aku memesan itu untuk mu,” katanya, lalu ia duduk dikursi didepan Yada. Dan dengan penuh perhatian, Krit mengingatkan Yada untuk jangan lupa sarapan dan menjaga kesehatannya. Bahkan ia menyuapi Yada yang tidak mau makan.

Dengan agak malu-malu, Yada menolak suapan Krit dan mulai makan sendiri.

“Kamu mengkhawatirkan tentang orang lain kan, itu sebabnya kamu lupa untuk mengkhawatirkan tentang dirimu sendiri. Itu rasanya menjadi anak tertua kan. Kamu membawa beban dipundakmu seperti ini,” kata Krit memulai obrolan.

“Bagaimana kamu tau? Kamu membaca dari sister’s news?” tanya Yada heran, karena Krit tau dia adalah anak tertua.

“Aku tidak suka membaca gossip. Aku melihat orang. Setelah Ayahmu, disana kamu yang menjadi kepala keluarga.”

Yada mulai menebak-nebak bahwa Krit adalah anak bungsu dikeluarganya, tapi ternyata ia salah. Dan Krit memberitahu bahwa dia adalah anak tunggal dan satu-satunya harapan bagi Ayahnya.

“Jadi mengapa Ayah kamu tidak mengunjungin temannya disini?” tanya Yada heran.

“Dia tidak bisa pulang. Jadi aku yang melalukan segalanya untuk dia. Diantaranya, mereka sudah lama tidak bertemu. Jika mereka bertemu, itu akan menjadi satu kejutan besar,” kata Krit misterius sambil menatap kearah Yada, lalu ia bertanya,”Apa kamu suka kejutan, Khun Yada?”

“Aku kira kamu tadi bilang, kamu tidak suka membaca gosip? Kemudian bagaimana kamu tau nama k..” kata Yada terhenti, saat sebuah telpon masuk. Jadi ia harus mengangkat telponnya.


Trai yang berada dilantai dasar rumah sakit menanyakan keberadaan Yada (kakaknya) dan berkata akan menyusulnya kesana.

Mendengar pembicaraan itu, Krit masih makan sambil tersenyum memandang Yada. Tapi setelah itu ia menlap mulutnya dan beranjak dari duduknya, lalu pamit dan pergi dari sana.


Trai yang datang untuk menemui Yada, tanpa sengaja ia melihat keberadaan Krit. Jadi ia segera berlari mengejarnya, tapi tanpa sengaja menabrak seseorang.

Melihat itu Yada kebingugan dan mendekati Trai, lalu menahannya,”Trai! Trai! Tunggu, siapa yang kamu kejar?”

“Itu dia.” Kata Trai, ketika melihat Krit yang telah berbelok dan menghilang. Jadi ia buru-buru melepaskan tangan Yada dan berlari.




 Yada mengikuti Trai yang berlari menaiki eskalator. Sedangkan Krit terlihat tetap berjalan dengan santai sambil tersenyum. Lalu akhirnya Trai berhasil mengejar Krit yang masuk kedalam lift, tapi ternyata ia salah orang dan kehilangan jejak Krit.

“Trai, apa yang terjadi?! Aku tanya apa yang terjadi?” tanya Yada mendekati Trai. Jadi Trai membalas bahwa ia tadi melihat laki-laki itu, Sharkrit.

Yada menganggap Trai telah salah melihat, karena yang ia kejar tadi adalah temannya. Lalu ia juga menyuruh Trai untuk jangan khawatir, karena mereka pasti akan menemukannya.


Karena kesal, Trai pun berjalan pergi. Sedangkan dari kejauhan Krit muncul dan melihat semua itu, lalu berkata sambil tersenyum,”Ini baru permulaan.”

Yada menyadari seseorang (Krit) melihatnya, jadi ia mengejar orang itu. Tapi pada saat itu, Krit menghilang lagi.


Bibi Mon menanyai anaknya Chat tentang apakah ada berita mengenai pengantin pria yang melarikan diri dari pernikahannya. Tapi Chat mengeluh tidak, karena uang telah menutup segalanya, sehingga membuatnya kesal.

Mon duduk disamping Chat, lalu Chat mulai cerewet dan bertanya,”Mom, kapan paman akan keluar dari rumah sakit?”

“Mungkin dua hari. Level gulanya begitu tinggi. Tes darahnya tidak bagus,” keluh Mon memberitahu. Lalu saat Chat mulai membicarakan Ayah dengan keras, Mon segera memukul Chat. Karena ia tidak mau terjadi masalah, bila ada yang mendengar.

Mon memberitahu Chat,”Karena dia dan aku belum menanda tanganin surat pernikahan.”

“Oh, Mom! Bagaimana kita? Kamu sudah menjaga dia selama 10 tahun! Apa kita tidak akan mendapatkan apapun?!” tanya Chat mengeluh pada Ibunya.


Pada saat itu Yada datang dari belakang dan bertanya,”Berapa yang kamu mau, Chat?”

Melihat Yada, mereka berdua jadi terdiam dan tidak berani berkata sembarangan. Lalu Chat beralasan bahwa ia harus pergi bekerja, sedangkan Mon mulai beralasan. Tapi Trai memotong perkataannya dengan tajam, lalu mereka masuk kedalam kamar rawat Ayah dan meninggalkan Mon sendiri.

Begitu masuk Yada segera menenangkan Ayahnya, tapi Ayah masih menyalahkan dirinya karena membiarkan Khem untuk menikah.

“Kita tidak salah, yah. Itu salah Sharkrit. Siapa yang pikir, dalam dunia ini akan ada seseorang yang berpikiran abnormal sepertinya,” kata Trai.


Sebelum Trai sempat memberitahu semua yang ingin ia katakan, Yada memotong perkataannya, karena tidak ingin Ayah menjadi syok,”Ayah, istirahatlah. Dokter bilang jika hasil test kamu normal, maka mereka akan membiarkan kamu keluar dari ruang CCU. Khem, percayakan padaku. Dia tidak akan melukai dirinya sendiri. Dia mungkin hanya ingin menjadi dirinya sendiri.”

“Terakhir kali, ia telah membalas pesanmu, kan?” tanya Ayah lemah. Jadi Yada berjanji ia akan menanganin segalanya dan meminta Ayah untuk kembali istirahat.

Trai mendekat kesamping Yada. Lalu dengan nada pelan Yada berkata padanya,”Lebih sedikit ia tahu, akan lebih baik. Atau dia akan bertambah buruk.”

“Aku mengerti.” Kata Trai, lalu keluar dari ruangan Ayahnya. Lalu Yada menyelimuti Ayah dan ketika itu ia mendegar Ayah memanggil nama Khem dalam tidurnya. Sehingga Yada menjadi sedih dan mulai menangis.

Ditempat lain. Tassana terlihat mencoba untuk menasehati Khem,”Khun Khem. Kamu tidak melakukan kesalahan. Kamu tidak perlu sembunyi. Orang yang harusnya malu dan tidak berani menunjukan wajahnya adalah ..”

“Tapi aku malu,” potong Khem,”Aku tidak berani melihat orang. Aku dicap sebagai wanita yang ditinggalkan laki-lakinya ditengah pernikahan.”

Kwan datang dan menyemangati Khem untuk tidak menangis. Lalu mengajaknya untuk pergi agar bisa tersenyum.


Ternyata Kwan mengajak Khem untuk berbelanja online di T-Mart. Dimana Khem hanya perlu klik apapun yang ia suka. Dan karena itu, Khem perlahan mulai tersenyum.

Jadi dengan percaya diri Kwan berkata,”Semuanya gratis.” Sambil menatap kearah Tassana.

“Hey! Ini tidak gratis.” bantah Tassana segera.

“Diskon 50 percen.”

“Dua puluh.”

“Tiga puluh. Deal?” kata Kwan mengulurkan tangannya, jadi dengan agak enggan Tassana menjabat dan menyetujuinya. Setelah itu Kwan pergi untuk menyiapkan sarapan. Begitu pun dengan Tassana yang meninggalkan Khem sendirian.

Khem mulai melihat-lihat, tapi ketika melihat gambar cincin. Ia langsung tampak sedih kembali.

Yada menanyai Trai mengenai Krit, tapi tampaknya Trai tidak terlalu mengenal Krit dan bahkan hampir tidak mengetahui apapun tentang Krit. Lalu ia mulai menceritakan keanehan tentang Krit.

“Persiapan pernikahan hanya membutuhkan waktu dua minggu, tapi segala nya berjalan baik. Seperti jika itu memang sudah dipersiapkan segalanya. Pakaian pengantin, ruang penerima, segalanya seperti pernikahan yang Khem impikan. Kecuali tidak adanya pre-wedding atau pengenalan,” jelas Trai.

“Apa ada keanehan yang lain?”

“Ada. Dia bilang tidak punya saudara kecuali Ayah angkatnya yang tinggal di Hong Kong. Jadi aku membuka kamar untuknya. Selain dari itu Khun Tassana, aku tidak melihat saudara atau teman yang lain datang.”

“Apa nama Ayah angkat nya? Apa pekerjaan nya?”


“Aku juga tidak tau. Aku hanya tau dia adalah pemegang saham besar di T-Mart.”

“Mengapa semuany memberikan restu kepada Khem?” tanya Yada heran dan tidak mengerti.

“Karena P’Khem mengancam kami, jika kami tidak melangsungkan pernikahannya. Dia akan pergi melarikan diri bersamanya. Aku pikir itu ide Sharkrit,” jelas Trai.

Yada segera menyimpulkan, jika mereka bisa menemukan Sharkrit maka mereka bisa saja menemukan Khem juga.


Krit datang ke kantor T-Mart dan beberapa karyawan yang melewatinya memberikan hormat padanya. Lalu Nee menghampiri dan memeluk Krit dengan senang.

“Aku pikir kita harus pergi ke kantorku. Sebelum seseorang melihat kamu.” Kata Nee mengajak Krit, karena ia takut keluarga Khem akan datang untuk mencarinya, khususnya adik Khem.

Tapi sebelum sampai diruangan, Krit berhenti. Jadi Nee ikut berhenti dan mulai berbicara, tapi Krit lalu malah menanyakan dimana Tassana. Jadi Nee menjelaskan.

“P’Na menelpon dan bilang tidak akan datang. Dia mungkin pergi mencari pengantinmu. Khem menghilang sejak malam itu. Itu mengapa Khun Dilok syok dan dibawa ke rumah sakit. Keluarga nya mungkin menggantung foto mu di seluruh kantor polisi sebagai buronan.”


Mendengar itu Krit tersenyum dan berjalan pergi, meninggalkan Nee. Tepat saat Nee sedang mengejar Krit, ia malah bertabrakan dengan Trai yang kebetulan datang dan itu membuatnya terkejut.

Trai mengajak Nee untuk membawanya keruangan Krit, tapi Nee menghalanginnya dan memberitahu bahwa Krit telah pergi barusan. Jadi Trai akan menyusul, tapi Nee menahannya lagi.
“Tapi kamu harus punya key card untuk membuka pintu.”

Krit sudah keburu keluar dari kantor dan masuk kedalam lapangan parkir. Krit sempat tersenyum kepada Trai, tapi karena Trai tidak punya key card, maka ia menjadi kebingungan untuk membuka pintu. Dan Nee mendekatinya dan memberitahu bahwa ia juga punya.


Tanpa pikir panjang, Trai merampas paksa kartu Nee dan mengejar Krit yang sudah keburu naik mobil dan pergi dari sana. Lalu Nee mendekatinya lagi dan mengejeknya, lalu pergi.

Krit tiba dirumah sakit dan memperhatikan kamar rawat Ayah Yada dari jauh. Lalu saat Yada keluar dari ruangan, ia mendengar pembicaraan Yada ditelpon dengan seseorang.

“Aku tidak akan ke kantor hari ini. Jika ada sesuatu yang penting, kirimkan saja kerumah sakit.”


Krit berpura-pura melewati Yada dan saat Yada memanggilnya, lalu menanyakan tentang keadaan pamannya. Krit menjawab bahwa pamannya akan keluar dalam dua hari.

Krit dan Yada pergi keruangan lain, lalu disana Yada memberikan segelas kopi kepada Krit. Setelah itu mereka mulai mengobrol.

“Masalah pekerjaan?” tanya Yada sambil memperhatikan Krit.

“Masalah keluarga. Aku punya adik, bukan adik asli. Kamu bertemu di panti asuhan. Ketika aku bisa bertahan sendiri, aku pergi dan diapdosi dia. Tapi aku mencintai dia seperti adik kandungku.”

Karena tampaknya Krit tidak mau menceritakan lebih lanjut, jadi Yada tidak mau lanjut bertanya dan membuat Krit merasa tidak nyaman. Tapi Krit lanjut bercerita lagi.

“Adikku dicampakan kekasihnya. Jadi dia melukai dirinya sendiri dan memotong nadinya. Darah. Jangtungku seperti berhenti berdetak, aku tidak mau kehilangan siapapun lagi,” lanjut Krit dengan wajah yang tampak sedih.



Mendengar itu, Yada tampak terkejut dan khawatir memikirkan tentang adiknya sendiri. Dan ketika Krit pergi, Yada dengan panik segera pergi mencari adiknya. Lalu dari jauh Krit memperhatikannya.
Yada datang ketempat Tassana, lalu bertanya untuk mencari Krit dan langsung masuk. Melihat kedatangannya itu Tassana berusaha menghentikan Yada. Dan dari jauh Khem yang melihat kakaknya langsung bersembunyi.

Kwan mendekati Yada dan memberitahu bahwa Krit tidak berada disana. Lalu setelah Yada pergi keruangan lain, mereka berdua memberikan tatapan seperti kode aman pada Khem yang bersembunyi.


“Pergi dan beritahu temanmu untuk tetap bersembunyi. Adikku beruntung, dia tidak menikah dengan seorang pengecut,” kata Yada tajam,  lalu meminta Tassana memberitahu dia dimana Krit. Karena mereka telah menghancurkan keluarganya.


“Kami belum menemukan P’Krit. P’Na menelpon dia tapi dia tidak menjawab,” kata Kwan menjelaskan dengan tenang.

No comments:

Post a Comment