Thursday, August 30, 2018

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 08-5/5

2 comments

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 08-5/5
Images by : Channel 3
Wat masuk ke dalam rumah Prim dengan marah. Dia memberitahu Prim kalau dia datang ke sana dengan buru-bur karena mendengar Prim terkena masalah, tetapi, ternyata Prim baik-baik saja. Karena itu, dia akan pergi.

Phu mengejar Wat dan memintanya untuk mendengan penjelasannya. Dia tidak akan membela diri, tetapi selama ini dia sudah berusaha memenuhi janjinya.
“Tapi… kau tidak bisa menghentikan hatimu, kan?” tanya Wat. “Tidak usah khawatir, bro. Aku tidak menyalahkanmu. Karena Prim tidak mungkin akan tergoda. Jika aku adalah kau, aku juga akan melakukan hal yang sama,” ujarnya dengan sinis.
Phu meminta Wat untuk tidak marah seperti ini. Jika marah, pukuli dia langsung. Dan Wat langsung melakukannya.
Prim melihatnya dan merasa khawatir. Wat marah dan berlalu pergi. Phu hendak mengejarnya tetapi Boot menghentikan. Wat sedang marah dan apapun yang Phu katakan akan percuma. Dia akan mengatasi Wat, dia sudah biasa menangkap anjing gila.

Boot ikut dalam mobil Wat. Tetapi, di tengah jalan, Wat keluar mobil dan berteriak seperti orang gila di pinggir jalan. Boot terkejut melihat kelakuan Wat. Dia mengambil kunci mobil Wat dan keluar untuk menenangkan Wat.
Boot menawarkan untuk mengantar Wat pulang, biar dia yang menyetir, karena sekarang Wat dalam kondisi tidak stabil. Wat tidak mau dan menyuruh Boot tidak mengaturnya.
Boot jadi emosi juga, dia menegaskan kalau dari dulu Prim tidak pernah menyukai Wat sama sekali.
“Lalu… kenapa kau memberiku harapan? Kau bilang aku punya kesempatan untuk mendapatkan hati Prim!” marah Wat.
“Aku bilang begitu?” tanya Boot bingung. Dan dia kemudian teringat saat di rumah Wat, dia menyuruh Prim untuk memberitahu kalau dia khawatir dengan Wat. Dia bahkan membual kalau Prim selalu membicarakan Wat sejak dia bekerja. “Ya. Aku ingat! Aku memang mengatakannya. Tetapi waktu itu, aku hanya ingin memberikan dorongan moral padamu, jadi kau bisa cepat sembuh!”
Wat marah dan meminta kunci mobilnya. Tetapi, Boot tidak mau memberikannya. Wat tidak memaksa, dan pergi berjalan kaki. Boot kesal dengan kelakuan Wat yang impulsif.
--
Wat sudah tiba di rumahnya. Dia merenung dan mengingat saat Phu mencium Prim. Hatinya sangat sakit.
Boot mengantar mobil Wat ke apartemennya. Dia meminta security memberikan kunci mobil ke Wat. Boot terlihat mengkhawatirkan Wat.
--
Boot sudah pulang ke rumah Prim. Prim bertanya apa Wat sudah pulang? Boot membenarkan, dia berusaha baik-baik saja dengan bertanya hubungan Prim dan Phu. Prim dengan malu-malu bercerita.
“Prim! Kau dapat jatuh cinta dengan orang sebaik Khun Phu, aku tidak bisa memberikan selamat,” ujar Boot.
“Aww. Kenapa?”
“Karena Khun Phu mempunyai Khun Vicky yang terus bergantung padanya! Mulai dari sekarang, kau harus bersiap dengan segala yang terjadi.”
Prim terlihat memikirkan perkataan Boot yang ada benarnya.
--
Khun Pat mendapat laporan dari orang suruhannya. Dia sudah menyakiti Prim, tetapi tidak membuatnya mati. Khun Pat senang mendengarnya dan akan membayar orang tersebut untuk tutup mulut.
Vicky ternyata ada di sana dan mendengarnya. Khun Pat heran melihat wajah Vicky yang terlihat tidak suka dengan tindakannya. Khun Pat mengingatkan kalau Vicky kan juga membenci Prim.
“Aku khawatir pada mama. Jika Prim melapor ke polisi dan jika polisi menemukan pelakunya, mama akan berada dalam masalah,” jawab Vicky.
Khun Pat menenangkan Vicky. Mereka punya banyak harta dan uang, jadi tidak akan ada masalah apapun. Tidak ada yang bisa menganggu mereka. Vicky tersenyum mendengarnya.
--
Khun Barami kembali bermimpi saat Phon terjebak dalam api. Karena mimpi itu, dia terjaga. Khun Pat masuk dan heran karena Khun Barami belum tidur. Dia kemudian meminta Khun Barami untuk memijat kakinya lagi.

Khun Pat duduk di sofa panjangnya. Khun Barami menyuruhnya untuk tidur di tempat tidur seperti kemarin ketika dia memijat. Tetapi, Khun Pat menolak, dia ingin duduk di sofa dan menyuruh Khun Barami duduk di lantai sambil memijatnya. Khun Barami terlihat tidak suka tetapi menahan perasaannya.
--
Rita bersiap untuk hari kerja pertamanya di perusahaan Touch. Dia mengenakan pakaian rapi dan masuk ke dalam perusahaan. Tetapi, karyawan di sana memberitahu kalau departemen menjahit ada di Pathum Thani. Kebetulan, Khun Nee melihatnya dan menyindir Rita yang tidak tahu dimana departemen menjahit padahal sudah di terima kerja. Rita meminta maaf. Khun Nee kemudian memerintahkan sekretarisnya memberikan pakaian kerja untuk Rita.
Touch pagi-pagi sudah pergi ke perusahaan untuk menemui Rita. Rita keluar memakai seragam bersama dengan Khun Nee. Khun Nee memberitahu kalau akan ada bus yang datang menjemput untuk membawa Rita ke pabrik. Touch terkejut karena Rita akan bekerja di pabrik. Khun Nee membenarkan, dia akan memberikan Rita bekerja di pabrik bukan departemen menjahit sebagai desainer. Dan dia tidak ingin mendengar protes Touch.
Rita mulai bekerja. Dia bekerja dengan giat.
--

Touch curhat dengan Phu mengenai ibunya yang tanpa alasan terlihat membenci Rita. Hal itu membuatnya galau, karena dia sangat mencintai Rita dan juga Rita sangat baik. Setelah mendengar nasihat Phu, Touch memutuskan untuk menyuruh anak buahnya memata-matai Rita, dan mengirimkan video mata-mata tersebut ke ibunya, agar ibunya dapat melihat kalau Rita benar-benar baik.
Phu menyarankan kalau bukan hal itu yang penting. Yang harus Touch lakukan adalah membuat ibunya percaya bahwa Touch bertanggung jawab dan dapat memutuskan yang terbaik untuk hidupnya. Dan juga, jangan biarkan orang lain mengatur hidup Touch lagi. Buktikan kalau dia sudah berubah dan menjadi kuat.
Touch setuju dengan saran Phu. Dia akan menjadi kuat untuk Khun Rita.
--
Touch terus menggumamkan kata-kata itu, kalau dia akan menjadi kuat demi Rita. Dia beranjak untuk bertemu ibunya. Khun Nee yang melihat Touch, memberitahu langsung kalau dia sudah menyuruh sekretaris Touch untuk menyiapkan makan siang, jadi Touch tidak perlu makan di luar.
“Ibu. Aku mau membicarakan sesuatu,” ujar Touch.
“Nanti saja. Sekarang sudah siang, kau harus makan. Cuci tanganmu,” perintah Khun Nee.
“Aku tidak mau!” lawan Touch.
“Ada apa denganmu?” tanya Khun Nee marah karena Touch berani melawannya.
“Aku sudah dewasa. Terserah aku mau cuci tangan atau tidak. Aku akan memutuskannya sendiri. Aku akan mati karena bakteri masuk ke mulutku, itu juga urusanku. Karena ini tubuhku, bukan Ibu!”
“Kau berani bicara seperti itu?!”
“Ya.”
“Aku akan bilang sama ayah!” ancam Khun Nee.
Dan akhirnya, Touch pergi mencuci tangan seperti perintah Khun Nee. Phu menghela nafas melihatnya. Touch sendiri sangat kesal padahal dia hampir menang melawan ibunya.
“Aih, Touch. Aku menyuruhmu untuk menjadi kuat, bukan menyuruhmu untuk melawan ibumu,” beritahu Phu. “Menurutku, lupakan saja semua saranku. Aku rasa saranku tidak cocok untukmu. Aku akan memikirkan cara lain.”
Touch diam saja. Dia kemudian bertanya apa Phu sudah bicara dengan Wat? Phu memberitahu kalau dia masih belum bisa menghubungi Wat, dan juga tidak tahu dimana Wat sekarang. Touch malah tenang - tenang saja, menurutnya, sekarang ini palingan Wat kalau bukan mukulin dinding, pasti sedang berdiri di depan shower.
Dan… benar saja…
Wat sedang berdiri di depan shower dan menyiram dirinya hingga basah. Dia kemudian mengingat saat Phu mencium Prim dan merasa sangat marah. Saking marahnya, dia hendak memukul dinding dengan kepalan tangannya. Tetapi, hal itu tidak jadi karena Touch keburu datang mencegah.
Touch menggumam kalau dia sangat ahli menebak, tetapi kenapa tidak bisa membaca perasaan wanita.
Wat yang dalam keadaan telanjang, malu melihat Touch dan bertanya bagaimana cara Touch masuk ke apartemennya? Touch dengan tenang menjawab kalau Wat tidak mengunci pintu jadi dia masuk saja. Touch kemudian menyuruh Wat untuk tidak memukul dinding karena hanya akan membuat tangan Wat sakit dan juga lama sembuhnya nanti. Kalau mau, nyanyi dan teriak saja.
Wat kesal mendengarnya dan berteriak menyuruh Touch untuk segera keluar.
Saat Touch sudah keluar, Wat langsung berteriak-teriak sambil menyanyi. Touch tertawa mendengarnya.
--
Khun Barami sedang melihat-lihat sepatu sambil menelpon Phu. Dia bertanya mengenai sepatu pesananannya untuk Prim dan meminta Phu untuk tidak memberitahu Prim jika dia yang memberikan sepatu. Bilang saja, Phu yang memberikan sepatu itu.
Phu merasa tidak enak jika dia yang menerima rasa terimakasih Prim. Khun Barami tidak mempermasalahkannya, asalkan Prim senang dan mau memakai sepatu itu, dia sudah bahagia.
Phu mengerti. Dia kemudian bertanya desain sepatu yang Khun Barami inginkan. Khun Barami menjawab kalau dia mau sepatu yang heels nya tidak terlalu tinggi dan juga bagian depannya jangan terlalu runcing. Jika terlalu runcing, akan terasa sakit jika berjalan jauh. Kebetulan, Khun Samorn lewat dan mendengar pembicaraan Khun Barami.

Khun Samorn langsung melaporkan hal itu pada Khun Pat, bahwa Khun Barami memesan sepatu dari Phu untuk seorang wanita. Khun Pat awalnya penasaran, tetapi, dia kemudian mengira kalau itu sepatu untuknya. Karena, Khun Barami memesan sepatu dengan heels yang tidak tinggi dan bagian depannya tidak runcing / lancip. Dia teringat waktu Khun Barami memijat kakinya dan mengatakan hal yang sama padanya.
“Dia memesannya untukku,” beritahu Khun Pat dengan senyum lebar di wajahnya. “Kemarin malam aku mengeluh karena kakiku sakit, dia mungkin ingin memberikan kejutan dengan memesan sepatu baru untukku.”
Khun Samorn jadi malu. Dia meminta maaf karena sudah salah paham. Dan juga dia iri pada Khun Pat karena punya suami perhatian seperti Khun Barami. Kemudian, dia langsung pamit keluar.
--
Wat sudah siap mandi dan Touch mengajaknya bicara. Touch beralasan kalau dia kebetulan lewat dan mampir karena ingin melihat keadaan Wat. Phu sangat khawatir. Wat tidak percaya karena Phu sudah mengkhianatinya.
“Kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau sendiri yang bilang, selama Khun Prim belum menjadi pacar siapapun, semua lelaki punya hak untuk mendekatinya,” ingati Touch.
“Tetapi, dia sudah berjanji padaku, dia tidak akan mendekati Prim.”
“Dia tidak mendekati Prim. Dia menciumnya!”
Wat kesal. Dan Touch segera menjawab kalau dia hanya bercanda agar Wat merasa lebih baik. Tetapi, dia merasa perkataannya benar, siapa yang bisa melaran Phu jatuh cinta pada Prim.
“Tapi aku yang pertama menyukai Prim,” jawab Wat.
“Hal seperti ini bukan tergantung siapa yang suk apertama. Tetapi, tergantung si wanita memilih siapa!”
Wat terdiam mendengar perkatan Touch. Dia kemudian mengajak Touch untuk ikut dengannya.
--
Boot menemani Prim pergi ke P.Paul untuk mengajar Vicky. Phu menyambutnya dan menyuruh Prim untuk tidak memaksakan diri mengajar jika masih belum sehat (karena penyerangan oleh pria tidak di kenal kemarin). Prim menjawab kalau dia baik-baik saja dan juga dia sudah berjanji pada Vicky.
“Jadi kau sudah pulih dari shock kemarin malam (ciuman)?” tanya Phu.
“Hahahaha… sudah pulih. Sangat pulih,” jawab Boot tertawa keras. “Hanya aku yang belum pulih usai melihat scene manis kemarin. Terasa seperti masih menempel di mataku.”
Prim malu mendengarnya dan menyuruh Boot diam. Phu malah menimpali kalau Boot akan terbiasa melihatnya. Prim jadi makin malu.
--
Wat bersama Touch pergi ke P.Paul. Wat bertanya memastikan apa Touch yakin kalau hari ini Prim akan datang ke sini untuk membuat sepatu bersama Vicky? Touch menyakinkan.
Touch ragu dan bertanya Wat mau melakukan apa mencari Prim? Wat menjawab kalau dia hanya ingin tahu perasaan Prim sebenarnya.
Wat masuk ke ruang biasa Prim mengajari Vicky. Dan dia melihat Phu bersama Prim serta Boot. Phu sendiri kaget karena Wat datang. Boot juga kaget melihat Wat.

2 comments:

  1. Mbk chunov mksih atas informasi nya kmrin.. Tdi lgsung cus lihat episode terakhir nya walaupun hanya subtitle ingris.. Wahh alhamdulilah semua dengan happy ending.. Tpi tetap semngat ya mbk nulis nya. Ku kan selalu stia mampir untuk baca sinopsis nya.. Semangatt ya mbk... Alapppyu.. Semoga mbk sehat selalu...

    ReplyDelete
  2. Oiya min...kalau mau lhat di youtube keseluruhan episode nya apa min?

    ReplyDelete