Saturday, July 21, 2018

Recap K-Drama : Ms. Hɑmmurɑβi Episode 15

0 comments
Recap K-Drama : Ms. Hɑmmurɑβi Episode 15
Images by : JTBC
Hakim Han merobek surat pengunduran diri O Reum. Dia tidak membiarkan O Reum berhenti.
“Keputusanku membuat terdakwa menjadi kesulitan dan tersakiti, jadi aku harus bertanggung jawab,” jawab O Reum.
Hakim Han marah. Itu semua bukan kesalahan O Reum. Dia dan juga Ba Reun ikut bersama dalam keputusan itu. Dia menyuruh O Reum untuk tidak memikirkan hal yang macam-macam, lagipulan persidangan prof. Joo masih berjalan.
Hakim Sung menemui Hakim Kepala. Jika dulu, dia selalu membungkuk menyapa Hakim Kepala, tetapi tidak dengan sekarang. Dia mengulurkan tangan dan bahkan meminta di sediakan teh. Hal itu karena dia merasa berada di posisi tinggi yaitu hakim Pengadilan Tinggi Seoul, sementara Hakim Kepala adalah hakim di pengadilan negeri. Tujuan kedatangan Hakim Sung jelas, meminta O Reum dihukum. Dia masih dendam karena di permalukan dulu saat kasus Hakim Hong. Dan dia bahkan mengancam Hakim Kepala tidak melakukannya, dia akan membicarakan hal ini di Pengadilan Negeri saat rapat. Hakim Kepala jelas marah melihat kesombongan Hakim Sung.
O Reum mengerjakan kasus pembunuhan istri kepada suami. Namun, berita mengenai dia menjadi hakim terhadap kasus itu sudah tersebar di media, dan masyarakat mempertanyakan kebijaksanaan O Reum. Dan akhirnya, pihak jaksa dan pembela meminta agar persidangan menjadi sidang juri. (Sidang dimana terdakwa di nyatakan bersalah atau tidak oleh para juri yang merupakan perwakilan dari masyarakat).

Sidang dimulai,
Pihak terdakwa (istri) menyatakan kalau itu hanyalah aksi pembelaan diri, tetapi jaksa menyatakan itu pembunuhan.


Ba Reun akhirnya mengajak O Reum berkencan untuk menghiburnya. Hari itu, mereka bersenang-senang. Mereka juga tanpa sengaja lewat di depan les piano. Anak kecil yang selalu melihat Ba Reun menyapanya dan menyuruh Ba Reun untuk masuk dan bermain piano. Ba Reun ragu dan akhirnya masuk. Dia memainkan piano dan anak itu memberitahu O Reum kalau Ba Reun hanya selalu memainkan lagu itu saja.

Hakim Han menemui Hakim Gam. Hakim Gam di penjara dan masih bisa tersenyum. Dia memberitahu perasaannya, dia tidak menyesal masuk penjara dan hal itu membuat nya sadar atas apa yang dilakukannya. Dia juga menyadari kalau dia terlalu bangga karena dirinya hakim, hingga lupa, saat dia melepas jubah hakim, dia bukan siapa-siapa. Dia juga menasehati Hakim Han untuk lebih mengontrol emosi.
Ba Reun menceritakan mengenai ayahnya pada O Reum. Ayahnya seorang wartawan dan kemudian di pecat. Dia juga memberitahu kalau dia selalu merasa ibunya adalah kepala keluarga karena dia yang selalu menanggung mereka. Dan alasan Ba Reun menyukai O Reum karena saat SMA, O Reum yang pemalu, bisa marah dan mengusir seorang ahjussi yang duduk di kursi O Reum.

Ba Reun kemudian menyerahkan sesuatu. Surat pengunduran diri miliknya. Dia menyuruh O Reum untuk bertahan dan jangan menyerah, tetapi jika O Reum ingin berhenti, dia juga akan berhenti. Kemanapun O Reum pergi. O Reum terharu melihat kepedulian Ba Reun padanya. Dan dia mencium bibir Ba Reun tiba-tiba.
 
O Reum pulang ke rumahnya bersama Ba Reun. Dan disana semua orang di dept. 44 kecuali Hakim Han ditambah Bo Wang ada disana. Bahkan Ga On dan anak - anak panti juga datang untuk menyamangati O Reum. Dan O Reum mulai menemukan semangatnya kembali.
Dan yang lebih menggagetkan, nenek O Reum pulang ke rumah dengan ibu O Reum. Dan ibu O Reum mengenali O Reum. O Reum menangis karena akhirnya ibunya mengenalinya.

Hakim Han pulang dan istirnya menyambutnya. Istrinya bahkan membuatkan teh madu untuk Hakim Han. Dia tahu bahwa hakim Han sedang dalam masa sulit. Dia tahu kalau Hakim Han tidak salah. Dia menyuruh Hakim Han untuk mengangkat kepala karena dia tidak salah apapun. Hakim Han jelas terharu atas dukungan istrinya.
Esok hari,
Orang-orang masih mendemo O Reum untuk di pecat. Nenek yang pernah di bantu O Reum (di episode 01, yang anaknya meninggal di meja operasi) datang ke pengadilan dan menyuruh orang-orang itu untuk berhenti. O Reum bukanlah hakim jahat. Orang-orang itu malah mendorongnya jatuh. O Reum melihat dan menghampiri orang-orang tersebut. Dia menyuruh mereka bicara padanya jika ada masalah. Tetapi, tidak ada satu orangpun yang berani bersuara.
O Reum mulai bersemangat lagi mengerjakan kasus. Ba Reun senang melihatnya.
Tetapi, tidak lama kemudian, mereka semua menerima email mengenai undangan komisi disipliner O Reum.
Semua anggota dept. 44 merasa apa yang dialami O Reum tidak adil. O Reum berterimakasih atas dukungan mereka semua padanya. Dia tidak akan menyerah dan akan hadir di sidang pedisiplinan tersebut.
O Reum juga sudah bisa menerima bahwa setiap vonis yang sudah dijatuhkan tidak dapat di tarik kembali. Dia harus menanggung segala konsekuensinya. Dan karena itu dia akan bekerj keras.

Dan tanpa sepengatahuan O Reum, Bo Wang dan Ba Reun menemui para hakim lain dan meminta tanda tangan untuk petisi pembatalan sidang komisi pendisiplinan O Reum.
Dan lebih baiknya lagi, ada berita mengenai ‘Hakim Miss Hammurabi, Hakim yang Adil.’ “Miss Hammurabi menolong Ibu Korban Malpraktek.”
“Mereka yang punya niat baik takkan kesepian.” narasi Ba Reun.


Dan wartawan yang menulis artikel mengenai kebaikan O Reum adalah nn. Kim (baca kasus episode 10). Dia tahu kalau O Reum telah menerima pemberitaan tidak adil, karena itu dia menemui nenek (episode 01) dan mewawancarainya. Mereka sama-sama ingin menyelamatkan O Reum.
Hakim Sung datang kembali ke pengadilan negeri, dan menemui Hakim Kepala di kantin. Dia memuji Hakim Kepala karena sudah melakukan sidang pendisiplinan tersebut dan bahkan Hakim Sung berkata akan datang ke sana sebagai saksi.
 
Hakim Han yang saat itu juga ada di sana dengan O Reum dan Ba Reun marah mendengarnya. O Reum berusaha menenangkannya. Tetapi, Hakim Sung malah menyebut O Reum yang telah merayu Hakim Han. Hakim Han marah mendengarnya dan memukul Hakim Sung.
“Apa kau tidak malu?” tanya Hakim Han pada Hakim Kepala. “Apa kau masih bisa melihat wajah para hakim muda? Beraninya kau memaksa hakim muda untuk berkorban dan mengatasnamakan organisasi seperti itu? Kau… apa yang sudah kau korbankan? Apa yang sudah para atasan sana korbankan… di saat yang kau katakan hanyalah dedikasimu itu? Apa terlihat punya harga diri tinggi saja yang kau andalkan di jabatanmu itu? Hanya itu yang kau lakukan?!!”
Ba Reun dan O Reum tersenyum mendengar perkataan Hakim Han yang membela mereka, para hakim muda.

No comments:

Post a Comment