Tuesday, August 7, 2018

Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 05-4/5

0 comments


Sinopsis Lakorn : My Cinderella Girl Episode 05-4/5
Images by : Channel 3
Phu hendak pergi dari rumah sakit, tetapi Vicky meminta Phu untuk membawanya menemui Prim.

Vicky kembali ke kamar rawat Khun Pat dan memakai make-up. Khun Pat bertanya kenapa Vicky meminta Phu mengajaknya bertemu dengan Prim? Vicky menjawab kalau dia ingin membuat Prim tahu kalau Phu adalah miliknya. Dan dia bahkan bertekad tidak akan menangis lagi.
“Sudah tidak ada Vicky yang dulu lagi, ma. Karena mama kuat, itulah kenapa ayah tidak di curi oleh wanita itu. Jika aku tidak ingin kehilangan P’Phu, maka aku harus kuat.”
Khun Pat tersenyum mendengarnya, karena akhirnya Vicky bisa mengerti tentang dirinya.
--
Prim sedang membuat sepatu saat Phu datang mengunjunginya bersama dengan Vicky. Dia segera menyambut mereka dan Phu menjelaskan kalau Vicky ingin bertemu dengan Prim. Vicky juga menyerahkan dessert yang di belinya. Tujuan dia datang untuk meminta maaf atas kelakuan Pong tempo hari pada Prim. Dia juga tidak mengerti kenapa Pong melakukan hal itu. Prim mengerti dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam rumah.
Dam melihat kedatangan Phu dan mengajaknya untuk bicara berdua. Dan karena itu, Phu pamit pergi dulu untuk bicara dengan Unc. Dam dan menyuruh Vicky untuk masuk ke rumah Prim terlebih dahulu.
Vicky tentu heran melihat paman itu dan bertanya pada Prim, siapa dia? Prim memberitahu kalau itu Uncle Dam, dan rumahnya ada di sekitar sini. Dan dia juga tidak tahu apa yang hendak mereka bicarakan.
Vicky masih merasa penasaran, tetapi dia memilih masuk ke dalam rumah Prim.
Unc. Dam mengajak Phu ke tempat sepi dan menginterogasi, apakah Phu ada mengatakan hal yang membuat Prim curiga? Phu memberitahu kalau sejak dia bicara dengan Unc. Dam, dia belum bicara sama sekali dengan Prim. Unc. Dam jadi heran dan memberitahu kalau waktu itu Prim pernah bertanya padanya, sejak kapan kita menjadi akrab?
“Aku rasa paman berpikir terlalu berlebihan. Unc. Dam harus santai. Tidak peduli apapun, aku tidak akan memberitahu Khun Prim mengenai paman Barami,” janji Phu.
“Hey.. shusshh,” panik Unc. Dam. “Hoy! Jangan sebut nama itu! Nama itu tidak bisa di sebut! Orang-orang akan mendengarnya. Begini saja, jika kau ingin membicarakan mengenai ayah Nang Prim, katakan dalam kode rahasia. Sebelah sepatu yang menghilang. Mengerti?”
“Sebelah sepatu yang menghilang!” ulang Phu mengingat kode itu.
“Ya.”
“Adalah paman Barami!”
“Ya,” benar Unc. Dam. Tetapi kemudian dia sadar dan memarahi Phu karena menyebut nama itu lagi. “Ssh!!”
Phu malah menggodanya.
Vicky melihat seisi rumah Prim dan menemukan mesih jahit Prim dan sepertinya Prim sedang membuat sesuatu. Prim memberitahu kalau dia sedang membuat bagian atas sepatu dan setelah selesai, dia akan memberikannya pada Unc. Barami untuk menyatukannya dengan sol sepatu. Dan karena ini pesanan mendesak, dia harus segera menyelesaikannya.
Prim kemudian pamit ke belakang sebentar untuk mencuci piring kotor-nya.  

Saat Prim sudah pergi ke belakang, Vicky melihat pekerjaan Prim. Dan terlihat juga ada gelas berisi kopi. Dan dengan sengaja, Vicky menumpahkan kopi tersebut ke atas sepatu yang sudah di kerjakan Prim.
Dan saat Prim masuk, Vicky segera melemparkan gelas itu dan melemparkannya ke lantai. Prim jelas kaget karena pekerjaanya kotor. Phu masuk saat itu. Dan Vicky segera berakting dan meminta maaf karena tidak sengaja menjatuhkan kopi ke atas pekerjaan Prim. Prim tidak mempermasalahkannya.
Akhirnya, mereka memilih atasan sepatu yang masih bisa di gunakan. Vicky memilih yang memiliki sedikit noda, tetapi Prim memberitahu kalau itu tidak bisa digunakan. Pekerjaannya harus sempurna tanpa cacat. Phu khawatir jika Prim tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu. Tetapi, Prim optimis kalau dia masih bisa menyelesaikannya.
Vicky menawarkan diri untuk membantu untuk menebus kesalahannya. Prim menolak karena temannya, Rita dan Boot bisa membantunya. Vicky bertanya penasaran, apa mereka berdua bisa membuat sepatu juga? Prim menjelaskan kalau mereka berdua belajar membuat sepatu karena memperhatikannya.
Melihat pembicaraan Vicky dan Prim yang terlihat akrab, Phu jadi memikirkan sesuatu. Dia teringat bahwa Khun Nisa pernah bilang, yang bisa melembutkan hati Khun Pat hanyalah Vicky dan Pong. Jadi, Phu menawarkan Vicky untuk belajar membuat sepatu dari Prim. Bukankah Vicky pernah bilang ingin membuka toko sepatu? Vicky membenarkan. Phu memberitahu kalau lebih baik jika Vicky mempelajari membuat sepatu agar dia dapat lebih mengerti saat menjalankan bisnis. Dan Prim setuju untuk mengajari Vicky membuat sepatu. Vicky sebenarnya tidak suka, tetapi dia berpura-pura senang dengan ide Phu dan setuju untuk belajar dari Prim.
Prim mengajak Phu bicara berdua. Dia memberitahu kalau kemarin dia bermimpi bertemu dengan ayahnya dan mimpi Phu menyelamatkannya saat tenggelam, dan karena itu dia merasa yakin kalau Phu adalah orang yang akan menolongnya bertemu dengan ayahnya. Phu tercengang mendengarnya, dan bertanya maksud Prim.
“Kau membiarkan Khun Vicky untuk belajar membuat sepatu dariku. Jadi, aku akan mempunyai kesempatan untuk meminta Khun Vicky untuk membantuku menemukan lebih banyak bio data dari Diamond Mall,” jelas Prim.
Phu berpura-pura setuju. Dan dia menyuruh Prim untuk mengajari Vicky dengan baik, buat Vicky dapat menyukai proses pembuatan sepatu dan juga menyukai Prim. Dan kemudian,mimpi Prim akan bisa menjadi kenyataan.
--

Phu dan Vicky dalam perjalanan pulang dan terjebak macet. Vicky kemudian bertanya kenapa Phu menyuruhnya belajar membuat sepatu dari Khun Prim? Apa dia sangat bertalenta?
“Masalah talenta tidaklah penting. Yang penting adalah masalah hati. Aku ingin kau menjadi orang yang melakukan segala hal dengan hati seperti Khun Prim. Jadi, kau akan dapat melihat contoh orang yang melakukan segala sesuatu dengan hati. Orang yang melakukan segala sesuatu dengan hati, mereka akan bahagia ketika mereka melakukan hal yang mereka sukai.”
“Jika pemilik dari P.Paul memuji-nya secara terbuka seperti ini, aku jadi bersemangat untuk belajar. Aku tidak akan membuat P’Phu kecewa.”
Tetapi, wajah Vicky kemudian tampak suram.
--

Wat datang ke rumah Prim dan kebetulan bertemu dengan Boot di gerbang rumah. Boot sendiri membawa 2 kantong besar. Sebelum Boot bertanya, Wat sudah memberitahu kalau dia datang untuk menjenguk Prim karena dia sudah tahu insiden kemarin (Prim yang hampir tenggelam). Dan Boot memberitahu kalau Prim tidak ada di rumah dan juga dia tidak akan memberitahu Wat kemana Prim pergi.
Wat berusaha membujuk tetapi Boot tetap tidak mau membiarkan Wat menemui Prim.
“Sejujurnya, tidak peduli apapun yang kau lakukan untuk menghalangi cintaku kepada Khun Prim, aku akan membuatmu melihat bahwa aku lah yang akan mencuri hatinya.”
“Ohoh. Aku akan memperhatikan dengan seksama,” ejek Boot.
“Memperhatikan saja tidak cukup. Kau harus menjaga hatimu juga. Mungkin hatimu akan tergetar melihat perjuanganku meraih Prim.”
Boot memarahinya dan Wat memilih pergi.
Tetapi, Boot menghentikannya. Dia meminta tolong Wat untuk membawanya ke suatu tempat. Dia tidak mau naik bus karena akan ramai. Dan Wat walau sedikit heran, bersedia mengantar Boot.
--
Prim sedang ke pasar dan memilih aksesoris untuk sepatu buatannya. Dia juga memilih sol sepatu yang akan digunakannya.
--
Di dalam mobil Wat, Boot mendapat telpon dari ibu panti asuhan yang mengingatkannya kalau hari ini adalah ulang tahun Waewa dan Kaitok. Boot kaget karena dia lupa akan hal itu dan tidak menyiapkan hadiah. Tetapi, dia meminta ibu panti untuk tidak memberitahukannya karena anak-anak akan sedih.
Selesai berteleponan, Boot memikirkan hadiah yang akan di bawanya. Dan tiba-tiba, dia terpikir sesuatu. Karena itu, dia meyuruh Wat untuk segera mengerem.
Boot membuka bagasi belakang mobil dan mengeluarkan dua kantong besar yang dibawanya. Kantong itu berisi barang-barang untuk dekor organizer milik P’Mos. Boot membukanya dan mengeluarkan beberapa balon.
Wat turun dan heran melihatnya. Dia bertanya apa yang sedang Boot lakukan? Boot memberitahu kalau dia sedang membuat hadiah untuk adik-adik panti.
“Hadiah? Bagaimana caranya?” tanya Wat bingung.
“Tidak usah bertanya! Percayai saja calon pemilik organizer nomor satu masa depan di Thailand.”
Dan Boot meminta Wat untuk membantunya memompa balon menggunakan alat pompa. Wat yang tidak pernah bekerja, jelas kebingungan dan bertanya pada Boot cara menggunakannya. Boot mengejek Wat yang tidak bisa melakukan hal semudah itu, jadi jangan harap Prim akan bisa suka padanya. Dan Boot menunjukkan cara-nya pada Wat. Wat terpana melihatnya.
Boot kemudian mengeluarkan satu kantong lagi. Dia duduk di pinggir jalan dan mulai merias dirinya.
--
Anak panti sedang merayakan ulang tahun. Ibu panti memberikan kue ulang tahun tetapi anak panti bertanya mengenai Boot. Ibu panti kebingungan cara menjawabnya.

No comments:

Post a Comment