Thursday, August 16, 2018

Sinopsis Korean Drama - LOVELY HORRIBLY Episode 02

0 comments


Sinopsis Korean Drama - LOVELY HORRIBLY Episode 02
Images by : KBS2
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Phillip melihat tangannya yang berdarah dan langsung pingsan. Di belakangnya, terlihat Eul Soon dengan nafas terengah-engah, tangannya terluka berat. Itu karena, saat pisau itu menusuk perut Phillip, Eul Soon menahannya dengan tangannya. Jadi, pisau itu mengenai tangan Eul Soon dan tidak melukai perut Phillip sama sekali.
Soo Jung kembali ke apartemennya dengan nafas terengah. Dia lega bisa berhasil kabur dari pria jahat itu. Dia segera mengirim pesan ke Eun Young dan memberitahu kalau ada kejadian aneh yang berhubungan dengan naskah drama : A Ghost’s Story.
Tetapi, tidak lama kemudian, terdengar suara pintu apartemennya yang terbuka. Soo Jung mengira itu adalah Eun Young, tetapi bukan. Itu adalah pria bertopi itu. Soo Jung ketakutan dan segera berjanji pada pria itu kalau dia tidak akan mengatakan apapun dan rahasia pria itu aman dengannya.
Tiba-tiba, terdengar suara orang menekan password apartemen. Soo Jung hendak berteriak tetapi pria itu segera mendekapnya.
Yang masuk adalah Eun Young. Dan dia baru menerima pesan dari Soo Jung. Dia jelas bingung dan tidak mengerti maksud pesan Soo Jung, jadi dia memutuskan untuk menelpon.

Tetapi, belum sempat Eun Young menelpon, bel apartemen berbunyi. Soo Jung keluar dan menyambut tamu yang datang. Tamu itu mengenakan topi lebar. Dia seorang wanita.
--
Eul Soon pergi ke minimarket dan membeli sapu tangan untuk membalut lukanya dan juga sebotol air. Kasir minimarket sampai kaget melihat tangan Eul Soon yang berdarah.

Eul Soon kembali ke tempat Phillip untuk memberikan air agar Phillip sadar dari pingsan, tetapi mobil Phillip sudah pergi. Eul Soon menduga kalau Phillip sudah sadar. Dan Eul Soon menemukan jimat itu di lantai dan membawanya.
--
Sung Joong pergi ke apartemen Eun Young, tetapi Eun Young tidak kunjung membuka pintu walaupun dia sudah menekan bel. Bahkan dia juga mencoba menelpon Eun Young, tetapi ponselnya tidak aktif. Sung Joong jelas heran karena Eun Young yang menyuruhnya datang, tetapi kenapa malah tidak ada di apartemen.
Sung Joong memutuskan untuk pergi dari apartemen Eun Young. Dan tanpa sengaja, dia berjumpa dengan Eul Soon di depan pintu keluar apartemen. Dia juga melihat tangan Eul Soon yang berdarah dan panik. Eul Soon mengatakan dia baik-baik saja, tetapi Sung Joong tetap membawanya ke rumah sakit.
--

Phillip tertidur di rumah mewahnya dan baru tersadar. Yong Man segera memberikan air dan memberitahu kalau dia yang membawa Phillip pulang. Dia sangat terkejut melihat Phillip pingsan di jalan tetapi untunglah Phillip tidak terluka sama sekali. Yong Man juga menunjukkan kantong plastik yang Phillip gunakan dan bertanya alasannya memakai kantong tersebut?
Phillip masih linglung. Dia heran kenapa dia tidak terluka? Terus kemana wanita itu? Yong Man heran karena tadi tidak ada wanita manapun. Dia mengira kalau Phillip sakit dan menawarkan untuk memanggil dokter. Phillip menolak.
--
Eul Soon sudah selesai di obati. Sung Joong bertanya alasan tangan Eul Soon bisa terluka sampai mendapat 10 jahitan. Eul Soon tidak mau memberitahu dan pamit untuk pulang duluan.

