Tuesday, July 3, 2018

SINOPSIS LAKORN : RANG MAI HUA JAI DERM EPISODE 14-2

0 comments


Images by : ONE HD 31
Pee menemui Wit. Dia memberitahukan Wit kalau dia akan menyewa pengacara untuk menceraikan Nalan. Dia berencana menuntut Nalan karena sudah tinggal di rumah selingkuhannya dan bahkan selingkuhan Nalan berani memukulnya. Dia punya bukti dari rumah sakit dan kamera CCTV dan itu semua cukup untuk menuntut mereka. Dan dia juga akan menuntut dr. Cha karena sudah membantu Nalan. Jadi, dia pasti akan mendapat banyak uang karena menuntut pemilik hotel dan pemilik rumah sakit. Wit memuji Pee yang sangat pintar.
Jan mengirim pesan pada Pee untuk bertemu malam ini. Pee tersenyum penuh arti membaca pesan tersebut.

Pee pergi ke rumah Jan dan hendak tidur dengan Jan. Jan kesal karena setiap kali Pee menemuinya, Pee hanya memikirkan untuk tidur dengannya. Jan marah karena Pee selalu bilang mencintainya, tapi mereka tidak pernah berkencan, dan Pee hanya melakukan se* dengannya.
"Sial. Menyebalkan," marah Pee."Jika kau tidak senang maka pergi saja."
Jan balik marah. Pee tidak suka dan memutuskan Jan dan hendak pergi. Jan malah menangis dan memohon agar Pee tidak meninggalkannya. Dia mencintai Pee. Pee menggunakan kesempatan itu dan meniduri Jan lagi.

Win terbangun di pagi hari dengan senyuman. Di samping mejanya, sudah ada segelas air putih yang di siapkan Pat. Dia sangat senang. Dia bahkan pergi ke dapur dan memeluk Pat. Pat panik karena nanti mereka akan kebingungan menjelaskan ke pembantu dan Boat.
Nudee datang dengan senyum lebar. Dia bertanya memastikan apa Win sudah percaya kalau Pat ada di tubuh Nalan?  Win mengiyakan dan berterimakasih atas bantuan Nudee. Nudee benar-benar senang dan menggoda mereka. Mereka balik menggoda Nudee yang sepertinya menyukai Tanwa. Nudee gugup dan menyangkal dengan malu kalau mereka hanya berteman.
Win pergi ke hotel bersama dengan Pat. Dan saat tiba di kantornya, pengacara Pee sudah menunggunya. Kaew yang diam-diam mengintip, kaget melihat Pee menyewa pengacara untuk menuntut Win.
Kaew kembali ke ruangannya dan menelpon Pee. Dia mau tahu apa rencana Pee. Pee dengan tegas menyuruh Kaew untuk tidak ikut campur karena selama ini bantuan Kaew tidak berguna. Kaew jadi keki juga dan menyuruh Pee untuk segera membawa istrinya kembali dan jangan biarkan istrinya mendekati pacarnya lagi.
Pee tidak mau membawa istrinya kembali. Dia justru mau memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan lebih banyak uang. Kaew tidak mengerti tetapi Pee tidak mau menjelaskan. Kaew berteriak frustasi karena semuanya jadi kacau.
Pee menemui dr. Cha dan mengumpati dr. Cha yang memberikan istrinya untuk pria lain. Dan tujuannya datang adalah untuk meminta uang dan setengah saham perusahaan.
"Tidak peduli seberapa sering aku melihatmu, kau selalu seperti pengemis yang meminta uang sepanjang waktu."
"Benar. Aku orang yang sangat menyukai uang. Terutama uangmu, pa. Dan uang Kawin."
dr. Cha marah mendengar Pee juga mencampuri Kawin. Pee tidak peduli.
"Tidak ku sangka suatu hari aku akan menjadi pemilik rumah sakit dan hotel terkenal," ujar Pee senang dan penuh harapan.
"Tidak mungkin kau akan mendapatkan hal itu."
"Banyak cara untuk mendapatkannya. Terutama jika aku menceritakannya kepada media. Membuka aib hotel itu dan rumah sakit ini."
dr. Cha marah dan mengusir Pee. Pee mengancam sekali lagi, jika dr. Cha tidak menuruti keinginannya, maka siap-siap saja untuk menutup rumah sakit. Jadi, dia berikan kesempatan untuk dr. Cha memikirkannya baik-baik. Dan juga, dia sekarang sudah tidak menginginkan Nalan lagi.
Nudee makan di kantin dengan Tan dan Tum. Dia bahkan meminta Tan untuk mengajarinya memasak. Tan setuju, tapi itu berarti Nudee menyatakan bahwa masakannya lebih baik daripada masakan Nudee. Nudee membenarkan. Tum risih juga melihat mereka yang sangat romantis dan dia yang seperti obat nyamuk.
Ying menelpon Tan lagi. Dan Tan terpakasa meminta izin untuk keluar hotel sebentar. Nudee sedikit cemburu juga. Tum yang penasaran, mengajak Nudee untuk mengikuti Tan karena dia tadi mendengar suara perempuan yang menelpon.

Tan menunggu di apartemen Ying. Tum menduga kalau Tan menyembunyikan seorang perempuan di apartemen tersebut. Nudee percaya pada Tan, sehingga dia mengajak Tum untuk kembali ke hotel dan bekerja. Tetapi, Tum memaksa nya untuk melihat siapa orang yang akan ditemui oleh Tan.
Ying keluar dan berterimakasih karena Tan mau datang. Dia memberitahu kalau dia mau ke dokter untuk periksa karena obatnya sudah habis. Tapi, dia tidak punya uang. Tan mengerti, tapi dia minta agar Ying lain kali memberitahu jauh-jauh hari, jadi dia bisa meminta izin pada boss-nya. Ying meminta maaf tetapi dia tetap meminjam uang dan akan pergi ke dokter sendiri. Tan menawarkan diri untuk mengantar Ying ke rumah sakit.
Nudee jadi penasaran dan lanjut mengikuti mereka. Tum heran dan bertanya apa mereka tidak jadi kembali ke hotel? Nudee menyuruh Tum untuk mengikuti Tan hingga tuntas.
Win dan Pat menemui dr. Cha. dr. Cha meminta maaf karena merasa semua adalah salahnya hingga terjadi  masalah seperti ini. Pat menyuruh dr. Cha untuk tidak meminta maaf. Dari awal, Pee memang adalah pria jahat, jadi tidak peduli jiwa siapapun yang ada di tubuh Nalan, Pee akan tetap bersikap seperti itu. Win juga merasa seperti itu, dan dia juga siap membantu dr. Cha sebagai balas budi karena istrinya dapat kembali. dr. Cha berterimakasih, tapi, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Pee selanjutnya. Win menenangkan, dia akan berkonsultasi dengan pengacaranya untuk mencari jalan keluar.
Tan membawa Ying ke ruang ob/gyin. Nudee menduga kalau Tan membawa istrinya untuk check-up jadi mereka tidak perlu mengikuti lagi. Tum juga heran, kenapa dia tidak pernah melihat wajah itu. Nudee dengan lemas, mengajak Tum untuk kembali ke hotel.
Nudee dan Tum tanpa sengaja berpas-pasan dengan Win dan Pat. Win dan Pat jelas heran kenapa Nudee datang ke rumah sakit? Saat itu, Tan juga mau keluar dari rumah sakit usai mengantar Ying. Dia heran kenapa semua orang berada di sini.
Pat memberitahu kalau dia datang untuk bertemu dengan dr. Cha. Sementara itu, untuk apa Tan kemari?
"Tan membawa istrinya untuk mengecheck kehamilan," jawab Nudee ketus.
Tan dan yang lain jelas bingung. Dia menjelaskan kalau wanita itu adalah temannya.

Saat itu, Ying juga mau pergi dari rumah sakit selesai check up. Dia berpandangan dengan Nalan. Pat merasakan sakit di kepalanya. Dan dia mendapatkan ingatan mengenai Ying. Ying juga kaget melihat Khun Lan. Dan mereka berdua sama-sama pingsan.

Tan menunggui Ying yang belum sadarkan diri. Nudee masuk dan memberitahu kalau Tum sudah kembali ke hotel, sementara dia masih di sini untuk menjaga Pat. Tan kemudian menyindir Nudee yang salah paham padanya. Dan mereka kembali berbaikan. Tan juga memberitahu kalau dia tidak tahu siapa suami Ying.
dr. Cha dan Win menunggui Pat hingga sadar. Pat dalam tidurnya, mulai mendapatkan ingatan Nalan mengenai perselingkuhan Pee. Mimpi itu membawa Pat tersadar dari pingsannya. Dan setelah sadar, Pat menceritakan ingatan Nalan yang di muncul dalam ingatannya.
dr. Cha mendapat telepon dari Tan yang memberitahu kalau Ying sudah sadar.
Semuanya segera berkumpul di kamar rawat Ying. Dan Ying mengakui semuanya mengenai hari itu. Dan dia menangis meminta maaf atas semua perbuatannya.
"Bahkan jika kau menyesal, hal itu tidak bisa memperbaiki apapun," ujar dr. Cha.
"Dokter. Bahkan jika kita tidak dapat memperbaiki masa lalu, tapi aku pikir, Ying mungkin dapat membantu kita mencegah sesuatu," ujar Win.
Mereka semua memandangi Win dan bertanya apa rencana Win. Win berencana untuk meminta Ying menjadi saksi perbuatan Pee. Pat tidak setuju karena dia takut Ying dan bayinya akan dalam bahaya. Ying menawarkan diri untuk melakukannya, dia mau memperbaiki kesalahannya sekaligus membalas dendam pada Peesama, orang yang tidak bertanggung jawab.
Win dan Pat kembali ke hotel. Win bertanya kenapa Pat terasa sedih? Pat menjawab kalau dia merasa bersalah karena tidak memberitahu kalau dirinya bukan Khun Nalan dan dia merasa seperti mereka memanfaatkan Ying. Win meminta Pat untuk tidak berpikir seperti itu, karena menurutnya hal ini lebih baik. Jika Ying tahu, jika sebenarnya jiwa Khun Nalan sudah meninggal akibat perbuatannya waktu itu, dia pasti akan lebih menyesal. Tidak peduli Ying melakukannya untuk siapa, yang penting Ying melakukan hal benar.
Dan Kaew lewat di depan ruangan mereka. Dia sangat marah melihat Win berpelukan dengan Nalan.

No comments:

Post a Comment