Monday, August 20, 2018

Sinopsis Lakorn : Piang Chai Kon Nee Mai Chai Poo Wised Episode 1 - 4

0 comments


 Broadcast Network: Channel 3


Soam menjerit ketakutan, karena melihat organ- organ dalam makhluk hidup didalam lemari penyimpanan Wat. Dia mengira bahwa Wat bekerja sebagai penjual organ. Dan lalu secara kebetulan, Soam menemukan batu high heels milik seorang wanita dan dia mengiram bahwa itu adalah sepatu milik korban Wat.


Dengan ketakutan, Soam pun segera berlari keluar dari dalam rumah Wat. Dan tepat ketika itu, Wat pulang. Jadi secara tidak sengaja, mereka berdua pun bertabrakan. Lalu dengan keras Soam langsung menjerit sekeras mungkin.

“Apa yang salah, Khun?” tanya Wat, keheranan. Tapi Soam yang ketakutan, menyuruh agar Wat tidak mendekatinya.


Soam berlari menjauh dari Wat sambil berteriak bahwa dia tidak ingin mati. Dan karena itu, Wat pun menjadi keheranan. Tapi Soam yang ketakutan terus mengoceh tidak jelas sambil berlari menjauhkan diri dari Wat. Sehingga Wat pun semakin keheranan dan kebingungan, karena tidak mengerti.

Lalu karena saking takutnya kepada Wat. Maka ketika Wat ingin mendekat padanya, Soam segera mengambil kotak yang berada di dekatnya dan melemparkan itu kepada Wat. Sehingga tanpa sengaja, semua barang didalam kotak itu pun terjatuh keluar.



Soam terdiam, tidak bisa menjerit, ketika dia melihat bahwa kotak itu berisikan darah serta gunting dan peralatan operasi lainnya.

“Apa kamu tahu betapa sulitnya untukku mendapatkan ini? Apa kamu gila?” tanya Wat dengan emosi kepada Soam sambil mendekati Soam.

“Tolong jangan jual hatiku dan yang lainnnya. Aku mohon. Tolong. Aku belum ingin mati,” pinta Soam sambil menangis ketakutan.


Wat menjadi bingung dengan maksud perkataan Soam. Dan tepat ketika itu seseorang dari kapal berteriak meminta tolong kepada Wat. “Dokter, tolong! Dokter!” teriaknya.

Dan dengan segera, Wat mendekati mereka dan menanyakan apa yang terjadi.



Wat membawa pasien yang berada didalam kapal kerumahnya. Lalu Wat menyuruh Soam untuk melihatkan jam untuknya. Dan tanpa mengerti apapun, Soam langsung melaksana kan nya.

“Beritahu aku, ketika satu menit sudah lewat,” kata Wat dengan cepat. Dan Soam pun mengiyakan.



Wat menekan dada si pasien berulang kali. Dan ketika telah lewat 1 menit, Wat semakin cepat mendekat dada si pasien. Lalu 2 menit pun berlalu, tapi si pasien tetap tidak sadar, namun Wat tetap menekan dada si pasien. 3 menit pun telah berlalu, lalu dengan hati- hati Wat memeriksa denyut nadi serta nafas si pasien. Dan dengan tegang, setiap orang menunggu.



“Jantungnya berdetak sekarang,” kata Wat. Dan setiap orang langsung menjadi senang, begitu juga dengan Soam.

Si pasien diangkat kembali ke dalam kapal dan dibawa pergi. Lalu setelah orang- orang itu pergi, Soam dengan takjub menanyakan apa Wat adalah seorang dokter. Dan mendengar itu, Wat membalas apa yang Soam pikirkan tentangnya memang.



Lalu Soam menjawab bahwa awalnya dia berpikir kalau Wat adalah seorang pembunuh, karena dia melihat ada hati dan organ lainnya. Serta Wat terlihat sedikit barbar, jadi dia salah paham.



Wat mengabaikan Soam dan membereskan barang nya yang dilemparkan oleh Soam tadi. Lalu Soam mendekati Wat dan memujinya, dia berkata bahwa dia juga ingin Wat melakukan CPR padanya.

“Kelihatannya pacar mu tidak akan datang. Ditambah, kamu terlihat baik sekarang,” kata Wat, setelah selesai membereskan barangnya.

“Mantan Pacar. Sekarang aku single,” balas Soam sambil tersenyum manis.



Soam menanyakan alasan Wat berada dipulau ini, kepadahal Wat adalah seorang dokter. Dan Wat pun menjawab bahwa dia disini untuk mengumpulkan data. Lalu melihat kotak yang dipegang oleh Wat, Soam pun sadar apa yang telah dilakukannya.

“Baiklah. Ambil darahku. Hisap darahku. Jadi kita impas,” kata Soam, menawarkan lengannya, tapi Wat tidak mau. Dan dengan genit, Soam menunjukan lehernya,” Atau kamu bisa menghisap nya dari sini, Tuan Vampire.”

Wat meletakan kotak yang dipegangnya. Dan pergi meninggalkan Soam.




Malam hari. Nuth naik keatas tempat tidurnya. Dan ketika dia melihat perban nya yang berada diatas meja. Nuth mengingat tentang Wat yang telah menolong dan mengobatinya.


Nuth lalu turun dari tempat tidur dan mengambil hapenya. Dia menghubungin Prapa dan memintanya untuk mencari seseorang yang berada di Koh Rok.



Malam hari, Wat tidur diluar sambil tersenyum sendiri. Dia mengingat tentang pertemuan pertamanya, ketika dia menyelamatkan Nuth. Tapi semua kenangannya dengan Nuth langsung buyar, ketika tiba- tiba Soam memanggilnya.



“Ada apa?” tanya Wat dengan agak malas.

Soam menghampiri Wat dan mengatakan bahwa dia merasa kalau patah hati ternyata tidaklah seburuk itu. Itu memang menyakitkan tapi jantungnya masih berdetak, itu artinya dia belum mati. Dan Wat menganggukan kepalanya, mengiyakan.



Soam melanjutkan ceritanya. Dan dengan tetap diam, Wat menganggukan kepalanya. Dia tampak malas sekali mendengarkan cerita Soam dan ingin tidur. Namun Soam tidak menyadari itu.


Ketika akhirnya Wat telah tidur. Maka barulah Soam masuk kembali ke dalam rumah. Dan setelah Soam pergi, Wat membuka matanya.


Dikantor. Si wartawan perempuan dengan bersemangat menuliskan artikel untuk berita nya.


Pagi hari. Dikantor. Dengan panik karyawan A menghampiri Nuth dan memberitahukan tentang gosip putusnya Chaya dan Soam yang telah tersebar di media.

“Apa ini?” tanya Nuth dengan emosi.

“Disana hanya ada berita tentang Chaya yang putus dengan Soam saat acara. Tidak ada tentang perusahaan kita sama seklai,” jelas karyawan A.


Tepat ketika itu, sebuah pesan masuk ke hape Nuth. Dan ketika Nuth membukanya, dia terkejut. Karena pesan itu berisikan fotonya bersama dengan Wat ditepi pantai serta foto BH nya yang hilang.

“Foto gila apa ini!?” teriak Nuth dengan terkejut, saat melihat foto dirinya.



Tiba- tiba Chaya masuk ke dalam ruangan Nuth dan menanyakan apa Nuth telah melihat berita tentang dirinya. Dan Nuth pun menyuruh agar kedua karyawan yang berada didalam ruangan untuk keluar. Lalu setelah itu, Nuth menunjukan foto dirinya yang didapatkannya kepada Chaya.



“Aku tidak tahu siapa yang mengirim foto itu. Seseorang mencoba untuk mengancamku,” jelas Nuth dengan panik.

“Nuth. Kamu bilang padaku kamu tidak…” kata Chaya.

“Percaya padaku! Itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Dan aku tidak tahu, siapa yang mengirimkan foto kotor itu,” balas Nuth.

“Siapapun yang melihat foto ini akan salah paham, seperti aku,” balas Chaya.



Nuth lalu mengingat tentang wartawan yang mengancam Chaya. Dan dengan segera Chaya menghubungin si wartawan. Tapi sayangnya, nomor yang dihubungin tidak ada lagi, karena telah di blokir.

Nuth kemudian mengingat tentang Wat dan menjadi panik, dia takut bahwa fotonya saat mabuk juga ada diambil. Dan Chaya menyimpulkan bahwa jika Wat memang melakukan hal ini, maka pasti itu karena Wat menginginkan bayaran.


“Aku kira dia orang yang baik. Tapi ternyata tidak. Dia hanya pria serakah. Aku tidak seharusnya mempercayai dia,” kata Nuth dengan kesal.



Wat berganti pakaian dan akan pergi. Dan melihat itu, Soam ingin mengikuti Wat. Tapi Wat menolak, karena alasan dia membiarkan Soam tetap tinggal disini adalah karena Soam mengatakan bahwa dia ingin menunggu pacar nya.

“Aku tidak akan menunggu lagi. Aku single!” kata Soam, menahan Wat agar tidak pergi.

“Jadi, apa yang kamu mau?” tanya Wat dengan malas.


Pagi hari. Boss memuji si Wartawan perempuan (Mirantee), karena artikel hebat yang ditulis oleh Mirantee. Sebab hanya dalam beberapa jam saja, mereka berhasil mendapatkan ribuan pembaca.

“Aku yakin aku memiliki berita yang lebih menarik. Seperti perjanjian kita, jika aku mempost berita ini, maka aku bisa melaporkan berita politik. Karena aku tidak tahan dengan berita Hi-So lagi,” kata Mirantee.

“Aku perlu melihat dulu, apa ini benar- benar menarik,” balas Boss.


Mirantee berpikir sejenak, lalu mengusulkan tentang konflik antara Anusaniya dan Soammika. Dua seleb Thailand yang sejak lahir telah ditakdirkan untuk menjadi saingan.



Karena Soam ingin ikut, maka Wat memonceng Soam menggunakan motornya. Dan didalam perjalanan, Soam terus mengambil foto selfie dirinya sendiri.

“Soammika adalah Casanova. Lahir di dalam keluarga miliader. Dia adalah hewan pesta. Dan dia dikenal sebagai perayu laki- laki. Dia tidak pernah kehilangan targetnya,” jelas Mirantee.



Diruangan kantornya. Nuth sibuk berbicara dengan seorang klien. Dan lalu setelah selesai, dia berdiri didekat jendela dan memandangin pemandangan kota.

“Anusaniya. Dia terlahir dalam keluarga miliader yang baik. Dan dia akan menjadi pengusaha wanita yang berpengaruh di dalam generasi ini. Karena kecantikannya, kepintarannya dan gayanya yang terlihat berkelas. Itu membuat Anusaniya terlihat seperti seorang putri dalam sebuah menara gading. Tapi menjadi seorang perfeksionis, menuntunnya untuk tidak terbuka kepada pria mana pun,” jelas Mirantee.



Soam serta Nuth telah menjadi teman sekelas sejak TK sampai kuliah. Dan selama itu, mereka berdua selalu bersaing. Lalu akhir- akhir ini, mereka berdua tampak seperti sedang bersaing untuk seorang pria. Demikianlah informasi yang Mirantee berhasil kumpulkan.

Namun Soam masih tidak yakin dengan sedikit informasi yang dimilikinya. Tapi hal pasti yang diketahuinya adalah putusnya Soam dengan Chaya berhubungan dengan Nuth.



Diruangan kantornya. Chaya melihat artikel online yang memasang foto dirinya dengan Nuth. Lalu dia berdiri di dekat jendela dan merenung.

“Ini cinta yang tidak mungkin. Karena Chayakorn adalah paman Anusaniya. Tapi bagaimanapun, keluarga Woralertluk mempercayai bahwa Chayakorn adalah anak tiri. Namun mereka tidak memiliki hubungan darah yang sama. Mungkin ini mengapa Chayakorn berpikir kalau Anusaniya bukanlah keponakannya,” jelas Mirantee.



Boss memuji berita yang Mirantee miliki. Dan dia yakin bahwa berita ini akan menguncang orang- orang besar. Mendengar pujian itu, Mirantee tersenyum senang dan bangga.


Nuth memergoki para karyawannya yang sedang sibuk berselfie di jam kerja. Jadi dia pun memperingatkan mereka. Lalu tepat disaat itu, Prapa menghampiri Nuth dengan sikap panik.



Prapa melaporkan bahwa orang yang Nok cari di pulau Koh Rok, tidak ada lagi. Karena Orang itu (Wat) telah meninggalkan pulau, sehingga dia tidak bisa menghubunginnya.

Mendengar itu, Nuth pun menjadi terdiam. Dan melihat itu, Prapa menjadi cemas bahwa dia telah melakukan kesalahan dan karena itu, maka dia pun pergi meninggalkan Nuth.



Dalam perjalanan. Tiba- tiba saja ada dua buah mobil yang mengikuti dan menghadangnya. Dan karena hal itu, maka Wat terpaksa menghentikan motornya. Lalu dia menahan Soam yang akan turun dari motornya.

Tapi ternyata orang- orang itu adalah anak buah Ayah Soam yang diperintahkan untuk menjemput Soam. Dan karena itu benar, maka Wat membiarkan Soam untuk turun dari motornya.


Soam tidak langsung mengikuti anak buah Ayahnya. Untuk sejenak dia berdiam diri dan berpikir. Lalu setelah itu, Soam mengambil hape milik Wat dan memasukan nomornya ke dalam kontak hape Wat.

“Hubungi aku kembali di nomor ini, ketika kamu sudah kembali ke Bangkok. Jika kamu ingin aku mengembalikan barangmu,” kata Soam sambil melemparkan tas milik Wat kepada para anak buahnya, sehingga Wat tidak bisa merebutnya.



Lalu setelah itu, Soam mengembalikan helm milik Wat dan masuk ke dalam mobil. Dan didalam mobil, dengan sikap genit Soam melambaikan tangannya serta tersenyum kepada Wat.


“Mengapa?” teriak Wat, tidak mengerti.

No comments:

Post a Comment