Sunday, August 19, 2018

Sinopsis Lakorn : Piang Chai Kon Nee Mai Chai Poo Wised Episode 1 - 3

1 comments

Broadcast Network: Channel 3




Chaya memukuli Wat dengan keras, hingga Wat terjatuh. Karena dia salah paham. Dia menganggap kalau Wat telah menculik Nuth.

“Apa yang kamu lakukan kepada Nuth? Mengapa dia dalam kondisi ini? Hah?” tanya Chaya dengan marah. Dan bergerak ingin memukuli Wat lagi.



“Chaya. Jangan. Dia tidak melakukan apapun kepadaku. Dia menyelamatkan ku,” kata Nuth menjelaskan sambil memengangin tangan Chaya agar tidak memukuli Wat lagi.

“Dengan kehormatanku. Tidak ada yang terjadi pada gadismu,” tambah Wat.

Chaya menjadi kebingungan dengan situasi yang sebenarnya terjadi. Dan Nuth pun menjelaskan bahwa orang yang menyakitinya bukanlah Wat. Tapi Chris.


Chris yang mendapatkan kabar bahwa Nuth telah kembali, pun menjadi panik. Begitu juga dengan Soam.

“Jika dia membicarakan tentang itu. Apa yang akan kita lakukan?” tanya Soam dengan frustasi dan kebingungan.


Tepat disaat itu. Chaya datang dan langsung memukuli Chris. Dia memarahi Chris yang telah melakukan hal seperti itu kepada Nuth. Dan beberapa wartawan yang kebetulan berada disana langsung menghampiri mereka dan memotret mereka.

“Apa kamu yang meminumkan obat itu pada Nuth?” teriak Chaya dengan marah sambil memegangin kerah kemeja Chris.



“Obat? Tanya dia. Apa aku yang memaksa itu masuk kedalam tenggorokannya?” balas Chris, tanpa rasa bersalah. Sehingga dengan semakin emosi, Chaya langsung memukuli Chris.

Nuth serta Soam langsung bergerak untuk memisahkan Chaya yang sedang memukuli Chris. Dan setelah itu, Chaya yang masih marah berteriak dan mengancam akan memasukan Chris kepenjara.

“Jika aku masuk ke penjara, pacarmu Soammika akan masuk juga,” teriak Chris membalas.


Mendengar itu Nuth serta Chaya langsung menjadi marah, tapi Soam menyangkal bahwa ia tidak tau. Namun Chaya sama sekali tidak percaya pada Soam dan memarahinya.

“Nuth yang bodoh,” kata Soam dengan marah, tidak terima Chaya memarahinya.

“Aku yang bodoh untuk mempercayai wanita yang menakutkan seperti kamu,” balas Chaya.

“Karena kamu jatuh cinta dengan keponakanmu. Apa kamu bahkan pernah mengenaliku sebagai kekasihmu?” teriak Soam, mengeluarkan perasaan yang dipendamnya selama ini.

“Jadi kamu melakukan ini? Aku tidak bisa percaya itu. Dari sekarang, kamu tidak akan bisa menyakiti Nuth lagi. Kita putus,” balas Chaya dengan marah.


Soam terdiam karena terkejut. Dan para wartawan yang berada disana segera memotret dan menfoto mereka semua. Lalu karena malu, maka Soam pun menjadi salah tingkah.

“Kamu akan menyesali ini,” teriak Soam kepada Chaya. Setelah itu dia berlari pergi dari sana.

Ketika Soam telah pergi. Para wartawan langsung mendekati Chaya dan Nuth, tapi para karyawan Nuth langsung menahan para wartawan  untuk tidak mengambil foto lagi. Dan Nuth serta Chaya langsung pergi dari sana juga.


“Jatuh cinta dengan keponakannya?” gumam si Wartawan perempuan yang kemarin berada di tepi pantai bersama Nuth.



Soam berlari ke arah pantai, disana dia menaiki kapal milik Wat dan menjalankannya. Dan karena awalnya Wat sedang tidak memperhatikan, maka ketika dia sadar, dia terlambat untuk menghentikan Soam yang menaiki kapal miliknya.

“Sialan. Ini bukan hariku,” gerutu Wat dengan kesal.



Wat kemudian meminjam kapal lain dan pergi menyusul Soam. Dia berteriak agar Soam menghentikan kapalnya sekarang. Tapi Soam yang sedang sedih, sama sekali tidak mau mendengarkan. Dan dengan laju ia tetap menjalan kan kapal itu.

Lalu karena itu Wat pun semakin laju mengendarai kapalnya. Hingga akhirnya ia berhasil mencapai sebelah kapal Soam. “Khun. Dengar. Hentikan kapal itu. bisakah kamu mendengarku?” teriak Wat. Tapi Soam tetap tidak mau berhenti.



Hingga akhirnya, karena kehabisan bensin maka kapal milik Wat pun berhenti. Dan melihat itu, Wat pun langsung memarahi Soam yang telah berani mencuri kapalnya.

“Orang lain bisa mencuri pacarku. Ini hanya sebuah kapal. Kamu tidak akan mati. Pria tidak berguna!” teriak Soam dengan marah serta frustasi.

“Aku tidak tau apa masalahmu. Tapi aku ingin kapalku kembali,” balas Wat.



“Jika kamu mau, maka ambillah!” balas Soam.

“Owh.. kamu menggunakan semua bensinnya. Bagaimana bisa aku membawanya kembali?” tanya Wat.

“Tidak tau. Aku hanya mau sendirian,” balas Soam sambil mulai menangis.

“Hari apa ini,” gerutu Wat dengan frustasi.



Setelah rapat selesai. Para tante Nuth masuk kedalam ruangan dengan heboh dan memperlihatkan tentang berita Chaya yang memukuli Chris didepan publik serta memutuskan Soam di depan media.



Dan para tante Nuth mengeluh, kepada kakak mereka, yaitu Ayah Nuth. Mereka membicarakan hal buruk tentang Chaya yang telah berani melakukan itu, sehingga mereka bisa kehilangan pelanggan serta rencana pernikahan Nuth bakal batal.



“Kakak. Bisakah kamu melihatnya sekarang? Chaya mengunkapkan darah kotornya dan perilaku buruknya,” kata Nun, tante pertama.

“Seperti yang orang dulu bilang.Orang baik suka bekerja. Orang buruk suka menghancurkan,” tambah tante keempat.

“Tidak seorang pun dikeluarga kita yang punya perilaku kasar. Itu karena dia adalah….” Kata tante kedua. Dan secara serempak mereka berkata ‘Anak Parasit’.


Ayah Nuth memarahi para adik- adiknya. Dan membela Chaya yang adalah adik kandungnya juga. Tapi para tante Nuth tidak percaya, karena Chaya berasal dari Ibu yang berbeda dan mungkin juga dari Ayah yang berbeda dari mereka. Karena Ayah mereka sudah tua sedangkan Ibu Chaya masih muda, jadi mereka tidak yakin.

“Chaya tidak pernah tidak bertanggung jawab. Dia pasti punya alasan yang baik. Aku akan menghubungin dia,” kata Ayah Nuth, menghentikan omong kosong para adiknya. Lalu dia keluar dari ruang rapat.



Nuth memegang kartu nama miliknya serta seamplop uang. Lalu Chaya datang dan mengajak Nuth untuk pulang, karena dia telah memberitahu setiap orang.


Si wartawan perempuan penasaran tentang dimana Nuth berada kemarin malam. Dan dia membayar seseorang demi untuk mendapatkan informasi.



Di Koh Rok. Soam muntah- muntah diakibatkan mabuk laut. Dan dia mengomeli Wat yang menyetir sangat buruk, hingga dia seperti ini. Lalu Wat pun menggerutu bahwa ini memang hari sialnya, karena Soam, dia sampai harus bersusah payah membawa kapal miliknya, tapi Soam malah marah kepadanya.



Setelah selesai muntah. Soam baru sadar bahwa dia berada di tempat asing. Dan Wat pun menjawab kalau saat ini mereka berada di Koh Rok. Lalu mengetahui itu, Soam pun menuduh Wat telah sengaja membawanya ke sebuah pulau yang sepi.


“Bagaimana aku bisa tinggal disini?” keluh Soam, sambil berteriak frustasi.

“Apa setiap gadis kaya selalu mengeluhkan tentang hal yang sama?” balas Wat.

“Kamu. Pria gila,” teriak Soam.

“Wat. Namaku Wat. Seseorang dari hotel akan datang untuk menjemput kapalnya, jadi kamu bisa ikut pergi dengan mereka,” jelas Wat.

Tapi Soam tidak mau kembali, tidak sampai Chaya sendiri yang menjemputnya. Karena hari dimana Nuth menghilang, Chaya gila mencarinya. Sedangkan dia adalah pacarnya, tapi Chaya sama sekali tidak peduli padanya.


Mendengar nama Nuth disebut, Wat menjadi salah paham. Dia mengira Chaya menyelingkuhi Soam dan pergi kepada wanita bernama Anusaniya. Dan Soam membenarkan hal itu dengan marah.


Orso menyambut setiap turis yang datang ke pulau mereka. Lalu tepat disaat itu, si Wartawan perempuan itu tiba di Koh Rok. Dan dia menemui Mariam serta bertanya mengenai Nuth.



“Ada. Ada wanita yang tidak tahu malu. Pakaian dalamnya terlihat bagus dan mahal. Tapi wanita itu murahan,” jelas Mariam dengan nada tidak suka.

“Apa dia terlihat cantik, tapi bertingkah sulit didekati?” tanya si Wartawan perempuan itu.

“Tidak sulit sama sekali. Dia cantik, sexy, besar,” jawab Orso sambil dengan bersemangat memperlihatkan foto Wat dan Nuth yang dipotretnya.


Foto dimana Wat sedang menahan Nuth. Dan Nuth berbaring diatas pasir. Lalu melihat foto itu, si Wartawan perempuan menjadi terkejut. Sedangkan Mariam langsung mengomel.



Ketika para karyawan hotel datang untuk menjemputk kapal mereka. Soam menolak untuk ikut dan berteriak, menyuruh mereka untuk memberitahu Chaya untuk menjemputnya.

Dan mendengar itu, Wat pun menjadi kesal serta tidak mau peduli lagi kepada Soam. Jadi dia pun pergi meninggalkan Soam, tapi Soam yang tidak mau ditinggal sendirian mengikuti Wat.



Soam memberikan hapenya sebagai bayaran minuman. Namun Wat tidak mau menerimanya, karena hape itu seperti sampah tak berguna di pulau ini, sama seperti Soam yang dibuang.

Dan mendengar itu, Soam menjadi kesal,”Apa kamu tahu dengan siapa kamu bicara? Aku Soammika.”

“Jadi apa?” balas Wat.

“Soammika Punnarai. Kamu tidak kenal aku? Itu diluar desa ini,” kata Soam.

“Aku tidak kenal kamu. Dan aku tidak ingin tahu kamu juga,” balas Wat. Lalu pergi.



Melihat Wat tidak peduli padanya dan mau pergi lagi. Soam langsung berteriak dan menanyakan kemana Wat akan pergi. Dan Wat menjawab bahwa dia berharap, ketika dia kembali, dia tidak akan melihat Soam disini lagi.

Lalu mendengar itu Soam pun semakin kesal. Dan dia berteriak menyuruh Wat untuk kembali sekarang. Tapi menggunakan kapal, Wat tetap pergi dari sana.



Mariam membawa si Wartawan perempuan dan menunjukan tempat tinggal Wat. Dan ketika si Wartawan perempuan melihat Soam, dia menjadi terkejut. Sedangkan Mariam menjadi cemburu lagi.



Dengan perasaan kesal. Soam kembali ke pulau tempatnya tiba tadi. Lalu si Wartawan perempuan itu mendekati Soam dan bertanya mengapa Soam duduk sendirian.

“Apa kamu kenal aku?” tanya Soam dengan heran.

“Tentu saja. Dan aku tau… kamu baru saja diputusin,” jawab si Wartawan perempuan itu.



Soam berdiri dengan marah dan mengatakan bahwa Chaya pasti akan datang menjemputnya. Tapi sayangnya, menurut info yang si Wartawan perempuan itu dapatkan, Chaya telah pulang bersama dengan Anusaniya dan mungkin saja saat ini mereka berdua sedang berpelukan di pesawat.


Mendengar info itu, Soam menjadi marah dan mendorong si Wartawan perempuan itu. Tapi si Wartawan perempuan itu tidak peduli dan tetap melanjutkan omongannya, setelah itu dia pamit dan pergi meninggalkan Soam.


Sesampainya dirumah, Nuth dan Ayah berpelukan. Lalu Ayah Nuth yang telah mengetahui masalah yang terjadi dipulau, dia berkata bahwa mereka harus menuntut Chris.


Tapi Nuth tidak mau, karena mereka tidak mempunyai bukti serta dia sendiri juga bersalah, karena meminum obat itu. Ditambah Chris adalah pelanggan penting mereka dan Nuth tidak ingin menyebabkan Casa kehilangan pesanannya.



Chaya dengan emosi menambahkan bahwa itulah alasannya dia ingin memukuli Chris sampai mati saat itu.

Para tante Nuth yang mendengar itu, datang dan menghampiri mereka. Lalu Nun mengatai Chaya yang tidak mampu untuk memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan.


“Itu adalah kamu, orang yang mencoba untuk mendekatkan Nuth kepada Chris. Jadi karena itu Chris mengambil keuntungan dari Putriku,” kata Ayah Nuth, memarahi adiknya dan membela Chaya.


Mengetahui para tantenya melakukan hal itu. Nuth menjadi emosi. Dan dengan cepat Tante kedua mendekati Nuth untuk memberikan pengertian,” Ayolah, keponakanku. Itu hanya salah paham. Jika kamu tidak suka dia, yah tidak perlu untuk bersikap berlebihan dan menghancurkan masa depanmu.”

“Bibi. Aku disini untuk bekerja. Bukan menggoda Pria. Aku tidak pelu menjual diriku untuk pekerjaan,” balas Nuth dengan tegas.


Para tante Nuth tetap tidak menyadari kesalahan mereka dan terus menyangkalin bahwa itu bukanlah maksud mereka. Dan Chaya pun membela Nuth. Tapi para tante Nuht yang tidak suka, malah balas mengatai Chaya.

“Bagaimana tentangmu? Kamu mengambil uang perusahaan untuk dirimu sendiri. Berapa banyak pendapatan kita yang hilang?” tanya Nuth, membongkar kesalahan tante nya Nun.


Lalu Nun menjadi gugup dan kesulitan menjawab. Dan Nuth pun menyebutkan jumlah uang perusahaan mereka yang telah hilang, karena dipinjamkan tanpa jaminan oleh Nun. Yaitu bila pokok ditambah bunga, maka itu sekitar 60 juta.


Dan mengetahui hal itu, para tante Nuth yang lain menjadi terkejut, karena mereka tidak mengetahui tentang hal itu. Lalu Nuth menegaskan bahwa Nun harus bertanggung jawab dan menagih hutang yang tidak terbayarkan itu.

“Ne… jangan memerintahku. Dan berhenti kasar padaku,” teriak Nun dengan marah, karena telah ketahuan bersalah.


“Nuth benar. Dia sedang melakukan pekerjaannya,” balas Chaya, membela Nuth.

“P’Pol (Ayah Nuth) aku …” kata Nun dengan gugup kepada kakaknya.

“Aku akan membiarkan Nuth yang membuat keputusan untuk ini,” balas Pol.



Diluar rumah. Tante kedua mengomel, karena mereka ingin menendang Chaya untuk keluar, tapi sekarang malah mereka yang ditendang keluar. Lalu Tante ketiga menyalahkan Nun yang telah menyebabkan itu. Begitu juga dengan Tante ke empat.



“Itu pinjaman investasi untuk temanku. Aku tidak mencurinya. Dia akan membayar kembali hutangnya itu,” kata Nun, membela diri sendiri.

“Begitukah?” balas tante Nuth yang lain secara bersamaan.

“Jangan menyeret kita dengan kamu lagi,” kata Tante kedua dengan kesal.



“Tolong aku. Coba pikirkan. Nuth mulai berani melawan ku. Dan Chaya berada dibelakangnya. Jika kita, kita, kita, tidak bekerja sama. Maka pada akhirnya, dia akan mengambil segalanya,” kata Nun berusaha untuk menyakin kan para saudaranya.

Dan karena takut bahwa mereka akan menjadi miskin. Maka mereka pun setuju untuk bekerja sama. Namun Tante kedua tidak mau ikutan, tapi karena semua saudaranya bergabung, maka dia pun bergabung juga.



Didekat kolam berenang. Chaya menghampiri Nuth yang masih murung. Dan dengan kesal Nuth menceritakan bahwa dia tidak percaya kalau para Tantenya akan menjebak dia dan mendekatinya dengan si bajingan Chris.

“Aku tidak punya pacar. Mengapa itu menjadi masalah besar sih?” keluh Nuth.

“Itu tidak masalah. Aku suka ketika kamu menjadi single,” balas Chaya.



Nuth lalu mengatakan bahwa jika dia tidak bisa menemukan seorang Pria sebaik Chaya, maka dia tidak akan mau. Dan juga dia tidak berencana untuk berkencan dengan siapapun. Lalu mendengar itu, Chaya pun tersenyum senang.


Ketika Nuth telah pergi. Ibu Chaya yang kebetulan berada disana dan mendengar pembicaraan mereka. Dia mengingatkan tindakan Chaya.


Dipulau. Dirumah Wat. Karena bosan, maka Soam melihat- lihat seisi rumah Wat. Dan ketika dia melihat barang- barang elektronik yang Wat miliki. Dia menjadi heran, karena setiap barang Wat tampak mahal.

“Pantas saja dia tidak mau menerima uangku,” gumam Soam.




Soam lalu melihat ke dalam lemari penyimpanan Wat. Dan lalu karena kaget, dia menjerit dengan keras. Karena didalam lemari penyimpanan Wat, dia melihat sebuah benda aneh yang disimpan dalam sebuah botol besar berisikan air.

1 comment: