Penting !!


Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 02-1

Images by : ONE HD 31

 Pee kaget melihat Lan yang ada disana. Lan sendiri akhirnya pingsan karena sakit jantungnya. Ying menghampiri Pee dan bertanya dengan takut apa Lan mati? Pee berbalik memarahinya karena dia tahu pasti Ying yang memberitahu hubungan mereka pada Lan. Pee menggendong Lan pergi dari kamar hotel ke rumah sakit.
"Kamu lebih baik mati," sumpahi Ying.

Mobil Pat tertabrak oleh truk yang melaju. Win melihatnya dan benar-benar kaget. Dia berlari menghampiri mobil Pat dan segera mengeluarkan Pat dari dalam mobil. Pat dalam kondisi serius, kepalanya terluka parah. Win menangis dan meminta Pat untuk bertahan. Win berteriak meminta bantuan orang-orang untuk memanggil ambulans.
"Tolong jaga Boat untukku," pinta Pat dan menutup matanya.
Win meminta Pat untuk membuka matanya. Dia meminta Pat untuk tidak berkata hal seperti itu, mereka harus hidup bersama dengan Boat.

Pat dibawa ke rumah sakit dan masuk ke ruang Emergency. Suster melarang Win untuk ikut masuk ke dalam. Win menunggu dengan cemas di ruang Emergency. Dia berdoa agar Pat dapat selamat.
Di sisi lain, Lan juga berada dalam keadaan kritis di ruang ICU. Pee menunggu diluar dengan cemas. dr. Chayangkul datang dan bertanya kepada Pee kenapa Lan bisa dalam keadaan shock?
"Aku mengajaknya makan siang berdua dan tiba-tiba dia mengalami shock dan pingsan," bohong Pee.
dr. Cha segera masuk ke dalam ruang ICU, Pee mengikutinya tetapi Jan menyuruh Pee untuk menunggu diluar. Tip dan Tan juga tiba disana dan khawatir dengan kondisi Lan. Jan meminta mereka menunggu.
Dokter yang memeriksa Lan memberitahu dr.Cha kalau Lan membutuhkan donasi jantung sekarang juga. Tetapi masalahnya, belum ada jantung donasi yang tersedia. dr.Cha benar-benar bingung mendengarnya.
Seorang perawat datang mencari dr.Cha. Dia melaporkan kalau ada keadaan darurat di ER (Emergency Room). Pasien mengalami kecelakaan mobil dan dari hasil X-Ray didapati pendarahan otak. Dan sekarang juga mereka butuh dr.Cha untuk mengoperasi.
dr.Cha mengerti. Dia meminta dokter yang merawat Lan untuk menjaga Lan sementara dirinya melakukan operasi.
dr.Cha pergi melihat pasien. Pasien itu adalah Pat. Dia melihat hasil X-Ray dan menggelengkan kepalanya. Pendarahan di kepala Pat sangat parah dan tidak mungkin dilakukan operasi. Pat sudah mati otak.
dr.Cha bertanya dimana keluarga pasien? Dan suster memberitahu kalau suami Pat sedang menunggu di luar. dr.Cha mengerti dan akan bicara dengan Win mengenai kondisi Pat.

Belum sempat dr.Cha keluar menemui Win, seorang suster masuk dan  memberitahu dr.Cha kalau Jan memberitahunya kondisi Lan memburuk. dr.Cha terdiam mendengarnya. Dan tiba-tiba, dia melihat ke arah tubuh Pat.
dr.Cha keluar menemui Win. Dengan sangat menyesal dia memberitahu kalau Pat sudah meninggal.
"Dia terluka parah dibagian kepala. Otaknya mengalami pendarahan parah dan itu membuat sistem pernapasannya gagal. Jadi, kami tidak bisa mengoperasinya. Saya minta maaf," ujar dr.Cha dan masuk kembali ke dalam ER. Sebelum masuk, dr.Cha menatap Win dengan wajah menyesal.
Win terduduk dan menangis. Dia benar-benar tidak percaya kalau Pat sudah pergi meninggalkannya. Win menangis penuh kesedihan.
Dokter yang akan melakukan operasi Lan menerima berkas donor jantung. Itu adalah jantung Pat. Jadi intinya, sebenarnya secara medis, Pat belum meninggal dan mengalami mati otak. Tetapi, dr.Cha demi menyelamatkan putrinya, memutuskan untuk mengambil jantung Pat dan berbohong kepada Win bahwa Pat sudah meninggal.
Lakorn ini hanya untuk tujuan hiburan. Tidak ada niat pelanggaran terhadap karir dokter dan perawat apapun.
Operasi Lan dilakukan.
Lan sudah selesai menjalani operasi transplatasi jantung dan masih dalam keadaan tidak sadar.

Jan keluar dan memberitahu Pee, Tip dan Tan kalau sekarang sudah selamat. Tip dan Tan merasa sangat senang mendengarnya. Sementara Pee merasa khawatir. Tan hendak masuk menemui Lan tetapi Jan menjelaskan kalau Jan masih belum sadarkan diri. Mereka bisa menjenguk Lan jika Lan sudah sadar. Pee bertanya dengan cemas kapan Lan akan sadar? Jan meminta maaf karena dia juga tidak tahu, tetapi jika Lan sudah sadar, dia akan segera menghubungi Pee.
Tip dan Tan pamit undur diri untuk pulang. Mereka harus mengambil keperluan Lan dirumah.
Pee masih berdiri cemas di ruang ICU. Jan undur pamit dulu untuk mengurus hal lain.

Win pergi ke kamar mayat untuk mengambil tubuh Pat. Tubuh Pat terbaring kaku. Win mencium kening Pat dan menangis sedih. Dia terus meminta maaf dan meminta Pat untuk tidak meninggalkannya.
Sementara itu, tangan Lan bergerak sedikit tetapi dia masih belum sadar.

Di sebuah bar, seorang wanita sedang bersenang-senang. Tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas kaca dan melukai tangannya. Wanita itu adalah Nudee, adik Pat.

Nudee menerima telepon dari Win. Dan berita yang di dengarnya dari Win, membuat tubuhnya lemas. Win memberitahu kematian Pat dan juga bahwa dia tidak akan pulang malam ini ke rumah. Dia akan membawa Pat ke tempat pemakaman besok dan meminta Nudee untuk menjaga Boat. Nudeee mematikan teleponnya, dia menangis sedih mendengar hal tersebut.

Boat menelpon Win. Win berusaha menahan tangisnya. Boat menelpon untuk bertanya dimana Win dan Pat? Kenapa belum pulang? Dia sudah mengantuk. Win berbohong kalau dia dan Pat harus mengurus sesuatu jadi Boat tidak usah menunggu mereka. Boat tidak mau, dia mau menunggu Pat untuk membacakannya cerita pengantar tidur. Dia meminta Win dan Pat untuk segera pulang.
Win menangis mendengar hal itu. Boat meminta mereka untuk segera pulang. Win menjawab ya dan mematikan teleponnya.
Setelah itu, dia terduduk di lantai dan menangis.
Keesokan harinya,
Tubuh Pat dibawa keluar dari rumah sakit. dr.Cha dan Jan melihat Win dan merasa bersalah.

dr.Cha teringat saat dia memalsukan surat keterangan donor hati Pat untuk Lan. Dia sangat merasa bersalah karena hal tersebut, oleh karena itu dia sempat menghadap ke mayat Pat. Dia meminta maaf dengan sangat dan juga berterimakasih karena Pat telah menyelamatkan nyawa anaknya.
Semua karyawan hotel Avista telah mendapatkan kabar kematian Pat. Kaew yang mengetahui hal itu, bukannya merasa berduka, malah tertawa senang.
"Tidurlah yang nyenyak, Khun Pat. Aku akan mengurus semuanya untukmu. Termasuk pekerjaan sebagai istri Khun Kawin."

Semua orang mulai berdatangan ke pemakaman Pat. Ibu, Nudee dan Noojoon melihat kasihan pada Win yang duduk termenung sendirian. Ibu juga bingung mau bagaimana memberitahu Boat mengenai kematian Pat. Noojoon kaget karena Boat belum tahu kalau ibunya meninggal. Nudee memberitahu kalau Boat tadi pagi bertanya kepadanya kenapa Pat tidak pulang? Boat bilang kalau Win memberitahunya kalau Pat kerja lembur. Mendengar hal itu, Nudee jadi tidak mampu memberitahu kebenarannya pada Boat. Nudee meminta bantuan Noojoon untuk memberitahu keponakannya, tetapi Noojoon juga tidak tega. Dia merasa hanya Ibu yang bisa memberitahu Boat yang sebenarnya.

dr. Cha dan Jan datang ke pemakaman. Win menyambutnya. dr.Cha memperkenalkan Janream yang adalah suster pribadi anaknya. Win berbasa basi dan bertanya anak dr.Cha sakit apa? dr.Cha dengan gugup menjawab anaknya punya penyakit jantung sejak lahir. Win mendoakan agar anak dr.Cha dapat segera sembuh. Win kemudian memperkenalkan ibunya, Nudee (adiknya Pat) dan Noojoon (sahabat Pat).
dr.Cha meminta maaf kepada mereka karena tidak mampu menyelamatkan nyawa Pat. Semua mengerti kalau dr.Cha pasti sudah berusaha semampunya dan mereka juga berterimakasih karena dr.Cha mau menyempatkan diri datang ke pemakaman.

dr.Cha berlutut di depan altar Pat.
"Aku harap kamu berada di tempat yang lebih baik sekarang, Khun Pattanee. Mohon maafkan aku," doa dr.Cha.
dr.Cha pulang dari pemakaman. Dia pergi menemui Lan yang masih belum sadarkan diri.

Win pulang ke rumah. Dia melihat Boat yang tertidur sambil memegang buku gambar. Win mengambil buku tersebut dan ternyata Boat menggambar Pat dengan sayap malaikat. Win menangis melihat gambar tersebut.
Tangisan Win membangunkan Boat. Boat segera bertanya dimana Pat?
"Boat. Dengarkan ayah. Mama di surga sekarang," beritahu Win.
Boat menangis dan tidak mempercayai hal itu. Dia tidak ingin ibunya pergi ke surga. Win berusaha menenangkannya tetapi Boat tetap histeris. Dia inging bersama dengan Pat.
Ibu dan Nudee melihatnya dari pintu dan merasa kasihan.
Dokter yang bertanggungjawab pada Lan memeriksa kondisi Lan. Tidak ada masalah dan Lan akan bangun segera.
Tan sedang membantu ibunya menyiapkan makanan. Dia merasa khawatir pada Khun Lan, kenapa mereka belum boleh menjenguk? Tip menenangkan Tan kalau Khun Lan belum sadarkan diri, jadi lebih baik mereka menunggu.
Kaew berdiri di depan altar Pat. Dia bergumam kalau dia sudah lama menunggu saat seperti ini. Dan Pat tidak bisa menyalahkannya atas kematian Pat, itu karena Pat terlalu lemah.

Di tempat lain, Pat bermimpi mengenai kecelakaan truk yang menimpanya. Karena hal tersebut, Pat terbangun. Dia memegang dadanya yang terasa sakit. Pat melihat sekeliling dan menyadari kalau dia berada di rumah sakit.
Tapi... bukankah Pat harusnya sudah meninggal? Kenapa dia masih hidup???
Penasaran???
Baca sinopsis part berikutnya untuk mencari tahu jawabannya. Stay tune at k-adramanov.blogspot.com ^^ kkkk

Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

1 Response to "Sinopsis Lakorn : Rang Mai Hua Jai Derm Episode 02-1"

  1. Makasih uda mo dlnjutin d snopsisnya...smangat😊😊

    ReplyDelete

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN