Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis K-Drama : Ms. Hɑmmurɑβi Episode 06- 3

Sinopsis K-Drama : Ms. Hɑmmurɑβi Episode 06- 3
Images by : JTBC
Ba Reun bicara berdua dengan tn. Kang. Dan tn. Kang dengan tenang memberitahu kalau dia ingin memenangkan kasus ini dan tidak mau kalah. Ba Reun bertanya argumen spesifik tn. Kang tetapi tn. Kang ngotot kalau dia sudah memberikan alasannya.
Ba Reun kemudian meminta untuk melihat buku catatan yang dari tadi di corat coret tn. Kang. Tn. Kang memperlihatkannya. Disana ada sebuah gambar seorang wanita. Ba Reun bertanya, siapa wanita itu? Isteri tn.Kang?
“Bukan. Anda sudah pernah melihatnya… walaupun hanya pada sebuah foto,” jelas tn. Kang.
Ba Reun memperbesar foto di komputernya, foto yang menjadi permasalahan kasus ini. Wanita itu adalah mahasiswi yang duduk di sebelah tn. Kang dalam foto dan sama-sama melakukan demonstrasi.
Tn. Kang memberitahu kalau wanita itu satu klub dengannya semasa kuliah dan mereka adalah pasangan yang terkenal dulu. Setelah 20 tahun, dia masih bisa melihat wajah wanita itu walaupun dia menutup mata. Dan, ekspresi tn. Kang berubah menjadi sedih, dia memberitahu kalau selama demo yang mereka lakukan, wanita itu meninggal dunia karena kepalanya terhantam besi.
Ba Reun mengerti. Dia sekarang tahu alasan tn. Kang ingin foto itu dihapus karena pasti menyakitkan mengingat saat - saat itu.
“Selama ini saya… menyimpan foto ini di laci saya. Anda tidak tahu berapa kali saya menatap foto ini,” beritahu Tn. Kang, yang berarti bukan itu alasan dia meminta foto itu di hapus dari media.
“Kalau begitu…,” tanya Ba Reun.
“Saya tidak melayangkan gugatan demi diri saya sendiri. Tetapi demi wanita yang ada di ujung foto.”
Ba Reun melihat foto itu lagi, dan benar ada seorang wanita di ujung foto yang memegang spanduk demo dan melihat ke arah tn. Kang.
“Itu istri saya,” beritahu tn. Kang. Ba Reun terkejut mendengarnya. “Alasan dia bergabung dengan klub itu dan ikut berdemo adalah karena saya. Saya tidak tahu saat itu. Saya mengetahuinya setelah bertahun-tahun. Sejujurnya, saya bukan seorang suami yang baik. Saya selalu melakukan segala hal dengan setengah hati. Istri saya tahu jelas rupa siapa yang tidak akan pernah saya lupakan.”


Istri tn. Kang sakit keras. Dan sewaktu dia melihat artikel yang menampilkan foto itu, istri tn. Kang menangis. Dan tn. Kang melihatnya dari belakang. Dokter memberitahu kalau tidak ada lagi waktu untuk istri tn. Kang. Tn. Kang menangis sedih, dia menyesali karena tidak pernah mencintai istrinya sepenuh hati dan hanya terpaku pada cinta masa lalunya.
“Anda paham sekarang? Gugatan tersebut bukanlah sesuatu yang ingin dilupakan, tetapi kewajiban untuk melupakan.”
Ba Reun mengerti dan memahami keadaan tn. Kang. Dan dia akan mencoba berbicara dengan pengacara untuk menghapus foto tersebut. Tn. Kang tersenyum, dia mengatakan Ba Reun untuk tidak melakukan hal itu. Media hanya akan membesarkanya.
“Saya akan mengizinkan mereka untuk mengetahui hal yang bisa mereka ketahui,” keputusan tn. Kang.
Dia berterimakasih kepada Ba Reun dan akan mencabut gugatannya.
Malam hari,
Dan ternyata hal yang dilakukan tn. Kang adalah tampil dalam acara variety show agar berita terkait foto tersebut teralihkan. Ba Reun merasa kasihan dengan tn. Kang.
O Reum bertanya kepada Ba Reun alasan tn. Kang mengajukan gugatan sebenarnya. Dan Ba Reun hanya menjawab kalau ada masa lalu yang ingin dia lupakan.
“Kurasa semua orang punya cerita masing-masing yang orang lain tidak perlu tahu,” gumam O Reum.
“Aku ingin tahu.”
“Apa maksudmu?”
“Kau bilang kau mengalami sesuatu yang sangat menyusahkan dirimu. Aku ingin mengetahuinya.”
O Reum terhenyak mendengarny dan bertanya alasan Ba Reun ingin mengetahuinya.
“Aku menyukaimu. Aku ingin tahu karena aku menyukaimu,” jawab Ba Reun tegas. “Aku ingin mengetahui segalanya tentangmu. Aku suka padamu saat kita masih remaja dulu, dan aku masih menyukaimu walaupun waktu sudah berlalu bertahun-tahun. Namun, aku tidak tahu apapun mengenaimu termasuk saat ini juga. Aku berpikir apakah bisa seseoran menyukai orang lain tanpa mengetahui apapun mengenai dirinya? Dan kupikir hal itu bisa terjadi. Kau ingin mengetahui lebih dalam mengenai orang itu karena kau menyukainya.”
“Hakim Im, aku tidak tahu harus bilang apa,” jawab O Reum. Masih terhenyak.
“Katakan saja sejujurnya. Jadilah dirimu sendiri.”
O Reum terdiam. Dia berterimakasih karena Ba Reun sudah mengatakan hal itu tetapi dia tidak punya perasaan apapun pada Ba Reun baik saat dulu ataupun sekarang. Dan dia hanya mengganggap Ba Reun sebagai senior-nya. Ba Reun mengerti dan tidak mempermasalahkannya.
O Reum memberitahu kalau ayahnya sudah meninggal dunia dan dia harus membayar hutangnya. Ibunya sakit keras dan kesehatan neneknya menurun setiap hari. Dan karena itu, dia harus dapat bertahan di sini. Jadi, dia tidak pernah memikirkan hal lain. Dan dia tidak bisa merasakan hal lain kepada rekan kerjanya.
Ba Reun mengerti. Dia juga meminta maaf jika membebani O Reum. Dia hanya mengungkapkan perasaannya. Dan dia juga memuji O Reum yang sudah melakukan yang terbaik untuk bertahan. Dan dia akan selalu membantu O Reum sebagai hakim sebelah kanan. Dia juga meminta maaf karena tidak pernah tahu apapun mengenai O Reum.
Saat itu, Bo Wang tiba-tiba masuk. Dia datang untuk mengajak mereka minum lagi.

Mereka pergi ke restoran biasa. Dan Bo Wang dapat merasakan suasana canggung antara Ba Reun dan O Reum. Ba Reun dan O Reum segera membicarakan hal lain mengenai lagu yang sedang di mainkan. Lagu itu mengenai dua bintang jatuh yang jatuh di tempat berbeda dan tidak pernah bertemu lagi.
O Reum teringat kembali masa kecilnya. Saat ibunya mengajarinya piano dengan senang.
“Kurasa mereka tidak akan bertemu lagi … selamanya,” gumam O Reum.
Bo Wang merasa kalau cerita lagu itu sangat menyedihkan. O Reum bangkit dan mulai memainkan piano restoran.
“Namun pertemuan singkat mereka mungkin akan membuat bintang itu senang, bukan?”
“Ingatan manusia sangatlah aneh. Kita melupakan semua yang sudah terjadi… dan mengingat semua yang belum terjadi. Di antara mereka yang sudah terbiasa, apa yang mereka peroleh setelah akhir yang bahagia dan mereka yang gagal memperoleh apa-apa dan selalu memikirkannya sepanjang waktu, manakan yang lebih romantis? Tidak. Cerita milik siapa yang lebih menyedihkan?” narasi Ba Reun seiring dengan berakhirnya permainan piano O Reum.

Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

1 Response to "Sinopsis K-Drama : Ms. Hɑmmurɑβi Episode 06- 3"

  1. Menurut Q yg menarik dre Drama Ini adalh kisah Cinta Hakim Im Ba Reun "L" & Hakim Park Oh Reum "Go A Ra" dibandingQn Cerita Hukum ny sendiri :), trnyata Mereka brtiga ( Ba Reun, Bo Wang & Oh Reum) prnah brtemu di Klub Baca saat remaja dulu ;), utk sinopsis ep 6 & 7 aQ kasih........... 4 senyum ":):):):)" coz ada kata yg mungkin salah tulis jdi agak kurang mengerti aQ sampai baca 2x baru mngrti maksud ny ;) semangattt ;)

    ReplyDelete

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN