Thursday, August 30, 2018

Sinopsis Korean Drama - LOVELY HORRIBLY Episode 12

2 comments

Sinopsis Korean Drama - LOVELY HORRIBLY Episode 12
Images by : KBS2
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Philip mengalami mimpi buruk lagi. Eun Young, Eul Soon dan Ra Yun berusaha membunuhnya, dan di tambah lagi dengan Yoon A. Karena mimpi buruk itu dia terjaga. Dan saat sadar, dia ternyata sedang di peluk oleh Choong Ryul dan Yong Man. Philip jadi kesal.
--
Sung Joong meminta Eul Soon untuk berhenti membuat A Ghost’s Story. Dia memberitahu alasannya, bahwa dua penulis yang terlibat dalam naskah itu (Eun Young dan Soo Jung) meninggal dan menghilang. Dia takut jika Eul Soon akan menjadi korban selanjutnya. Tetapi, Eul Soon menolak. Dia tidak peduli bahaya apa yang akan di ambilnya.
“Ya, aku memilih "A Ghost's Love Story". Aku tidak akan menyesali pilihanku atas alasan apa pun. Paham?”
“Baik. Kalau begitu, aku akan membuat pilihan berikutnya,” putus Sung Joong.
--
Esok hari,
Di berbagai media dan televisi beredar kabar mengenai penggantian penulis untuk A Ghost’s Love Story. Dan ada berita lain mengenai penulis bayangan (Eul Soon) yang di duga membunuh penulis utama (Eun Young).
Di tempat lain,
Para kru dan aktor yang terlibat dalam drama A Ghost’s Love Story sedang melakukan acara selamatan agar drama bisa sukses. Sung Joong yang adalah sutradara menjadi pemimpin upacara selamatan.
Yong Man berbisik kepada Philip mengenai kabar kalau penulis naskah telah di tukar. Yoon A mendengarnya, dan wajahnya tampak bahagia.
Eul Soon pergi ke tempat acara. Dia marah dan protes karena penulis di ganti begitu saja. Dia protes kepada Dir. Jo, dan bahkan berlutut memohon pada dir. Jo. Dia juga menegaskan kalau bukan dia yang membunuh Eun Young, artikel yang beredar tidak benar. Dia juga sudah menyelesaikan masalah dengan benar. Semua yang ada di sana melihat perdebatan mereka.
Dir. Jo kemudian bertanya, apa Sutradara Lee tidak memberitahu Eul Soon sebelumnya? Sung Joong menjawab kalau dia sudah memberitahu. Eul Soon menatapnya dan bertanya kapan? Kapan Sung Joong memberitahunya?
“Aku memberitahumu bahwa aku akan membuat pilihan berikutnya.”
“Inikah yang kamu maksud? Ini ceritaku. Aku sudah menulis drafnya sampai episode 16,” marah Eul Soon.
“Kalau begitu, ambil naskahmu dan pergi. Kita bisa membatalkan "A Ghost's Love Story",” jawab Sung Joong.
Eul Soon tidak menyangka kalau Sung Joong akan mengusirnya. Dia tidak mengerti alasan Sung Joong melakukan hal ini padanya, padahal dia sangat mempercayai Sung Joong. Saat semua orang tidak percaya padanya dan memperlakukannya seperti orang gila, Sung Joong-lah satu-satunya orang yang mempercayainya. Tetapi, kenapa sekarang Sung Joong tega melakukan ini padanya?
“Ini adalah pilihan terbaik yang bisa kubuat,” jawab Sung Joong. “Untukmu dan semua orang. Aku tidak bisa memanjakanmu.”

Eul Soon menangis sedih mendengar perkataan Sung Joong. Philip tidak bisa menerimanya, dan merasa marah juga melihat Eul Soon di perlakukan seperti ini. Dia hendak maju untuk menolong Eul Soon, tetapi Yoon A menahannya dengan memegang tangannya. Tn. Kang juga meminta Philip untuk tidak ikut campur.  Semua orang menatap kasihan padanya.
Seolah belum cukup, Eul Soon harus mengalami kesialan lain. Dia tidak sengaja tersandung dan membuat cat merah yang ada di atas lemari, terjatuh dan mengenai tubuhnya.
Sung Joong dan Philip kaget dan hendak menolongnya. Tetapi, Eul Soon meminta semuanya agar tidak mendekat. Dia bisa berdiri sendiri. Tetapi, saat dia berusaha berdiri, Eul Soon terus terjatuh karena lantai yang licin akibat cat tumpah. Akhirnya, setelah perjuangan, dia bisa bangkit.
Sung Joong menangis. Dia juga menyesal telah menghancurkan impian Eul Soon, tetapi hanya ini yang bisa lakukan demi nyawa Eul Soon.
--
Eul Soon pulang ke rumah dan mendapati pintu rumahnya dan dinding di tulis dengan cat merah : Perusak Rumah Tangga, Psikopat, Mati!
Eul Soon dengan tubuh masih berlumuran darah, mencoba menghapus semua tulisan itu. Dia menangis dan terus bergumam kalau dia tidak membunuh.
Philip datang dan menghentikan Eul Soon untuk membersihkan.
Philip masuk ke rumah Eul Soon dan mengisi bathup dengan air. Eul Soon hanya berdiri diam, seolah tidak ada lagi semangat hidup. Philip menyuruh Eul Soon untuk mandi, dia sudah menyiapkan bak mandi-nya.
“Jika kejadian hari ini karena aku…,” ujar Philip.
“Bukan karena kamu. Ini karena… Karena aku sangat sial. Hidupku selalu seperti ini. Aku mulai menggeluti judo dan selalu berjuang. Dan akhirnya, aku mulai diakui, tapi aku harus berhenti karena pergelangan kakiku cedera. Aku pikir aku bisa menemukan kebahagiaan lagi dengan Ibu, tapi dia meninggal karena aku. Sekarang, kupikir aku bisa bahagia lagi, tapi aku justru kembali ke awal. Seperti ini. Selalu seperti ini. Tempat sial ini adalah tempatku.”
Philip tidak tega mendengarnya. Eul Soon masuk ke kamar mandi, dan menutup pintu kamar mandi.
Setelah berpikir beberapa saat, Philip akhirnya memilih meninggalkan jimat di atas meja untuk Eul Soon. Setelah itu, dia pergi keluar.
--
Eul Soon tidak membuka bajunya. Dia menenggelamkan dirinya di dalam bak. Cat merah perlahan mengubah air di bak menjadi bewarna merah darah.

Tidak lama, bak terlihat berasap. Eul Soon seperti mendapat banyangan mengenai teko yang beruap dan jam dinding menunjukkan pukul 12. Setelah itu, terlihat pistol di arahkan ke Philip. Dor!
Eul Soon tersadar karena penglihatan tersebut. Dan saat itu, dia melihat tulisan di cermin berwarna merah : Tolong.
--
Soo Ho berada di mobil ketika Eul Soon menelponya.
“Air mendidih di teko di kompor listrik dan aku mendengar jeritan wanita. Ruang duduk. Di ruang duduk, dia membidikkan pistolnya kepadamu,” beritahu Eul Soon.
Philip meminta Eul Soon untuk tidak khawatir karena dia hari ini tidak akan pulang. Dia ada syuting. Dan karena itu, dia meminta Eul Soon utnuk tidak melakukan apapun untuk mencoba membantunya.
Usai berteleponan dengan Eul Soon, Philip menelpon tn. Kang. Dia meminta di kirimkan pengawal sebanyak 7 orang. Tn. Kang merasa itu terlalu banyak, tetapi Philip menyuruhnya untuk melakukannya saja. Tn. Kang mengerti.
--
Philip masuk ke gedung yang akan menjadi lokasi syuting. Tiba-tiba, di depannya muncul seorang wanita berambut panjang dan berpakain putih.
Philip tentu saja kaget (aku juga kaget. Hahaha). tetapi, ternyata wanita itu adalah aktris yang akan memerankan tokoh Ra Yun. Philip lega dan menyapanya ramah. Usai itu, dia pergi ke set lokasi.
Philip menerima telpon dari Choong Ryul. Choong Ryul sedang membuat roti. Dia bercerita membahas masa lalu yang tiba-tiba di ingatnya karena bertemu Philip kemarin. Philip hendak menyuruh Choong Ryul untuk bicara nanti karena dia ada syuting, tetapi Choong Ryul terus berceloteh.
“Apa kamu ingat? Ada empat orang sebelum Min Joon bergabung,” ujar Choong Ryul.
“Choong Ryul, aku harus pergi syuting…”
“Ingat nama grup kita? Namanya Gun Gon Gam Ri. Gun Gon Gam Ri. Maksudku, namanya norak sekali, bukan? Apa itu Gun Gon Gam Ri?” tawa Choong Ryul.
“Apa?” kaget Philip dan teringat sesuatu.
“Kami Gun Gon Gam Ri! Menyebutnya saja sulit. Kamu Gun. Dong Cheol adalah Gon. Aku Gam, dan Ki Soon menjadi Ri.”
Philip kaget. Gon. Teman Shin yang mencoba membunuhnya. Gon untuk Dong Cheol.
--
Dong Cheol berada di dalam mobil dan mendapat telepon dari Yoon A. Dong Cheol terlihat kaget mendengar suara Yoon A. Yoon A menyapanya dengan riang, dan ternyata Dong Cheol adalah orang yang Yoon A minta kepada mata-mata untuk selidiki.
“Kamu orangnya, bukan? Di konferensi pers itu. Kamu juga memasang foto di relung Ra Yun, bukan? Hanya kamu dan aku yang punya salinan foto itu. Jangan membicarakan ini di telepon. Bagaimana jika kita bertemu saja?” ajak Yoon A.
Tetapi, Dong Cheol berpura-pura tidak mengenal Yoon A dan menyebutnya sudah salah sambung. Yoon A tidak peduli dan menyuruh Dong Cheol untuk menyimpan nomornya, telepon jika dia berubah pikiran. Dong Cheol mengabaikanya dan mematikan ponselnya.
--
Yong Man datang menemui Philip dan bertanya Philip sedang berlatih kan? Dia sudah memeriksa dan tidak akan ada orang di set selama 1 atau 2 jam ke depan. Jadi, Philip bisa latihan.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan wanita yang membuat Philip kaget. Yong Man memberitahu kalau itu suara orang yang memerankan Ra Yun yang sedang berlatih adegan teriak di kamar mandi.
Philip masuk ke set lokasi syuting. Bentuknya seperti ruang tamu. Philip meminta naskahnya, tetapi Yong Man ternyata meninggalkannya di ruang ganti Philip. Dia segera pergi untuk mengambilnya.
Suara wanita teriak terdengar lagi. Dan terdengar juga suara teko mendidih. Hal itu, membuat Philip teringat pesan Eul Soon. Jam juga menunjukkan pukul 12 malam.
--
Eul Soon sekali lagi ingin mengubah alur cerita. Dan saat menulis, dia terpikir mengenai ruang duduk Shin. Eul Soon terpikir sesuatu.
Di saat yang sama, Philip juga tersadar. Lokasi dia akan di tembak bukan di rumahnya, tetapi rumah Shin (lokasi syuting). Dan benar, Dong Cheol keluar dari bersembunyiannya. Dia mengenakan masker dan mengarahkan mulut pistol ke arah Philip.
“Dong Cheol,” panggil Philip.
Dor!!! Terdengar teriakan.
Eul Soon keluar dari rumah, tetapi beberapa pria hitam menahannya. Mereka mendapat perintah untuk menjaga Eul Soon hingga lewat tengah malam. Dan itu, ternyata pengawal yang Philip pinta pada tn. Kang. Eul Soon berusaha pergi, tetapi pria itu menghalanginya.
Ponsel Eul Soon kemudian bergetar. Eul Soon merasa takut untuk melihatnya. Dia memberanikan diri.
Rumah Sakit Cheonho
Eul Soon berlari menuju rumah sakit dan menunggu elevator. Hal ini sama dengan naskah yang di tulisnya.
Lobi Rumah Sakit. Berlari ke elevator. Elevator perlahan turun. Pintu elevator terbuka, dan dia berbelok di sudut. Orang-orang yang dekat dengan Shin menyapa dia seakan-akan… "Mereka melihat dia seakan-akan mereka membencinya"
Dan itulah yang terjadi. Yong Man dan tn. Kang menatapnya penuh kebencian. Di sana juga ada Sung Joong.
“Hanya ini yang kutulis. Bisakah kamu memercayainya?” ujar Eul Soon pada Sung Joong.
Dan pohon apel di rumah Philip, mengeluarkan darah. Semua daunnya rontok. Dan terdengar suara tangisan wanita (aku yakin, itu tangisan ibu Philip).
Semua menunggu dengan cemas di depan ruang operasi. Yoon A datang tidak lama kemudian. Operasi berlangsung dengan sangat lama. Hingga akhirnya, tersisa Eul Soon dan Yoon A di ruang tunggu operasi.
Yoon A bertanya kenapa Eul Soon ada di sini? Eul Soon tidak bisa menjawab, dan memilih pergi. Dia tahu maksud Yoon A yang mengusirnya.
Eul Soon keluar dari rumah sakit dan saat itu hujan sedang turun dengan derasnya. Tetapi, saat dia melangkah, hujan tiba-tiba berhenti dan matahari bersinar dengan sangat terang.
Eul Soon teringat saat mendapat telepon dari dir. Jo. Dir. Jo memberitahu kalau Philip tidak mau bermain drama jika penulis-nya di ubah, dan karena itu, dia meminta Eul Soon untuk menulis bagian tujuh naskah. Eul Soon juga ternyata telah mendapat tawaran kerja dari Nam Sung Shik, CEO JR Ent atas rekomendasi Sung Joong. Keberuntungan mulai memihak padanya.
Akan tetapi… Yoo Philip dalam kondisi koma. Peran dalam Never Go Home juga di batalkan.
Seseorang menyapa Eul Soon. Eul Soon terlihat kaget melihat orang yang menyapanya.
Epilog
Eun Young dalam kondisi tubuh berdarah berlari di tengah kota dan kemudian pingsan. Dia meminta tolong dengan nafas tersengal-sengal.
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.

2 comments:

  1. Wihh jantung aku deg deg baca ni sinopsis duh terasa nyataa.. Kenapa si eaul son nulis drama 'A Gosth Strory' nya kejam banget. Kan kasihan si pihilips jdi koma.. Aku jdi penasaran dengan setiap episode dan cerita selanjut nya semoga mereka berdua bisa hidup bahagia deh smapai akhir cerita.. Pasti aku sedih klo si philip misal nya matii duh....buka seperti yin dan yang yg selalu melengkapi. Tpi mereka tdk bisa melengkapi.. Duuu sedihhh Kasihan ya jdi ny.. Semangat kak sinospsis nya aku lebih suka goresan tangan kak yg nyaman bacany dan enteng alur ceritanya..

    ReplyDelete
  2. Awalnya takut jdi kalo baca ska siang za hahah kebwa crita jd parno an..

    ReplyDelete