Sung Joong menghentikannya dan mengajak makan malam bersama sebelum pulang. Tetapi, Eul Soon menolak karena dia teringat perkataan mantan pacarnya tadi pagi, Ha Ha, yang menyuruhnya untuk keramas. Sung Joong tidak menyerah dan mengajak untuk makan bersama besok. Eul Soon terus menghindar dan memegang rambutnya. Sung Joong jadi khawatir dan ingin memeriksa, tetapi Eul Soon mendorong Sung Joong dan tanpa sengaja membuatnya terjatuh.
Merasa bersalah, Eul Soon memberitahu alasannya tidak mau makan dengan Sung Joong adalah karena dia belum keramas selama 3 hari. Sung Joong tersenyum mendengar penjelasan Eul Soon dan memberitahu kalau dia juga belum keramas selama 5 hari.
Mendengar hal itu, Eul Soon jadi bisa bicara santai dengan Sung Joong. Sung Joong juga memberitahu kalau dia punya proyek di Korea, proyek resmi sebagai sutradara. Eul Soon memujinya dan senang mendengarnya. Dia bertanya judul proyek drama yang akan Sung Joong kerjakan.
“A Ghost’s Story,” beritahu Sung-Joong. “Aku baru akan bertemu dengan Nona Ki, penulisnya. Tetapi dia tidak ada.”
Eul Soon terkejut mendengarnya. Itu artinya Eun Young sudah menipunya karena waktu dia telepon Eun Young bilang team-nya belum terbentuk.
--
Eul-Soon di depan apartemen Eun-Young dan berteriak agar dia membuka pintu. Sung-Joong sampai heran melihat kemarahan Eul-Soon dan memintanya untuk tenang. Tetapi, Eul-Soon tidak bisa.
--
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.
Akhirnya, mereka makan di sebuah restoran. Eul-Soon terus melihat naskah bagian kedua A Ghost’s Story. Sung Joong kasihan melihatnya dan menyuruh Eul-Soon untuk makan terlebih dahulu.
Sung-Joong kemudian memberitahu pesan yang diterimanya dari Eun-Young yang memberitahu kalau dia pergi keluar kota untuk mengedit naskah. Eul-Soon menangis membaca pesan tersebut sambil terus makan.
Sung-Joong dapat menebak kalau Eul-Soon pasti adalah penulis asli dari naskah drama : A Ghost’s Story dan Eun-Young pasti sudah menipunya dengan janji akan menjadikan Eul-Soon menjadi penulis pembantu. Sung-Joong menyebut Eul-Soon bodoh karena sudah tertipu oleh Eun-Young.
Flashback
3 bulan yang lalu…
Eun-Young datang menemui Eul-Soon dan memberitahu kalau dia sudah membaca naskah Eul-Soon dan tertarik. Dia menawarkan diri untuk membantu Eul-Soon dengan menjadi penulis pembantu karena dia sekarang sudah mempunyai kekuasaan. Eul-Soon tidak percaya dan mengusirnya keluar.
Eun-Young langsung berlutut dan meminta maaf atas perbuatannya 8 tahun lalu. Saat itu, dia sangat putus asa dan tidak mengira kalau Eul-Soon akan hidup saat itu. Eul-Soon tetap marah, seharusnya, Eun-Young meluruskan fakta-nya. Eun-Young berteriak sambil menangis kalau dia tidak bisa mengakui hal itu karena itu akan membuatnya terusir dari dunia penulisan karena sudah mencuri karya orang lain.
“Kamu berbakat, jadi, aku pikir kamu bisa menulis naskah lain,” beritahu Eun-Young.
Eul-Soon semakin terluka mendengarnya. Dia menyeret Eun-Young untuk keluar. Tetapi, Eun-Young merengek kalau dia akan mati, dia tidak bisa menghasilkan karya apapun. Dia bahkan sudah mencoba bunuh diri berulang kali dengan mengiris pergelangan tangan. Dan Eul-Soon melihat bekas goresan di pergelangan tangan Eun-Young.
Eun-Young memohon agar Eul-Soon mau bekerja sama dengannya.
End

Eul-Soon berjalan lunglai menuju halte bus. Dia melihat layar bliboard yang memajang informasi mengenai Phillip yang bersedia bermain di drama A Ghost’s Story karya Ki Eun-Young. Melihat hal itu, membuat Eul-Soon semakin sedih. Dia menangis menumpahkan kekesalan dan kekecewaannya.
Dan tidak jauh darinya, pria jahat itu juga melihat layar tersebut dan menghela nafas.
--
Phillip dan Yong Man sedang menuju suatu tempat. Phillip menelpon agency-nya dan menyuruh mereka buat klarifikasi, karena dia tidak pernah setuju untuk bekerja dengan Eun Young.
Yong-Man bertanya apakah Phillip sudah pernah membaca naskah A Ghost’s Story? Phillip dengan kesal menjawab kalau judulnya saja sudah tidak menarik. Yong Man memberitahu kalau naskah nya menarik, dia pernah membacanya sembari menunggu Phillip syuting.
“Seorang wanita yang meninggal secara tidak adil demi cintanya menjadi hantu, dan jika wanita lain mencoba mendekati pria itu, satu per satu, dia membunuh mereka,” beritahu Yong-Man.
Tetapi, Phillip malah semakin tidak suka. Dia merinding mendengar kisahnya. Dan Phillip menyadari kalau jimatnya hilang dan bertanya-tanya, dimana dia menjatuhkannya.
--
Jimat itu sekarang di gunakan oleh Eul-Soon. Eul-Soon sedang merayakan ulang tahunnya di depan makam ibunya. Dia berbicara dengan makam ibunya, kalau besok dia berulang tahun.
“Sekarang usiaku 34 tahun. Dulu ibu bilang keberuntunganku akan berubah saat aku berusia 34 tahun. Dan aku harus bertahan sesulit apapun itu sampai saatnya tiba,” ujar Eul-Soon. “Tapi… tapi kenapa masih sangat sulit, ibu? Ibu. Eun-Young… ibu, wanita brengsek itu… ibu… ibu…ibu,” tangis Eul-Soon dan tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Phillip dan Yong-Man tiba di sebuah tempat. Phillip mengeluh karena merasa kedinginan dan juga suara angin yang terdengar seperti suara tangisan wanita (ya emang itu suara tangis Eul-Soon). Phillip kemudian bertanya pada Yong-Man apa benar ini tempatnya? Acara reality show apa yang dilakukan di tempat seperti ini?
“Acara ini tentang mengalami hidup di hutan,” jelas Yong-Man. “Menurut GPS ini tempatnya.”
Dan tepat saat itu, sutradara acara menelpon Yong-Man dan memberitahu mengenai penginapan. Yong-Man heran karena dia tidak melihat ada penginapan manapun.
Dan tiba-tiba, kabut tersibak dan terlihat sebuah rumah tua.
Phillip dan Yong-Man dengan takut-takut masuk ke dalam tempat itu. Mereka mengira kalau itu adalah penginapan yang di sebut sutradara. Phillip ketakutan dan mengajak Yong-Man untuk pergi karena tidak ada siapapun di sana.
Saat mereka berbalik, terdengar suara di belakang mereka. Dan saat mereka berbalik lagi, sudah terlihat ada seorang pria tua yang salah satu matanya memutih semua. Mereka jelas saja kaget dan ketakutan. Yong-Man menyapa pria tua itu (peramal) dan memberitahu kalau dia tersesat.
“Sudah jelas. Kau tidak hanya kehilangan arah, tetapi juga kehilangan sesuatu yang penting, bukan?” ujar peramal itu. “Kamu,” tunjuknya ke arah Phillip.
Akhirnya, mereka masuk ke dalam rumah peramal itu. Phillip mengeluh tetapi Yong-Man menjelaskan kalau sutradara meminta mereka menunggu sampai di jemput oleh mereka. Jadi, Yong-Man menyarankan agar Phillip menunggu sekaligus di ramal. Phillip menolak, dia mau menunggu di mobil saja.
“Ada tembok bata dimana-mana,” ujar pria itu dan menarik perhatian Phillip. “Dimana-mana terhalang. Kemanapun kamu pergi. Kamu tidak akan bisa melangkah maju maupun mundur.”
Yong-Man langsung menyuruh Phillip duduk. Yong Man bahkan menuliskan tanggal lahir Phillip untuk di ramal. Peramal mengambil kertas bertuliskan tanggal lahir Phillip dan menelannya. Tidak lama kemudian, dia memuntahkannya.
“Apa ini? Kamu tidak hidup,” ujar peramal marah. “Kenapa kamu memberiku tanggal orang mati?!”
“Apa maksudmu? Aku masih hidup,” balas Phillip.
“Ini seseorang yang seharusnya mati 24 tahun yang lalu, tapi kamu masih di sini. Itu sebabnya Kematian mendatangimu setiap delapan tahun. Sudah berakhir. Pada tengah malam 8 Agustus, kamu akan mati. Sudah berakhir.”
“Kalau begitu, kami harus bagaimana?” tanya Yong-Man.
Tetapi, Phillip malah marah mendengar pertanyaan Yong-Man. Dia mengajak pergi dari rumah ini dan bayar peramal itu.
“Wanita itu. Kamu hampir mati 8 tahun lalu karena seorang wanita. Panas sekali. Panas sekali. Aku merasa tercekik. Aku tidak bisa bergerak. Aku takut. Aku takut! Wanita itu. Wanita itu sudah kembali. Kali ini dia benar-benar berencana membunuhmu,” ujar peramal itu dan hal itu membuat Phillip teringat kenangan masa lalunya. Saat dia terjebak di tengah kobaran api dan ada wanita yang tidak sadarkan diri di depannya. “Kamu mencuri takdir orang lain dan menjalani kehidupan orang lain. Aku yakin kamu akan bertahan seperti itu lagi. Dengar. Lalu kamu akan melepaskan nasib ini? Kamu rela keberuntunganmu diambil, atau akan kamu pertahankan? Pilihlah, Nak. Kamu akan dibunuh atau membunuh? Tahun ini energi tanah yang kuat datang. Hari ketika dunia terbalik dan langit menjadi tanah dan tanah menjadi langit, pertahankan wanita yang datang itu,” lanjut peramal.
Tetapi, Phillip malah mengira kalau dia sedang di permainkan. Sedang terkena trap sebuah acara reality show dan sedang di rekam untuk dilihat reaksinya. Yong-Man jelas heran karena ini bukan settingan.
Peramal membanting meja dengan keras. “Sekarang waktunya. Pergi! Kamu harus pergi sekarang untuk bertemu wanita itu. Kamu harus bertemu dia jika ingin hidup!”
Phillip kesal dan mengajak Yong Man pergi.
“Eul Chook-ah,” panggil peramal. Phillip terdiam karena nama lamanya di sebut.
--
Eul-Soon memutuskan untuk mengubur naskah drama : A Ghost’s Story. Dia tidak bisa melanjutkannya lagi. Dan saat dia mengubur naskah itu, seolah ada kekuatan di naskah itu yang keluar.
Dan… hujan mulai turun dengan deras. Suara nyanyian wanita kemudian terdengar dan membuat Eul-Soon ketakutan. Apalagi, suara guntur menyambar. Dan seolah mendapatkan gambaran, Eul-Soon melihat seolah-olah ada tanah longsor. Hal itu membuat Eul-Soon mendapat ide untuk bagian penutup kedua naskah A Ghost’s Story. Dia akan membuat Shin (karakter utama dari A Ghost’s Story) terjebak di dalam mobil.
Eul-Soon segera mengambil kembali naskahnya yang sudah di kubur dan masuk ke dalam tenda. Dia mencoba menyalakan laptop-nya untuk menulis tetapi tidak mau menyala. Dia langsung berdoa dan memohon agar laptop tersebut mau menyala.
Seolah ada kekuatan yang membuat laptop itu menyala.
Eul-Soon sangat senang dan mulai menulis.
Sebuah jalan pegunungan yang terpencil. Mobil Shin terparkir di jalan itu. Hujan turun makin deras, dan bongkahan tanah yang besar menggelinding turun dari bukit. Petir.
--
Phillip masuk ke dalam mobil di tengah hujan deras bersama dengan Yong-Man. Dia kemudian bertanya pada Yong-Man darimana peramal itu bisa tahu nama aslinya? Yong-Man jelas heran karena dia baru tahu kalau nama asli Phillip adalah Eul-Chook.
Dia kemudian memberitahu kalau ada yang aneh dengan perkataan peramal itu. Peramal itu menyebut kebakaran, dan didalam naskah ‘A Ghost’s Story’ juga ada bagian seperti itu. Di naskah itu tertulis kalau dia mengunci pemeran pria utama dan membakarnya. Wanita itu, Ra Yun.
Mata Phillip membesar mendengar nama : Ra Yun.
Dan kita kembali ke naskah yang di tulis oleh Eul-Soon, yang benar-benar terjadi seolah Eul-Soon bisa meramal.
Ra Yun : Aku gagal delapan tahun lalu, tapi aku tidak akan gagal hari ini. Shin. Hari ini, aku akan membawamu bersamaku.
Phillip bertanya sekali lagi siapa nama tokoh utama wanita di naskah tersebut. Dan Yong-Man memberitahu : Ra Yun. Kim Ra-Yun.
Yong-Man menyalakan mobil dan bersamaan dengan itu, tanah di sekitar mobil mulai bergemuruh.
Bergemuruh. Pada saat itu, bagian dalam mobil menjadi gelap.
Mobil Phillip terbenam dalam longsor. Phillip dan Yong-Man menjadi panik. Dan berada di dalam mobil yang terjebak membuat Phillip teringat ramalan si peramal kalau dia akan terjebak, tidak ada jalan. Dan benar, tidak ada jalan dan tidak ada signal untuk meminta bantuan. Mobil tersebut terkubur oleh tanah.

Semuanya terhalang.
Epilog
Di dalam hutan, terlihat ada mayat wanita yang terkubur.

No comments:

Post a Comment