Wednesday, August 1, 2018

Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 02

2 comments
 Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 02
Images by : MBC
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Ji Hyun dan Ji Eun lemas mendengar hutang yang dimiliki Hee Sook. Dan saking kesal dan marahnya, Ji Hyun segera membereskan baju-bajunya. Dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan meninggalkan Hee Sook. Ji Eun melarangnya, karena hal itu tidak bertanggung jawab.
“Jika eonni pergi, lalu bagaimana dengan aku dan Ibu?” tanya Ji Eun marah.
“Aku sudah cukup berusaha. Saat Ibu menyia-nyiakan uangku untuk berinvestasi tanah, aku berhenti sekolah dan bekerja. Aku membayar biaya hidup. Setelah kau masuk ke perguruan tinggi itu, aku menyerah kembali bersekolah,” ungkap Ji Hyun melampiaskan perasaannya yang selama ini sudah di pendamnya.
“Eonni-neun, kau pikir kau selalu berkorban. Segalanya sulit bagimu. Sulit juga bagiku. Begitu sulit hingga aku merasa ingin mati,” ujar Ji Eun.
Tetapi, Ji Hyun tidak percaya dengan ucapan Ji Eun. Dia tetap memilih untuk pergi.
Hee Sook yang melihat Ji Hyun keluar dari kamar dengan membawa tas besar, berusaha menghalanginya untuk pergi. Ji Hyun emosi.
“Ini hari ulang tahunku, ibu. Ini hadiah untuk diriku sendiri, jadi jangan hentikan aku,” ujar Ji Hyun tegas.
Ji Eun berusaha memanggilnya tetapi Ji Hyun tetap keluar dari rumah.
--
Ji Hyun pergi ke rumah Min Seok dan menunggu di luar sambil minum-minum. Ji Hyun mengirimkan pesan, bertanya Min Seok ada dimana? Karena Ji Hyun melihat lampu rumah Min Seok masih mati. Tetapi, tidak ada balasan dari Min Seok.
--
Soo Ho sudah tersadar. Dan tentu saja dia kaget, karena berada di rumah sakit. Perawat membawa Soo Ho untuk menemui dokter dan mendengarkan diagnosis hasil pemeriksaan.
Neural crest stem cells menghubungkan sel-sel syaraf di otak anda. Di situlah letak kankernya,” beritahu dokter. “Kami menyebutnya glioblastoma. (Glioblastoma : penyakit tumor otak yang muncul pada hemisfer otak, selain itu juga bisa muncul pada bagian maupun termasuk sum-sum tulang belakang.) Ini adalah tumor otak yang paling ganas dan paling sulit di sembuhkan. Jika pembuluh darah rusak selama operasi, maka Anda bisa jatuh koma. Dan tidak pernah sadar lagi selamanya. Bahkan jika Anda di operasi dan menjalani kemoterapi pun, Anda tidak bisa hidup lama. Itulah kenapa operasi juga tidak berguna. Melakukan radioterapi dan kemoterapi dapat memperlambat pertumbuhan tumor. Tapi jika melakukannya, Anda juga akan membunuh sel-sel normal secara bersamaan. Anda harus mempertimbangkannya,” jelas dokter.
“Maksud Anda … aku mengidap tumor ganas di kepalaku ini. Aku tidak bisa menjalani operasi, dan paling lama akan bertahan 6 bulan. Apa itu benar?” tanya Soo Ho tidak percaya.
“Dalam kasus glioblastoma, jika operasi bisa dilakukan, tingkat kelangsungan hidup untuk mendapatkan 3 tahun lagi adalah 10 persen. Tetapi dalam kasus Anda, tumor terletak di suatu tempat di mana operasi akan terlalu sulit.”
Soo Ho tidak percaya mendengarnya. Dia menuduh kalau dokter sudah di suap oleh saudara tirinya, Soo Chul, untuk mengatakan hal itu. Soo Ho bahkan membaca papan nama dokter itu : Park Seung Min. Dia dengan tajam berkata kepada dokter itu bahwa dia tidak akan mati.
Soo Ho keluar dari rumah sakit dan kebetulan berpas-pasan dengan Ji Hyun yang datang untuk melihatnya. Ji Hyun masih menenteng tas besarnya, yang berarti dia semalaman tidur di luar. Ji Hyun bertanya kondisi Soo Ho? Dia juga memberitahu kalau kemarin dia sudah berusaha menghubungi keluarga Soo Ho, tetapi, tidak bisa karena ponsel Soo Ho terkunci password.
Soo Ho mengusir nya pergi. Tetapi, Ji Hyun tidak mau, dia memberitahu kalau kemarin dia membayar biaya test Soo Ho dan karena itu dia minta uangnya di bayar kembali. Soo Ho tidak mau mendengarkannya dan terus berjalan keluar rumah sakit. Ji Hyun jadi kesal.
Ji Hyun terus mengikutinya. Dan dia memberitahu kalau uang yang kemarin Soo Ho tawarkan padanya, ada padanya dan dia simpan. Ji Hyun berjanji akan mengembalikan uang itu di kurangi dengan biaya test rumah sakit Soo Ho. Tetapi, Soo Ho benar-benar mengabaikannya.
Ji Hyun membongkar tas-nya untuk mengembalikan uang itu, tetapi uangnya tidak ada di dalam tas. Dan Soo Ho malah berlalu pergi tanpa mendengarkan Ji Hyun. Ji Hyun terus berteriak kalau dia berjanji akan mengembalikan uang tersebut.
--
Soo Ho berada di restorannya (di dalam kantornya) dan mencari info mengenai penyakit-nya. Pikirannya kalut mengetahui kalau itu adalah penyakit mematikan.  
Soo Ho makan siang dengan lahap di restoran. Manajer menjelaskan kalau itu adalah resep terbaru restoran dan kemungkinan akan di luncurkan di cabang lain tahun depan. Soo Ho marah dan menegur manajer untuk tidak membicarakan masa depan. Lakukan sesuatu yang bisa kau lakukan segera.
Usai mengatakan hal itu, Soo Ho pergi dengan supirnya. Di tengah jalan, dia menyuruh supirnya berhenti dan memerintahkan untuk membelikannya obat pencernaan. Sang supir langsung keluar.
Berada sendirian di dalam mobil, Soo Ho mulai meluapkan kesedihannya. Dia terus menerus memukuli kepalanya dan setelah itu dia mulai menangis keras dan menjerit-jerit. Dia sangat takut dengan kenyataan kalau dia akan mati.
--
Soo Ho datang ke rumah sakit kembali dan masuk ke ruangan dokter Park. Para perawat menghalanginya karena dr. Park sedang melayani pasien lain. Soo Ho terus menerobos masuk dan mengunci pintu dari dalam.
dr. Park melihat kedatangan Soo Ho dan dengan tenang menyuruh Soo Ho untuk memeriksa ke rumah sakit lain jika tidak percaya dengan diagnosisnya. Soo Ho berteriak keras, kenapa aku yang harus mengalami hal ini? Aku bahkan tidak pernah menggunakan otakku.
“Ada sesuatu yang selalu aku katakan… kepada pasien yang tidak bisa bertahan lama. Penyesalan tentang waktu yang berlalu, hanya akan membuang waktu Anda. Anda harus berpikir, bagaimana menghabiskan sisa waktu Anda agar berarti. Waktu itu memanglah terbatas, berlalu bagi semua orang,” nasihat dr. Pak.
“Hentikan omong kosong itu!”
Usai mengatakan hal itu, Soo Ho pergi dari rumah sakit.
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.
--
Ji Eun sedang merapikan baju Ji Hyun dan menemukan di dalam saku jaket Ji Hyun ada segepok uang. Sialnya, Hee Sook juga melihat uang itu dan segera mengambilnya.
--
Ji Hyun menemui Ji Eun di kampus Ji Eun untuk meminta Ji Eun mengambilkan jaketnya. Dan Ji Eun memberitahu hal tersebut. Ji Hyun sangat marah karena Ji Eun membiarkan Hee Sook mengambil uang tersebut.
Ji Eun berusaha menjelaskan kalau ibu sudah berjanji akan mengembalikan uang itu besok. Dan Ji Hyun tidak percaya dengan perkataan ibunya itu, Hee Sook. Ji Eun marah dan mengingatkan kalau Hee Sook tetap adalah ibu mereka.
“Tapi, darimana eonni mendapatkan uang itu? Ada sekitar 10.000 dollar,” tanya Ji Eun.
“Itu harga diriku,” jawab Ji Hyun kesal. “Kau harus membayarnya jika Ibu bohong. Aku tidak mau tahu.”
Ji Hyun hendak pergi tetapi Ji Eun menghalanginya. Dia memberikan hadiah ulang tahun untuk Ji Hyun, tetapi Ji Hyun menyuruh Ji Eun untuk memberikannya saja di rumah. Ji Eun berteriak menyuruh Ji Hyun untuk pulang dan dia akan menunggu.
--

Ji Hyun sedang bekerja di W dept. Store. Dan dari jauh, Min Seok memperhatikannya. Dia juga melihat saat para pelanggan bersikap semena-mena pada Ji Hyun.
--
Min Seok dan Ji Hyun makan siang bersama di swalayan. Ji Hyun sangat senang karena Min Seok mengunjunginya. Min Seok sendiri terlihat tidak nyaman. Ji Hyun curiga dan bertanya apa Min Seok sudah tahu kejadian itu (dirinya berlutut dan meminta maaf pada Soo Ho)? Min Seok diam, yang berarti ya.

Ji Hyun malu menyadari hal itu. Dan Min Seok meminta Ji Hyun untuk berhenti bekerja di dept. W, karena hal itu membuatnya marah melihat Ji Hyun di perlakukan seperti itu. Ji Hyun menolak untuk berhenti karena sangat sulit mencari pekerjaan sekarang dan lagipula dia tidak melakukan kesalahan.
Min Seok berusaha membujuk Ji Hyun, tetapi Ji Hyun tetap pada pendiriannya. Dia menenangkan Min Seok untuk tidak khawatir karena pekerjaannya tidak sulit. Lagipula Putra Ketua (Soo Ho) sudah datang meminta maaf padanya. Ji Hyun kemudian pamit pergi untuk bekerja.
--
Hari sudah malam, dan Soo Ho minum-minum sambil menyusuri jalan.
“Aku iri. Semua orang yang ada di sini, akan hidup lebih lama dariku,” Soo Ho berbicara di dalam hatinya.

Soo Ho kemudian melihat ke langit dan tiba-tiba menjatuhkan dirinya ke belakang. Adegan terlihat seperti dia yang jatuh tenggelam, “27 tahun. Hidupku tinggal sedikit. Jika aku mati, akankah aku jadi bintang?”

Soo Ho terjatuh terlentang di jalan dan melihat ke bintang-bintang di langit. Dia tertawa memikirkan hal itu dan orang - orang yang lewat melihatnya dengan aneh.
Ponsel Soo Ho berbunyi, dan entah siapa yang menelpon, yang jelas Soo Ho mengajak orang itu untuk berpesta malam ini. Dia bahkan menyuruh untuk mengumpulkan semua orang.
“Mari kita minum hingga mati!”
--
Ji Eun sangat marah pada Hee Sook karena semua uang Ji Hyun telah raib. Hee Sook menjelaskan kalau uang itu dia gunakan untuk investasi kesepakatan margin FX, dimana jika kita investasi dalam mata uang asing, kita bisa untung. Ji Eun tidak mau mendengarnya, dia berteriak marah menyuruh ibunya berhenti.
“Eonni benar. Aku tidak bisa mempercayaimu lagi,”ujar Ji Eun kecewa dan pergi dari rumah.
Hee Sook berusaha mencegahnya tetapi Ji Eun terus pergi.
--
Ji Eun pergi menemui seorang pria, Kang In Beom, untuk meminta pekerjaan. In Beom menertertawai Ji Eun yang kembali mencarinya padahal dulu bilang tidak akan pernah kembali lagi. Ji Eun tidak peduli dengan ejekan In Beom, dia hanya mau tahu kapan dia bisa mulai bekerja? In Beom balas bertanya kapan Ji Eun mau mulai?
“Malam ini,” jawab Ji Eun.
In Beom setuju dan mulai menulis di papan mengenai jadwal Ji Eun.
--
Soo Ho pergi ke klub dengan mabuk. Dan tanpa sengaja dia menyenggol saudara tirinya, Soo Chul. Soo Chul kesal dan mulai memprovokasi Soo Ho yang adalah anak tidak sah. Dan jika CEO Cheon sudah tua dan meninggal, dia akan mengusir Soo Ho keluar dari rumah tanpa uang sepeserpun. Atau mungkin, dia akan mengurung Soo Ho di bangsal sama seperti Ibu Soo Ho.
Mendengar ibunya di jelekkan, Soo Ho menjadi emosi dan menghajar Soo Chul. Pertengkaran tidak di elakkan. Dan semua yang ada di sana, bersorak mendukung perkelahian itu.
Soo Ho sangat emosi dan bahkan menggunakan pecahan beling untuk menusuk Soo Chul. Soo Chul ketakutan dan memohon agar Soo Ho tidak menusuknya.
“Dengarkan aku. Aku juga tidak ingin hidup. Aku bisa mati kapan saja. Tapi… aku tidak akan mati sendiri. Tidak akan pernah. Kau mengerti maksudku, kan?” ancam Soo Ho.
Soo Chul ketakutan. Dan saat Soo Ho menyuruhnya pergi, Soo Chul langsung pergi sambil menyebut Soo Ho yang sudah gila.
Soo Ho kemudian meminta pelayan untuk menyiapkan alkohol dan ‘hal lain.’
Soo Ho menghubungi Chae A dalam keadaan mabuk. Dia ingin menemui Chae A untuk membicarakan pernikahan mereka, dan karena itu dia ingin Chae A cepat datang.
Selesai telepon, kita melihat ada seorang wanita di samping Soo Ho. Wanita itu adalah Ji Eun. Dan mereka berada di dalam kamar Soo Ho. Soo Ho menyuruh Ji Eun untuk duduk dan menawarkan minumannya. Ji Eun menerimanya dan meminumnya langsung dari botol.
--

Ji Hyun pulang ke rumah dan heran karena rumah sangat gelap dan tidak ada orang. Saat masuk ke dalam, Ji Hyun mendapati sebuah toples di meja berisi lembaran uang. Di toples itu tertempel memo : Ji Hyun, Ji Eun, aku minta maaf. Aku pikir aku tidak bisa membayar kembali semuanya. Kalian jangan mencariku.
Ji Hyun kesal membaca memo Hee Sook tersebut.
--

Chae A datang dengan dandanan cantik ke kamar Soo Ho. Dia menekan bel, dan yang membuka adalah Ji Eun dalam balutan baju piyama merah yang seksi. Chae A jelas terkejut dan marah melihat hal itu.
Dengan langkah gontai, Chae A masuk ke dalam kamar. Dan dia bertanya dimana Soo Ho.
“Dia sedang tidur,” jawab Ji Eun dengan santai.
Chae A melangkah ke kamar dan benar, Soo Ho sedang tertidur pulas. Ji Eun kemudian menggerutu karena Soo Ho belum membayarnya. Chae A terlihat marah mendengar hal itu.

Dia mengikuti Ji Eun yang pergi ke meja di dekat kolam berenang. Ji Eun mengambil baju merahnya dan memakainya. Chae A menghela nafas dengan kesal. Ji Eun mendekatinya dan memberitahu kalau dia dan Soo Ho tidak melakukan apapun.
“Dia bilang dia akan membayarku jika aku berdandan,” jelas Ji Eun. “Tapi… aku rasa dia benar-benar tidak ingin menikah.”
Chae A marah mendengarnya. Dan dengan tas-nya, dia mulai memukuli kepala Ji Eun. Tidak hanya sekali, tetapi berulang kali. Terakhir, dia membantingkan tas-nya ke kepala Ji Eun dengan keras hingga tas-nya terlempar.
“Ambilkan! Ambilkan dan nanti aku akan membayarmu,” perintah Chae A.
Ji Eun kesal dan merasa terluka. Tetapi, demi uang, dia mulai mengambil tas Chae A dan bahkan memunguti isi barang tas Chae A yang terlempar keluar. Setelah itu, dia menyerahkan tas itu ke Chae A sambil menahan air matanya.

Chae A masih belum puas. Dia melemparkan uangnya ke dalam kolam dan menyuruh Ji Eun untuk memungutnya. Ji Eun menangis, harga dirinya terluka. Chae A mengingatkan kalau Ji Eun itu datang untuk mendapatkan uang.

Chae A keluar dari kamar dengan kesal. Dia berjalan cepat di lorong kamar. Dia kemudian merasakan tangannya basah, dan saat dia melihat tangannya, terlihat ada noda darah. Chae A melihat tas-nya dan di tasnya ada noda darah juga. Dia sadar kalau kepala Ji Eun terluka karena pukulannya. Tetapi, bukannya merasa bersalah, dia malah merasa kesal karena tas-nya jadi bernoda. Dan karena itu, dia membuang tas-nya ke keranjang cleaning service yang ada di lorong.
Ji Eun menghapus air matanya. Dan dengan langkah gontai, dia mendekat ke kolam dan mengumpulkan lembaran uang-uang tersebut. Tetapi, uang itu mengambang semakin jauh, dan saat Ji Eun meraihnya, dia tercebur ke dalam. Awalnya, dia masih bisa berdiri di dasar kolam, tetapi karena kondisinya yang mabuk dan kepalanya yang sakit. Makin lama, Ji Eun semakin tenggelam.

Ji Hyun menghubungi ponsel Ji Eun, tetapi tidak di angkat. Ji Hyun akhirnya meninggalkan pesan suara menyuruh Ji Eun untuk pulang karena hari sudah malam. Dia juga memberitahu kalau ibu pergi dari rumah.
Ji Eun tenggelam di dalam kolam. Dan tubuhnya mengambang.
---
Min Seok menemui Tn. Nam yang memerintahkannya untuk mencari putra Ketua dan mencari tahu apa yang terjadi semalam, karena Soo Ho kemarin bertengkar dengan Soo Chul di club.
Min Seok dengan terpaksa menyanggupi.
--
Min Seok pergi ke kamar Soo Ho. Dia menekan bel dan mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban. Min Seok akhirnya meminta petugas hotel untuk membukakan pintu.
Dan kembali ke awal episode 01, Min Seok menemukan tubuh Ji Eun yang tidak bernyawa bersama dengan Soo Ho.
Soo Ho berada di rumah sakit itu juga saat Ji Hyun datang berlari di lorong rumah sakit untuk melihat Ji Eun-nya. Soo Ho mendengar suara Ji Hyun yang panik.
Ji Hyun masuk dan menangis histeris melihat mayat adiknya. Min Seok di sampingnya dan berusaha menguatkannya. Dan Min Seok terlihat memikirkan sesuatu.

Flashback
Saat petugas 911 datang dan membawa mayat Ji Eun keluar, Min Seok menemukan sesuatu. Sebuah pena di bawah meja. Pena dengan ukiran : Kebenaran akan di tegakkan. Min Seok ingat kalau itu adalah pena-nya yang di ambil oleh Chae A.
Flashback END
Soo Ho di bawa ke kantor polisi. Wajahnya tampak linglung karena tidak mengerti dengan yang terjadi.

2 comments: