Saturday, August 18, 2018

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 07-2/5

0 comments


Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 07-2/5
Images by : Channel 3
Saat Phu sudah keluar, raut wajah Prim dan Vicky langsung berubah. Prim secara langsung bertanya kalau permintaan maaf Vicky tadi hanyalah bohong, kan? Vicky tanpa malu membenarkan. Mereka saling bertatapan tajam.
Prim mulai bertanya alasan Vicky tidak menyukainya. Vicky menjawab kalau Prim mengganggu Phu dan ingin menggodanya. Prim tidak habis pikir dengan pikiran Vicky. Dia sampai tertawa tidak percaya dan tidak tahu harus berkomentar apa.
Prim kemudian bertanya alasan Vicky masih mau belajar membuat sepatu darinya padahal tidak menyukainya. Vicky tidak mau memberitahu. Prim tidak msmaksa, tetapi, dia memperingatkan Vicky untuk serius belajar karena dia mempunyai tujuannya sendiri. Vicky marah dan menuduh kalau tujuan Prim adalah Phu. Prim tertawa dan tidak mau memberitahu tujuannya pada Vicky, yang jelas lebih berharga daripada seorang lelaki.
Vicky kesal dan bahkan menepis tangan Prim. Prim tidak takut, dia hanya berbisik bahwa mungkin saja Phu diam-diam memperhatikan mereka, jadi, dia menyuruh Vicky untuk serius. Apalagi, jika Vicky mau berpura-pura baik di depan semua orang, silahkan saja, asal jangan berbuat hal bodoh hanya untuk membuat Phu kasihan. Karena, dia tidak akan segan-segan membalas kali ini.
Vicky sampai ketakutan. Tetapi, dia malah mendorong Prim terjatuh.
Phu mendengar suara ribut dan masuk. Dia terkejut melihat Prim yang terjatuh ke lantai dan mulai menginterogasi Vicky. Vicky ketakutan dan bingung cara menjawabnya.
Prim mengambil alih untuk menjawab. Vicky takut jika Prim melapor pada Phu. Tetapi, Prim ternyata berbohong kalau dia terjatuh karena belum terbiasa mengenakan heels barunya.
Prim bahkan bersikap lembut pada Vicky di depan Phu. Tetapi, di belakang, dia berbisik pada Vicky untuk menuruti ajarannya mulai dari sekarang, dan jangan melawan. Atau dia akan memberitahu yang sebenarnya pada Phu. Dia menyuruh Vicky untuk memilih, menjadi Nang’ek (protagonis) atau Nang’rai (antagonis) di mata Phu.
Vicky akhirnya menuruti perintah Prim dan melakukan sesuai yang di perintahkan.
Dan Phu memperhatikan Prim mengajar Vicky. Vicky sendiri yang awalnya belajar dengan terpaksa, mulai menikmati pengajaran Prim.
--
Touch sampai di kantor dan terkejut karena Rita ada di sana. Rita menjelaskan kalau tadi dia mengantar Prim dan hendak mengunjungi Touch. Karena Touch tidak ada di ruangan, jadi dia memutuskan untuk menunggu Touch.
Rita datang untuk memberikan hadiah pada Touch karena sudah membelikannya contact lens. Touch jelas senang dan berterimakasih atas hadiah itu.
Touch membuka hadiah dari Rita yang ternyata adalah sapu tangan dan ada bordiran namanya. Dia memuji hadiah Rita yang sangat bagus.
Sialnya, Khun Pat melihat mereka berdua. Dia mengenali Rita sebagai teman Prim. Dan dia segera memberitahu Khun Nee kalau wanita itu (Rita) adalah teman baik dari seseorang yang dia kenal. Dan sebaiknya, Touch berhati-hati dengan wanita itu atau dia akan menjadi korban selanjutnya. Khun Nee jadi cemas mendengarnya.
--
Touch berada di ruangannya dan mencium sapu tangan hadiah Rita. Khun Nee melihatnya dari luar ruangan dan terlihat tidak suka.
--
Pengajaran Prim pada Vicky masih terus berlanjut.

Prim mulai masuk tahap air dan mengajari Vicky menjahit pola sepatu dan memasangnya ke rangka sepatu. Vicky hanya memperhatikan Prim memaku. Phu yang tertarik minta di ajarkan. Dan mereka malah jadi dekat dan membuat Vicky cemburu.
Sepatu Vicky akhirnya jadi dan dia sangat senang. Prim bisa menebak kalau Vicky pasti merasa sangat bangga pada diri sendiri karena dia juga merasakan hal yang sama saat pertama kali membuat sepatu. Vicky tersenyum sangat lebar. Prim kemudian memberitahu Vicky kalau sepatu itu akan dia bawa ke Unc. Dam untuk di pasangkan heels-nya. Vicky bertanya kenapa Prim tidak mengajarinya? Prim menjelaskan kalau membuat heels butuh waktu dan juga keuletan, apa Vicky sanggup mempelajarinya sekarang? Vicky langsung terdiam. Prim memberikan tugas agar Vicky mereview pelajaran hari ini dan mencatatnya agar tidak lupa.
Selesai mengajar, Phu dan Prim bicara bedua. Phu kaget juga karena Prim mampu membuat Vicky menuruti segala arahan Prim. Prim memberitahu kalau dia sudah bicara dengan Vicky dan mencocokan cara pandang mereka. Phu senang mendengarnya. Dia bahkan mengajak Prim makan bersama. Prim terlihat keberatan dan Phu menyadari hal tersebut.

Prim menerima telepon dari Wat. Wat baru saja selesai melakukan acara EO dan sukses. Wat menelpon untuk menawarkan diri menjemput Prim dan berpesta untuk merayakan kesuksesan acara EO nya hari ini.
Phu mendengarnya dan cemburu juga takut kalau Prim akan pergi dengan Wat. Tapi, tidak di sangka, Prim menolak ajakan Wat karena sudah punya acara lain.
Phu sangat senang dan tersenyum lebar.

Wat menelpon Touch dan mengajak berpesta untuk merayakan kesuksesan acara EO -nya tetapi Touch tidak bisa karena sedang sibuk. Wat kesal karena kan Touch calon pemilik perusahaan, masa tidak bisa libur sehari. Touch tidak peduli dan malah mengajukan pertanyaan lain.
“Jika ada seorang wanita memberikan sapu tangan yang berbodir namamu, apakah artinya dia punya perasaan padamu atau tidak?” tanya Touch.
“Siapa yang memberikannya padamu?”
“Kau sebaiknya tidak tahu. Jadi apa jawabannya? Menurutmu, dia punya perasaan padaku atau tidak?”
Wat memanfaatkan pertanyaan itu, dengan menyuruh Touch datang ke tempatnya jika mau mendengar nasihatnya. Tetapi, Touch tetap pada pendiriannya, dia tidak bisa ke tempat Wat karena dia ada rapat. Wat langsung mematikan telepon.
Wat kemudian melihat Boot yang sedang bekerja dan memikirkan sesuatu.
--
Prim mengajak Phu ke tempatnya dan menghidangkan masakannya. Prim beralasan kalau bahan makanan sudah hampir kardaluarsa, daripada basi, lebih baik dia memasak untuk Phu makan. Phu tersenyum mendengarnya dan memberitahu kalau dia merasa senang. Apalagi sekarang Prim sudah tidak menghindarinya lagi.
Phu bertanya alasan kenapa Prim mengindarinya kemarin-kemarin? Apa karena Khun Pat? Karena Prim mulai berubah sejak pulang dari rumah Khun Pat waktu itu. Apa yang Khun Pat katakan waktu itu?
“Perkataan Khun Pat membuatku berpikir bahwa aku bersikap seperti aku mencuri kau dari Khun Vicky,” beritahu Prim.
“Tapi kau tidak mencuriku, kau tahu itu. Aku dan Vicky, kami tidak mempunyai hubungan apapun.”
“Aku tidak tertarik. Kau milik siapa ataupun bukan milik siapapun. Karena aku tidak mempunyai pikiran sedikitpun untuk mencurimu dari Khun Vicky seperti yang Khun Pat katakan. Bagiku, kau adalah teman yang sangat baik. Jadi, untuk apa aku membiarkan perkataan orang lain membuatku kehilangan orang baik sepertimu di hidupku?”
“Karena kau sangat jujur seperti inilah… alasan aku menyukaimu,” ujar Phu.
Prim terdiam mendengarnya dan merasa canggung. Dan Phu berkata kalau dia akan menunggu Prim hingga mencapai mimpinya, baru dia kemudian menyatakan perasaannya. Sekarang, dia bisa menjadi teman baik Prim untuk sekarang. Prim tersenyum mendengarnya.
Selesai makan, Prim membungkus sepatu yang dibuat Vicky tadi dan hendak mengantarkannya ke tempat Unc. Dam agar di pasangi heels. Prim kemudian teringat kalau Phu dan Unc. Dam sepertinya punya rahasia, jadi dia bertanya ke Phu. Phu gugup dan membantah hal itu. Tetapi, Prim tidak
“Aku hanya bisa berkata, jika waktunya tiba, kau akan tahu apa rahasia itu,” ujar Phu. Prim mengerti dan tidak memaksa lagi.

No comments:

Post a Comment