Tuesday, August 7, 2018

Sinopsis C-Drama : MoonShine and Valentine Episode 23 - part 2

0 comments


Broadcast Network        Tencent




Moment pernikahan yang begitu manis dan indah itu. Tiba- tiba saja hancur, ketika para polisi datang. Mereka datang untuk menangkap Pi Pi serta He Lan dengan tuduhan mereka berdua terlibat dalam sebuah kasus kriminal.



Tentu saja mereka semua yang berada disana, menahan para polisi tersebut. Tapi para polisi itu tetap memaksa. Dan Pi Pi sendiri pun menjadi panik.

“Pi Pi, tidak apa. Aku disini,” kata He Lan untuk menenangkan Pi Pi. Lalu ia menyuruh Kuan Yong serta Xui Xian untuk pergi dan menyelidiki hal ini.


Dan setelah itu He Lan serta Pi Pi pergi mengikuti para polisi. Lalu teringat akan Qian Hua, Kuan Yong pun menghubungin dia.


Untungnya, ketika Kuan Yong menghubunginnya. Qian Hua masih berada dirumah dan belum pergi menuju ke bandara. Dan Kuan Yong lalu menjelaskan sebuah buruk kepada Qian Hua.



Dikantor polisi. He Lan serta Pi Pi dikurung di dalam sel yang berbeda.



Dirumah He Lan. Mereka semua berkumpul, Xiao Ju, Xui Xian, Kuan Yong serta Qian Hua. Disana Ibu Pi Pi yang panik menelpon Xiao Ju.

“Bibi, jangan khawatir. Beritahu aku apa yang polisi katakan padamu… Apa? Itu tidak mungkin… Okay. Aku mengerti. Aku akan memberitahu mu jika ada kabar baru… Baik. Da dah,” kata Xiao Ju dengan Ibu Pi Pi melalui telpon.



Sambil menghela nafas, Xiao Ju duduk dan menjelaskan kalau Pi Pi ditangkap sebagai tersangka, karena Pi Pi dicurigai telah melakukan pembunuhan. Namun polisi tidak memberitahukan informasi apapun, karena informasi yang berhubungan dengan itu ditutup untuk publik.


“Bagaimana pun. Mari bicarakan dengan pengacara dulu. Aku akan mengurus ini besok pagi,” kata Qian Hua, menenangkan mereka semua.



Xiumei dengan terburu- buru kembali dan memberitahukan kabar yang didengarnya kepada mereka semua.

“Tuan Qing Mu telah mati. Begitu juga dengan Fang Jin Xue,” jelas Xiumei. Dan mendengar itu, Qian Hua teringat sesuatu.



Kuan Yong meminta Xiumei untuk tenang dan menjelaskan lebih rinci lagi. Jadi Xiumei pun duduk dan melanjutkan, ia mengatakan kalau He Lan dicurigai sebagai pembunuh yang telah membunuh dua orang itu. Dan paling anehnya, orang yang mengatakan itu semuanya adalah seluruh orang dari Clan Selatan.

“Selain itu, tetua yang mendukung Tuan He Lan. Mereka mengatakan bahwa He Lan ingin merebut kekuasaan dan membunuh Ayahnya sendiri,” jelas Xiumei.



Tentu saja tidak satupun dari mereka percaya. Termaksud Xui Xian. Ia menjelaskan kalau He Lan bahkan tidak mau menjadi pewaris Qing Mu.

Xiumei kembali menjelaskan. Tentang Fang Jin Xue, mereka bilang kalau dia ada membawa sebuah harta berharga dari utara untuk menyembuhkan anaknya. Dan He Lan yang mengertahui itu mau merebutnya untuk menyembuhkan seorang manusia. Lalu disaat Fang Jin Xue menolak, He Lan membunuhnya.



Qian Hua yang mendengar itu langsung menjelaskan, jika harta yang disebut Xiumei adalah cermin bunga emas, maka itu bukanlah sebuah harta berharga. Karena itu hanyalah sebuah kenang- kenangan yang Ibu He Lan tinggalkan untuk He Lan.

Sebenarnya, Putri Zhao Yan lah yang telah menyelamatkan He Lan. Namun dulu, ketika Qing Mu menemui Putri Zhao Yan, dia datang sambil membawa cermin itu. Dan lalu karena itu orang jadi salah paham.



Mereka semua kebingungan, karena begitu banyak hal yang terjadi. Dan mereka menduga kalau itu pasti bukan sebuah kebetulan biasa.

“Tentu saja itu bukan kebetulan. Itu Zhao Song,” kata Qian Hua.

Mendengar itu, Xui Xian dengan emosi berdiri dan mau pergi menemui Zhao Song. Namun mereka semua dengan cepat langsung menahannya dan memintanya untuk duduk dan mendengarkan Qian Hua dulu.



“Ketika perusahaanku mengalami krisis. Aku merasa ada sesuatu yang aneh. Tapi aku kira dia hanya menyerang aku saja. Tidak disangka dia malah menjadi begitu ekstrim,” jelas Qian Hua.

“Bagaimana bisa dia menyerangmu? Bukankah dia menyukaimu?” tanya Xui Xian dengan heran. Dan Qian Hua terdiam.



Xui Xian makin kebingungan, kenapa tidak ada satupun yang menyadari itu. Dan Qian Hua menjelaskan bahwa sebenarnya ada seseorang yang tau tentang itu, tapi orang itu hanya diam saja. Alasannya karena beberapa keluarga berpengaruh di Utara tidak puas dengan Qing Mu. Dan mereka mau Zhao Song untuk menjadi ketua selanjutnya.

Kuan Yong teringat akan kunci yang telah Qing Mu berikan kepada He Lan dan telah He Lan terima. Kunci itu berarti hak waris. Hanya orang yang memiliki kunci itulah yang bisa menjadi pewaris sejati.

“Dimasa lalu, He Lan tidak bisa memaafkan Tuan Qing Mu. Jadi dia tidak menerima kunci itu. Aku kira, Zhao Song awalnya bermaksud untuk membunuh Tuan Qing Mu dan mendapatkan kunci itu. Dan kemudian menuduh He Lan,” kata Qian Hua.



Tanpa kunci itu Zhao Song tidak akan menjadi narapidana. Namun karena tidak memiliki kunci itu, Zhao Song pasti tidak akan melepaskan He Lan. Jadi kini He Lan berada dalam bahaya. Itulah kesimpulan dari mereka semua.

“Untuk menyelamatkan Jia Lin, Tuan He Lan menggunakan semua kekuatannya. Itu berarti kecuali Tuan He Lan, gabungan kekuatan kita semua tidak mungkin bisa menandingin Zhao Song,” kata Xui Xian berkesimpulan.



Qian Hua teringat akan sesuatu. Tahun kedua Raja rubah, seseorang mengunjunginnya menaiki perahu dan memberikan kepada dia beberapa harga berharga. Raja rubah sangat menyukai harta itu ketika dia hidup, jadi dia meletakan itu di dalam kuburannya ketika dia mati.

“Diluar kuburan ada kolom hias yang dibuat menggunakan Kayu Hengchun. Dikatakan kayu itu sudah ada selama ribuan tahun, tapi kayu itu tidak tahan api. Dan kayu itu bisa menunjukan indentitas aslimu,” jelas Qian Hua.




Dengan serius mereka mendengarkan. Dan Qian Hua melanjutkan penjelasannya. Ia mengatakan bahwa jika ada orang rubah pergi merampok itu makam itu, maka mereka akan mati. Dan makam itu pun menjadi area terlarang Fox Clan.

“Jadi jika kita bisa menemukan tongkat kayu suci itu. Kita mungkin bisa membunuh Zhao Song?” tanya Xui Xian.

“Bukan hanya Zhao Song. Kayu ini begitu hebat. Sekali menyala, semua Fox Clan sekarang akan mati,” balas Qian Hua.


Xiumei menjadi takut. Sedangkan yang lain tidak. Mereka lalu memutuskan untuk membagi tim, karena saat ini mereka tidak memiliki waktu yang cukup. Xiumei dan Qian Hua akan mencoba membantu He Lan serta Pi Pi.

Sedangkan Xui Xian dan Kuan Yong akan pergi mencari kayu itu. Setelah itu semua menerima keputusan itu, maka Xiumei serta Qian Hua segera pergi.



Xiao Ju menahan Xui Xian serta Kuan Yong yang juga mau pergi. Xiao Ju mengakui kalau ia masih tidak mengerti, namun dia mau ikut pergi juga bersama mereka berdua.

“Aku manusia. Jadi tidak masalah. Lagian kalian berdua ada bersama denganku. Kalian akan melindungin ku, kan?” kata Xiao Ju. Lalu menarik mereka berdua.



Didalam toko. Bertiga mereka berusaha untuk mencari tau dimana lokasi makam tersebut, karena makam itu tidak ada didalam catatan lama. Jadi tidak satupun dari mereka yang tau.

Kuan Yong yang pintar berusaha menghitung dan mencari tau dimana lokasi makam itu kira- kira berada. Dia menjelaskan tentang data yang ditemukannya melalui catatan lama, tapi Xui Xian dan Xiao Ju tampak tidak mengerti sama sekali.


“Mirip siapa itu?” bisik Xui Xian. Dan dengan serius, Xiao Ju memperhatikannya. Lalu Xui Xian melanjutkan,” Seperti Ayahmu,” katanya dan tertawa.



Tepat disaat itu Ayah Xiao Ju datang ke toko. Ketika dia melihat apa yang sedang Kuan Yong kerjakan, dia pun ikut membantu Kuan Yong.



Berdua mereka datang ke kantor polisi. Qian Hua datang dan bertindak sebagai seorang pengacara. Dan melihat dia para polisi mengenalinya sebagai seorang CEO dari Zael (CL). “Apa kamu mengubah profesimu?” tanya si Polisi.



“Maaf, tuan. Aku adalah pengacara mereka. Kamu bisa memberitahu aku,” kata Xiumei, membantu Qian Hua yang ditanya tiba- tiba.

Polisi itu mempersilahkan Xiumei untuk masuk ke dalam ruangan. Dan dengan panik, Xiumei menarik nafasnya. Lalu Qian Hua pun mengeluarkan lispstik yang dibawanya dan memberikan itu kepada Xiumei.


Ditempat lain. Kuan Yong, Xui Xian, serta Xiao Ju memulai pencarian. Bermodalkan data perhitungan yang mereka miliki serta lampu senter, mereka mendatangin tempat yang kira- kira adalah makam Raja Rubah.



Disana dengan hati- hati mereka mulai melihat ke sekeliling. Dan disana Xui Xian menemukan sebuah tulisan diatas batu. Lalu Kuan Yong yang melihat itu, bertanya tulisan apa yang tertulis disitu.

“Lanjutkan,” kata Xui Xian.

“Bagaimana kamu tau?” balas Kuan Yong.

Xiao Ju yang tadi berjalan duluan menemukan sebuah gua. Dan ia pun memanggil mereka berdua.



Didalam ruangan. Xiumei duduk berhadapan dengan dua orang polisi. Bertindak seperti seorang pengacara, ia menanyakan pada para polisi tentang kejahatan apa yang kliennya telah lakukan.



Qian Hua duduk diruangan lain. Melalui jendela hitam, dia memperhatikan Xiumei dan polisi tersebut.

Polisi menjelaskan tentang mengapa klien Xiumei ditangkap. Dan mendengar itu, Xiumei langsung bertindak panik,”Pembunuhan? Pembunuhan! Bagaimana bisa dia melakukan itu?!”



Menggunakan kekuatannya, Qian Hua membuat Xiumei untuk diam sebentar dan mengatakan agar Xiumei tenang. Dan Xiumei lalu meminta si polisi untuk melanjutkan.




Polisi menanyakan pada Xiumei tentang hubungan Wang Xuan dan Guan Pi Pi. Dan ketika Xiumei mulai panik lagi, Qian Hua yang menjawab dan mulut Xiumei mengikuti perkataan Qian Hua.

“Mereka teman kerja. Wartawan dari Xincheng Fokus,” jawab Qian Hua.




Polisi menanyakan lagi, apa Pi Pi dan Wang Xuan adalah musuh, saingan, atau mereka berdua memiliki masalah didalam pekerjaan. Dan mendengar itu, Xiumei tidak mengerti.

“Apa hubungannya ini dengan kasus pembunuhan?” tanya Xiumei.

Polisi kembali bertanya. Kali ini dia menanyakan hubungan antara Wang Xuan dan He Lan serta apa pernah Wang Xuan menemui He Lan untuk wawancara.


“Mereka tidak saling mengenal. Tapi Wang Xuan selalu ingin mewawancarai He Lan Jing Ting,” jawab Qian Hua.



Polisi menyimpulkan kalau Wang Xuan selalu ingin mewawancarai He Lan, tapi dia tidak berhasil. Lalu Guan Pi Pi ingin menikahi He Lan Jing Ting, jadi karena itu mereka berselisih.

“Tuan. Apa maksudmu?” tanya Xiumei, tidak mengerti.




Polisi kembali menyimpulkan kalau Wang Xuan berhasil dalam pekerjaannya. Sedangkan Pi Pi tidak. Sehingga karena iri dan benci, Pi Pi  membunuh Wang Xuan.

“Tolong jangan asal menyimpulkan tentang klienku, jika kamu tidak punya bukti,” jawab Wang Xuan.

“Okay. Aku akan jelaskan langsung. Korban dalam kasus ini adalah Wang Xuan,” kata si polisi.



Zhao Song datang ke kantor polisi. Dan secara diam- diam dia menyelinap kedalam kamar mandi, ketika ada seorang polisi yang masuk kedalam nya.



Didalam gua. Kuan Yong menjelaskan kalau menurut perhitungan, makam Raja rubah ditanam di barat dan bangunnya dibangun dari timur.

“Jadi kita harus pergi kemana?” tanya Xui Xian, kebingungan.

“Jadi kita harus bertindak hati- hati,” balas Kuan Yong, tidak tahu juga.

“Huh?” kata Xiao Ju, kaget.

“Kamu begitu terpelajar, Tuan Zhao. Aku pergi ketengah,”  balas Kuan Yong, menyindir.



Zhao Song mencuri seragam polisi tadi. Lalu dengan sikap sebagai seorang polisi, dia mengunjungin sel dimana He Lan dipenjara. Dan dengan kekuatannya, dia menghilangkan gembok pada pintu sel He Lan.



“Hari ini adalah pernikahan Yang Mulia He Lan. Aku minta maaf. Aku telat. Pernikahanmu telah berakhir? Mengapa kamu sendiri? Dimana pengantinnya?” kata Zhao Song. Ia memasuki sel He Lan.

“Apa yang membawa mu kesini?” tanya He Lan.



Disaat Zhao Song terus bicara bertele- tele, He Lan meminta Zhao Song untuk langsung memberitahukan maksud kedatangannya kesini. Dan Zhao Song pun meminta agar He Lan memberikan kunci yang diterimanya dari Qing Mu.

“Tidak mungkin,” kata He Lan, tegas.

“Aku telah membunuhnya,” balas Zhao Song.



“Bagaimana bisa kamu membunuh Ayahmu?” tanya He Lan.

“Dia bukan Ayahku. Bukan Ayahmu, juga,” balas Zhao Song.

“Dia telah membesarkan kita. Kita harusnya berterima kasih padanya.”

“Kamu berpikir begitu sekarang? Tapi yang pertama membenci dia adalah kamu. Dan kamu melawannya. Selatan dan utara juga terpisah karena kamu. Aku membunuh dia, kamu harusnya bahagia. Aku membantumu,” kata Zhao Song.




Sekali lagi, Zhao Song meminta kuncinya. Tapi He Lan tetap tidak mau memberikan itu kepada Zhao Song. Jadi dengan marah, Zhao Song menggunakan kekuatannya dan mencekik He Lan.



“Mengapa kamu begitu lemah sekarang? Hanya karena seorang manusia. Membuat dirimu sendiri seperti ini. Berikan aku kuncinya, lalu aku akan hanya membunuhmu. Jika tidak, aku akan membunuh orang disekitar mu,” kata Zhao Song.



He Lan tetap tidak mau. Dan karena tidak bisa melawan sama sekali juga. Maka He Lan pun meninggal dan didahi He Lan muncul bekas seperti terbakar, karena kekuatannya yang telah lenyap.

No comments:

Post a Comment