Friday, September 28, 2018

Sinopsis Chinese Drama : Love The Whole World Episode 07-2

1 comments

Sinopsis Chinese Drama : Love The Whole World Episode 07-2
By : iQiyi
Chang Gong menemani Mu Zi pergi ke toko Han Dong untuk mengambil CD yang sudah Mu Zi pesan sebelumnya. Han Dong memberikan CD tersebut, dan dengan semangat ingin bertemu veteran tentara juga bersama dengan mereka. Mu Zi sedikit canggung mendengarnya, dan merasa kalau sebaiknya Han Dong tidak usah ikut dengan mereka. Alasannya, karena veteran tentara yang hendak dia temui sudah sangat tua, dan tidak baik jika banyak orang ikut.
Han Dong langsung bisik-bisik pada Chang Gong, kalau sepertinya Mu Zi itu ngajak Chang Gong kencan, makanya dia tidak boleh ikut. Chang Gong langsung berkomentar kalau Han Dong sok tahu.
Chang Gong kemudian bertanya pada Mu Zi, apa cukup untuk memberikan hadiah kaset saja kepada veteran tentara yang akan mereka temui nanti? Bukankah lebih baik jika mereka meletakkan sejumlah uang di dalam kaset untuk veteran tersebut sebagai tanda terimakasih karena melindungi negara? Mu Zi tertawa, dan mengatakan tidak perlu, yang veteran itu perlukan hanyalah teman.
--
Chang Gong dan Mu Zi tiba di rumah sakit dimana veteran tentara tersebut di rawat. Anehnya, perawat di sana menyapa Mu Zi dengan akrab dan memberitahu kalau kakek sudah bangun dan menyuruh Mu Zi untuk segera masuk. Mendengarnya, membuat Chang Gong jadi curiga. Dia menuduh Mu Zi menipunya dan meminta Mu Zi memberitahu sebenarnya, siapa yang akan mereka temui?
“Veteran tentara,” jawab Mu Zi. “Dan dia adalah kakekku.”
Chang Gong terkejut mendengarnya. Dan Mu Zi dengan santai menjelaskan kalau waktu itu dia menceritakan mengenai Chang Gong pada kakeknya, dan kakeknya jadi ingin bertemu dengan Chang Gong.
“Seharusnya kamu mengatakannya padaku. Jadi, aku bisa menyiapkan hadiah,” protes Chang Gong. “Apa pantas aku hanya mengantarkan buah saat pertama kali bertemu?” kesal Chang Gong, karena dia tadi hanya membeli buah.
“Dia tidak menginginkan apapun. Tidak usah khawatir. Semua baik-baik saja,” jawab Mu Zi santai dan menarik Chang Gong agar ikut dengannya masuk.
Mu Zi menyapa kakeknya dan memperkenalkan Chang Gong. Kakek langsung senang karena sudah banyak mendengar cerita mengenai Chang Gong dari Mu Zi. Chang Gong menyapa kakek dengan ramah dan meminta maaf karena hanya memberikan buah, dia tadi tidak tahu. Kakek malah menggoda Chang Gong dengan bertanya apa yang akan Chang Gong berikan padanya jika tahu akan menemuinya? Mu Zi langsung memarahi kakek dan memintanya untuk tidak membuat Chang Gong takut.
Kaket tertawa. Dia menyuruh mereka duduk dan berbincang dengannya. Chang Gong membuka pembicaraan dengan bertanya pengalaman kakek saat menjadi tentara dulu. Kakek senang dan mulai bercerita. Sementara Mu Zi, dia pamit keluar untuk memotong apel.
Diluar, dia malah bertemu dengan ayah dan pamannya yang datang untuk mengunjungi kakek. Mu Zi sedikit gugup karena tidak mengira ayahnya akan datang juga. Ayah langsung masuk ke dalam.
Mu Zi ikut masuk. Dia memperkenalkan Chang Gong sebagai teman sekelasnya (ini si Mu Zi berbohong), dan dia juga memperkenalkan pada Chang Gong ayah dan pamannya. Paman mau menginterogasi Chang Gong dengan bertanya apa Chang Gong dulu juga satu SMP dan SMA? Mu Zi langsung meminta pamannya untuk tidak banyak bertanya. Kakek juga menyuruh mereka untuk duduk dan berbincang dengannya saja.
Chang Gong dan kakek sangat nyambung berbicara. Kakek juga menanyakan mengenai pekerjaan orang tua Chang Gong.
“Ayahku adalah teknisi dan ibuku bekerja sebagai administrasi. Setelah menjalani wamil, ayahku berhenti bekerja dan menerima pesangon. Dari uang itu, mereka membuka toko penjahit,” jelas Chang Gong.
Kakek memuji kalau orang tua Chang Gong sangat berani mengambil resiko dan itu sangat bagus. Tetapi, paman sepertinya tidak setuju.
Setelah Mu Zi dan Chang Gong pulang, paman bicara dengan kakek mengenai Chang Gong. Kakek menyukai Chang Gong karena Chang Gong mendengarkan ceritanya walaupun cerita itu membosankan. Menurut kakek, orang yang mau mendengarkan cerita orang tua adalah orang yang memiliki hati yang baik. Paman tidak merasa demikian, dia sepertinya tidak menyukai Chang Gong.
Chang Gong mengantar Mu Zi ke stasiun kereta. Mu Zi menyuruh Chang Gong untuk pulang dan tidak usah menemaninya membeli tiket kereta. Dia juga akan menelpon Chang Gong jadi Chang Gong bisa menghemat biaya telepon. Chang Gong menolak, dia punya prinsip, dan dia yang akan menelpon Mu Zi. Mu Zi senang mendengarnya dan dia pamit untuk beli tiket kereta.
--
tn. Jin mengucapkan perpisahan pada Chang Gong dan Li Song yang memilih untuk bekerja dengan CEO Dong. Dia memuji mereka berdua sangat berani untuk mengambil resiko (untuk di ingat saja, pada tahun 1999 era computer termasuk software bukanlah bidang yang diminati). Chang Gong juga meminta maaf atas kesalahannya tempo hari (yang membuat kamera hilang walaupun bukan dia yang mencuri). Tn. Jin tertawa mendengarnya, dia dengan sangat menyesal meminta maaf atas kesalahannya dulu yang telah menuduh Chang Gong. Tn. Jin bahkan mengajak mereka makan bersama malam ini sebagai tanda perpisahan. Chang Gong setuju, tetapi dia yang akan mentraktir.
Li Song dan Chang Gong sudah membereskan barang-barang mereka dan keluar dari kantor stasiun TV. Mereka saling menyemangati untuk memulai langkah baru.
--
Ny. Zhang menunjukkan pada tn. Zhang, baju baru yang Yao Yao beli dan merupakan merk terkenal. Dan itu membuatnya sedikit curiga, darimana Yao Yao bisa dapat banyak uang? Tn. Zhang meminta pada Ny. Zhang untuk tidak curiga. Tetapi, ny. Zhang tidak bisa, dia akan mampir ke rumah sakit dan mencari tahu dengan siapa saja Yao Yao sekarang berteman, dia takut kalau Yao Yao berteman dengan orang jahat (Ny. Zhang belum tahu jika Yao Yao sudah berhenti menjadi suster dan bekerja sebagai operator pager).
--
Yao Yao pulang kerja dan mampir ke restoran mie untuk makan. Dan secara kebetulan, Ning Feng ada di sana juga. Yao Yaon menghampirinya dan duduk di depannya, dia menyapa Ning Feng dengan akrab. Dia juga bertanya mengenai tangan Ning Feng apa sudah sembuh? Ning Feng menjawab sudah dan tadi baru lepas perban.

Yao Yao kemudian membahas mengenai tahun 2000 yang tinggal sebentar lagi. Jadi, dia bertanya apa yang akan Ning Feng lakukan di malam tahun baru?
“Bekerja sampai jam 10 malam dan kemudian pulang ke rumah dan tidur,” jawab Ning Feng.
“Kenapa kamu selalu bertugas?” tanya Yao Yao dengan kesal.
“Semua orang punya keluarga. Aku satu-satunya yang masih lajang. Bekerja selama liburan tidak masalah bagiku.”
“Bukankah orang tua mu akan merasa tidak senang? Aku bekerja selama Tahun Baru Imlek tahun lalu dan ibuku marah-marah.” 
“Di keluargaku, hanya tinggal aku seorang,” beritahu Ning Feng.
Yao Yao langsung canggung mendengarnya dan meminta maaf. Ning Feng dengan ramah menyuruh Yao Yao untuk tidak merasa bersalah, dia sudah 30 tahun dan membahas hal itu tidak masalah baginya (sih Ning Feng ini cakep dan suaranya berkharisma).
Yao Yao terkejut mengetahui kalau Ning Feng sudah berusia 30 tahun. Dia kemudian bertanya dengan hati-hati, apa Ning Feng punya penyakit atau menderita trauma hingga takut menikah? Dia bisa merekomendasikan dokter yang bagus. Kebetulan, dia dulunya bekerja di bidang Urologi. Ning Feng jadi canggung mendengarnya, apalagi Yao Yao menyuruhnya untuk jujur memberitahu kondisinya. Dengan tegas, Ning Feng memberitahu kalau dirinya baik-baik saja. Sangat baik. Ning Feng dengan kesal menyuruh Yao Yao untuk makan mie saja.
Kebetulan ny. Zhang lewat di depan restoran mie dan melihat sepeda Yao Yao. Dia masuk dan langsung memukul kepala Yao Yao sambil mengomelinya yang tidak langsung pulang ke rumah. Ning Feng sampai kaget melihat ny. Zhang memukuli kepala Yao Yao.
Yao Yao heran melihat ibunya marah-marah dan bertanya ada apa?
“Kau bertanya ada apa? Jawab aku, apa kau berganti pekerjaan?” tanya ny. Zhang dengan marah. “Apa kau sekarang bekerja sebagai operator pager?”
Yao Yao terkejut karena ibu sudah tahu kebohongannya. Dia meminta ibu untuk membicarakannya di rumah, tetapi ibu menolak. Dia meminta Yao Yao menjelaskannya sekarang juga.
“Apa ibu tidak merasa malu melakukan ini di depan seorang petugas polisi?” tanya Yao Yao dan menatap ke Ning Feng dengan pandangan di tundukan.
“Itu lebih baik!” jawab ibu dan merasa tidak keberatan membiarkan Ning Feng melihatnya memarahi Yao Yao. “Dia bisa membawa mu ke kantor polis dan mengurungmu di balik jeruji.”
“Anda dengar itu, Petugas Li? Ibuku selalu mengancamku. Mengatakan bahwa jika aku tidak berperilaku baik, dia akan memberitahu polisi untuk menangkapku,” beritahu Yao Yao dengan kesal.
“Ai (bibi), itu tidak bagus mendisiplikan anak seperti itu,” ujar Ning Feng pad any. Zhang.
“Aku hanya bercanda,” jawab Ny. Zhang.
Dan Ny. Zhang lanjut memarahi Yao Yao karena sudah berani berbohong padanya.
--

Jia You berada di tempat Han Dong. Dia sedang menguleni adonan, dan Han Dong memperhatikannya. Han Dong bahkan menggobal kalau Jia Yaou terlihat lebih anggun dari ibunya ketika menguleni adonan. Jia Yaou tersenyum mendengarnya, dan memberitahu kalau dia belajar menguleni adonan dan membuat pangsit dari bibinya. Han Dong semakin menyukai Jia You dan memujinya sebagai wanita hebat.
Han Dong kemudian memberitahu kalau dia terkadang merasa sedih memikirkan Jia Yau yang harus bekerja sambil membesarkan Xiao Shan. Jia Yaou menjawab kalau dia tidak merasa kesulitan, baginya Xiao Shan sangat baik dan penurut. Sama sekali tidak menyusahkan.
Han Dong memeluk Jia You dari belakang. Dia meminta Jia You untuk mengandalkannya, dia bisa membantu Jia You. Jia You sedikit tersentuh mendengarnya, tetapi dia kemudian menyuruh Han Dong untuk tidak bermain-main. Han Dong tertawa dan menawarkan untuk pergi membeli sirup.
Han Dong pergi dengan sepeda Wei Xiao Shan. Tetapi, dia bukan ke supermarket untuk membeli sirup melainkan ke mall. Dia melihat-lihat baju dress wanita. Dia membeli begitu banyak dress, dan meminta pendapat SPG mengenai baju itu, apa akan pas pada wanita yang tingginya 168 cm, langsing dan cantik.
--
Yao Yao sedang keramas dan tn. Zhang membantunya menuang air ke kepanya untuk membersihkan sampo. Tn. Zhang meminta Yao Yao untuk membiarkan ibu sementara waktu, setelah itu bicara yang manis – manis dan jangan melawan. Yao Yao tidak mau, tidak tidak salah. Dia sekarang bekerja di perusahaannya yang menggajinya 3 kali lipat daripada saat dia menjadi suster, jadi apa yang salah. Tn. Zhang jadi bingung harus bagaimana, istrinya marah-marah karena anaknya bertukar pekerjaan, dan anaknya tidak menyesal dan tidak mau meminta maaf.
Yao Yao juga memberitahu pada tn. Zhang kalau dia hari ini masuk kerja shift malam, dan kata bosnya, dia akan di bayar lebih karena lembur.
--
Han Dong pulang ke rumah dan berpas-pasan dengan Yao Yao yang hendak pergi kerja. Mereka terlihat canggung. Han Dong mengira kalau Yao Yao masih kerja di rumah sakit, dan lembur karena banyak pasien. Yao Yao tersenyum kecil dan memberitahu kalau dia sudah mengundurkan diri dari rumah sakit sejak lama, dan sekarang kerja sebagai operator pager. Han Dong sedikit terkejut, tetapi dia memuji pekerjaan operator paging yang gajinya besar.
Han Dong kemudian pamit untuk masuk ke kamarnya. Yao Yao sedikit sedih. Tiba-tiba, ny. Zhang keluar dan memberikan syal Yao Yao. Walau, dia masih marah karena Yao Yao tidak jujur padanya, dia tetap khawatir jika Yao Yao akan terkena pilek jika keluar malam dengan pakaian tipis dan tanpa syal. Yao Yao senang dengan perhatian ibu dan pamit pergi kerja.
--
Jia You melihat hadiah baju pemberian Han Dong. Han Dong berpura-pura cool sambil makan pangsit buatan Jia You. Tetapi, lagi asyik-asyiknya mereka, ternyata ibu Han Dong datang berkunjung.
Ibu sedikit terkejut melihat ada seorang wanita dan seorang anak kecil di dalam kamar putranya. Jia You menyapa ibu tetapi ibu seperti tidak menganggap. Ibu malah membahas mengenai Han Dong yang menggunakan kartu VIP nya untuk berbelanja di mall. Dia juga menyindiri Han Dong yang sudah membuka toko selama setahun, tetapi belum pernah membelikannya hadiah. Han Dong canggung mendengarnya, apa lagi di sana ada Jia You.
Han Dong malah memilih berbohong kalau dia sudah membeli baju untuk ibu (baju yang dia berikan pada Jia You), dan akan memberikannya besok, di malam tahun baru sebagai hadiah. Ibu senang mendengarnya, setidaknya Han Dong tidak melupakannya. Dia kemudian meminta Han Dong untuk pulang ke rumah.
--
Yao Yao merasa tidak tenang selama perjalanan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menelpon temannya dan meminta temannya untuk menyampaikan izin pada bosnya. Dia tidak bisa masuk karena sakit perut.
Usai menelpon. Yao Yao pergi ke kantor polisi. Dia menemui Ning Feng. Ning Feng jelas heran melihat Yao Yao, dan mengira kalau Yao Yao membuat masalah lagi. Yao Yaon menjelaskan kalau dia membatalkan pekerjaannya mala mini, untuk menemani Ning Feng menyambut malam pergantian tahun. Ning Feng menyuruh Yao Yao untuk menyambut sendirian karena dia sekarang harus pergi untuk mengurus sengketa.
Yao Yao tidak menyerah. Dia meminta ikut bersama dengan Ning Feng. Dia akan mengikuti dari belakang. Ning Feng yang tidak mau berdebat, setuju, tetapi dia menyuruh Yao Yao untuk tidak terlalu dekat dengannya, karena tidak akan baik jika di lihat orang.


1 comment: