Thursday, June 21, 2018

SINOPSIS LAKORN : RANG MAI HUA JAI DERM EPISODE 10-2

0 comments


Images by : ONE HD 31
Kaew pagi-pagi sudah pergi menemui  HRD. Dia datang untuk meminta sekretaris untuknya. HRD manager dan berkata akan segera memberikan sekretaris untuk Kaew juga sudah mendapatkannya. Kaew berbohong kalau dia sudah bicara dengan Win karena dia butuh sekretaris cepat, jadi dia diinjikan untuk memilih sekretaris dari departemen lain dan bisa berbicara kepada mereka. HRD merasa itu bukan ide yang bagus karena hal itu akan mengacaukan sistem. Kaew memaksa dan juga dia berjanji tidak akan memberitahukan hal tersebut pada orang lain.
Dan akhirnya, Kaew diberikan data-data sekretaris yang ada di semua departemen. Dia segera mencari data Nalanta. Tetapi, tidak ada data data mengenai saudara ataupun orang tua, yang ada hanya dituli kalau Tanwa adalah satu-satunya keluarga. Kaew merasa ada yang aneh.
Kaew pergi menemui Tan. Dia datang untuk menanyakan perihal Lan. Tan tidak mau memberitahu dan menyuruh Kaew untuk menanyakan langsung pada Nalan. Kaew kesal karena Tan sama saja seperti Lan.
Lan menemui Win dan memberitahukan kalau rapat perkumpulan hotel akan di lakukan di Bangkok dan tidak jadi di hotel mereka. Hal itu karena ada kabar bahwa mungkin badai akan terjadi lagi. Jadi, dia bertanya, apa Win mau memesan tiket sekarang? Win mengiyakan dan menyuruh Lan untuk memesan hanya 1 tiket. Dia memerintahkan Lan untuk tidak ikut dan menyelesaikan pekerjaan di sini. Lan memaksa, dia ingin ikut dan mengeluarkan berbagai alasan. Win terpaksa mengiyakan.
Win menghampiri meja kerja Lan dan bertanya kenapa Lan hanya memesan 1 kamar hotel? Lan tidak bisa menjawab dan Win segera berkata kalau dia akan tinggal di rumah ibunya selama di Bangkok.
Kaew pergi mencari Nudee ke dapur. Dia melaporkan kalau Win akan ke bangkok dengan Lan. Karena itu, dia mengajak Nudee untuk ikut ke Bangkok. Tetapi melihat Nudee yang sepertinya keberatan, Kaew menyarankan agar salah satu dari mereka saja yang pergi.
Nudee dan Kaew menemui Win dan minta ikut ke Bangkok. Win menolak karena jika Nudee pergi, siapa yang akan menjaga Boat? Nudee menjawab kalau gitu biarkan Kaew yang pergi. Jika ada banyak orang yang pergi, akan banyak yang membantu Win. Kaew tersenyum dan membenarkan, demi hotel, dia rela pergi ke Bangkok.
"Tapi, Khun Ketkaew, dari yang aku dengar, gubernur akan datang minggu ini, kan? Jadi, siapa yang akan menyambut mereka, dan mengatur serta mengambil foto untuk diberitakan? Itu adalah tugas utama dari PR," ujar Nalan.
"Aku dapat menyuruh pegawaiku mengerjakannya, jangan khawatir."
"Hmm..  Khun Ketkaew, waktu dulu ketika kau ikut makan malam rapat, itu bukan tugas dari PR. Kau dengan senang ikut rapat, Khun Ketkaew. Tapi sekarang, ini adalah pekerjaanmu. Seorang PR profesional sepertimu tidak akan melewatkannya, bukan?"
Win setuju dan menyuruh Kaew untuk tidak ikut dan selesaikan pekerjaan di sini. Nudee protes tetapi Win dengan tegas menyuruh mereka mengikuti perintahnya. Dia kemudian menyuruh mereka semua buar dan selesaikan pekerjaan mereka.
Pee mendapatkan kembali mobilnya. Wit memuji Pee yang kelihatan keren kembali karena sudah mengendarai mobil. Pee dengan bangga memuji ide Wit soal mencuri perhiasan istrinya. Wit menyuruh Pee untuk mencuri lebih banyak untuk cadangan uang perusahaan. Pee menenangkan kalau masih banyak berlian dan dia akan menjual semuanya jadi mereka bisa buka cabang. Wit sangat senang mendengarnya. Ditambah lagi, Pee mengajaknya untuk berpesta dan dia yang akan bayar.
Ying mencoba mengubungi Pee tetapi tidak di angkat karena Pee sedang asyik berpesta di klub bersama Wit.

Akhirnya, Ying menelpon Tan dan mereka makan malam bersama di pinggir jalan. Tan penasaran dan bertanya siapa ayah dari bayi Ying? Tetapi, Ying tidak mau menjawab. Tan merasa kasihan, dia memberikan sedikit uang pada Ying dan memberikan nasihat agar Ying menghubungi ayah si bayi dan minta pertanggung jawabannya.
"Jika aku suda tidak bisa menahannya lagi, aku akan memberitahumu siapa ayah dari bayiku," janji Ying.
Tan setuju. Dan dia menyuruh Ying untuk tidak takut menghubunginya jika punya masalah. Ying berterimakasih.
Esok hari,
Win dan Lan sudah tiba di Bangkok. Win menuju ke rumah ibunya dan Pat malah ikut turun. Win jelas heran, harusnya kan Lan ikut ke hotel. Pat dengan tenang menjawab kalau dia sudah membatalkan booking kamar dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Win bersama Win. Win memberi komentar kalau Lan mulai bertingkah aneh lagi. Lan beralasan kalau dia sedang membuat slide untuk mempromosikan hotel mereka, dan dia tinggal dekat dengan Win, saat kerjaannya sudah selesai, dia bisa langsung memberikannya. Dan Win bisa langsung latihan. Win menjawab kalau hal itu bisa di kirim dengan e-mail. Pat beralasan kalau nanti e-mail nya tidak sampai bagaimana? Pat menjelaskan kalau kerjaannya sudah selesai, dia akan segera pergi ke hotel.
Win sampai kehilangan kata-kata mendengar argumentasi Lan.
Dan Lan mengajak Win untuk pergi ke latihan menembak yang biasanya selalu dia datangi jika ke Bangkok. Win menolak dan menyuruh Lan pulang saja jika tidak mengerjakan slide. Lan beralasan kalau dia baru bisa mengerjakannya malam hari karena harus menunggu email dari jepang.
Akhirnya, mereka tiba di tempat latihan menembak. Dan Win merasa aneh, karena istrinya, Pat juga suka datang ke sini. Lan beralasan kalau itu mungkin hanya kebetulan. Win semakin merasa heran, kenapa Lan semakin mirip dengan Pat?

Pee pulang dan mencari Lan. Tip memberitahu kalau Lan pergi tugas luar kota ke Bangkok. Pee tidak merasa marah dan malah tersenyum senang. Para pelayan sampai heran karena biasanya kan Pee marah-marah.
Pee ternyata pergi ke ruang pakaian Lan lagi dan mau mencuri perhiasan. Tapi, saat dia membuka brangkas, brangkas tersebut sudah kosong. Dia marah. Dan juga takut.
Pee menemui Wit dan memberitahukan hal tersebut. Dia menduga Lan pasti sudah tahu dia mencuri perhiasannya. Sekarang dia harus bagaimana? Wit memberikan saran, Wit cukup membuat Lan jatuh cinta lagi dengannya. Caranya? Bius Lan dan perk*** dia, buat Lan hamil. Dan setelah itu, Lan pasti akan memberikan segalanya kepada Pee lebih daripada sebelumnya.
Pee terdengar puas mendengar saran tersebut.

No comments:

Post a Comment