Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis C-Drama : MoonShine and Valentine Episode 21 - part 2

Broadcast Network        Tencent



Ditoko. Xui Xian tidak mau menjawab telponnya. Dan mendengar itu, Xiao Ju pun bertanya mengapa Xui Xian tidak mau mengangkatnya, lalu Xiao Ju menggoda Xui Xian dengan mengatakan kalau itu pasti telpon dari wanita.


“Ini dari Guan Pi Pi,” jelas Xui Xian dengan nada malas, karena ia tidak mau mengangkat telpon dari Pi Pi.



Xiao Ju mengambil hp milik Xiu Xian dan mengangkatnya. Dan dengan panik, ketika Xiao Ju telah mengangkat telponnya, Pi Pi segera menjelaskan tentang kondisi Jia Lin dan meminta agar Xiao Ju memberikan telpon ini kepada Xui Xian.



“Ng… kamu tenang dulu. Aku akan memberikan telponnya ke dia,” kata Xiao Ju, lalu memberikan telponnya ke Xui Xian. Ia memaksa agar Xui Xian mendengarkan Pi Pi dulu, karena ini situasi darurat.



“Xiu Xian. Jia Lin sedang terluka. Bisakah kamu datang melihatnya?” tanya Pi Pi, meminta.

“Pergilah ke rumah sakit. Tidak perlu menelponku. Aku tidak bisa melakukan apapun,” balas Xui Xian dengan nada ketus.

“Aku sekarang ada dirumah sakit, tapi… tapi dokter tidak bisa melakukan apapun. Dia kelihatannya memiliki gejala yang sama seperti bagaimana aku terakhir kali. Dia dilukai oleh Fang Jin Xue, jadi aku pikir mungkin ini berhubungan dengan Fox Clan. Bisakah kamu datang melihatnya sebentar?” tanya Pi Pi, ia menjelaskan dengan detail.



Mendengar itu Xiu Xian pun membalas bahwa ia mengerti, lalu ia mematikan telponnya. Dan Kuan Yong serta Xiao Ju yang sudah penasaran dari tadi, langsung bertanya kepada Xiu Xian secara kompakan.


Jadi Xiu Xian pun menjelaskan kepada mereka berdua. Namun ia tidak mau pergi kerumah sakit.



“Jangan seperti itulah. Lakukan lah untukku. Bagaimana jika itu serius? Tolong pergilah,” pinta Xiao Ju sambil melipat tangannya kepada Xiu Xian. Namun karena Xiu Xian sama sekali tidak mau, Xiao Ju pun memberi kode agar Kuan Yong membujuk Xiu Xian.



Kuan Yong pun memutuskan untuk pergi kerumah sakit, karena baginya ini sesuatu yang aneh. Dan dengan bersemangat, Xiao Ju langsung berganti baju dan mau ikut.

Melihat mereka berdua yang seperti itu, membuat Xiu Xian berhenti makan dan tidak bersemangat untuk makan lagi.



Dirumah sakit. Ketika mereka tiba dan bertanya, Pi Pi segera menjelaskan kenapa Jia Lin bisa terluka. “Aku sedang mewawancarai Fang Jin Xue, tapi tiba- tiba dia mengeluarkan pisau dan menyerangku.”

“Hah… kamu baik- baik saja kah?” tanya Xiao Ju, kaget dan khawatir.



“Aku tidak apa. Beruntungnya, Jia Lin menyelamatkanku disaat itu. Tapi Fang Jin Xue menusuk Jia Lin di dekat perut,” jelas Pi Pi. Lalu menceritakan juga apa yang Dokter beritahu kan kepadanya.



Belum selesai Pi Pi menjelaskan, Kuan Yong serta Xiu Xian langsung pergi ke ruangan tempat Jia Lin berada. Dan melihat itu, Xiao Ju langsung mengomeli sikap mereka kepada wanita.


Xiu Xian memanggil- manggil nama Jia Lin. Namun Jia Lin tidak mendengar dan tidak menjawab. Jia Lin bernafas dengan sangat berat dan tampak sangat kesakitan. Melihat itu, Xiu Xian dan Kuan Yong menjadi keheranan.



Xiu Xian dan Kuan Yong kembali menemui Pi Pi. Xiu Xian bertanya apa benar Jia Lin hanya ditusuk menggunakan pisau. Dan Pi Pi pun mulai mengingat- ingat, lalu ia teringat kalau Fang Jin Xue sempat melukai tangannya sendiri menggunakan pisau itu.



“Aku minta maaf, nona Guan. Disana tidak ada yang bisa kami perbuat,” kata Kuan Yong, setelah mendengar penjelasan Pi Pi.

“Mengapa? Mengapa kamu tidak bisa melakukan apapun? Bukankah kamu yang menyelamatkanku ketika aku dalam kondisi kritis terakhir kali?” tanya Pi Pi, kaget.



“Ini tidak sama. Manusia tidak bisa diselamatkan, sekali ia sistem tubuhnya telah terkena dalam Rubah,” jelas Xiu Xian.

Pi Pi mulai kebingungan dan meminta kepada mereka untuk berpikir, karena pasti ada cara yang lain. Dan Kuan Yong menjawab kalau bukan mereka tidak mau menolong, tapi mereka tidak punya cukup kemampuan.



“Bagaimana dengan He Lan? Bisakah Tuan He Lan menyelamatkan dia? Mengapa kamu melihat aku? Ini masalah hidup atau mati!” protes Xiao Ju.

Xiu Xian dan Kuan Yong pun pergi meninggalkan mereka berdua. Sehingga membuat Pi Pi merasa cemas, namun dengan pengertian Xiao Ju meminta Pi Pi untuk tetap tenang, karena He Lan pasti bisa melakukan sesuatu.



Pi Pi mulai menyalahkan dirinya sendiri yang telah melibatkan Jia Lin. Dan Xiao Ju meminta agar Pi Pi tidak menyalahkan diri sendiri.


Sesampainya dirumah. Xiu Xian mengeluh kepada Kuan Yong, karena ia tidak mengerti kenapa mereka harus membantu Pi Pi, disaat Pi Pi telah memutuskan He Lan dan kembali pada mantannya yaitu Jia Lin.

“Jangan banyak bicara ketika kita menemui Tuan,” kata Kuan Yong, memperingati Xiu Xian yang emosian.


Tepat disaat itu, ternyata He Lan mendengarkan pembicaraan mereka berdua tentang Pi Pi dan ia pun bertanya. Lalu Xui Xian pun menjelaskan semuanya kepada He Lan.



“Mengapa kita harus menyelamatkan mantannya itu?” kata Xui Xian dengan emosi kepada He Lan. Karena ia masih tidak mengerti, kenapa mereka harus membantu.



Kuan Yong melanjutkan penjelasan, ia memberitahu kalau Jia Lin tertusuk ketika dia menyelamatkan Pi Pi.

“Jadi seseorang mau melukai Pi Pi?” tanya He Lan.

“Aku pikir orang yang mau melukai Nona Guan, mungkin dia adalah Fang Jin Xue,” jawab Kuan Yong.



He Lan menceritakan tentang sebuah catatan medis yang diperlihatkan padanya, ketika dia disana. Dan dicatatan yang diperlihatkan padanya itu, tertulis Tanda Tangan keluarga : Fang Jin Xue.

“Mungkinkah dia berkencan dengan seorang manusia?” tanya He Lan.



Kuan Yong menambahkan, ia menceritakan ketika dirumah sakit, Fang Jin Xue pernah datang untuk menemuinya. Disana Fang Jin Xue berharap kalau Kuan Yong bisa mengangkat anaknya, jika suatu hari ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.

“Dia punya anak?” tanya He Lan, berpikir.



“Mengapa kamu tidak menyebutkan tentang ini dari awal?” tanya Xui Xian.

“Aku tidak berpikir banyak. Aku pikir itu hanya permintaan sederhana dari seorang teman. Aku tidak tau kalau semuanya akan menjadi seperti ini,” jelas Kuan Yong.



He Lan menyimpulkan, jika itu benar, maka anak dari Fang Jin Xue pasti juga seperti dirinya.

“Apa Fang Jin Xue ingin melakukan apa yang Ketua Qing Mu lakukan?” tanya Kuan Yong, khawatir.

“Aku harap tidak,” balas He Lan.



Dirumah sakit. Dengan harap- harap cemas, Pi Pi dan Xiao Ju duduk menanti. Lalu pada saat itu, akhirnya Xui Xian dan Kuan Yong datang kembali. Dan dengan segera Xiao Ju berdiri dan bertanya kepada mereka berdua.

Namun mereka berdua mengabaikan Pi Pi serta Xiao Ju.



Xui Xian dan Kuan Yong masuk ke ruangan perawatan Jia Lin dan lalu tanpa meminta izin kepada perawat, mereka melepaskan peralatan medis yang dipakaikan ditubuh Jia Lin, lalu menggendong dan membawa Jia Lin pergi.

Dan melihat itu, Xiao Ju serta Pi Pi segera mengikuti mereka berdua.


Sesampainya dirumah He Lan, mereka langsung menurunkan Jia Lin dari dalam mobil dan membawanya kedalam kamar He Lan. Dan untuk proses menyembuhkan Jia Lin, maka Xiao Ju dan Pi Pi dilarang untuk ikut masuk kedalam kamar.

Hanya He Lan dan Jia Lin lah yang akan berada didalam kamar.



“Aku minta maaf,” kata Pi Pi pelan, ketika melihat He Lan.

“Tidak apa. Jangan khawatir. Serahkan padaku,” balas He Lan menenangkan, lalu pergi kedalam kamar.


Xiao Ju mendekati Pi Pi dan menemaninya. Dan malam pun semakin larut, namun proses penyembuhan belum selesai. Jadi dengan cemas, mereka semua terjaga dan menanti.



Xui Xian yang masih kesal pada Pi Pi dengan sengaja tidak mau membelikan makanan untuk Pi Pi dan menyindir Pi Pi terus menerus. Dan Xiao Ju pun memarahai Xui Xian, namun Xui Xian tetap bersikap seperti itu.



“Ketika pacarnya bangun, dia bisa membelikannya makanan,” sindir Xui Xian dengan suara keras.

“Iya, dia adalah mantanya. Tapi bukan berarti kita bisa membiarkan dia mati,” balas Xiao Ju.

“Nona Xin. Menyelamatkan orang mati adalah harga yang besar. Tuan He Lan bisa kehilangan hidupnya!” kata Kuan Yong dengan keras kepada Xiao Ju.



Mendengar semua itu, Pi Pi makin cemas. Pi Pi lalu tidur diluar ruangan, tidak berani masuk kedalam dan tidur bersama mereka. Dan pada dini hari, Xiao Ju yang bangun dan melihat itu, mendekat dan menyelimuti Pi Pi menggunakan baju kemeja.



“Mengapa kamu tidak tidur didalam?” tanya Xiao Ju, saat Pi Pi terbangun.

Pi Pi melihat Xui Xian dan Kuan Yong yang tertidur didalam ruangan. “Tidak apa. Aku akan menunggu disini,” jawab Pi Pi.


Melihat kecemasan Pi Pi karena sampai saat ini Jia Lin dan He Lan masih belum selesai, maka Xiao Ju pun mengatakan agar Pi Pi tidak perlu khawatir, karena He Lan dan Jia Lin pasti akan baik- baik saja. Lalu Xiao Ju pun menawarkan diri mengambilkan air untuk Pi Pi.



Saat matahari akhirnya bersinar. He Lan pun keluar dari kamarnya dan memanggil mereka semua. Dan melihat He Lan yang tampak kelelahan, mereka semua menjadi sangat khawatir. Tapi He Lan membalas kalau dia baik- baik saja. Dan menyuruh agar mereka mask kedalam dan merawat Jia Lin saja dulu.



Saat Xui Xian, Kuan Yong, serta Xiao Ju masuk kedalam kamar. Pi Pi mendekati He Lan yang terduduk dengan raut wajah, tampak sangat kelelahan sekali.

“Kamu baik- baik saja? Kamu tidak terlihat baik,” kata Pi Pi.

“Aku tidak apa,” balas He Lan dengan lemah.


“Aku minta maaf. Aku tidak tau menyelamatkan Jia Lin, kamu harus membayar harga yang besar.”

“Jangan minta maaf. Aku tidak apa- apa. Jangan khawatir,” balas He Lan.



Ketika Kuan Yong mengendong Jia Lin keluar. Pi Pi mendekat dan menanyakan keadaan Jia Lin yang masih tertidur. Dan dengan suara keras, Xiao Ju bertanya kepada He Lan.

He Lan lalu menjelaskan kalau Jia Lin hanya perlu beristirahat selama beberapa hari, setelah itu Jia Lin akan sembuh.



Mereka pun memutuskan untuk mengantarkan Jia Lin pulang. Dan tepat ketika Kuan Yong serta Xiao Ju telah turun duluan, He Lan jatuh tertidur. Dan melihat itu dengan panik, Xiu Xian dan Pi Pi segera mendekat.

“Tidak apa. Aku hanya kelelahan. Aku butuh berbaring sebentar. Pergi dan jagalah Tao Jia Lin,” kata He Lan dengan lemah.




Xiao Ju yang kembali keatas, menyarankan agar Pi Pi tetap disini dan menjaga He Lan. Dan dengan segera Pi Pi pun langsung setuju. Lalu Xiao Ju mengajak Xui Xian untuk ikut bersamanya, namun Xui Xian tidak mau, karena ia mau menjaga He Lan.

Jadi dengan paksa, Xiao Ju pun menarik tangan Xiu Xian untuk pergi bersamanya.


Pi Pi membantu He Lan untuk kembali kedalam kamar dan beristirahat didalam saja.


Xiu Xian mengomel kepada Xiao Ju dan menyuruh Xiao Ju untuk berhenti bermain. Dan dengan tegas, Xiao Ju membalas agar Xiu Xian menjadi anak baik, karena He Lan tidak membutuhkan Xiu Xian untuk merawat dia.

“Bukankah kamu butuh bantuan? Suruh Kuan Yong untuk membantumu,” kata Xui Xian, bermaksud agar Xiao Ju melepaskannya.

Namun Xiao Ju langsung membalas,”Kuan Yong tidak bisa mengurus Tao Jia Lin sendirian.”

“Dia bisa,” balas Xiu Xian.

“Percayalah padaku. Dia tidak bisa,” balas Xiao Ju.


Kuan Yong yang telah membawa Jia Lin masuk kedalam mobil, mendekati mereka berdua. Dan melihat itu, Xiu Xian pun berniat kembali lagi kedalam untuk menjaga He Lan. Namun Xiao Ju menahannya.

Xiao Ju menarik tangan Kuan Yong serta Xiu Xian untuk pergi bersama mengantarkan Jia Lin pulang.


Ketika Xiu Xian masih tetap saja ingin kembali kedalam untuk menjaga He Lan. Maka Xiao Ju pun menceritakan alasannya.

“Apa kamu yakin ingin masuk kedalam dan menjadi orang ketiga?” tanya Xiao Ju kepada Xiu Xian, setelah selesai menceritakan alasannya.

“Apa kamu yakin tidak sedang berkhayal berlebihan?” balas Xiu Xian.

“Jika kamu tidak takut menghalangin jalan Tuan He Lan, maka pergilah,” balas Xiao Ju, menantang.



“Kalau begitu, mari kita tidak pulang malam ini,” balas Kuan Yong.

“Benar! Ayo,” ajak Xiao Ju dengan semangat sambil memegangin tangan mereka berdua.
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis C-Drama : MoonShine and Valentine Episode 21 - part 2"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN