Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 05



Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 05
Images by : MBC
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Ponsel Ji Hyun berbunyi. Tetapi, Ji Hyun tidak mengangkatnya. Dia berjalan menyeberangi jalan. Banyak mobil yang mengklakson padanya. Soo Ho jelas panik. Dia segera keluar dari mobil dan menerobos hujan. Dia melindungi Ji Hyun dari mobil dan setelah itu memarahinya, apa dia tidak mau hidup lagi?. Ji Hyun jatuh terduduk dan memandangi Soo Ho.
“Aku juga tidak tahu. Aku ingin hidup… atau tidak,” jawab Ji Hyun dengan suara bergetar.
Soo Ho terdiam. Dia merasa bersalah.
“Ada hal yang harus kulakukan sebelum mati.”
Soo Ho kemudian, menggendong Ji Hyun (ala gedongan putri) dan membawa nya ke seberang jalan.
“Aku tidak punya… banyak waktu.”
TIME
Hujan sudah reda. Ji Hyun dan Soo Ho berjalan bersama di jalan taman. Ji Hyun merasa risih karena Soo Ho terus mengikutinya. Soo Ho jelas malu karena dibilang mengikuti, jadi dia mengklarifikasi kalau dia bukan mengikuti tetapi sedang jalan-jalan. Dia berjalan cepat ke depan Ji Hyun dan memarahinya agar tidak mengikuti.
Ji Hyun menebak kalau Soo Ho mengikutinya karena masalah waktu itu di departemen store. Dia menyuruh Soo Ho untuk tidak khawatir karena dia tidak akan menuntut ataupun membuat masalah. Soo Ho diam saja tidak merespon. Jadi, Ji Hyun menebak jangan-jangan Soo Ho mencarinya karena uang 10.000 dollar yang waktu itu dia ambil.
“Dengar. Kau tahu berapa banyak uangku?” ujar Soo Ho (maksudnya, iya tidak peduli kalau uang itu di ambil). “Ah. Lupakan. Aku tidak punya banyak uang. Kembalikan. 10.000 dollar itu. Aku memerlukannya sekarang. Itu sebabnya aku terus mengikutimu,” ujar Soo Ho kembali merubah perkataannya agar punya alasan mengikuti Ji Hyun.
Ji Hyun jadi kesal. Dia menegaskan kalau dia akan segera mengembalikan uang itu, jadi tidak perlu khawatir. Soo Ho jadi kesal mendengarnya, dia berteriak kalau Ji Hyun tidak mau dia khawatir, maka jangan bertingkah seperti itu (berjalan dalam hujan dan menerobos jalan raya). Ji Hyun jadi bingung mendengarnya.
“Maksudku, aku khawatir kau akan melarikan diri,” alasan Soo Ho. “Jika kau kabur, aku akan kehilangan uang itu.”
“Aku bukan orang seperti itu,” marah Ji Hyun.
“Tidak ada yang bakal ngaku jika dia orang seperti itu. Begini saja, jangan melarikan diri. Tandatangani kontrak perjanjian saja, maka aku bisa merasa lega.”
Ji Hyun yang tidak mau memperpanjang masalah setuju. Dan Soo Ho segera memanggil Bok Kyu yang ada di samping mobil, di sebelah jalan, untuk mendekat. Dan Soo Ho membawa Ji Hyun untuk ikut dengannya untuk membuat surat pernjanjian.
--
Tn. Nam bersama Soo Chul berada di lantai 2, dan melihat para wartawan yang berkumpul untuk mendengarkan conference pers. Tn. Nam membujuk Soo Chul untuk membatalkan sebelum terlambat. Tetapi, Soo Chul tidak mau, karena toh dia yang akan mewarisi perusahaan, jadi Tn. Nam tidak perlu khawatir. Ini satu-satunya kesempatan untuk menghancurkan Soo Ho.
Soo Chul dan tn. Nam ke lantai bawah untuk menemui para wartawan, tetapi Min Seok menghampirinya dan menyuruhnya untuk menunggu sebentar lagi. Soo Chul tidak mau dan menyuruh Min Seok untuk menyingkir dan tidak menghalangi jalannya jika tidak mau terluka.
Untunglah, Chae A tiba saat itu dan mengajak Soo Chul untuk bicara sebentar dengannya.

Mereka bicara di tempat sepi. Chae A menawarkan kesepakatan untuk membiarkan Soo Chul mengelola pasokan makanan untuk bisnis restoran Taeyang asalkan conference pers di batalkan. Soo Chul menolak dan memperingati Chae A untuk tidak mengganggunya.
“Anda pernah membuat dana rahasia dengan uang perusahaan. Anda membeli saham dengan nama palsu. Apa Ketua mengetahuinya?” ancam Chae A membongkar semua kebusukan Soo Chul.
Dia bahkan memberikan berkas bukti yang di milikinya. Soo Chul mengambilnya dan memeriksa. Benar, Chae A tahu perbuatannya. Dan Chae A langsung menyuruh Soo Chul untuk tidak pernah mengungkapkan rahasia Soo Ho kepada publik (mengenai tuduhan kalau Soo Ho membunuh Ji Eun). Dan jika Soo Chul melakukannya, dia akan menjaga rahasia Soo Chul.
Soo Chul kesal dan bertanya apa tujuan Chae A sampai melindungi Soo Ho seperti ini. Chae A berbohong, kalau sampai hal ini ketahuan, pernikahannya dengan Soo Ho dapat di batalkan dan hal itu akan menyulitkannya.
“Anda pilih saja. Ingin bertahan bersama atau mati bersama?”
“Aku akan mati. Mari kita mati bersama,” pilih Soo Chul.
Soo Chul mulai menemui para wartawan. Sebelum itu, dia melihat Min Seok dan tahu kalau Min Seok lah yang telah menghubungi Chae A. Soo Chul memperingati Min Seok kalau dia sudah membuat kesalahan.
Pas saat itu, Soo Ho menelpon Min Seok dan bertanya keadaan di sana. Soo Chul segera mengambil alih ponsel Min Seok dan memberitahu Soo Ho kalau sebentar lagi hidup Soo Ho akan hancur. Tapi, mungkin dia akan menunjukkan belas kasihan jika Soo Ho mau datang dan memohon padanya. Usai mengatakan itu, Soo Chul mematikan ponsel dan mengembalikannya ke Min Seok.
--
Di dalam mobil, Soo Ho mengumpat kesal karena Soo Chul mematikan telepon begitu saja. Ji Hyun jelas khawatir dan bertanya apa ada masalah? Soo Ho kesal dan berteriak menyuruh Ji Hyun untuk tidak usah ikut campur. Menyadari kalau dia sudah salah karena berteriak pada Ji Hyun, Soo Ho melembutkan suaranya. Dia memberitahu kalau dia harus mampir ke suatu tempat dulu sebelum mereka menandatangani perjanjian.
--
Min Seok menghampiri Chae A dan bertanya apa yang sudah Chae A katakan pada Soo Chul? Chae A menjawab kalau dia tidak mengatakan apapun, dan cuma mengancamnya.
--
Soo Ho tiba di gedung kantor. Dia turun dan memperingati Ji Hyun untuk tetap menunggu di dalam mobil dan jangan pergi kemanapun. Dia juga memperingati Bok Kyu, jika Ji Hyun sampai kabur, maka itu kesalahan Bok Kyu.
Setelah Soo Ho turun, Ji Hyun meminta Bok Kyu memberitahunya apa yang sedang terjadi. Tetapi, Bok Kyu tidak berani karena jika dia beritahu mungkin Soo Ho akan membunuhnya.

Saat Soo Ho masuk ke dalam gedung, para wartawan yang melihatnya langsung heboh dan bertanya kenapa di adakan conference pers? Soo Ho tidak menanggapi dan berjalan menuju Soo Chul. Dia langsung bertanya apa yang Soo Chul inginkan.
“Berikan aku separuh saham perusahaan yang kau punya agar aku tutup mulut,” beritahu Soo Chul. “Maka aku akan merahasiakan itu selamanya.”
Min Seok dan Chae A tercengang mendengar permintaan Soo Chul. Sementara itu, Soo Ho mengingat saat dia melihat tubuh Ji Eun yang mengambang di kolam dan saat CEO Cheon bertanya padanya, apa dia membunuh atau tidak.
“Baik. Kau bisa mengambilnya,” putus Soo Ho. “Kita sudah beres, kan?”
“Belum. Bisakah bantu aku mengikat sepatuku. Aku sangat buruk dalam membuat simpul,” perintah Soo Chul.
Soo Ho jelas kesal. Dia kan sudah memberikan saham seperti yang Soo Chul inginkan. Soo Chul tidak puas, dia tetap menyuruh Soo Ho untuk mengikat tali sepatunya. Soo Ho tertawa sinis dan hendak pergi. Tetapi, Soo Chul memperingati, jika Soo Ho pergi, dia akan langsung mengumumkan.
Di dalam mobil, Bok Kyu merasa cemas. Ji Hyun jelas bisa merasakannya dan bertanya ada apa. Bok Kyu menjelaskan dengan gugup kalau dia mau BAB, jadi dia minta izin ke kamar mandi. Ji Hyun langsung mengizinkannya untuk pergi.
Soo Chul memperingati Soo Ho kalau sekarang ini dia yang punya kekuatan atas hidup Soo Ho. Apa Soo Ho mau berakhir seperti hidup ibu Soo Ho? Soo Ho jelas terprovokasi mendengarnya. Chae A segera memperingati Soo Ho untuk tidak memukul Soo Chul. Soo Ho yang baru melihat kehadiran Chae A, mengusirnya pergi.
Soo Chul semakin memprovokasi dengan menyebut Soo Ho bersembunyi di balik rok Chae A. min Seok jelas khawatir melihatnya.
“Baik. Mari kita ungkapkan,” putus Soo Ho.
Soo Chul jelas kaget dengan keputusan Soo Ho, termasuk dengan Chae A dan Min Seok. Dan kali ini, Soo Ho mengejek Soo Chul yang takut. Dia bahkan menyuruh Chae A untuk mendengar agar Chae A tahu apa yang sudah dia lakukan, dan orang seperti apa dia.
Ji Hyun memutuskan untuk turun dari mobil.
Soo Ho naik ke podium dan memperkenalkan diri sebagai putra Ketua W-Group. Cheon Soo Ho. Dan bersamaan dengan perkenalan diri Soo Ho, Ji Hyun masuk ke dalam gedung.
“Alasan kalian ada di sini hari ini adalah karena…,” ujar Soo Ho, namun kalimatnya terhenti saat melihat Ji Hyun.
Soo Chul menertertawainya sinis. Min Seok melihat tatapan Soo Ho dan menyadari kalau ada Ji Hyun di sini. Soo Ho melihat Ji Hyun dan teringat betapa Ji Hyun sangat histeris saat kematian Ji Eun.
“Alasan kalian ada di sini hari ini adalah karena aku,” ujar Soo Ho menguatkan diri. Dan Soo Chul tiba-tiba masuk dan mendorong Soo Ho turun podium.

Wartawan jelas heboh melihat hal itu dan berbondong-bondong berlari mendekat. Hal itu membuat Chae A dan Ji Hyun terjatuh di kerumunan. Dan MIn Soek memilih untuk menolong Chae A berdiri dan membawanya pergi dari sana melewati Ji Hyun. Ji Hyun jelas kaget melihatnya.
Soo Chul menghajar Soo Ho dan Soo Ho menyuruhnya untuk melupakan mengenai saham tersebut. Para wartawan terus mengerubungi mereka dan bertanya alasan mereka bertengkar. Soo Ho beranjak pergi dan Ji Hyun memandanginya.
Min Seok mengatar Chae A ke mobil dan menyuruh Chae A untuk segera pergi karena situasi sedang tidak aman.
Soo Chul juga di bawa oleh para pengawalnya masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Soo Ho.
Saat para wartawan sudah bubar, Soo Ho kembali ke gedung dan menjemput Ji Hyun yang masih menunggunya di dalam. Soo Ho masuk lewat pintu belakang gedung. Soo Ho memarahi Ji Hyun karena kabur dari mobil.
Ji Hyun menjelaskan kalau dia tidak kabur. Dia keluar dari mobil karena mengkhawatirkan Soo Ho. Soo Ho malah memarahi Ji Hyun karena mengkhawatirkannya. Dia kemudian melihat luka goresan di tangan Ji Hyun karena terjatuh. Ji Hyun menjawab kalau dia baik-baik saja.
Soo Ho terus mengomel sambil membalutkan sapu tangannya menutupi luka Ji Hyun. Setelah itu, dia menyuruh Ji Hyun mengikutinya.
--
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.
CEO Cheon mengumpulkan Soo Chul, Tn. Nam dan Min Seok. Dia memarahi Soo Chul karena sudah berani mengancam Soo Ho agar bisa mendapatkan bagiannya. Soo Chul gugup dan berbohong kalau dia hanya ingin membuat Soo Ho merasa takut dan bersalah karena sudah membunuh. CEO Cheon semakin marah dan melempari Soo Chul dengan gelas yang di pegangnya. Soo Chul ketakutan, dia berlutut dan memohon ampun.
Dan gelas yang di lempar CEO Cheon mengenai dahi Min Seok hingga berdarah. CEO Cheon memperingati Soo Chul, jika sampai berita ini bocor, maka dia akan menganggap itu adalah perbuatan Soo Chul. Dan dia akan segera menendang Soo Chul keluar tanpa sepeserpun. Soo Chul mengerti.
CEO Cheon kemudian memarahi Tn. Nam dan Min Seok karena tidak bisa mencegah Soo Chul. Dia mengusir merka untuk keluar.
--
Soo Ho membawa Ji Hyun ke restorannya dan memasangkan hansaplast ke luka Ji Hyun. Ji Hyun merasa tidak enak dan mengatakan bisa memasangnya sendiri. Soo Ho langsung marah-marah lagi, karena Ji Hyun bilangnya saat dia sudah selesai.  
Manager Hong datang dan menghidangkan teh hangat untuk mereka. Soo Ho mengomeli manager Hong karena lama sekali menyiapkan makanan.
“Kau tahu kan kalau aku benci porsi kecil yang datang berurutan,” omel Soo Ho. “Layani saja semuanya sekaligus.”
Dia berteriak-teriak menyuruh agar cepat. Ji Hyun sampai heran melihat Soo Ho yang suka teriak-teriak.
--
Min Seok berada di supermarket untuk makan mie cup dan juga memasang hansaplast di dahinya. Ibunya menelpon untuk menanyakan kabarnya. Ibunya juga menyuruhnya untuk berkunjung ke rumah. Min Seok meng-iyakan.
Selesai dia berteleponan dengan ibunya, seseorang kembali menelponnya.
Min Seok pergi ke suatu tempat. Dan yang menelpon tadi adalah Chae A yang mengajak bertemu. Dia mengajak Min Seok untuk naik ke mobilnya. Dia kemudian melihat dahi Min Seok dan bertanya kenapa? Min Seok berbohong kalau dia tadi terjatuh. Chae A hendak menyentuh dahi Min Seok, tetapi Min Seok mengelak.     
--
Makanan sudah selesai dan dihidangkan. Soo Ho memerintahkan Ji Hyun untuk makan dan dia tidak akan menyuruh Ji Hyun bayar. Ji Hyun jelas heran dan bertanya, kita harus makan semua ini sekarang?
“Aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku memesan semuanya,” jawab Soo Ho. “Makan! Ini kan makanan pertama hari ini. Untukku. Huh? Aku belum makan sepanjang hari, belum sempat. Aku kelaparan,” merepet Soo Ho.
Ji Hyun hendak membicarakan mengenai kontrak perjanjian mereka, tetapi Soo Ho tidak mau mendengarkan. Dia menyuruh Ji Hyun untuk untuk makan dan mereka bisa membicarakan kontrak setelah selesai makan. Ji Hyun terdiam.
Dan akhirnya, mereka mulai makan bersama. Ji Hyun mulai makan dengan sup, tetapi melihat wajah Ji Hyun yang biasa-biasa saja, Soo Ho mulai marah lagi. Dia berteriak memanggil manajer Hong untuk memanggil chef. Chef Wang langsung menghampiri Soo Ho dan bertanya ada apa.
“Bagaimana bisa kau menyiapkan makanan ini dengan rasa yang mengerikan?” omel Soo Ho. “Ulangi semuanya. Cepat!”
Ji Hyun jadi panik mendengarnya dan menghalangi Chef Wang untuk membawa makanan itu. Dia segera tersenyum dan makan dengan lahap sembari memuji makanannya yang lezat. Soo Ho jadinya tidak jadi menyuruh Chef Wang untuk masak ulang.
Soo Ho senang karena Ji Hyun makan dengan lahap. Ji Hyun makan dan dengan suara kecil berterimakasih pada Soo Ho. Soo Ho tertegun mendengarnya.
--

Chae A membawa Min Seok ke club malam. Min Seok duduk di meja sementara Chae A pergi menari di lantai dansa. Min Seok memutuskan untuk pergi tetapi Chae A menghalangi. Min Seok menyuruh Chae A untuk menghilangkan stress dengan bertemu teman-teman. Tetapi, Chae A memberitahu kalau dia tidak punya teman, dan menawari Min Seok untuk menjadi temannya.
--
Ji Hyun dan Soo Ho sudah selesai makan. Ji Hyun memuji semua makanan yang dihidangkan sangat enak. Dia kembali berterimakasih. Soo Ho lagi-lagi amrah dan menyuruh Ji Hyun untuk berhenti mengatakan terimakasih.
Soo Ho kemudian mengajak Ji Hyun untuk mengikutinya. Mereka masuk ke ruang kerja Soo Ho. Ji Hyun kemudian bertanya dengan takut-takut, apa Soo Ho tidak pulang? Dia kan baru bertengkar dengan Soo Chul, pasti orang rumah Soo Ho khawatir.
“Ya. Mereka khawatir. Dengan harga saham,” ujar Soo Ho.
Soo Ho kemudian menyuruh Ji Hyun untuk tidak bertanya apapun, dan lakukan saja yang dia suruh, karena dia orang sibuk dan tidak punya banyak waktu. Ji Hyun dengan takut-takut, mengiyakan. Dan Soo Ho menyuruh Ji Hyun untuk tidur di sofa-nya dan jangan bangun.
“Aku perlu waktu untuk menulis kontrak, jadi kau tidur dulu di sini. Tapi… tidurlah seolah-olah kau nyaman di sini,” ujar Soo Ho sembari keluar ruangan.

Soo Ho menghampiri para karyawannya dan berterimakasih atas kerja keras mereka. Dia mengizinkan mereka pulang dan memperingati supaya besok jangan datang terlambat. Bok Kyu juga hendak pulang tetapi Soo Ho menghentikannya karena dia mau Bok Kyu menuliskan surat perjanjian dulu. Bok Kyu dengan terpaksa mengiyakan.
Soo Ho keluar restoran. Dia membaca berita di internet mengenai perkelahiannya tadi dengan Soo Chul.
Sampai kau mati, kau akan hidup sepertiitu. Pencundang menyedihkan. Soo Ho menuliskan komentar itu untuk dirinya sendiri di kolom komentar artikel.
--
Chae A sudah mabuk dan mengomel karena Min Seok menolak menjadi temannya. Dia menyuruh Min Seok menjadi pacarnya saja jika tidak mau jadi teman. Dan Min Seok akhirnya setuju, untuk menjadi teman Chae A.
“Apa kau sudah punya pacar?” tanya Chae A.
“Kami sudah putus,” jawab Min Seok (Whattt!!! kapan putusnya??? bohong nih si Min Seok).
Chae A penasaran dan bertanya kapan? Min Seok menjawab beberapa hari yang lalu. Min Seok kemudian bertanya perasaan Chae A pada Soo Ho. Chae A memberitahu kalau dia tidak merasakan apapun.
“Lalu kenapa kau mau menikah dengannya?”
“Karena hatiku ini bukanlah milikku. Apa kau tahu kenapa aku berusaha mati-matian untuk menghentikannya berbicara? Rasanya aku akan melakukan sesuatu yang salah. Aku khawatir kalau Soo Ho akan di tuntut dengan tidak adil. Dia bahkan tidak tahu kalau aku mengkhawatirkannya juga.”
“Anda tidak seharusnya menderita untuk orang seperti dia.”
“Lalu kenapa tidak kau saja yang mengubah hatiku? Tolong kau curilah hatiku!”
Min Seok terdiam dan menatap Chae A.
Chae A sudah mabuk dan Min Seok mengantarnya pulang. Di dalam mobil, kepala Chae A terjatuh ke pundak Min Seok.

Min Seok membawa Chae A ke hotel dan membaringkannya. Setelah itu, Min Seok pergi ke kamar mandi dan menatap bayangan dirinya di cermin. Dia merenung. Setelah itu, dia keluar dan menyelimuti tubuh Chae A.
“Nona Eun. Aku harap Anda bertemu seseorang yang bisa peduli,” gumamnya. “Aku memberitahu Anda sebagai teman. Selamat malam.”
Dan setelah mendengar langkah Min Seok pergi. Chae A membuka matanya.
--

Soo Ho kembali ke dalam ruangan kantornya dan mendapati Ji Hyun yang sudah tertidur lelap. Dia hendak menyelimuti Ji Hyun tetapi tidak jadi. Dia juga mengomel karena Ji Hyun dengan posisi kaki di letak ke bawah. Soo Ho berusaha tidak peduli dan tidur.

Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

1 Response to "Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 05"

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN