Sunday, August 19, 2018

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 07-3/5

0 comments


Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 07-3/5
Images by : Channel 3

Boot sedang menemani Wat di bar untuk merayakan kesusksesan EO pertama mereka. Dia kemudian mendapat telepon dari Prim perihal rahasia Phu dengan Unc. Dam. Dan sepertinya itu bukan seperti yang Wat bilang (Wat waktu itu bohong kalau rahasia Phu dan Unc. Dam adalah Unc. Dam ingin bekerja di P.Paul). Boot kesal mendengarnya karena sudah di tipu. Kalau tahu begitu, dia tidak akan mau menemani Wat berpesta sekarang.
“Jadi sekarang kau masih sama Wat?” tanya Prim.
“Ya. Itulah kenapa aku ingin memberitahu kalau akan pulang telat malam ini, karena kalau di lihat dari situasi-nya, Boss tidak akan selesai sebelum puas. Aku ingin menginap di tempatmu.”
“Okay.”
“Prim, jujur ya. Apa kau masih mau tahu rahasia antara Unc. Dam dan Khun Phuree?”
“Jika aku bisa tahu lebih baik, jadi aku bisa tidur nyenyak,” jawab Prim.
Boot mengerti. Dia akan mencari tahu rahasia Unc. Dam dan Phu dari mulut Boss-nya, Wat. Prim jadi cemas dan bertanya apa yang akan Boot lakukan?
Boot sudah selesai berteleponan dengan Prim. Dia pergi ke meja bartender dan meminta bartender untuk mencampur semua alkohol terkuat dalam satu gelas karena temannya menyukai hal seperti itu. Bartender mengerti.
--
Keluarga Khun Barami minus Pong makan malam bersama. Khun Barami kemudian bertanya kepada Vicky mengenai pelajarannya membuat sepatu hari ini. Tetapi, Vicky tidak suka mendengarnya. Di tambah lagi, Khun Pat menyindiri Khun Barami yang menyukai perempuan seperti Prim.
Pembantu rumah turun dari lantai atas dengan panik dan melapor kalau Pong kabur dari rumah.
--
Wat sudah dalam keadaan mabuk setelah meminum minuman yang Boot berikan. Dia menyadari kalau Boot sengaja membuatnya mabuk. Boot membantah hal itu, dia hanya menyediakan minuman istimewa. Wat mengerti dan berkata kalau dia tidak mabuk. Boot mengetes-nya untuk memastikan Wat benar-benar mabuk atau tidak. Setelah yakin kalau Wat mabuk, dia mulai memancing Wat.
“Barusan Prim menelpon dan memberitahuku kalau Unc. Dam sudah mengaku. Bahwa di antara Unc. Dam dan Khun Phuree ada rahasia,” ujar Boot.
“Rahasia? Rahasia apa?”
“Ya rahasia yang kau bilang waktu itu. Kau tidak ingat?”
Wat baru teringat mengenai rahasia antara Phu dan Unc. Dam, “Eh! Khun Prim sudah tahu rahasia itu? Apa yang Khun Prim katakan?”
“Dia… dia… dia tertawa. Ya, tertawa!” bohong Boot.
“Tertawa? Kenapa tertawa?”
“Aww! Kenapa dia tidak boleh ketawa?”
“Coba pikirkan. Jika itu kau, dan… kau mencoba menemukan…,” ujar Wat.
“Menemukan apa? Apa yang harus di temukan?” tanya Boot penasaran.
“Kau sedang menjebakku agar berbicara?” tebak Wat. Boot langsung gugup karena rencananya ketahuan. “Kau membuatku mabuk hingga tidak sadar, dan kemudian aku akan mengatakannya dengan mudah, kan?”
Boot tambah gugup dan segera permisi untuk ke kamar mandi. Wat mengikutinya.
Wat menghentikan Boot dan mendorongnya ke dinding. Kebetulan, Pong, Jack dkk yang lain yang sedang berpesta di salah satu ruangan bar keluar dan melihat mereka. Pong dengan tidak sopan memberitahu Wat kalau dia punya condo di dekat sini, dan akan dengan senang hati meminjamkannya pada Wat dan Boot, untuk mereka pakai semalaman. Boot jelas kesal mendengarnya.

Wat dalam keadaan mabuk memberitahu kalau dia dan Boot tidak seperti yang Pong bagikan. Tetapi, Pong malah bersikap kurang ajar dengan bicara seoalah Boot adalah wanita murahan. Boot jelas marah dan mendengar Pong.
Pong emosi dan hendak menghajar Boot, tetapi Wat menghentikannya. Dia berkata kepada Pong kalau Boot itu wanita dan tidak lelaki jika memukulnya. Wat segera menarik Boot untuk pergi.
Tetapi, Pong tidak terima. Dia memerintah Jack dan yang lainnya untuk mengejar Wat dan Boot.
Boot marah karena Wat membawanya pergi. Dia masih kesal karena Pong menghinanya dan dia ingin permintaan maaf dari Pong. Wat menjealskan kalau dia sekarang terlalu mabuk dan tidak bisa menjamin bisa menolong Boot nantinya. Boot menegaskan kalau dia tidak butuh bantuan apapun, dirinya sendiri cukup kuat.
“Kau itu wanita dan hanya sendiri. Sementara, di sana ada 4 pria. Kau tidak akan bisa sendiri,” jelas Wat. “Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu, mengerti?”
Jack dkk berhasil menyusul mereka. Dia meminta Wat agar menyerahkan Boot karena Pong ingin bicara dengan Boot. Wat meminta agar mereka bicara lain waktu. Tetapi, mereka tidak mau dan mulai menyerang. Wat dalam keadaan mabuk berusaha melawan dan Boot juga melawan. Awalnya, Boot berhasil menang, tetapi, Jack lebih kuat. Dia mendorong Boot ke dinding dengan kuat dan hendak menamparnya. Untunglah, Wat berhasil mengalahkannya dan segera membawa Boot ke mobil.
Di depan mobil, Wat melompat-lompat. Dia menjelaskan kalau ini adalah caranya membuat agar dirinya sadar dari mabuk, agar bisa menolong Boot. Boot menghentikannya melompat-lompat. Dia akan membantu Wat agar sadar dari mabuk. Caranya???
Menampar Wat berulang kali (hahaha).
“Bagaimana? Sudah sadar?” tanya Boot.
“Kau mungkin tidak tahu. Jika ada seorang wanita yang menamparku, aku akan menganggapnya sebagai…,” ujar Wat dan mencium bibir Boot.
Boot mendorong tubuh Wat dengan keras. Dia menyebut Wat, gila. Dan setelah itu, dia memukuli Wat. Wat kesakitan dan pingsan. Melihat Wat pingsan, Boot jadi panik.
Apalagi ternyata Jack dkk masih mengejarnya. Mereka memanfaatkan Wat yang pingsan untuk menghajar Boot. Boot sudah terkulai lemah. Jack segera mengangkat badannya dan membawanya ke tempat Pong.
Mereka berada di sekitar tempat sepi dan kosong. Pong memarahi Boot karena sudah membuatnya malu. Karena itu, dia ingin Boot berlutut dan meminta maaf. Boot tidak mau, dia hanya menatap tajam pada Pong.
Jack mengambil alih. Dia yang akan mengurus Boot. Boot masih melawan. Dan hal itu membuat Jack semakin marah. Dia melihat wajah Boot dari dekat dan memujinya wajahnya yang cantik. Karena itu, dia ingin tahu apa ‘dalam’ Boot juga cantik atau tidak.

Teman-teman Jack segera membaringkan tubuh Boot. Pong merasa sudah berlebihan dan menghentikan Jack. Dia memberitahu kalau dia hanya ingin permintaan maaf dari Boot, bukan hal seperti ini. Jack menyuruh Pong untuk tidak ikut campur, ini sekarang adalah urusannya.
Boot berusaha meronta. Dia sangat ketakutan. Jack mendekat kepadanya.

No comments:

Post a Comment