Friday, September 14, 2018

Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 25 part 1

0 comments


Sinopsis Korean Drama : TIME Episode 25 part 1

Images by : MBC

sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com

Entah bagaimana Ji Hyun dapat di selamatkan. Yang jelas, dia sudah berada di tepi laut dan di kelilingi oleh tim SAR serta karyawan restoran. Mereka menyadarkan Ji Hyun dan khawatir karena Ji Hyun tenggelam bersama dengan Soo Ho.



Ji Hyun tersadar. Dan melihat tubuh Soo Ho terbujur kaku. Tim SAR berusaha memompa jantungnya, sementara Bok Kyu terus berteriak meminta agar Soo Ho sadar. Percuma! Soo Ho sudah meninggal. Ji Hyun menangis dan berteriak agar Soo Ho sadar. Dia memohon agar Soo Ho membuka matanya. Semua karyawan yang ada di sana, menangis meratapi kepergian Soo Ho.

TIME


Pemakamam Soo Ho di lakukan.

Ok Soon dan Chae A datang dengan terburu-buru. Mereka masih belum bisa percaya kalau Soo Ho sudah meninggal. Walau Ok Soon membenci Soo Ho, dia tidak pernah berharap Soo Ho meninggal.


Ok Soon keluar dari ruang duka dan menelpon CEO Cheon. Dia menyampaikan pada sekretaris CEO agar menyuruh CEO Cheon segera kembali ke Korea. Bok Kyu menghampirinya dan memberikan sebuah surat. Surat dari Soo Ho.

Ibu. Ini canggung. Aku tidak pernah memanggil Anda begitu. Saat kali pertama Anda menyadari keberadaanku, rasa malu dan pengkhianatan yang Anda rasakan pasti amat besar. Anak hasil hubungan suami Anda dengan wanita lain. Fakta itu saja sudah bisa menjadi alasan bagi Anda untuk membenciku. Jadi, aku mencoba memahami. Karena aku mengerti rasa sakit Anda akibat keberadaanku. Jangan menyalahkan diri Anda dan berpikir Anda menghancurkanku. Pada akhirnya, aku sendiri yang menghancurkan diriku. Aku menyalahkan Anda atas kematian ibuku. Tolong maafkan aku. Saat itu aku masih sembilan tahun. Bu. Kini aku kembali bersama ibuku yang telah melahirkanku. Berbahagialah dengan Ayah. Kembalilah ke masa-masa saat ibuku dan aku tidak ada, dan hiduplah dengan bahagia. Bu Jang.

Ok Soon menangis melihat surat itu.


Tubuh Soo Ho di kremasi. Ji Hyun dan Chae A menangis melihatnya.

CEO Cheon baru kembali ke Korea, dan dia begitu terpukul karena Soo Ho sudah meninggal. Dia bertanya apa yang terjadi.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu,” jawab Ji Hyun dengan tajam.

“Semua ini ulahmu?” tanya CEO Cheon menuduh Ji Hyun.

“Aku? Bukankah ini ulah Anda? Aku tahu segalanya. Yang Anda coba lakukan kepadaku. Anda mau menutupi hal ini juga? Padahal putra Anda sendiri tewas?”

Semua yang ada di sana terkejut mendengar perkataan Ji Hyun. Tetapi, CEO Cheon malah mengusir Ji Hyun. Ji Hyun menolak untuk pergi. Chae A tidak tahan lagi melihat pertengkaran mereka, jadi dia memberitahu kalau Soo Ho sakit.

“Penyakitnya sudah stadium akhir dan sisa waktunya tidak banyak. Kalian semua tahu? Ada tumor di otaknya dan sisa waktunya enam bulan lagi. Tumornya tidak bisa diangkat atau diobati di Korea, jadi, aku meminta dia pergi ke Amerika bersamaku. Hanya ada kemungkinan 0,1 persen untuk sembuh, tapi Soo Ho bilang dia mau pergi. Dia ingin hidup. Tapi kemungkinan kecil itu sudah lenyap sekarang,” beritahu Chae A dengan penuh amarah serta kesedihan.

Semua yang ada di sana terhenyak mendengar kenyataan itu. Bok Kyu maju, dia memberikan surat terakhir Soo Ho untuk CEO Cheon.

CEO Cheon pulang ke rumah dan menangis membaca isi surat tersebut.

Ayah. Ayah memberiku kehidupan dan aku bersyukur karena itu. Tapi kurasa aku tidak pernah berterima kasih sekali pun kepada Ayah. Kuharap kita lebih sering mengobrol dan membuat kenangan indah bersama. Hidup itu tidak lama. Saat kusadari kematian datang tanpa peringatan, aku pun bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku hidup. Sebenarnya, aku bertanya-tanya bagaimana seharusnya aku mati. Sejujurnya, aku tidak takut mati. Aku hanya takut menyesali hal-hal yang tidak sempat kulakukan. Jadi, akan kukatakan hal yang kuinginkan sebelum mati. Terima kasih sudah membesarkan dan menjagaku. Dari putra Ayah, Cheon Soo Ho.

Soo Chul juga menerima surat terakhir Soo Ho.

Selamat, Cheon Soo Chul. Kini perusahaan akan menjadi milikmu. Saat kamu menjadi pimpinan, janganlah terlalu serakah. Itu hanya akan makin menyulitkanmu. Kamu akan memiliki segalanya, tapi kamu akan sadar sebenarnya tidak punya apa-apa. Pada akhirnya, kita semua akan menjadi abu dan ruangan yang kita butuhkan hanyalah balok kecil.

Chae A membaca surat terakhir Soo Ho yang di tinggalkan untuknya.

Untuk temanku, Eun Chae A. Hubungan kita amat gila dan rumit. Meski kita tidak bisa memahami segala hal sepenuhnya. Bahkan saat aku menuju ujung dunia ini, aku masih merasa belum bisa memahami beberapa hal. Perasaan tersiksa akan kebencian dan dendam. Aku yakin kamu paham maksudku. Kamu pun yang paling tahu alasannya. Jika aku tidak sempat mengungkapnya sebelum mati, kuharap kamu melakukannya demi diriku. Lakukanlah demi dirimu.


Ji Hyun pulang ke rumah. Dia memainkan piano yang ada di dalam rumah. Dia teringat saat memainkan piano itu di gereja dan Soo Ho duduk di sampingnya, mendengarkan permainan piano-nya. Soo Ho berusaha menekan tuts saat itu walau tangannya sulit untuk di gerakkan. Ji Hyun menangis mengingat hal itu.

--

Ji Hyun menjalani interogasi terkait tewasnya Soo Ho. Menurut saksi, tubuh Ji Hyun di temukan di pinggir laut bersama dengan Soo Ho, dan Soo Ho tewas. Dia bertanya apa Ji Hyun ada melihat orang yang mencurigakan? Apa ada kemungkinan kalau Soo Ho menceburkan diri ke dalam laut secara sukarela (bunuh diri). Detektif beralasan hanya mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada dan mencari penyebab tewasnya Soo Ho, apalagi mereka tidak di berikan izin melakukan otopsi.

“Aku penasaran kamu benar-benar tertarik mengungkap kebenarannya atau tidak. Aku akan mengawasi caramu mengurus kasus ini. Jika tidak becus dalam melakukan tugasmu, kamu akan bertanggung jawab atas kesalahanmu sampai mati,” tegas Ji Hyun. Dan setelah itu, dia langsung pergi dari sana.

Di depan, Chae A sudah menunggunya. Dia bertanya kepada Ji Hyun, apa yang terjadi di hari itu? Kenapa tempo hari Ji Hyun bilang semua ulah CEO Cheon? Apa dia terlibat?

“Kamu mau tahu kebenarannya? Semudah itu? Lucu sekali. Lucu karena kamu menanyaiku soal kebenarannya,” tanya Ji Hyun dengan dinginnnya.

“Soo Ho sudah mati. Suamimu sudah mati.”

“Ji Eun yang tidak pantas mati adalah adikku. Tapi semua orang berpikir dia bunuh diri. Mungkin akan lebih baik jika kamu tidak tahu kebenarannya. Tapi jika kamu amat ingin tahu, cari tahu saja sendiri. Kebenaran soal kejadian hari itu.”

  

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini di k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.

No comments:

Post a Comment