Sunday, May 27, 2018

SINOPSIS K-DRAMA : MISTRESS EPISODE 04-2

0 comments

IMAGES BY : OCN
Drama ini berisi adegan yang tidak sesuai untuk usia di bawah 19 tahun. Pemirsa di harap bijak.
Jika ada pembaca berusia dibawah 19 tahun, diharapkan untuk tidak lanjut membaca. Terimakasih.

Jung Won datang ke kantor Eun Soo untuk konsultasi mengenai perselingkuhannya dengan Min Gyu. Dan Eun Soo juga menceritakan rahasianya yaitu hubungan gelapnya dengan guru sekolah mereka dulu, Cha Min Jae. Jung Won benar-benar kaget mengetahui hal itu. Eun Soo beralasan kalau dia tidak berniat menyembunyikan hal tersebut, tetapi dia sadar kalau yang dilakukannya salah.  
Eun Soo kemudian bertanya keputusan Jung Won ke depannya. Tetapi, Jung Won juga bingung harus melakukan apa, tapi bukan berarti dia masih mau terus selingkuh dengan Min Gyu. Hanya saja, perasaannya pada Dong Seok sudah tidak sama seperti dulu.
"Jung Won-ah, yang paling penting adalah ikuti perasaanmu. Bukan sebagai guru atau istri, tetapi sebagai seorang wanita, Han Jung Won. Han Jung Won, apa yang benar-benar kau inginkan?"

Seorang pria mengikuti Sang Hoon dan hendak menyerangnya. Pada saat yang tepat, Sang Hoon berbalik dan menatap pria tersebut. Dengan tenang dan sinis, dia bertanya apa pria itu sudah cukup bersenang-senang? Pria itu adalah penipu Se Yeon, yang bilang tahu dimana Young Dae. Dia dan Sang Hoon ternyata saling mengenal.
Se Yeon bekerja di cafe-nya. Tapi, pikirannya tidak tenang. Dia masih teringat perkataan Sang Hee yang menyebut Young Dae sebagai ayahnya.
Sang Hoon dan penipu duduk bersama. Sang Hoon menyerahkan foto Jung Sim dan menyuruh pria itu untuk mencari tahu hubungannya dengan Young Dae. Itu foto yang di ambil Sang Hoon dirumah Jung Sim.
Penipu itu bertanya, apa kecurigaan terhadap Se Yeon sudah tidak ada? Sang Hoon merasa kalau Se Yeon sepertinya benar-benar tidak tahu dimana Young Dae, karena Se Yeon bisa tertipu oleh mereka yang berbohong tahu dimana Young Dae.
Penipu kemudian bertanya, bagaimana dengan uang yang mereka ambil dari Se Yeon? Dan Sang Hoon dengan tenangnya menyuruh pria itu untuk menggunakannya, anggap saja hadiah darinya. Lagipula, uang itu akan tetap jatuh ke tangan mereka akhirnya.

Dong Seok sedang syuting acara memasak-nya. Selesai syuting, PD Kim memuji penampilan Dong Seok.
PD Kim kemudian bertanya pada Dong Seok perkembangannya? Dan Dong Seok menjawab sambil tertawa kalau dia sudah berusaha setiap malam hingga timbul lingkaran hitam di matanya. PD Kim memberitahu Dong Seok kalau dia sudah membicarakan program rencana Dong Seok pada stasiun TV dan mereka sangat menyukai ide tersebut. Seorang kru penasaran dan bertanya ide apa?
"Dari mengandung hingga melahirkan. Dimana makanan sang istri akan dihidangkan sendiri oleh suaminya. Dan itu akan terus berlanjut hingga bayi lahir," jelas PD Kim.
PD Kim kemudian bertanya, apa Dong Seok sudah membicarakan program ini pada istrinya? Dong Seok menjawab kalau kemarin dia baru berbaikan dengan istrinya jadi masih perlu waktu untuk memberitahu hal tersebut. PD Kim memaksa Dong Seok untuk cepat membuat istrinya hamil, karena jika tidak, mungkin mereka akan meliput artis lain. Dong Seok bercanda kalau ide programnya malah digunakan untuk orang lain, dia akan menembak PD Kim. Mereka saling tertawa.
Jung Won menyapa Min Gyu untuk meminta maaf karena tidak bisa menepati janji kemarin. Tetapi, Min Gyu hanya tersenyum dan berlalu pergi.

Sang Hoon mendapat laporan dari penipu. Dia sudah berhasil tahu hubungan Jung Sim dan Young Dae. Sang Hoon mendengar laporan tersebut dan tersenyum. Dia kemudian memasukkan foto yang di dapatnya di rumah Jung Sim ke dalam ampop berwarna biru.
Eun Soo dan Sun Ho menemui Tae Hyung di tempat kerjanya. Eun Soo mula-mula memperkenalkan dirinya dan kemudian lanjut bertanya apa pria itu mengenal guru Cha Min Jae? Tae Hyung membenarkan kalau dia mengenalnya. Eun Soo mulai menjelaskan kalau Min Jae sudah meninggal 2 tahun lalu. Dan petunjuk yang tersisa untuk mencari pembunuhnya adalah cara penulisan yang unik dari pembunuh.
Tae Hyung tegang mendengarnya. Dia menjelaskan kalau dia hanya meniru cara menulis wanita yang disukainya dulu di sekolah. Dan cara wanita itu menulis huruf 'H' unik. Di nama wanita itu juga mengandung huruf 'H'.
"Siapa wanita itu?" tanya Sun Ho.
Adegan beralih...
Eun Soo dan Sun Ho masuk ke dalam mobil. Wajah mereka tegang. Sun Ho bertanya apa yang akan dilakukan Eun Soo sekarang?
"Menelpon teman-temanku."
Se Yeon pulang ke apartemen. Dia melihat kotak surat-nya dan di dalam kotak tersebut ada sebuah amplop berwarna biru. Se Yeon melihat isinya dan terkejut melihat foto di dalam amplop itu.
Se Yeon masuk ke dalam apartemennya dan menatap tajam Jung Sim. Jung Sim memberitahu Se Yeon kalau Ye Rin dan Sang Hee sedang pergi bermain ke taman bersama Ah Yeon dan Sang Hoon.

Mereka berbicara berdua. Se Yeon menunjukkan foto yang diterimanya. Foto Jung Sim, Sang Hee dan Young Dae. Jung Sim panik melihat hal itu dan meminta Se Yeon mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu. Se Yeon tidak mau, jika Jung Sim hanya mau meminta pengampunan darinya, maka lebih baik tutup saja mulutnya. Dia hanya mau Jung Sim menjawab satu pertanyaan darinya.
"Apa Sang Hee adalah putrinya?"
Jung Sim menggangguk. "Aku benar-benar minta maaf. Setelah hamil, aku baru tahu kalau dia sudah menikah."
"Apa kamu bertemunya setiap dia ke China?"
"Ya. Dia bilang dia akan bertanggung jawab. Biaya hidup dan segalanya, dia selalu memberikannya pada kami. Setelah dia meninggal 2 tahun lalu, aku benar-benar tidak punya uang untuk hidup. Kami akhirnya datang ke Korea Selatan, untuk bertahan hidup. Aku hanya ingin melihatmu dari jauh, memikirkan apa yang di katakan ayah Sang Hee."
"Berhenti menyebutnya sebagai ayah Sang Hee," marah Se Yeon. "Apa yang dikatakannya?"
"Dia bilang Sang Hee punya seorang kakak yang selalu ingin punya adik. Ketika Ye Rin bertemu dengan Sang Hee, dia benar-benar memperlakukan Sang Hee dengan baik seperti seorang adik," jelas Jung Sim sambil menangis.
Tetapi, Se Yeon tidak menerima semua penjelasan Jung Sim. Dia bahkan menyuruh Jung Sim untuk tidak menyebut nama Ye Rim dengan mulut kotor itu dan jangan pernah datang kembali ke rumahnya.
Setelah Jung Sim pergi, Se Yeon mulai membanting semua barang-barang yang ada hubungannya dengan Young Dae.
Jung Sim menjemput Sang Hee dan menggendongnya pulang. Ye Rin berteriak memanggil mereka tetapi Jung Sim mengacuhkannya.
Se Yeon membuang cincin pernikahannya.
Sang Hoon mengantar Ye Rin pulang. Keadaan rumah dalam keadaan kacau. Sang Hoon menyuruh Ah Yeon untuk bermain dengan Ye Rin di kamar karena dia harus bicara dengan Se Yeon.
Saat melihat Sang Hoon, perasaan Se Yeon tumpah. Dia menangis terisak di pelukan Sang Hoon. Dia benar-benar tidak menyangka kalau suaminya berselingkuh dan bahkan punya anak. Sang Hoon menatapnya dan mencium bibir Se Yeon. Se Yeon tidak menghindar tetapi malah ikut menikmati ciuman tersebut. Sesaat kemudian tersadar, dan melepaskan ciuman Sang Hoon. Dia meminta maaf dan meminta Sang Hoon untuk pulang.
Esok hari,
Tae O bersama seorang wanita yang terus memegang-megangnya. Hwa Young tiba-tiba muncul dan memanggil Tae O dengan sebutan 'sayang'. Dia bahkan memperkenalkan diri sebagai istri Tae O. Wanita itu jadi tidak enak dan segera pamit pergi.
Setelah wanita itu pergi, Hwa Young duduk dengan tenang di depan Tae O. Dia bahkan mengeluarkan ponselna dan mengancam akan mengirimkan foto Tae O bersama wanita tadi ke Ye Rim. Tae O kesal mendengar ancaman Hwa Young dan beranjak pergi.
Hwa Young mengejarnya tetapi Tae O mengabaikannya. Hwa Young tidak tahan dan mulai meluapkan perasaannya. Tae O menyebut Hwa Young yang cemburu tetapi Hwa Young membantahnya. Mereka mulai bertengkar hebat. Hwa Young mengungkit masa lalu, saat mereka pacaran, dimana Tae O mencampakannya. Tae O marah mendengarnya, waktu itu Hwa Young tidur dengan pria lain. Hwa Young dengan tenang menjawab kalau dia sudah pernah bilang, dia tidak pernah puas dengan satu pria, dan hal itu masih sama sampai sekarang. Tae O benar-benar kesal, kalau begitu kenapa Hwa Young terus mengganggunya? Kenapa muncul kembali di depannya?
Hwa Young menepuk bahu Tae O. Mereka saling bertatapan dan pada akhirnya tertawa.
Eng---ing---eng...
Mereka berakhir dalam kamar dan saling membuka baju masing-masing. Mereka melakukan hal itu.
Malam hari,
Sang Hoon datang ke cafe Se Yeon saat Se Yeon sudah mau menutup cafe-nya. Se Yeon kaget melihatnya. Dan Sang Hoon dengan tenang mengajak minum kopi.
Hwa Young dan Tae O sudah selesai. Tae O pamit pulang.  
Sang Hoon berbincang dengan Se Yeon.
"Ibu Ah Yeon suka membuat list untuk segalanya. Dia mengatur segalanya dengan hati-hati. Jika itu tidak berjalan sesuai aturannya, dia akan stress. Bahkan ketika kami bercerai, dia membuat list. Aku tanpa sengaja melihatnya. Dia menulis 'barang-barang yang harus di tinggalkan' dan 'barang-barang yang akan dibawa.' Tetapi, barang terakhir di daftar 'barang-barang yang harus di tinggalkan' ada nama Ah Yeon," cerita Sang Hoon. "Aku mengerti bagaimana perasaan dapat berubah karena perceraian. Tetapi, bagaimana mungkin dia menulis hal itu? Dia adalah ibunya.... dia....," Sang Hoon tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Walau begitu, dia masih hidup. Karena dia hidup, kamu jadi bisa berpikir 'Okay, ayo lihat sebaik apa dia akan menjalani hidup' dan meneruskan hidupmu."
Sang Hoon meminta Se Yeon memberitahunya apa yang terjadi. Se Yeon diam dan mengajak Sang Hoon untuk pulang saja. Sang Hoon membujuk Se Yeon untuk menceritakan masalahnya.
"Aku menyukaimu. Aku ingin di sisimu. Beri aku kesempatan," ujar Sang Hoon. Se Yeon terdiam mendengarnya.

Dong Seok menyiapkan makan malam romantis untuk Jung Won. Tetapi, wajah Jung Won tidak terlihat bahagia.
Se Yeon dirumahnya dan memikirkan perkataan Sang Hoon.
Hwa Young terdiam di tempat tidur setelah Tae O pergi.
Eun Soo melihat rumah Min Jae dan memikirkan sesuatu.
Hari itu, ke-empat wanita itu, di tempat nya masing-masing, berkutat dengan perasaan mereka.
Esok harinya,
Ke-empat wanita itu berkumpul bersama. Eun Soo sudah menceritakan semuanya dan memperlihatkan copy-an kartu ucapannya. Mereka juga menyadari penulisan huruf 'H' yang unik dan terlihat tidak asing.
"Jadi, almarhum Jae Hee adalah selingkuhan guru?" tanya Jung Won.
Eun Soo juga tidak yakin. Tae Hyung menyebut kalau dia meniru cara penulisan wanita yang disukainya, Baek Jae Hee. Tapi, kematian Jae Hee karena kebakaran di tempat kursusnya terjadi sebelum kematian Min Jae.
"Itu artinya, sebelum guru Cha Min Jae, Jae Hee duluan," simpul Se Yeon.
"Ya. Karena kebakaran, Jae Hee meninggal duluan," benarkan Eun Soo.
"Jadi, dia buka pelakunya walaupun jika benar dia yang mengirim surat ini," pendapat Hwa Young.
Eun Soo memberitahu kalau ada satu hal lagi yang menghubungkan Jae Hee, Min Jae dan pelaku.
"Lilin aromaterapi," beritahu Eun Soo. "Pelakunya membawa kabur lilin aromaterapi. Awalnya aku pikir pelaku menggunakan tempat lilin sebagai senjata, tetapi aada yang aneh. Di TKP banyak benda yang dapat di jadikan senjata tumpul. Dari semuanya, kenapa dia harus mengambil tempat lilin dari kamar? Ini mungkin bahwa pelaku menginginkan lilin itu dari awal," jelas Eun Soo.

Jadi, pelaku datang  untuk mencuri lilin aromaterapi tersebut. Akan tetapi, Min Jae pulang saat itu. Dan karena takut, pelaku menggunakan tempat lilin untuk membunuh Min Jae.
"Lilin itu... aku membuatnya di kursus Jae Hee."
"Maksudmu, kematian guru ada hubungannya dengan Jae Hee karena lilin?" tanya Se Yeon.
"Kedua kasus ini pasti saling berhubungan. Kita harus menggali kematian Jae Hee."
untuk mengingatkan, kursus Jae Hee yang terbakar itu adalah tempat yang di beli Na Yoon Jung dan dibuka kembali menjadi salon.
Dua orang pelanggan datang ke salon. Tetapi, tidak ada yang menyambut bahkan saat mereka sudah berteriak. Salah seorang pelanggan mengeluh kalau pemilik salon selalu tidak ada. Mereka akhirnya pergi dengan kesal.
Dan di dalam salon, di sudut yang tidak terlihat, Yoon Jung sedang bersantai. Dia mendengar suara para pelanggan tetapi mengabaikannya.
Jung Won tiba sangat pagi di kantor, baru ada satu orang yang sudah datang. Di mejanya sudah ada sebuah amplop yang ditujukan untuknya. Dan isi amplop itu adalah sebuah flasdisk.
Jung Won membuka flashdisk tersebut. Dan isinya adalah rekaman saat dia bersetubuh dengan Min Gyu di dalam mobil. Jung Won benar-benar kaget dan segera mematikan laptopnya. Matanya penuh ketakutan.
Keempat wanita itu tiba di dalam hutan. Mereka mulai menggali tanah dan menguburkan mayat. Suasana sangat gelap dan menyeramkan, hingga Jung Won gampang kaget dan berteriak. Bahkan saat melihat mayat yang sudah dibungkus plastik, Jung Won berteriak.
Se Yeon melihat mayat itu dan teringat dengan kenangannya dengan Sang Hoon. Se Yeon terlihat marah dan menusuk dengan sekop.
Apakah itu adalah mayat Sang Hoon?

No comments:

Post a Comment