Saturday, September 22, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 01 part 2

1 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 01 part 2
Images by : GMM Tv

Kluay sedang bersantai di kursi santai samping kolam renang. Dia memakain spray (mungkin sejenis sun block) di kulitnya, tetapi, tali bajunya malah terlepas. Dan saat dia sedang memasang tali bajunya kembali, dia malah melihat seorang pria sedang mengarahkan kamera ponsel ke arahnya.

Dengan marah, Kluay menghampiri pria tersebut, Pup. Pup kaget melihat ada wanita memakai topi lebar dan berkacamata berdiri di depannya, jadi dia mengabaikan wanita itu. Tetapi Kluay malah marah, dan menuduh kalau Pup mengambil fotonya. Pup bingung dan menjelaskan kalau dia tidak mengambil foto wanita itu. Kluay tidak percaya dan memaksa melihat ponsel Pup. Pup dengan terpaksa memberikan.
Kluay melihat foto di ponsel Pup dan setelah meng-zoom, terlihat di salah satu foto, memang ada terpotret Kluay yang sedang memperbaiki tali baju yang terlepas. Pup jelas kaget, dan tidak sadar telah memotret Kluay. Kluay dengan tidak sopan, memerintah Pup agar segera menghapus foto itu. Pup jelas kesal karena Kluay memerintahnya.
“Jangan berpura-pura tidak mengenalku,” ujar Kluay. “Kau paparazzi, kan?”
“Apa? Paparazzi? Tunggu, siapa kau? Kenapa paparazzi harus mengikutimu?”
“Berhenti berpura-pura tidak mengenalku.”
“Aku benar-benar tidak mengenalmu. Lebih baik kau kembali bersantai,” ujar Pup dan hendak pergi.
Tetapi, Kluay menahannya dan malah merebut ponsel Pup. Saat itu, topi Kluay terlepas dan Pup seperti mengenalnya. Jadi, dia melepaskan kacamata hitam Kluay, dan terkejut. Dia mengenali Kluay sebagai artis terkenal. Dan karena sudah tahu mengenai Kluay dia segera menghapus foto di ponselnya, di depan Kluay.

Usai foto di hapus, Kluay berlalu pergi dan kembali bersantai. Tetapi, Pup menghampirinya dan meminta izin untuk berfoto bersama. Dia mau pamer sama teman-temannya karena ketemu artis terkenal. Kluay dengan kasar menolak dengan alasan kalau dia sedang sendirian.
“Jika aku membiarkanmu berfoto denganku, dan itu akan menjadi skandal akhirnya, itu akan merusak reputasiku. Silahkan pergi. Ini waktu pribadiku sekarang,” usir Kluay.
Pup walau merasa kecewa, menurut dan pergi.
P’Golf menunjukkan dua kunci kamar hotel pada Pup dan memberitahu kalau satu kunci adalah milik kamar Pup dan satu lagi kunci kamar sepupunya. Dan P’Golf memberikan salah satu kunci ke Pup. Pup menerimanya dan meminta izin untuk segera masuk kamar dan tidak ikut makan malam. Dia merasa sangat lelah. P’Golf melarang karena Pup harus bertemu dengan sepupunya dulu. Sepupunya sangat baik, cantik dan seluruh negeri menyukainya. Pup tertawa dan menyebut P’Golf yang terlalu lebay.
Ploy ke kamar Kluay dan melihat Kluay yang baru selesai mandi. Dia mengomentari Kluay yang terlalu lama dan nanti bisa terlambat. Dengan ketus Kluay menyuruh Ploy untuk kembali ke kamarnya sendiri. Ploy dengan ramah, menyentuh tangan Kluay dan berkata kalau dia hanya ingin mengingatkan Kluay agar tidak terlambat menemui P’Golf.
“Itu bukan urusanmu. P’Golf adalah sepupuku. Dia tidak ada hubungannya denganmu,” ujar Kluay dengan ketus.
“Jangan seperti itu. Ayahku menikahi ibumu, jadi sepupumu sekarang adalah sepupuku. Lihat dirimu, aku sangat mencintaimu sebagai saudaraku,” ujar Ploy dan memeluk Kluay dengan erat.
Kluay mendorongnya dan bertanya alasan Ploy datang ke kamarnya? Ploy menjawab kalau dia datang hanya untuk berkunjung dan juga dengar kalau Kluay akan berbagi kamar malam ini. Kluay dengan marah bertanya Ploy tahu darimana? Ploy memberitahu dengan riang kalau dia tadi bertemu dengan P’Golf dan P’Golf memberitahunya. Dia menyuruh Kluay untuk dapat bersenang-senang dengan teman sekamarnya nanti, setelah itu dia kembali ke kamarnya.  

P’Golf dan Pup sudah berada di restoran hotel dan sedang menunggu Kluay. Kebetulan P’O lewat, jadi P’Golf mengajaknya untuk makan bersama. Tetapi, P’O melihat Pup dan malah menjawab kalau dia tidak mau, dia lebih baik duduk dengan temannya.
“Tunggu. Aku bukan temannya?” ujar P’Golf kesal setelah P’O lewat.
Pup mengangkat bahu. Dia kemudian membahas mengenai sepupu P’Golf yang belum datang juga, padahal dia sudah lapar. P’Golf memintanya untuk bersabar, karena wanita cantik butuh waktu.
Eng… ing… eng…
Kluay muncul. Dan Pup tercengang.
“P’Golf. Apa dia sepupumu?” tanya Pup memastikan.
“Ya,” jawab P’Gollf dan memanggil Kluay.
Dan bertemulah lagi Kluay dengan Ploy.

P’Golf memperkenalkan mereka. Pup adalah junior residennya, dan Kluay adalah sepupu, artis terkenal. Masalahnya, muka Pup dan Kluay malah masam, sehingga membuat P’Golf heran dan bertanya apa mereka sudah saling mengenal sebelumya?
“Aku melihatnya menggunakan pakaian renang  dan berpose seksi di kolam renang tadi. Jadi aku pikir dia bintang por**,” ujar Pup sambil tertawa.
“Hey, jangan ucapanmu. Aku bukan bintang por**. Aku tadi melakukan pemotretan.”
“Oh, pemotretan. Benar, tadi ada Ploy juga. Dia sangat menarik dan seksi. Tidak seperti mu. Hanya kepalamu yang besar seperti kepala tauge,” ejek Pup.
Dan hal itu membuat Kluay sangat marah. Saking marahnya, dia mau kembali saja ke kamar. P’Golf melarangnya dan memintanya untuk duduk. Dia mengajak Pup untuk bicara sebentar dnegannya diluar.
Diluar, Pup menjelaskan kalau dia tidak punya masalah dengan Kluay. Dia tadi ada minta foto, tapi di tolak, dan dia tidak memaksa lagi. Tapi, seharusnya Kluay melupakan masalah tadi, bukannya bersikap seperti itu. Karena itu, dia menjadi kesal dan menyindirnya. 
“Dan kau menyindirnya menggunakan Ploy. Sekarang, Kluay mungkin akan semakin membencimu,” ujar P’Golf.
“Kenapa?”
“Hubungan mereka buruk.”
“Huh? Serius? Bukankah mereka bersaudara?”
“Ya. Tetapi sebenarnya juga tidak. Mereka bukan saudara kandung.  Ploy adalah putri dari ayah tiri Kluay. Jadi, dia adalah saudara tiri Kluay. Dan mereka selalu bersaing sejak dulu. Mereka mempunyai manager artis yang sama. Ploy sangat terkenal sebelumnya. Karena dia adalah model sejak SMP. Tapi, Kluay debut sebagai artis, dan menjadi lebih terkenal dari Ploy. Dia menjadi semakin terkenal setelah lulus. Untunglah mereka terkenal di bidang yang berbeda. Jika mereka berada di bidang yang sama, mereka pasti akan lebih sering bertengkar.”
Pup jadi merasa bersalah. Dia memilih untuk makan di kamarnya saja, agar P’Golf dan Kluay dapat makan dengan nyaman. P’Golf melarang, karena baginya Kluay adalah sepupunya dan Pup adalah teman baiknya, dia berharap mereka bisa berteman baik.

Dan Pup menyampaikan hal itu pada Kluay. Dan Kluay langsung menolak. Jadi, Pup juga menolak. Mereka tidak mau berdamai. P’Golf sampai tercengang. Tetapi, Pup dan Kluay semakin berdebat dan menyindir.
P’O yang melihat Kluay, menghampiri meja mereka. Dia meminta izin untuk berfoto bersama dan Kluay bersedia. Selesai berfoto, P’O duduk di samping Kluay dan ikut makan bersama dnegan mereka. Mereka berbincang-bincang, dan saat tahu kalau Kluay adalah sepupu Golf, dia malah bilang kalau dia dan Golf sangat dekat. Dan kenapa Golf tidak bilang kalau dia sepupu-an dengan Kluay? Golf hendak menjawab, tetapi O malah mengabaikannya.
P’O asyik berbincang dengan Kluay hingga membuat Kluay merasa tidak nyaman. Kluay pamit untuk kembali ke kamarnya. P’O hendak mengantarnya, tetapi Kluay menolak.
Kluay sudah pergi, dan setelah itu, dia malah berkata akan kembali ke meja temannya. P’Golf sangat kesal, karena O nampak sekali ingin mendekati Kluay. Setelah Kluay pergi, P’O langsung kembali ke mejanya. P’Golf sangat kesal.

Kluay menunggu hingga malam, tetapi dokter itu belum datang juga. Jadi, dia menelpon P’Golf dan bertanya. P’Golf menjawab kalau dokter itu belum datang dan sekarang dia juga sedang menunggu di lobby. Kluay memberitahu kalau dia sangat ngantuk, dan menyuruh Golf agar memberitahu dokter agar langsung masuk saja ke kamar. Golf mengerti dan meminta maaf juga sudah meributkan Kluay.
Akhirnya dokter itu datang. Dan dokter itu sangat senang karena akan berbagi kamar dengan Kluay, artis terkenal. Golf memberikan kunci kamar, dan dokter itu langsung pamit pergi. Golf membangunkan Pup yang tertidur dan berterimakasih karena Pup sudah mau menemaninya hingga dokter datang. Dia menyuruh Pup untuk masuk kamar dan beristirahat. Golf sendiri masih harus di lobby untuk berbicara dengan resepsionis mengenai sarapan besok pagi.
Pup masuk ke kamar hotelnya. Kamar dalam keadaan gelap, dan Pup tanpa membuka lampu, segera melepas kemejanya dan tidur.
--


Kluay bermimpi. Dia sedang bermain di taman. Tetapi, kakinya terjerat rantai pohon. Dia berteriak memitna tolong, dan orang berpakaian hitam muncul dan menolongnya. Kluay berterimakasih pada pria itu, dan mereka hampir berciuman. Tapi, ciuman itu batal saat melihat pria itu adalah Pup. Mereka terjatuh dan Kluay berteriak.
Kluay terbangun dari tidurnya. Dia menggerutu kesal karena bermimpi buruk seperti itu. Dan, Pup juga bangun. Dia tidur di kamar Kluay.
Mereka langsung berteriak. Dan saling berdebat kenapa ada di kamar yang mereka klaim kamar mereka? Tetapi, saat menyadari kalau Pup sudah salah kamar, Kluay tetap mengira kalau Pup sengaja masuk ke kamarnya. Dia berteriak menyebut Pup mesum dan psikopat.
“Aku pasti adalah orang mesum gila, jika aku mau tidur dengan wanita berdada rata sepertimu.”
Kluay semakin kesal dan memukul Pup dengan bantal. Pup kesal dan memberitahu kalau di pukul pakai bantal tidak akan terasa sakit. Kluay akhirnya menendang Pup hingga jatuh dari tempat tidur.
P’Golf sudah bangun dan berpakaian rapi. Dia keluar dari kamar dan bertemu dokter. Dokter memberitahu kalau kamarnya masih baru dan tidak ada Kluay, apa mungkin Golf salah memberikan kunci kamar. Golf merasa itu tidak mungkin, dan kemudian tersadar.
“Berapa nomor kamarmu?”
“1603.”
“Kamar Kluay nomor 1715. Ya Tuhan!” sadar Golf telah salah memberikan kunci kamar dan segera bergegas ke kamar Kluay.

Kluay dan Pup masih terus berdebat. Pup menjelaskan pada Kluay kalau dia tidak melakukan apapun, dan juga pakaian mereka masih utuh. Kluay kesal dan berkata kalau dia sekarang mengerti kenapa bermimpi buruk mengenai Pup. Pup malah menggodanya yang memimpikan dirinya. Kluay semakin kesal dan mengusir Pup pergi.
Pup mengerti dan membawa koper-nya. Sebelum pergi, Kluay memperingatkan Pup agar tidak menyebarkan yang terjadi pada siapapun. Pup mengerti, dan menjawab kalau dia juga tidak mau menyebarkan hal memalukan seperti ini. Kesal, Kluay mendorongnya keluar.

Dan diluar, telah ada banyak wartawan dan mereka memotret Kluay serta Pup. Reflex, Pup segera menutup pintu kamar kembali.


Kapanpun kamu mulai… menyelesaikan masalahmu dengan kebohongan, kau harus terus berbohong dan akhirnya akan hidup dengan kebohongan selamanya.
=Love At First Hate=






1 comment:

  1. Yeeey makasih min sinopnya bagus:)) moga sampe the end krna cuman blog mimin dan mba ima yg sering update lakorn:)) boleh req lakorn waen dok mai? Tp nunggu sinop lainnya selesai aja..khob khun khaaa

    ReplyDelete