READ MORE...

...

Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 07-1


Images by : ONE HD 31
"Karena dia...," Pat tidak bisa melanjutkan perkataannya. Win mendesaknya. Pat tersudut. Dan akhirnya, Pat berbohong kalau Boat yang memberitahukannya dan dia hanya melakukan apa yang Boat ceritakan. Win tidak percaya.
Win terus mendesak Nalan untuk jujur. Pat ngotot kalau dia jujur.
Nudee dan Tan sampai. Tan benar-benar kaget melihat Nalan ada dirumah GM, Win. Nalan segera memafaatkan kesempatan untuk pergi, dia menyeret Tan untuk pulang.
Nudee marah pada Win karena Nalan memakai baju Pat. Win hanya menjawab kalau dia yang memberikan baju itu kepada Nalan.

Tan menginterogasi Nalan kenapa bisa ada disini? Pat menjawab kalau itu karena anak GM, Boat, ingin bertemu dengannya. Nudee muncul di belakang dan menyuruh Nalan untuk tidak menggunakan keponakannya sebagai alasan. Dia tahu kalau Nalan hanya mau mendapatkan kakak iparnya, Win.
Tan segera membantah hal tersebut. Tidak mungkin. Nudee tidak percaya, kalau gitu kenapa Nalan harus menginap dan bahkan sekarang menggunakan baju almarhum kakaknya? Tan dan Nalan tidak bisa menjawab. Nudee semakin menghina mereka.  Tan tidak terima dan balik menuduh Nudee yang mungkin menyukai kakak iparnya sendiri. Nudee jelas marah dan menyebut Tan berpikiran kotor. Mereka mulai saling berdebat lagi.
Pat tidak ingin masalah tanpa panjang, menyeret Tan untuk pulang ke rumah bersamanya.
Tan berjalan pulang bersama Nalan. Dia masih tidak terima akan tuduhan Nudee pada Nalan dan bertanya kenapa Nalan hanya menerima saja di tuduh begitu oleh Nudee. Pat beralasan kalau Nudee melakukan itu hanya ingin melindungi kakak iparnya demi almarhum kakaknya, Pat. Itulah mengapat Nudee tidak suka padanya.
Tan tetap tidak suka dengan sikap Nudee apapun alasannya. Dia juga meminta agar Nalan melawan Nudee dan menjelaskan segalanya agar jelas. Nalan hanya diam. Tan bertanya dengan pelan, apa mungkin Nalan memang akan merayu Win?
"Tan. Kamu harus tahu, aku tahu apa yang akan ku lakukan. Itu saja. Dan aku juga tidak ingin membicarakan masalah ini lagi," tegas Pat. Tan terdiam mendengarnya.
 
Pee menunggu dengan cemas di rumah karena Nalan belum pulang juga. Dan saat melihat Nalan pulang bersama dengan Tan, Pee jadi marah. Dia merasa kalau Tan sudah berbohong padanya tadi. Dia mulai menghajar Tan. Tan membalas dan menyuruh Pee untuk mendengarkannya dulu.

Nalan menghentikan mereka. Tetapi Pee terus menghajar Tan. Nalan berteriak meminta tolong dan semua pekerja di rumah Nalan segera keluar dan melerai mereka. Pee terus berteriak kalau Tan sudah berbohong padanya. Dia menuduh Tan menculik Nalan darinya.
"Ini salah paham. Kamu bisa berhenti teriak sekarang," jelas Pat pada Pee. "Jika kamu masih tidak terima, maka bicara denganku did dalam."
Pee tetap marah. Pat dengan tegas menyuruh Pee untuk bicara saja dengannya dan jangan cari masalah.
Pat dan Pee bicara di ruang tamu. Pee menjelaskan kalau dia khawatir karena Lan menghilang selama satu hari. Karena khawatir makanya dia marah. Pat menjelaskan kalau dia sekarang sudah tidak lemah dan bisa pergi kemana saja yang dia mau, jadi Pee tidak perlu khawatir. Pee tetap tidak suka, dia merasa Lan menyembunyikan sesuatu darinya dan menjaga jarak darinya. Dan dia juga tidak suka melihat Lan bersama dengan Tan. Dia merasa cemburu.
Pat terus berusaha menghindar dari kecurigaan Pee. Bahkan saat Pee bertanya tempat kerja Pat, Pat tidak mau memberitahunya. Dia beralasan kalau Pee hanya akan mengganggunya di tempat kerja jika tau dia bekerja dimana. Pee tidak memaksa Pat lagi, dia memutuskan untuk terus mengawasi Pat jika Pat tidak mau memberitahunya.
"Tunggu! Kamu kan tahu, selama ini, aku seperti orang tidak berguna. Sekarang, aku hanya ingin bekerja seperti orang-orang pada umumnya. Apa kamu tidak bisa mengizinkanku bekerja?" tanya Pat.
"Aku tidak mempermasalahkan itu, Lan. Aku hanya khawatir. Kemanapun kamu pergi, bisa beritahu aku?" tanya Pee dengan lembut. Pat menggangguk. "Jika tidak, aku akan mencaritahu apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku."
"Aku tidak menyembunyikan apapun. Untuk membuatmu senang, jika aku lembur, aku akan beritahu," janji Pat.

Pee senang mendengarnya. Dia menggenggam tangan Lan dan berujar kalau dia sangat mencintai Nalan. Dia juga memeluk Nalan dan Pat kali ini tidak menghindarinya. Tetapi, kepala Pat kembali terasa sangat sakit. Saking sakitnya, dia sampai terduduk. Pee khawatir melihatnya.
Pat melihat kilasan ingatan Nalan. Tentang Pee yang tidur bersama wanita lain. Pat segera berlari ke kamar dan mengunci pintunya. Dia tidak mengizinkan Pee masuk.
Pee benar-benar kesal. Padahal tadi itu sudah momen yang sangat bagus untuk dia  minta uang. Dia merutuk kenapa sakit kepala Nalan harus muncul saat dia belum minta uang? Sial!
Pat berusaha menahan sakit kepalanya. Secara perlahan, sakit di kepala Pat mulai menghilang. Pat sampai heran, kenapa kepalanya hanya terasa sakit ketika Pee dia berdekatan dengan Pee?
Pee benar-benar bingung. Dia tidak punya uang lagi, dan masih harus membayar hutang besok kepada Hia Song. Ying menelponnya.
Pee pergi menemui Ying ke sebuah restoran. Dia bicara dengan ketus pada Ying. Ying berusaha sabar, dia mendekati Pee dan memberitahu kalau kandungannya mulai membesar. Pee malas mendengar basa-basi Ying, dia langsung memberitahu kalau dia tidak punya uang lagi untuk Ying. Ying tersinggung mendengarnya, dia meminta bertemu bukan untuk minta uang, dia hanya mau Pee menjadi keluarganya bersama dengan anak di kandungannya. Ayah dan Ibu nya sudah membuangnya sekarang karena mereka malu padanya. Dan sekarang yang tersisa padanya hanya Pee.
Pee tidak peduli. Dia sedang pusing sekarang dan punya banyak masalah. Jika Ying masih ingin bersamanya, maka Ying harus menurutinya. Jangan mengganggunya. Ying mengerti, dia akan menunggu Pee kembali padanya. Tetapi, dia ingin tetap menelpon Pee. Pee kesal mendengarnya, dia menegaskan kalau saat Ying menelponnya, dia tidak mengangkat, itu berarti dia sibuk. Usai mengatakan hal itu, Pee pergi meninggalkan Ying.
"Tetap menunggumu datang?" gumam Ying melihat kepergian Pee. "Tidak akan. Hidupku tidak akan berakhir hanya menjadi seorang simpanan."
Pat tidur. Tetapi, di dalam tidurnya, dia mendapati ingatan terakhir Nalan mengenai perselingkuhan Pee dan dia melihat wajah Ying. Pat terbangun karena mimpi / ingatan tersebut.  
Esok hari
Pat menemui Joon. Dia menceritakan kalau dia terus mengingat wajah seorang wanita dan dia tidak tahu siapa wanita tersebut (wajah Ying). Karena itu dia ingin pendapat dari Joon. Joon berpendapat kalau mungkin itu wajah dari orang yang pernah bekerja sama dengan Pat dulu. Pat yakin kalau dia tidak pernah bertemu wanita itu. Joon bilang mungkin itu wajah wanita yang ditemui Pat di kolam berenang waktu nemenin Boat lomba. Pat merasa mungkin saja.
Membicarakan masalah kolam berenang, Pat jadi teringat mengenai Kaew. Dia menceritakan bagaimana sikap Kaew di kolam berenang pada Joon. Joon kaget mendengar hal itu dan tidak menyangka kalau Kaew bisa melakukan hal seperti itu.
"Aku bisa mengerti jika dia menyukai Win. Atau jika dia tidak menyukaimu karena kamu pegawai baru, aku bisa mengerti. Tapi, untuk apa dia melakukan hal seperti itu (mendorong Nalan ke kolam berenang, menyiram minuman ke baju Nalan dan menuang telur ke kepala Nalan)? Ketkaew tidak akan melakukan hal seperti itu," pendapat Joon.
"Jadi, kamu bilang aku bohong, gitu?" tanya Pat kesal.
"Aku tidak bermaksud seperti itu. Tetapi, kamu harus bisa memisahkan itu. Pertama, tentang Ketkaew. Kamu masih cemburu karena Win, kan? Jadi, apapun yang Kaew lakukan, kamu mungkin akan berpikir buruk padanya (Ketkaew). Mungkin saja itu hanya kecelakaan. Dan juga kamu bermimpi dan mencampuradukkannya dengan kenyataan. Jadi, mungkin kamu jadi bingung dengan segalanya. Aku sarankan kamu sebaiknya berkonsultasi dengan professional," saran Joon. Maksud Joon mungkin Pat itu salah paham dengan Kaew.
Pat terdiam mendengarnya.
Pat pergi ke rumah sakit dan menemui dokter yang mengoperasinya dulu. Dokter itu melakukan rontgen dan memberitahu kalau tidak ada yang salah dengan tubuh Nalan. Dan kepala Nalan yang sering sakit juga, dari hasil rontgen, tidak ditemukan hal aneh.

Pat makan di kantin rumah sakit bersama dengan Jan. Dia curhat pada Jan mengenai dirinya yang sering mendapatkan ingatan blur (tidak jelas) dan sakit kepala. Dan semua itu terjadi hanya jika dia dekat dengan Pee. Jan memberikan pendapatnya, kalau mungkin saja itu hanya kebetulan. Mungkin saat Nalan pulang kerja, dia sudah sangat capek, dan saat Pee mau bicara dengannya, sakit kepala karena capek kerja muncul. Pat membantah hal itu, dia tidak dalam kondisi capek saat bicara dengan Pee. Jan memberikan pendapat kalau itu mungkin karena stress. Pat memikirkannya dan mungkin saja ya.
Jan menyarankan Nalan untuk pergi bersantai dengan Pee. Dan biarkan Pee membawa Nalan jalan-jalan. Pat menolak ide tersebut. Jan terus membujuk Nalan, mungkin saja dengan jalan-jalan bersama Pee, sakit kepala Nalan bisa hilang. Nalan akhirnya menerima saran itu.
And....
Jan pergi menemui Pee. Dia melaporkan pada Pee kalau dia sudah melakukan apa yang Pee mau. Membujuk Nalan agar mau jalan-jalan dengan Pee. Pee senang mendengarnya dan berterimakasih atas bantuan Jan. Dia bahkan menggenggam tangan Jan. Jan menjawab kalau dia bahagia jika melihat Nalan dan Pee bahagia.
"Bagaimana denganmu?" tanya Pee.
Jan terdiam sesaat. "Aku... bahagia jika kamu dan Khun Lan bahagia."
Nalan hari ini tidak masuk kerja karena sakit dan digantikan oleh orang lain. Kaew datang ke ruangan Win untuk memeriksa, dan curiga karena Win juga tidak ada. Sekretaris pengganti memberitahu kalau Win sedang rapat di luar hotel. Tetapi, Kaew curiga kalau Win pergi dengan Nalan. Sekretaris pengganti menyakinkan kalau Win tidak bersama dengan Nalan.
Kaew pergi melapor pada Nudee. Dia menjelek-jelekkan Nalan yang pada hari libur pergi ke Win dan menghabiskan waktu dengan Boat, tetapi saat hari kerja malah tidak masuk dengan alasan sakit. Intinya, seperti Nalan itu sengaja tidak masuk. Nudee merasa kalau Nalan jadi bertingkah karena merasa sudah dekat dengan Win. Dia menyakinkan Kaew kalau dia akan akan melaporkan hal ini pada Win.  
Kaew memberikan pendapat kalau Win pasti tidak akan mendengar Nudee. Mereka harus mencari orang lain yang akan di dengan oleh Win. Khun Dussita, ibu Win.
Nudee memberitahu pada Kaew kalau Khun Sitta tidak bisa di ganggu karena sedang belajar Dharma di India selama sebulan. Jadi, yang bisa mereka lakukan sekarang hanya terus mengawasi tingkat Nalan, dan jika Nalan semakin bertingkah, mereka hanya harus membujuk Win untuk memecat Nalan.
"Tapi, aku khawatir. Khun Win sangat mempercayai semua perkataan Nalan," ujar Kaew lemas. "Khun Nudee, aku pikir kita harus cepat mengambil tindakan. Jika tidak, dia  akan mendapatkan Boat dan Khun Kawin," bujuk Kaew.
Nudee terlihat cemas mendengar perkataan Kaew tersebut.

HRD menemui Win dan memberikan data Nalan. Win memeriksanya dan menyadari kalau untuk status, Nalan tidak meng-check list di kolom single ata menikah. HRD meminta maaf karena dia melewatkan itu, dia akan meminta Nalan untuk mengisinya. Win menjawab tidak perlu, dia akan bertanya langsung pada Nalan.
Pee membawa Nalan jalan-jalan ke mall. Dia membawa Nalan ke toko aksesoris pria. Pat tentu bingung di bawa ke sana.
"Ketika kita pertama kali bertemu, kamu bilang ketika membelikanku barang dan melihatku bahagia, kamu akan lebih bahagia," beritahu Pee sambil tersenyum lebar. (bullshit!!! dasar cowok tidak punya modal).
"Huh? Gila!" gumam Pat. "Kamu itu laki-laki, kamu yang seharusnya membelikan barang untuk wanita. Beda sekali dengan Win," ujar Pat.
"Beda dengan siapa?" tanya Pee.
Pat gugup tersadar tadi menyebut nama Win. "Ayah. Ayahku. Dia selalu membelikanku barang-barang. Mulai dari sekarang, aku tidak akan membelikamu apapun lagi. Kamu yang harus beli barang untukku."
Pee terdiam mendengar hal itu. Dia berusaha tersenyum dan berjanji akan membelikan barang yang Nalan inginkan. Tetapi, karena Nalan sekarang belum mau beli apapun, dia mengajak Nalan untuk makan saja.
Pat berpikir dan tersenyum sinis. Dia memberitahu kalau dia ingin di belikan sesuatu. Dan Pat membawa Pee ke toko perhiasan, dia mau membeli cincin berlian. Pee terkejut dan tanpa sadar berteriak kalau Nalan sudah gila. Pat memdangnya. Dan Pee segera membuat alasan kalau sebelumnya, Nalan, tidak pernah suka dengan berlian. Pat tersenyum dan menjawab kalau dia sekarang suka dengan berlian. Pee terpaksa membelikannya.
Pee memberikan kartu kredit nya, tetapi kartu kredit itu sudah melebihi limit dan tidak bisa digunakan. Pee membuka dompetnya dan mencari kartu kredit lainnya. Pat yang melihatnya, segera mengeluarkan semua kartu kredit yang di miliki oleh Pee dan memberikannya kepada pegawai toko. Dia menyuruh pegawai itu untuk menggesek semua nya dan gunakan semua kartu itu hingga cukup membayar cincin berliannya.
Ying juga sedang di mall dan berbelanja. Saat dia melewati toko perhiasan, dia melihat Pee yang sedang bersama dengan Nalan. Ying teringat semalam Pee bilang tidak tidak punya uang, tetapi kenapa sekarang malah berbelanja dengan Nalan?
Pee benar-benar kesal karena kartu kreditnya harus habis untuk membelikan berlian. Pat tersenyum sinis melihatnya.
Pee mengajak Nalan makan. Sambil jalan, Pee bilang kalau dia bersyukur karena masih ada satu kredit nya yang masih belum over limit. Tetapi, Pat bukannya kasihan, malah memberitahu kalau minggu depan, mereka bisa datang untuk berbelanja lagi. Pee dengan terpaksa menyetujui.
Ying mengikuti Pee dan Nalan. Dia terus menelpon Pee tetapi Pee tidak mau mengangkat. Akhirnya, Ying mengirim pesan Line pada Pee, memberitahu kalau dia ada di belakang Pee. Pee kaget melihat pesan itu dan menoleh ke belakang. Dan benar, disana ada Ying.
Pee segera berakting sakit perut dan menyuruh Nalan untuk menunggunya selagi dia ke toilet.
Pee menarik Ying ke tempat sepi dan memarahinya karena mengikutinya. Ying balas marah kalau Pee sudah membohonginya, Pee bilang tidak mencintai Nalan dan tidak punya uang. Tapi, dia malah melihat Pee membelikan berlian untuk Nalan. Sementara dia harus pergi sendirian membeli perlengkapan untuk bayi mereka.
"Aku sudah menyuruhmu untuk aborsi," marah Pee. "Kenapa tidak kamu lakukan? Jika kamu lakukan yang ku suruh, kita tidak akan mempunyai masalah seperti ini."
"Bahkan anjing saja melindungi bayi mereka. Kamu ingin aku lebih rendah dari anjing? Aku tidak bisa."
Pee marah mendengar perkataan Ying dan hendak menampar Ying. Ying tidak takut dan balik menantangi Pee, jika Pee menamparnya, dia akan pergi sekarang juga menemui Lan dan memperlihatkan bekas tamparan Pee. Pee benar-benar kesal mendengarnya, dan bertanya apa mau Ying sekarang?
Ying meminta Pee membayar uang yang sudah dikeluarkannya untuk membeli perlengkapan bayi. Pee dengan marah memberikan 10.000 baht untuk Ying. Setelah itu, Ying minta Pee untuk mengantarnya pulang sekarang. Pee menolak hal itu, dia tidak bisa. Dia lebih memilih bersama dengan Nalan yang punya banyak uang daripada Ying.
Ying mengancam, jika Pee tidak mau mengantarnya sekarang, dia akan memberitah Nalan, kalau dia adalah selingkuhan Pee dan sedang mengandung anaknya. Pee dan Ying saling menatap tajam.
Pada akhirnya, Pee mengirim pesan pada Lan kalau ada masalah di kantornya dan harus balik sekarang. Dia sudah menghubungi Tip untuk menjemput Nalan. Tidak lupa dia juga menulis kalau dia mencintai Nalan.
Pat kesal karena Pee meninggalkannya begitu saja. Pat juga sudah bisa menyimpulkan kalau sepertinya Pee sangat sering memperalat Nalan. Dan apa benar Pee mengizinkannya untuk bekerja? Pat merasa tingkat Pee mencurigakan.
Win mengajak Joon makan siang bersama. Joon sangat senang. Tetapi kesenangannya tidak lama karena ternyata Win mengajaknya makan hanya untuk mengorek informasi mengenai Nalan. Joon dengan gugup menjawab kalau dia hanya teman biasa Nalan dan tidak punya informasi mengenai Nalan. Win kesal mendengarnya, dan melarang Joon untuk makan, jika tidak bisa memberikannya informasi apapun.

Joon pulang dan menelpon Pat. Dia memberitahu kalau tadi Win menginterogasinya mengenai Nalan. Pat kaget mendengarnya dan mengingatkan Joon untuk tidak pernah memberitahu Win kalau dia adalah Pat. Joon mengerti karena dia juga tidak gila untuk mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu. Joon juga mengeluh, karena Pat, dia yang mau jadi gila.

9 Responses to "Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 07-1"

  1. Mksih uda mo lnjut...ttp smngat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank u utk dukungannya 🙏🙏
      Dan udh mau komen di setiap postingan ☺️☺️

      Delete
  2. Kalau mau nonton lakornnya dimana ya?

    ReplyDelete
  3. Mb kpn lnjutannya pnsaran bngetzzz

    ReplyDelete
  4. Lanjuuut dong, ko lama? Penasaran ini.

    ReplyDelete
  5. Update besok malam 01 juni ya. Lagi fokus ngejar sinopsis mistress

    ReplyDelete

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

SEE MORE!