Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 04-2/5



 Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 04-2/5
Images by : Channel 3
Phu pergi menemui Touch dan Wat yang sedang bermain billiard. Wat bahkan sudah berencana untuk mencari Prim karena dia menyukainya. Dan Phu tanpa terduga mengajak Touch dan Wat bermain, siapapun orang yang dapat membuat Phim kembali membuat sepatu, maka orang tersebut pemenangnya. Touch dan Wat setuju.

Malam hari,
Khun Barami kembali bermimpi mengenai kebakaran dan seorang wanita terjebak di dalamnya. Mimpinya semakin jelas, wanita itu adalah Paphon, ibu Prim dan saat itu Uncle Dam yang membantu Phon itu keluar dari rumah yang terbakar tersebut. Tetapi, Phon memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan mengambil sebuah kertas, sketsa sepatu, dan dia pingsan karena asap kebakaran tersebut. Khun Barami saat itu menemukannya dan berhasil menyelamatkan Phon dari kobaran api.
Khun Barami terjaga dari mimpi tersebut. Dia menghela nafasnya dan melihat istrinya, Khun Pat yang sedang tidur di sampingnya.
Khun Barami memutuskan ke lantai bawah dan minum beberapa wine. Vicky baru pulang ke rumah dan Khun Barami tentu bertanya Vicky darimana? Vicky menjawab kalau dia baru saja pulang dari makan malam dengan Phu.
“O ya, tadi kami bertemu dengan Khun Prim. Aku merasa kasihan padanya. Ketika dia berada di depanku, dia terlihat tidak nyaman dan seolah ada sesuatu yang belum terseleseaikan di hatinya. Aku rasa dia mungkin malu atas hal buruk yang sudah dilakukan Pong padanya,” cerita Vicky.
“Tunggu sebentar. Siapa yang sedang kamu bicarakan?” tanya Khun Barami heran. Dia belum pernah mendengar nama Prim dan apa yang sudah Pong lakukan.
“Ibu tidak memberitahumu mengenai Khun Prim?”
“Ibumu mungkin melindungi Pong dan tidak memberitahuku. Tapi, beritahu aku, apa yang sudah Pong lakukan lagi?”
Dan Vicky pun menceritahkan semuanya.
Di rumahnya, Prim mendekap sketsa sepatu peninggalan ibunya yang di gambar ayahnya. Prim menatap ke bulan dan bergumam kalau dia akan menemukan ayah apapun yang terjadi.
Khun Barami sudah mendengar apa yang dilakukan Pong dari Vicky. Dan hal itu benar-benar membuat Khun Barami marah dengan perbuatan Pong. Dan Khun Barami meminta Vicky untuk mencari kontak Prim karena dia ingin menemui Prim untuk meminta maaf.
Esok hari,
Prim pergi ke ruko Uncle Dam. Dia datang untuk memberikan sarapan yang sudah di belinya. Tetapi, Unc. Dam malah memarahinya. Dia marah karena Prim sudah berhenti membuat sepatu. Prim mah cuek saja dan membiarkan Unc. Dam memarahinya. Prim menjelaskan kalau dia sudah membuat kesalahan dengan menipu orang-orang dan bukannya menggunakan ilmu membuat sepatu yang di wariskan ibunya untuk menggapai mimpinya dan karena hal itulah dia memutuskan untuk menyerah pada mimpinya.
“Kau tidak punya darah ibumu, Nang Phon, sama sekali! Kau tahu? Ibumu bertemu dengan banyak masalah jauh lebih banyak dari yang kau alami saat ini, tetapi ibumu tetap bangkit! Karena dia tidak pernah membuang apapun yang di sukainya! Terlebih lagi saat dia mengandungmu.”
“Uncle! Uncle! Apa yang terjadi pada ibu?” tanya Prim penasaran.
“Aku tidak mau beritahu!”
“Kau tidak mau beritahu karena kau sebenarnya tidak tahu apapun, kan? Kau hanya mencari alasan untuk memarahiku.”
“Aku tidak mau memberitahumu. Karena aku tidak mau kau tahu. Terutama ketika ibumu jatuh cinta dengan mantan boss-ku, ayahmu!” ujar Unc. Dam keceplosan.
Dan begitu menyadari kalau dia sudah keceplosan, Unc. Dam langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Tetapi, Prim jadi penasaran dan marah, kenapa Unc. Dam tidak pernah bilang kalau ayahnya adalah mantan Boss Unc. Dam. Dia meminta Unc. Dam memberitahu siapa ayahnya, tetapi Unc. Dam memilih menutup mulut. Dia terus berteriak kalau dia tidak tahu apapun!
Prim yang tidak bisa memaksa lagi, memilih pulang dan menceritakan hal tersebut kepada Rita dan Boot. Dan Prim ternyata tahu kalau dulu Unc. Dam pernah bekerja di Diamond Mall sebagai security. Rita tahu mengenai mall itu, tetapi mall itu kan sudah tutup, jadi bagaimana cara mereka bisa menemukan mantan boss Unc. Dam? Prim terdiam.
Seorang pria kemayu, Moss, datang ke rumah Prim dengan membawa banyak barang. Boot, Rita dan Prim keluar menyambutnya dan bertanya apa yang di bawa oleh Moss. Moss memberitahu kalau dia mendapatkan pekerjaan untuk mendekorasi booth penjualan ‘Nam Prik Maeng Da’ dan karena itu dia meminta bantuan Rita dan Boot untuk membantunya. Sementara, Prim, dia ingin bicara dengannya berdua.
Moss ternyata orang yang membuka booth penjualan madu di mall dan dia mengenal Khun Pat dan Vicky. Tujuan Moss mengajak bicara Prim untuk memberitahu kalau Vicky ingin Prim bertemu dengan Khun Barami. Prim tentu saja kaget, kenapa mereka ingin bertemu dengannya? Tetapi, Moss juga tidak tahu, dia hanya di suruh menyampaikan. Dan karena itu, dia menyarankan Prim untuk bertemu hari ini saja. Prim awalnya ragu, tetapi Moss menyakinkan.
“Dan satu hal lagi. Aku khawatir merepotkan, tapi aku mau minta tolong. Tolong letakkan berkas ini di meja Khun Barami. Karena aku sudah menyerahkan berkas ini berulang kali tetapi selalu gagal. Khun Barami punya banyak mall, mungkin saja ada salah satu event mall yang cocok untuk di serahkan ke Mozar Organizer,” bujuk Moss dan menyerahkan berkas-nya.
Prim mengerti. Sebelum pergi menemui Khun Barami, dia mencari informasi mengenai Khun Barami di internet. Dan salah satu info mengenai Khun Barami adalah bahwa Khun Barami dulunya adalah pemilik Diamond Mall bersama dengan Khun Patchara. Dan setelah penutupan Diamond Mall, mereka membangun mall yang lebih besar lagi yang terletak di pusat kota.
Boot menghampiri Prim dan memberitahu Prim kalau dia tidak mau pergi, jangan pergi. Tetapi, Prim memberitahu kalau dia mau pergi, karena ternyata Diamond Mall adalah milik keluarga Vicky. Dan karena itu, dia harus menemui Khun Barami, agar bisa mendapatkan info mengenai pekerja di Diamond Mall dulu.
Uncle Dam sedang merenung. Dia teringat masa lalu.
Flashback
Saat itu, dia melihat Phon muntah-muntah. Uncle Dam mencurigai kalau Phon sedang hamil.
“P’Dam, kau harus berjanji padaku. Tidak peduli apapun, kau tidak boleh memberitahu mengenai ‘dia’ kepada anakku. P’, tolong berjanjlah padaku,” pinta Phon.
Dan Uncle Dam dengan terpaksa berjanji.
“Phon! Aku minta maaf karena sudah melanggar janjiku denganmu! Tetapi, terkadang mungkin ini adalah takdir. Bahwa ayah dan anak akan bertemu!”

Prim berpakaian rapi dan pergi untuk menemui Khun Barami. Dia juga membawa sketsa sepatu desain ayahnya.
Vicky sudah mendapat info mengenai Prim yang akan datang dan bersedia menemui ayahnya, Khun Barami. Jadi, Vicky segera mencari ayahnya tetapi sekretaris ayahnya memberitahu kalau Khun Barami sudah pergi usai rapat tadi untuk menemui customer.
Vicky segera menelpon Moss untuk memberitahukan hal tersebut.

Prim sampai di basement dan saat dia hendak menyeberang, sebuah mobil hampir menabraknya. Prim kaget dan terjatuh. Dan ternyata pengemudi mobil itu adalah Phu. Phu segera keluar dan menolong Prim berdiri, sementara Prim hendak segera pergi. Siku tangan Prim terluka, dan Phu memberikan sapu tangannya pada Prim untuk digunakan membersihkan Prim.
Kebetulan, Vicky tiba di sana dan melihat mereka berdua. Dia segera menghampiri mereka, dan melihat siku Prim yang terluka, Vicky menawarkan Prim untuk masuk ke dalam dan mengobati lukanya.
Prim kesulitan memakai obat sendiri dan Phu melihatnya. Dia segera membantu Prim mengobati lukanya. Prim tidak nyaman, dia takut jika Vicky melihat mereka, Vicky akan salah paham.
“Vicky bukan orang yang berpikiran sempit,” jawab Phu singkat. “Vicky memberitahuku kalau kau ke sini untuk bertemu dengan Khun Barami. Apa kau tahu dia tidak ada? Dia pergi untuk bertemu customer,” beritahu Phu.
Prim baru tahu mengenai hal itu. Dan karena itu, dia memutuskan untuk pulang saja. Phu menghentikannya karena dia belum selesai mengobati luka Prim. Mata mereka saling bertatapan.
Sialnya, Khun Pat yang baru selesai rapat bersama Khun Samorn melihat mereka berdua. Jelas saja dia merasa marah melihat Prim berdekatan dengan Phu. Vicky yang baru selesai berteleponan kembali dan Khun Pat memanggilnya. Khun Pat juga menyuruh Khun Samorn untuk pergi. Setelah itu, dia baru bertanya kepada Vicku kenapa Prim bisa ada di sini? Dan Vicky dengan takut-takut memberitahu kalau Prim datang untuk menemui Khun Barami.

Phu selesai memperban luka Prim. Dan saat itu, Khun Pat menghampiri mereka. Dia memberitahu Phu kalau Vicky sekarang ada di ruangannya, dan dia meminta Phu untuk pergi menemani Vicky. Sementara dia, ingin membicarakan sedikit hal dengan Prim. Phu mengerti dan beranjak pergi. 
Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 04-2/5"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN